QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 24 [QS. 27:24]

وَجَدۡتُّہَا وَ قَوۡمَہَا یَسۡجُدُوۡنَ لِلشَّمۡسِ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ وَ زَیَّنَ لَہُمُ الشَّیۡطٰنُ اَعۡمَالَہُمۡ فَصَدَّہُمۡ عَنِ السَّبِیۡلِ فَہُمۡ لَا یَہۡتَدُوۡنَ
Wajadtuhaa waqaumahaa yasjuduuna li-sysyamsi min duunillahi wazai-yana lahumusy-syaithaanu a’maalahum fashaddahum ‘anissabiili fahum laa yahtaduun(a);

Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah;
dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,
―QS. 27:24
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Hikmah penurunan kitab-kitab samawi
27:24, 27 24, 27-24, An Naml 24, AnNaml 24, An-Naml 24
English Translation - Sahih International
I found her and her people prostrating to the sun instead of Allah, and Satan has made their deeds pleasing to them and averted them from (His) way, so they are not guided,
―QS. 27:24

 

Tafsir surah An Naml (27) ayat 24

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Burung hud-hud menerangkan kepada Nabi Sulaiman tentang agama yang dianut oleh kaum Saba’.
Dalam penyampaian berita itu, tampak burung hud-hud telah membandingkan agama dan perbuatan-perbuatan penduduk negeri Saba’ itu, dengan kepercayaan dan agama yang diyakininya sebagai agama yang benar.

Hud-hud mengatakan bahwa dia mendapati raja putri itu bersama kaumnya menyembah matahari sebagai tuhan, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan maksiat yang bertentangan dengan agama yang benar.
Mereka melakukan yang demikian itu karena setan telah berhasil memperdaya mereka.
Setan telah menjadikan pikiran dan pandangan mereka terhadap perbuatan buruk yang dilarang Allah sebagai hal yang baik dan indah.
Mereka tidak lagi mengikuti ajaran-ajaran dan agama yang dibawa para rasul dahulu.
Mereka tidak lagi sujud kepada Allah, tetapi kepada matahari.
Oleh karena itu, mereka tidak mendapat petunjuk.