Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 22


فَمَکَثَ غَیۡرَ بَعِیۡدٍ فَقَالَ اَحَطۡتُّ بِمَا لَمۡ تُحِطۡ بِہٖ وَ جِئۡتُکَ مِنۡ سَبَاٍۭ بِنَبَاٍ یَّقِیۡنٍ
Famakatsa ghaira ba’iidin faqaala ahathtu bimaa lam tuhith bihi waji-atuka min saba-in binaba-in yaqiinin;

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata:
“Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya, dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.
―QS. 27:22
Topik ▪ Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia
27:22, 27 22, 27-22, An Naml 22, AnNaml 22, An-Naml 22
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Selang tidak beberapa lama, setelah mengeluarkan ancaman hukum mati untuk burung Hud-hud, burung itupun kembali dan Sulaiman pun menanyakan sebab-sebab kepergian burung Hud-hud yang tanpa pamit itu.

Burung Hud-hud itu menerangkan alasan kepergiannya, bahwa Ia telah pergi dan terbang mengarungi daerah yang jauh dan telah sampai kepada suatu negeri yang bernama Saba'.
Ia telah mengetahui hal ihwal negeri itu yang Sulaiman sendiri belum mengetahuinya.
Berita yang dibawanya itu adalah suatu berita penting serta dapat diyakini kebenarannya.

Burung Hud-hud telah menyampaikan berita penting itu kepada Nabi Sulaiman as sedemikian rupa, dengan kata-kata yang manis lagi hormat, enak didengar telinga, disertai dengan alasan-alasan yang kuat pula.
Sehingga kemarahan Sulaiman kepada burung Hud-hud itu berangsur-angsur mencair dan meleleh, sehingga akhirnya menjadi hilang sama sekali.
Bahkan dengan keterangan itu Nabi Sulaiman as telah mendapat sesuatu yang berharga, sehingga hukuman yang pernah diancamkannya itu tidak pernah dilaksanakannya.

Kesanggupan burung Hud-hud bepergian sejauh itu dan menyampaikan berita penting kepada Nabi Sulaiman itu adalah suatu perwujudan kekuasaan Allah dan ilham yang telah ditanamkan Nya ke dalam hati dan pikiran burung Hud-hud itu.
Ia telah sanggup pergi dan terbang mengarungi daerah yang terletak antara negeri Palestina dan Yaman sekarang, suatu jarak yang cukup jauh, mengarungi daerah padang pasir yang sangat panas.
Dan ia telah sanggup pula mengetahui dan mengerti keadaan negeri Saba dan dihubungkan pula dengan tugas Nabi Sulaiman as yang bertugas sebagai seorang kepala negara dan sebagai seorang Rasul Allah.
Ia telah sanggup pula menyampaikan berita itu kepada Nabi Sulaiman dan memberikan kepadanya suatu pengertian yang baik pula, sehingga Nabi Sulaiman as langsung menanggapi berita yang dibawa burung Hud-hud itu.

Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi dan Rasul, ia juga seorang raja yang bijaksana, yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan yang banyak.
Ia mempunyai pengetahuan yang banyak di samping pengetahuan-pengetahuan yang lain yang mungkin hanya kepadanya saja diberikan Allah.
Sedang burung Hud-hud hanyalah seekor burung yang tidak mempunyai arti sama sekali, bila dibanding dengan apa yang ada dan dimiliki oleh Nabi Sulaiman as.
Sekalipun demikian ada pengetahuan burung Hud-hud yang belum diketahui oleh Nabi Sulaiman dalam melaksanakan tugasnya sebagai raja, terutama pula dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah.
Dalam menghadapi burung Hud-hud, baik burung itu dalam keadaan bersalah karena telah pergi tanpa pamit, maupun burung itu sebagai sumber dan pembawa berita penting.
Nabi Sulaiman telah bersikap dengan sikap wajar, sebagai seorang hamba Allah.

Kisah Nabi Sulaiman as dan burung Hud-hud ini, hendaknya menjadi tamsil dan ibarat bagi manusia, terutama bagi orang-orang yang telah mengaku dirinya beriman kepada Allah.
Janganlah hendaknya seseorang merasa sombong dan takabur, karena pengetahuan, kekuasaan dan kekayaan yang telah diberikan Allah kepada mereka.
Yang diberikan itu walau berapapun banyaknya menurut dugaan seseorang, namun yang diperoleh itu hanyalah sedikit sekali bila dibanding dengan pengetahuan, kekuasaan dan kekayaan yang ada pada Nya.
Karena itu jangan sekali-kali menganggap rendah, enteng dan hina sesuatu atau seseorang.
Kemungkinan Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan kepada sesuatu yang dianggap hina dan rendah itu, sesuatu yang tidak dipunyai oleh orang lain, yang ada pada suatu saat akan diperlukan untuk sesuatu keperluan dan kepentingan yang amat besar, sebagaimana yang telah dianugerahkan Nya kepada burung Hud-hud.
Allah subhanahu wa ta'ala Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan memuliakan manusia.
Karena itu hendaklah manusia hidup berkasih-kasihan, tolong-menolong dan saling menghormati antara sesama manusia.
Tirulah sikap Nabi Sulaiman as kepada burung Hud-hud, dia selalu mengasihi dan menghormatinya.

An Naml (27) ayat 22 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Saat itu Hudhud berada di suatu tempat yang tidak terlalu jauh.
Beberapa saat kemudian burung itu mendatangi Sulayman dan berkata, "Aku datang dari negeri Saba' membawa berita yang belum kau ketahui dan tidak perlu kau sangsikan kebenarannya.
"[1].

[1] Ayat ini dan dua ayat berikutnya adalah ayat-ayat yang secara khusus mengisahkan kerajaan Saba', salah satu kerajaan di kawasan Yaman di Arab Selatan, yang semenjak dahulu kala dikenal dengan sebutan "Negeri Arab Bahagia" (Al-'Arabiyyah al-Sa'idah), sebuah sebutan yang menunjukkan betapa negeri itu merupakan negeri yang maju dan kaya.
Yaman, seperti diketahui, telah memiliki peradaban sangat tinggi sejak tahun 2000 S.
M.
dengan perekonomiannya yang bersandar pada sistem agraria yang maju.
Hal itu dimungkinkan oleh kesuburan tanah dan iklim yang stabil.
Selain pertanian, peradaban Yaman juga ditunjang oleh perdagangan.
Hal ini juga dimungkinkan karena letaknya yang strategis, yaitu sebagai penghubung daratan India, Etiopia (Habasyah), Somalia, Suriah (Syam) dan Iraq.
Singkatnya, beberapa peninggalan mereka berupa bendungan besar yang dibangun untuk keperluan irigasi, dan yang paling populer di antaranya adalah bendungan Ma'rib (lihat Sayl al-'Arim, surat Saba':
16), bekas-bekas kota yang berbenteng, istana dan candi-candi masih bisa disaksikan sampai sekarang.
Semua itu menunjukkan kemajuan sosial dan kekayaan negeri itu.
Relief-relief yang sempat diabadikan oleh para penguasa mereka, di antaranya berupa undang-undang yang mengatur soal pemilikan harta tetap, merupakan alasan cukup kuat untuk menunjukkan kemajuan peradaban mereka.
Puncak kejayaan kerajaan Saba' terjadi sezaman dengan masa Nabi Sulayman a.
s, sekitar tahun 10 S.
M.
Sistem pemerintahan yang dianut adalah sistem kerajaan, sistem pemerintahan turun temurun.
Semasa Sulayman itu, yang menjadi penguasa Saba' adalah seorang wanita.
Para ahli sejarah berbeda pendapat mengenai nama sang ratu itu.
Orang-orang Arab menyebutnya Balqis.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Balqis dibantu oleh sebuah badan yang fungsinya kira-kira sama dengan Majelis Permusyawaratan saat ini (perhatikan ayat 28–33 surat ini).
Sampai saat ini belum ada catatan sejarah yang mengatakan bahwa Saba' merupakan negara ekspansif, lebih dari negara perdagangan dan kafilah.
Hanya sedikit saja peninggalan-peninggalan sejarah yang menyebut-nyebut soal ekspansi dan peperangan.
Tugas dan fungsi tentara negeri itu terbatas hanya pada penjagaan benteng dan pengawalan kafilah-kafilah dagang.
Rakyat negeri Saba' dikenal sebagai kaum paganis, sebagaimana dituturkan ayat ke-24 dari surat ini.
Matahari dan bintang merupakan tuhan utama mereka, dan mereka mempersembahkan sajian dan dupa untuk tuhan-tuhan itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka diamlah Nabi Sulaiman) dapat dibaca Famakutsa dan Famakatsa (dalam waktu yang tidak lama) tidak lama setelah itu datanglah burung Hud-hud ke hadapan Nabi Sulaiman seraya merendahkan diri, yakni dengan mengangkat kepalanya dan merendahkan kedua sayap dan ekornya.
Akhirnya Nabi Sulaiman memaafkannya, lalu Nabi Sulaiman menanyakan kepadanya tentang apa yang ia jumpai selama ketidakhadirannya itu (Hud-hud berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya) yakni aku telah menyaksikan apa yang belum pernah kamu saksikan (dan kubawakan kepadamu dari negeri Saba) dapat dibaca Saba-in dan Saba-a nama suatu kabilah yang diam di negeri Yaman.
Mereka dinamakan dengan nama kakek moyangnya.
Berdasarkan ketentuan ini lafal Saba menerima Tanwin (suatu berita) yakni kabar (yang diyakini).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidak lama berselang Hudhud pun hadir, maka Sulaiman menyalahkannya karena ketidakhadirannya dan keterlambatannya.
Maka Hudhud berkata kepadanya :
Saya mengetahui sesuatu dengan sangat baik yang tidak engkau ketahui, saya datang dari kota Saba’ di Yaman dengan membawa berita yang sangat penting, dan saya benar-benar meyakini kebenarannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka tidak lama kemudian.
(An Naml:22)

Yakni setelah menghilang dalam waktu yang tidak lama, lalu datanglah hud-hud seraya berkata kepada Sulaiman:

Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya.
(An Naml:22)

Artinya, aku telah menyaksikan apa yang tidak disaksikan olehmu dan juga oleh semua tentaramu.

dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.
(An Naml:22)

Yakni berita yang benar dan yakin.
Saba adalah negeri orang-orang Himyar, mereka adalah raja-raja negeri Yaman di masa silam.

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 22 *beta

Surah An Naml Ayat 22



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (10 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku