Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 15


وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا دَاوٗدَ وَ سُلَیۡمٰنَ عِلۡمًا ۚ وَ قَالَا الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡ فَضَّلَنَا عَلٰی کَثِیۡرٍ مِّنۡ عِبَادِہِ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Walaqad aatainaa daawuda wasulaimaana ‘ilman waqal-al hamdu lillahil-ladzii fadh-dhalanaa ‘ala katsiirin min ‘ibaadihil mu’miniin(a);

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman, dan keduanya mengucapkan:
“Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman”.
―QS. 27:15
Topik ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
27:15, 27 15, 27-15, An Naml 15, AnNaml 15, An-Naml 15
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala telah menganugerahkan kepada Nabi Daud dan kepada putranya Nabi Suliaman as ilmu pengetahuan, baik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan ketuhanan dan syariat-syariatnya, maupun yang berhubungan dengan pengetahuan umum, seperti kemampuan memimpin dan mengatur bangsanya.
Kedua Nabi ini tidak saja memiliki pengetahuan-pengetahuan itu, tetapi juga mengamalkan dengan baik, maka ilmu pengetahuan yang dipunyai oleh masing-masing Nabi itu berfaedah bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat dan umatnya, di dunia dan di akhirat kelak.

Karena memperoleh nikmat yang tidak terhingga dari Allah itu keduanya mensyukuri nikmat dengan mengucapkan: "Alhamdu lillahil lazi faddalana alakasirin min ibadihil mu'minin" (artinya): "segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba yang beriman"

Sikap Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dalam menerima nikmat Allah itu, suatu sikap yang terpuji.
Karena itu para ulama menganjurkan agar kaum Muslimin meneladani sikap seorang hamba mengucapkan "hamdalah" ("alhamdu lillahi" segala puji bagi Allah).
Hal ini berarti bahwa hamba yang menerima nikmat itu, benar-benar merasakan bahwa yang diterimanya itu benar-benar merupakan pernyataan kasih sayang Allah kepadanya dan ia merasa bahwa ia benar-benar memerlukan nikmat Allah itu.
Tanpa nikmat itu ia tidak akan hidup dan merasakan kebahagiaan:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
(Q.S.
Ibrahim: 7)

Nabi Daud as mulai memerintah di Palestina kira-kira 250 (dua ratus lima puluh) tahun setelah wafatnya Nabi Musa.

Di dalam sejarah diterangkan bahwa sebelum Nabi Musa meninggal dunia, dia telah mengangkat pengikutnya yang setia, Yaitu Yusya' bin Nun menjadi penggantinya.
Setelah Nabi Musa wafat pada tahun 1.250 Sebelum Masehi dalam usia 100 tahun, (beliau dilahirkan tahun 1.350 Sebelum Masehi), Yusya' memimpin Bani Israil memasuki Palestina.
Bani Israil di bawah pimpinan Yusya' dapat menaklukkan kota demi kota di Palestina itu.
Akhirnya seluruh Palestina dapat mereka taklukkan.
Ada 31 orang raja-raja di Palestina, kesemuanya telah takluk di bawah kekuasaan Bani Israil.

Kemudian oleh Yusya' diadakan perbaikan-perbaikan dalam negeri.
Diangkatnya hakim-hakim atau qadi-qadi dan ditentukannya pekerjaan dan tempat masing-masing qadi itu.
Yang menjadi sumber hukum adalah syariat Musa as, di samping itu Yusya' sendiripun membuat undang-undang dan peraturan-peraturan yang tidak menyimpang dari syariat Musa as.

Dengan adanya perbaikan-perbaikan itu Bani Israil telah mempunyai pemerintahan yang kuat.
Yusya' dapat memimpin Bani Israil dengan baik sampai ia wafat.
Akan tetapi sesudah wafatnya Yusya' tidak terdapat lagi pemerintahan yang kuat di Palestina, sering terjadi peperangan antara Bani Israil dengan kabilah-kabilah yang tadinya sudah ditaklukkan, kemudian mereka bersatu kembali.

Sampai saat itu Bani Israil belum mempunyai seorang raja yang akan mempersatukan mereka dan mengikat mereka dalam suatu pimpinan dan pemerintahan.
Mereka hidup di bawah pemerintahan hakim-hakim (qadi) yang masing-masing memerintah sendiri-sendri.
Di bawah pimpinan para hakim yang bercerai-berai itulah Bani Israil melawan musuh yang telah menguasai kampung halaman dan anak-anak mereka.
Oleh karena itu mereka selalu kalah dalam peperangan-peperangan itu dan kerap kali ditawan, dan jatuh ke bawah kekuasaan kabilah-kabilah yang memeranginya, dan mereka terpaksa membayar upeti.
Oleh karena itu mereka meminta kepada Nabi Syamuil, yang juga menjabat sebagai kadi agar mengangkat raja yang akan memimpin mereka berperang di jalan Allah melawan musuh-musuh itu.

Di dalam surah Al Baqarah ayat 246-252, telah diterangkan bahwa Nabi Syamuil mengatakan kepada Bani Israil bahwa Allah subhanahu wa ta'ala akan mengangkat Thalut menjadi raja bagi Bani Israil, Thalut ini disebut Syamul atau Syaul'.
Karena Bani Israil tidak mempercayai berita-berita tersebut, maka Syamuil menyatakan bahwa sebagai bukti kebenaran berita itu ialah: "Tabut" (Sebuah peti pusaka Bani Israil yang berisi Taurat dan barang-barang peninggalan Nabi Musa a.s.
dan Nabi Harun a.s.) akan kembali kepada Bani Israil dan orang-orang 'Amaliqah akan mengembalikannya tanpa peperangan.

Dengan kembalinya tabut ini , barulah Bani Israil tunduk, dan menerima Thalut sebagai raja bagi mereka.
Dia diangkat menjadi raja pada tahun 1.020 sebelum Masehi.
Dengan demikian Thalut ini adalah raja yang pertama bagi Bani Israil.

Tatkala raja Talut bersama tentaranya telah berhadap-hadapan dengan tentara Amaliqah, mak, Jalut (Goliat) raja 'Amaliqah, meminta kepada Talut agar diadakan perang tanding antara salah seorang dari orang-orang 'Amaliqah dengan salah seorang dari Israil.
Dari pihak 'Amaliqah, perang tanding itu akan diwakili oleh raja mereka sendiri, yaitu raja Jalut.
Raja Jalut adalah seorang yang bertubuh besar lagi tinggi dan perkasa, terkenal kuat dan pandai perang tanding.
Di samping itu Ia diperlengkapi dengan baju besi dan perlengkapan perlengkapan perang tanding yang lain.
Karena itu orang-orang Bani Israil takut dan gentar menghadapinya.
Mereka telah merasa diri mereka akan kalah menghadapinya.
Dalam keadaan yang demikian itulah tampil seorang yang bernama Daud menjawab tantangan Jalut itu.
Daud adalah seorang peternak kambing yang ikut berperang di pihak TaIut, bertubuh biasa dan tidak tampak pada dirinya bahwa ia adalah seorang yang biasa melakukan perang tanding, sesuai dengan yang dikehendaki Jalut.
Karena Jalut memandang enteng Daud, dan ia merasa yakin akan dapat dengan mudah mengalahkan Daud.
Setelah diadakan perang tanding antara Talut dan Daud dan terjadi perkelahian Daud dapat mengalahkan Jalut yang sombong itu.
Kemenangan Daud atas Jalut disambut oleh Talut dan tentaranya dengan penuh kegembiraan karena kemenangan itu berarti kemenangan tentara Talut atas tentara Jalut.
Sejak waktu itulah Talut menyayangi Daud dan mengawinkan salah seorang putrinya dengan Daud.
Setelah Jalut meninggal dunia, maka Daud diangkat menjadi raja Bani Israil menggantikan Talut mertuanya itu.
Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala mengangkatnya pula sebagai Nabi dan Rasul yang diutusnya kepada Bani Israil.
Dengan demikian Nabi Daud as memegang dua jabatan, yaitu jabatan sebagai kepala negara dan jabatan sebagai pesuruh Allah menyampaikan agama-Nya kepada Bani Israil.
Sebagai seorang Kepala Negara dan sebagai seorang Rasul Allah, maka orang itu harus mempunyai ilmu yang cukup luas di samping harus mempunyai bakat sebagai seorang pemimpin.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala menganugerahkan kepada Nabi Daud as segala macam ilmu yang diperlukan itu.
Di antara keutamaan dan ilmu yang dikaruniakan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Daud as itu ialah:

1.
Allah subhanahu wa ta'ala menundukkan kepada Daud as gunung dan burung.
Gunung dan burung itu bertasbih bersama Daud pagi dan petang.
Allah berfirman:

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi.
Dan (Kami menundukkan burung-burung dalam keadaan berkumpul.
Masing-masingnya amat taat (kepada Allah)

(Q.S.
Sad: 18-19)

2.
Allah subhanahu wa ta'ala mnganugerahkan kepada Daud as pengetahuan melunakkan besi, sehingga dengan pengetahuan itu ia dapat membuat baju besi dan keperluan-keperluan lain, untuk menguatkan pemerintahan dan kerasulannya.

Allah berfirman:

dan Kami telah melunakkan besi untuknya (Daud)
(Q.S.
Saba: 10)

3.
Allah subhanahu wa ta'ala telah menguatkan kerajaannya dan menganugerahkannya hikmah dan kebijaksanaan, sehingga ia dapat menyelesaikan dengan mudah perselisihan-perselisihan dan perkara yang diajukan kepadanya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan".
(Q.S.
Sad: 20)

4.
Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan kepadanya kitab Zabur, sehingga beliau termasuk salah seorang dari empat orang Rasul yang telah diturunkan kitab kepadanya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian Nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur kepada Daud".
(Q.S.
Al Isra': 55)

5.
Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kesanggupan kepadanya memahami pembicaraan burung, sebagaimana yang diterangkan pada ayat berikut.

6.
Allah subhanahu wa ta'ala mengokohkan dan menguatkan kerajaannya.
Dia berfirman:

Dan Kami kuatkan kerajaannya.
(Q.S.
Sad: 20)

Menurut Al Baidawi yang dimaksud dengan firman Allah: "Dan Kami kuatkan kerajaannya" ialah: "Kami (Allah) telah menguatkan dengan kekebalan, memenangkan peperangannya dan banyak mempunyai tentara.

An Naml (27) ayat 15 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Itulah kisah tirani Fir'aun karena merasa dirinya seorang raja.
Kini lihatlah penguasa yang adil, yang memadukan antara kenabian dan kekuasaan, pada diri Dawud dan putranya, Sulayman, 'alayhima al-salam.
Kami telah mengajarkan kepada mereka ilmu yang luas menyangkut pengetahuan agama dan pengetahuan tentang hukum.
Mereka berdua menegakkan keadilan, memuji Allah yang telah memberikan karunia kepada mereka sebagai kelebihan mereka atas hamba-hamba lain yang jujur dan tunduk pada kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud dan Sulaiman) yakni anak Daud (ilmu) tentang peradilan di antara manusia dan bahasa burung serta lain-lainnya (dan keduanya mengucapkan) sebagai tanda syukur mereka kepada Allah, ("Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami) dengan kenabian dan ditundukkannya jin, manusia dan setan-setan (dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman").

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman lalu keduanya mengamalkannya.
Keduanya berkata :
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunia ini kepada kami sehingga kami lebih dari hamba-hamba-Nya yang beriman.
Ayat ini menunjukkan kemuliaan ilmu dan ketinggian orang yang berilmu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kedua orang hamba-Nya yang telah diangkat-Nya menjadi nabi, yaitu Nabi Daud dan putranya (Nabi Sulaiman 'alaihis salam) Yakni nikmat-nikmat yang berlimpah, bakat-bakat yang luar biasa, sifat-sifat yang indah, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, kerajaan, pengaruh yang kuat di dunia, dan kenabian serta risalah agama.
Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman, dan keduanya mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman." (An Naml:15)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diceritakan dari Ibrahim ibnu Yahya ibnu Hisyam, bahwa telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakekku yang telah menceritakan bahwa Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz pernah berkirim surat yang isinya sebagai berikut: Sesungguhnya Allah tidak memberikan suatu nikmat kepada seseorang hamba, lalu hamba yang bersangkutan memuji kepada Allah atas nikmat itu, melainkan pujiannya itu lebih utama daripada nikmat-Nya.
Seandainya engkau tidak mengetahui hal ini kecuali melalui apa yang disebutkan di dalam Kitabullah.
Allah telah berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman, dan keduanya mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman.” (An Naml:15) Maka nikmat manakah yang lebih utama daripada apa yang telah diberikan kepada Daud dan Sulaiman 'alaihis salam?

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 15 *beta

Surah An Naml Ayat 15



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (27 votes)
Sending







✔ isi kandungan surah an naml ayat 15, lafalkan Qs an naml surat ke 27 ayat 15, surat an naml ayat 15 44 beserta artinya, Surat anaml surat 27 ayat 15

[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark]📖 Lihat Semua Bookmark-ku