QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 25 [QS. 27:25]

اَلَّا یَسۡجُدُوۡا لِلّٰہِ الَّذِیۡ یُخۡرِجُ الۡخَبۡءَ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ یَعۡلَمُ مَا تُخۡفُوۡنَ وَ مَا تُعۡلِنُوۡنَ
Alaa yasjuduu lillahil-ladzii yukhrijul khab-a fiis-samaawaati wal ardhi waya’lamu maa tukhfuuna wamaa tu’linuun(a);

agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
―QS. 27:25
Topik ▪ Ganjaran sabar
27:25, 27 25, 27-25, An Naml 25, AnNaml 25, An-Naml 25

Tafsir surah An Naml (27) ayat 25

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 25. Oleh Kementrian Agama RI

Setan telah dapat memalingkan mereka, sehingga hilanglah keyakinan dan kepercayaan akan kekuasaan dan keesaan Allah.
Hilanglah dari pikiran mereka bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah.
Mereka tidak lagi mempercayai bahwa Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi, dan bahwa Dialah Allah yang melahirkan dan menimbulkan segala sesuatu, seperti tumbuh-tumbuhan, barang-barang logam yang tersembunyi di dalam bumi dan di dalam laut.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sehingga, mereka tidak menyembah Allah, padahal Dialah yang menampakkan segala apa saja yang tersembunyi, baik di langit maupun di bumi.
Dia Maha Mengetahui apa yang kalian tampakkan dan yang kalian rahasiakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Agar mereka tidak menyembah Allah), ditambahkan An pada la yasjudu kemudian An di-idgamkan kepada la sehingga menjadi Alla Yasjudu perihalnya sama dengan lafal yang terdapat di dalam firman-Nya, ‘Lialla Ya’lama Ahlul Kitabi.’ Bentuk asalnya La Ya’lama lalu ditambah An dan sebelum itu lam Ta’lil.

Kedudukan Alla Yasjudu menjadi Maf’ul secara Mahal dari lafal Yahtaduna, yaitu dengan menggugurkan huruf Ila (Yang mengeluarkan apa yang terpendam) lafal Al Khab-a adalah Mashdar, yang maknanya apa-apa yang terpendam di dalam hujan dan tumbuh-tumbuhan (di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan) di dalam kalbu kalian (dan apa yang kalian nyatakan) melalui perkataan kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Setan menghiasi hal itu bagi mereka, agar mereka tidak bersujud kepada Allah yang mengeluarkan sesuatu yang tersembunyi lagi tersimpan di langit dan di bumi berupa hujan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.
Dan Dia Maha Mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan kalian tampakkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah.
(An Naml:24 – 25)

Yakni agar tidak mengetahui jalan yang benar, yaitu mengikhlaskan bersujud hanya kepada Allah semata, bukan kepada sesuatu pun dari makhluk-Nya, baik yang berupa bintang maupun yang lainnya.
Seperti yang dijelaskan oleh firman Allah:

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan.
Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah.
(Fussilat: 37)

Sebagian ahli qiraat membaca ayat ini dengan bacaan berikut:

Ingatlah, hai kaum, bersujudlah kalian kepada Allah.
(An Naml:25)

Dengan memakai ala istiftahiyyah dan ya nida, sedangkan munada-nya.
dibuang yang bentuk lengkapnya ialah: Ya qaum (hai kaum), bersujudlah kalian kepada Allah.

Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi.
(An Naml:25)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah Allah mengetahui semua yang tersembunyi di langit dan di bumi.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, dan Qatadah serta lain-lainnya.

Sa’id ibnul Musayyab mengatakan bahwa al-khab-u artinya air.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, bahwa makna yang dimaksud ialah apa yang tersembunyi di langit dan di bumi yang ada kaitannya dengan rezeki makhluk, hujan dari langit dan tetumbuhan dari bumi.

Kalimat ayat ini sesuai dengan perkataan hud-hud yang telah di bekali oleh Allah subhanahu wa ta’ala naluri yang tajam.
Seperti yang disebutkan oleh Ibnu Abbas dan lain-lainnya, bahwa hud-hud dapat melihat air mengalir di perut bumi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan.
(An Naml:25)

Yakni mengetahui semua ucapan dan perbuatan yang disembunyikan dan yang dinyatakan oleh semua hamba-Nya.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui friman-Nya:

Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus, terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.
(Ar Ra’du:10)


Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 25

KHAB
خَبْءَ

Lafaz ini dalam bentuk kata nama yang berasal dari kata khaba’a-yakhba ‘u yang berarti menutup, menjaga, menyimpan dan sebagainya. Al khab’ mengandung makna sesuatu yang tersimpan dan disembunyikan.

Majd Ad Din Muhammad bin Yaqub Al Fayruz Abadi berkata,
al-khab adalah setiap se­ suatu yang tersimpan dan disembunyikan. Darinya kata al-khuba’ah yaitu wanita yang melazimkan dirinya di rumah dan menyembunyikan diri.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Naml (27), ayat 25.
Allah berfirman:

أَلَّا يَسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى يُخْرِجُ ٱلْخَبْءَ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ

Ibn Qutaybah berpendapat al khab pada ayat di atas bermakna yang tersembunyi yaitu sesuatu yang tersembunyi di langit dan di bumi. Ada yang mengatakan khab’ as samaa adalah hujan dan khab’ al ardh ialah tumbuh-tumbuhan.

Sa’id b Al Musayyab berkata,
al khab’ bermakna air.

Abdur Rahman bin Zayd bin Aslam ber­pendapat, khab’ as samawat waal ardh adalah rezeki yang turun atau keluar dari langit dan bumi, hujan dari langit dan tumbuh­ tumbuhan dari bumi. Hal ini sesuai dengan perkataan burung Hudhud di mana Allah memberinya kelebihan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbas ia mengetahui air mengalir di permukaan bumi dan di dalamnya.

Ali bin Abi Talhah meriwayatkan dari Ibn ‘Abbas; tafsiran ayat diatas adalah Allah mengetahui setiap yang ter­sembunyi di langit dan di bumi, begitu juga dengan pendapat ‘Ikrimah, Mujahid, Sa’id b Jubair dan Qatadah.

Kesimpulannya, al khab’ bermakna rezeki yang tersembunyi atau tersimpan di langit dan di bumi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:205

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 25 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 25 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 25 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:25
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.7
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending







Pembahasan ▪ q s an naml/27 ayat 25 ▪ q s an-naml/27 ayat 25 ▪ surat 27 ayat 25

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta