Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 20 [QS. 27:20]

وَ تَفَقَّدَ الطَّیۡرَ فَقَالَ مَا لِیَ لَاۤ اَرَی الۡہُدۡہُدَ ۫ۖ اَمۡ کَانَ مِنَ الۡغَآئِبِیۡنَ
Watafaqqadath-thaira faqaala maa liya laa aral hudhuda am kaana minal ghaa-ibiin(a);
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata,
“Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?
―QS. An Naml [27]: 20

Daftar isi

And he took attendance of the birds and said,
"Why do I not see the hoopoe – or is he among the absent?
― Chapter 27. Surah An Naml [verse 20]

وَتَفَقَّدَ dan dia memeriksa/mencari

And he inspected
ٱلطَّيْرَ burung

the birds
فَقَالَ lalu dia berkata

and said,
مَا tidak ada/mengapa

"Why *[meaning includes next or prev. word]
لِىَ bagiku

"Why *[meaning includes next or prev. word]
لَآ aku tidak

not
أَرَى melihat

I see
ٱلْهُدْهُدَ hud-hud

the hoopoe
أَمْ atau

or
كَانَ adalah ia

is he
مِنَ dari/termasuk

from
ٱلْغَآئِبِينَ yang gaib/tidak hadir

the absent?

Tafsir Quran

Surah An Naml
27:20

Tafsir QS. An-Naml (27) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa pada suatu hari Nabi Sulaiman memeriksa barisan tentaranya, termasuk burung hud-hud, tetapi ia tidak melihatnya.
Dengan nada marah dan heran ia berkata,
"Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud! Apakah aku tidak melihatnya ataukah burung hud-hud itu sendiri yang telah pergi tanpa minta izin kepadaku lebih dahulu?"



Perbuatan itu adalah perbuatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dari ayat ini dipahami hal-hal sebagai berikut:

1. Nabi Sulaiman mempunyai tentara, dan di antaranya terdapat sejenis burung yang bernama burung hud-hud.

Burung hud-hud termasuk jenis burung pemakan serangga, sejenis burung pelatuk.
Ia mempunyai paruh yang panjang, berjambul di kepalanya, berekor panjang, dan berbulu indah beraneka warna.

Ia hidup dengan membuat sarang atau lubang pada pohon-pohon kayu yang telah mati dan lapuk.

2. Nabi Sulaiman selalu memeriksa tentaranya.
Oleh karena itu, ia mengetahui tentaranya yang hadir dan yang tidak hadir waktu pemeriksaan itu.

3. Setiap tentaranya bepergian atau melakukan sesuatu pekerjaan hendaklah mendapat izin dari padanya terlebih dahulu.

Jika ada yang melanggar ketentuan ini, akan mendapat hukuman dari Sulaiman.

4. Tentara Sulaiman patuh mengikuti segala perintahnya dan tidak pernah ada yang mengingkarinya.
Oleh karena itu, Sulaiman merasa heran dan tercengang atas kepergian burung hud-hud tanpa pamit.
Tidak pernah terjadi kejadian seperti yang demikian itu sebelumnya.
Ia lalu mengancam burung hud-hud dengan hukuman yang berat seandainya nanti burung itu kembali tanpa mengemukakan alasan-alasan yang dapat diterima.

Tafsir QS. An Naml (27) : 20. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ketika tengah memeriksa balatentara dari bangsa burung, Sulayman `alaihis salam.
tidak mendapatkan burung Hudhud.


Sulayman heran lantas berkata,
"Mengapa aku tidak melihat Hudhud?
Apakah dia ada di tengah- tengah pasukan tapi aku tidak melihatnya, ataukah dia benar-benar tidak ada?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sulaiman memeriksa keadaan burung-burung yang tunduk kepadanya dan keadaan yang tidak hadir darinya.
Di antara burung-burung terdapat Hudhud yang berbeda dan dikenal, Sulaiman tidak melihatnya, dia berkata:
Mengapa aku tidak melihat Hudhud yang aku ketahui?
Apakah ia bersembunyi dariku atau ia memang tidak hadir di sini, sehingga aku tidak melihatnya karena ia memang tidak hadir?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan dia memeriksa burung-burung) untuk mencari burung Hud-hud yang ditugaskan untuk meneliti adanya sumber air di bawah tanah, melalui paruhnya yang ia patuk-patukkan ke tanah yang dimaksud pada saat itu Nabi Sulaiman membutuhkan air untuk salat, ternyata dia tidak melihat burung Hud-hud itu


(lalu ia berkata,
"Mengapa aku tidak melihat Hud-hud?) apakah gerangan yang menyebabkan hingga aku tidak melihatnya?, coba jelaskan kepadaku ke mana dia?


(apakah dia termasuk yang tidak hadir?") Nabi Sulaiman tidak melihatnya karena tidak ada di tempat, setelah terbukti Hud-hud tidak ada.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Pada suatu hari Nabi Sulaiman ‘alaihis salam beristirahat di suatu padang pasir, lalu ia memeriksa barisan burung untuk mencari burung hud-hud, tetapi ia tidak melihatnya.
lalu ia berkata,
"Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir?"
(QS. An-Naml [27]: 20)

Pada suatu hari Ibnu Abbas pernah menceritakan kisah ini di hadapan suatu kaum, yang di antara mereka terdapat seorang Khawarij yang dikenal dengan nama Nafi’ ibnul Azraq, dia dikenal sebagai orang yang banyak menentang Ibnu Abbas.
Maka Nafi’ berkata kepada Ibnu Abbas,
"Hai Ibnu Abbas, hentikanlah kisahmu itu, hari ini kamu kalah."
Ibnu Abbas bertanya,
"Mengapa saya kalah?"

Nafi’ ibnul Azraq menjawab,
"Sesungguhnya kamu telah mengatakan dalam kisahmu tentang burung hud-hud, bahwa ia dapat melihat sumber air yang ada di perut bumi.
Dan sesungguhnya bisa saja seorang anak meletakkan biji di dalam perangkap, lalu menimbunnya dengan pasir.
Kemudian burung hud-hud itu datang untuk mengambil biji makanannya itu, maka masuklah ia ke dalam perangkap yang dipasang oleh anak kecil itu, sehingga ia dapat ditangkap olehnya."

Ibnu Abbas berkata,
"Mengapa orang ini tidak saja mengatakan bahwa dia telah menyangkal Ibnu Abbas dan membuatnya tidak dapat menjawab?"
Kemudian Ibnu Abbas mengatakan,
"Celakalah kamu, sesungguhnya apabila takdir telah memastikannya (tertangkap), penglihatan menjadi tidak berfungsi dan rasa waspada pun hilang."
Maka Nafi’ berkata kepada Ibnu Abbas,
"Demi Allah, aku tidak akan membantahmu mengenai sesuatu dari Alquran selamanya."

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Abu Abdullah Al-Barazi dari kampung Barazah yang terletak di pinggiran kota Dimasyq —dia adalah seorang yang saleh dan selalu puasa Senin Kamis, dan matanya buta sebelah, umurnya mencapai delapan puluh tahun— menyebutkan kisah berikut.
Ibnu Asakir meriwayatkan kisah ini berikut sanadnya sampai pada Abu Sulaiman ibnu Yazid.
Bahwa Abu Sulaiman pernah bertanya kepada Abu Abdullah Al-Barazi tentang kebutaan sebelah matanya, tetapi Abu Abdullah tidak mau menyebutkan penyebab kebutaannya.
Abu Sulaiman tidak putus asa, ia mendesaknya selama berbulan-bulan, dan akhirnya Abu Abdullah mau menceritakan hal tersebut kepadanya, seperti berikut:

Bahwa pernah ada dua orang lelaki dari kalangan penduduk Khurrasan singgah di rumahku selama seminggu di kampung Barazah.
Lalu keduanya menanyakan kepadaku tentang tempat suatu lembah, maka kuantarkan keduanya ke lembah tersebut.
Setelah sampai di lembah itu keduanya mengeluarkan pedupaan dan menyalakan dupa yang cukup banyak sehingga asap dupa itu memenuhi lembah tersebut.


Kemudian keduanya komat-kamit membaca jampi-jampi, maka berdatanganlah ular dari segala penjuru kepada keduanya, tetapi kedua orang itu tidak memperhatikan salah seekor pun darinya.
Hingga datanglah seekor ular sebesar lengan dengan kedua mata yang bersinar berkilauan seperti mata uang dinar.
Keduanya sangat gembira melihat ular tersebut dan berkata,
"Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan perjalanan kami semenjak satu tahun yang silam."
Lalu keduanya memecahkan pedupaan itu dan menangkap ular tersebut, kemudian keduanya memasukkan jarum untuk mencetak mata ke dalam mata ular tersebut, sesudah itu keduanya mencelaki mata mereka dengan jarum celak itu.
Aku meminta kepada keduanya agar mencelaki mataku dengan jarum tersebut, tetapi keduanya menolak.
Aku terus mendesaknya, dan kukatakan kepadanya,
"Kamu berdua harus mencelaki mataku,"
dan aku mengancam akan melaporkan keduanya kepada penguasa.
Akhirnya keduanya mau mencelaki mataku dengan jarum pencelak mereka.

Mereka berdua mencelaki mata kananku saja.
Setelah jarum pencelak mata itu menyentuh mataku dan aku memandang ke tanah yang ada di bawahku, ternyata semua yang ada di bawah tanah terlihat olehku bagaikan melihat sesuatu di balik kaca.
Kemudian keduanya berkata kepadaku,
"Marilah kita berjalan sebentar,"
lalu aku berjalan bersama keduanya, sedangkan keduanya asyik mengobrol.
Hingga manakala kami telah berada jauh dari perkampungan, keduanya menangkapku dan mengikatku.
Salah seorang di antara keduanya memasukkan tangannya ke mata kananku dan mencongkelnya, lalu membuang mataku, dan keduanya berlalu meninggalkan diriku.
Aku masih tetap dalam keadaan terikat, hingga lewatlah seseorang di tempat aku berada dan ia melepaskan ikatanku.
Demikianlah kisah yang di alami oleh mata kananku ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sadaqah ibnu Amr Al-Gassani, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Maisarah Al-Minqari, dari Al-Hasan yang telah mengatakan bahwa nama burung hud-hud Nabi Sulaiman adalah ‘Anbar.

Muhammad ibnu lshaq mengatakan bahwa apabila Nabi Sulaiman berangkat menuju ke tempat majelisnya dan telah sampai di tempat majelisnya, maka ia memeriksa semua burung.
Menurut empunya kisah, setiap harinya Nabi Sulaiman selalu didatangi oleh semua jenis burung (yang memberikan penghormatan kepadanya).
Pada suatu hari saat ia memeriksa semua burung, semuanya ada kecuali burung hud-hud.
lalu ia berkata,
"Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir?"
(QS. An-Naml [27]: 20)
Yakni apakah penglihatanku yang keliru, ataukah memang burung hud-hud absen dan tidak hadir?

Unsur Pokok Surah An Naml (النمل)

Surat An-Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy-Syu’ara’.

Dinamai dengan "An Naml", karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.

Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya.

Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.

Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan sebagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.

Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad ﷺ, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

▪ Alquran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin.
▪ Ke-Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini.
▪ Hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib.
▪ Adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Sulaiman `alaihis salam dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Ciri-ciri orang mukmin.
▪ Alquran menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil.
▪ Hanya orang-orang mukminlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu.
▪ Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Alquran.
▪ Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Audio Murottal

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 93 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 93

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Naml ayat 20 - Gambar 1 Surah An Naml ayat 20 - Gambar 2
Statistik QS. 27:20
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, “Semut”) adalah surah ke-27 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu’ara’
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
Sending
User Review
4.4 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

27:20, 27 20, 27-20, Surah An Naml 20, Tafsir surat AnNaml 20, Quran An-Naml 20, Surah An Naml ayat 20

Video Surah

27:20


Load More

Kandungan Surah An Naml

۞ QS. 27:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 27:3 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 27:4 • Mengingkari hari kebangkitan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafir • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 27:5 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 27:6 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 27:8 Tauhid Rububiyyah • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:9 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 27:11 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Kalam (berfirman) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 27:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:14 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:17 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:19 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:24 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:25 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 27:26 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:30 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 27:31 • Islam agama para nabi

۞ QS. 27:39 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:40 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Al Karim (Maha Mulia) • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 27:44 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 27:46 • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 27:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Meramal nasib

۞ QS. 27:50 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 27:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:52 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:53 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:56 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:57 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:58 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:59 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 27:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:62 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 27:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 27:65 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 27:66 • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:67 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:68 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:69 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:71 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:72 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 27:73 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 27:74 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 27:75 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 27:76 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 27:78 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 27:80 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:81 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:82 • Munculnya binatang melata sebelum kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:83 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:84 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 27:87 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 27:88 • Al Khabir (Maha Waspada) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 27:89 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 27:90 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:91 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:92 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 27:93 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu & bertaubat kepada-Nya.
(Jika kamu mengerjakan yang demikian),
niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan..
QS. Hud [11]: 3

Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,
QS. Al-Furqan [25]: 67

Bersyukurlah kepada Allah.
Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah),
maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri,
dan barang siapa yang tidak bersyukur,
maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji
QS. Luqman [31]: 12

Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu.
Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
QS. Al-Ahzab [33]: 51

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Correct! Wrong!

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Correct! Wrong!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

Ats-Tsiqatul Jalil

Apa itu Ats-Tsiqatul Jalil? Ats-Tsiqatul Jalil adalah istilah untuk seorang yang mulia dan dapat dipercaya. … • Tsiqatul Jalil, Tsiqatul, Jalil

Khalaf

Apa itu Khalaf? Kata khalaf biasanya digunakan untuk merujuk para ulama yang lahir setelah abad III H setelah periode tabiut tabi’in. Ulama-ulama khalaf adalah penerus dakwah tabiut tabi’i...

Salamah bin Qais

Siapa itu Salamah bin Qais? Salamah bin Qais adalah salah seorang sahabat nabi Muhammad ﷺ. Suatu hari Khalifah Umar bin Khathab berjaga-jaga sepanjang malam di Kota Madinah. Ia ingin agar penduduk d...