QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 15 [QS. 27:15]

وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا دَاوٗدَ وَ سُلَیۡمٰنَ عِلۡمًا ۚ وَ قَالَا الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡ فَضَّلَنَا عَلٰی کَثِیۡرٍ مِّنۡ عِبَادِہِ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Walaqad aatainaa daawuda wasulaimaana ‘ilman waqal-al hamdu lillahil-ladzii fadh-dhalanaa ‘ala katsiirin min ‘ibaadihil mu’miniin(a);

Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman;
dan keduanya berkata,
“Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.”
―QS. 27:15
Topik ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
27:15, 27 15, 27-15, An Naml 15, AnNaml 15, An-Naml 15
English Translation - Sahih International
And We had certainly given to David and Solomon knowledge, and they said,
“Praise (is due) to Allah, who has favored us over many of His believing servants.”
―QS. 27:15

 

Tafsir surah An Naml (27) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menganugerahkan kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman (putra Nabi Daud) ilmu pengetahuan, baik yang berhubungan dengan pengetahuan tentang Tuhan dan syariat-syariatnya, maupun yang berhubungan dengan pengetahuan umum, seperti kemampuan dan bakat memimpin dan mengatur bangsanya.
Kedua nabi ini tidak saja memiliki pengetahuan, tetapi juga mengamalkannya dengan baik.
Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang dipunyai oleh masing-masing nabi itu tidak hanya berfaedah bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan umatnya di dunia dan di akhirat kelak.

Karena memperoleh nikmat yang tidak terhingga dari Allah, keduanya mensyukuri nikmat tersebut dengan mengucapkan:

Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba yang beriman.

Sikap bersyukur Nabi Daud dan Nabi Sulaiman dalam menerima nikmat Allah itu merupakan sikap yang terpuji.
Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar kaum Muslimin meneladani sikap tersebut.
Mensyukuri nikmat berarti hamba yang menerima nikmat itu benar-benar merasakan bahwa yang diterimanya itu merupakan pernyataan kasih sayang Allah kepadanya dan merasa bahwa ia memang memerlukan nikmat Allah itu.
Tanpa nikmat itu, ia tidak akan hidup dan merasakan kebahagiaan.
Allah ﷻ berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan,
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(Ibrahim [14]: 7).

Allah mengangkat Nabi Daud sebagai seorang kepala negara dan rasul Allah.
Sebagai kepala negara, Allah menganugerahkan kepada Nabi Daud segala macam ilmu yang diperlukan.
Di antara keutamaan dan ilmu yang dikaruniakan itu ialah:

1. Allah menundukkan gunung dan burung kepada Daud.
Gunung dan burung itu bertasbih bersama Daud pagi dan petang.
Allah ﷻ berfirman:

اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِ ﴿۱۸﴾ وَالطَّيْرَ مَحْشُوْرَةًۗ كُلٌّ لَّهٗٓ اَوَّابٌ ﴿۱۹﴾

Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.
Masing-masing sangat taat (kepada Allah).
(Shad [38]: 18-19).

2. Allah menganugerahkan kepada Daud pengetahuan melunakkan besi, sehingga ia dapat membuat baju besi dan keperluan lain, untuk memperkuat pemerintahan dan kerasulannya.
Allah ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًا يٰجِبَالُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَالطَّيْرَ وَاَلَنَّا لَهُ الْحَدِيْدَ

Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami.
(Kami berfirman),
“Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,”
dan Kami telah melunakkan besi untuknya,
(Saba’ [34]: 10).

3. Allah telah menguatkan kerajaan Daud dan menganugerahinya hikmah dan kebijaksanaan, sehingga ia dapat menyelesaikan dengan mudah perselisihan dan perkara yang diajukan kepadanya.
Allah ﷻ berfirman:

وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.
(Shad [38]: 20).

Menurut al-Baidhawi, yang dimaksud dengan firman Allah,
“Dan Kami perkuat kerajaannya”
ialah,
“Kami (Allah) telah memperkuatnya dengan kekebalan, memenangkan peperangan, dan banyak mempunyai tentara.

4. Allah menurunkan kepadanya kitab Zabur, sehingga beliau termasuk salah seorang dari empat orang rasul yang diturunkan kitab kepadanya.
Allah ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا


Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
(al-Isra’ [17]: 55).

5. Allah memberikan kesanggupan kepadanya memahami pembicaraan burung, sebagaimana yang diterangkan pada ayat berikut.











27:15, 27 15, 27-15, An Naml 15, tafsir surat AnNaml 15, An-Naml 15



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta