Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 12


وَ اَدۡخِلۡ یَدَکَ فِیۡ جَیۡبِکَ تَخۡرُجۡ بَیۡضَآءَ مِنۡ غَیۡرِ سُوۡٓءٍ ۟ فِیۡ تِسۡعِ اٰیٰتٍ اِلٰی فِرۡعَوۡنَ وَ قَوۡمِہٖ ؕ اِنَّہُمۡ کَانُوۡا قَوۡمًا فٰسِقِیۡنَ
Wa-adkhil yadaka fii jaibika takhruj baidhaa-a min ghairi suu-in fii tis’i aayaatin ila fir’auna waqaumihi innahum kaanuu qauman faasiqiin(a);

Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar putih (bersinar) bukan karena penyakit.
(Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir’aun dan kaumnya.
Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik”.
―QS. 27:12
Topik ▪ Tugas-tugas malaikat
27:12, 27 12, 27-12, An Naml 12, AnNaml 12, An-Naml 12
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menunjukkan kekuasaan-Nya yang lain, setelah menunjukkan, kekuasaan-Nya merubah benda mati yang berada di tangan Musa menjadi binatang hidup berupa ular.
Kali ini diperintahkan-Nya Musa memasukkan tangannya ke ketiaknya, melalui belahan leher bajunya, yang kemudian dikeluarkan lagi berubah menjadi putih bersinar cemerlang seperti sinar matahari.

Ini adalah merupakan mukjizat yang kedua, yaitu tangannya berubah warna menjadi putih cemerlang.

Dua macam mukjizat Musa ini termasuk dalam jumlah mukjizat Musa yang seluruhnya ada sembilan mukjizat dari Allah sebagai bukti kepada Firaun dan kaumnya bahwa dirinya adalah utusan Allah untuk mengajak ke jalan yang benar yang diridai-Nya.
Jumlah mukjizat Musa yang sembilan itu ditegaskan Allah lagi dalam firman-Nya:

Dan sesungguhnya kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata.
(Q.S.
Al Isra': 101)

Musa diutus Allah dengan bermacam-macam kejadian yang luar biasa untuk menghadapi Firaun dan kaumnya yang fasik, melampaui batas fitrah manusia.
Bahkan Firaun mengaku dirinya sebagai Tuhan dan dibenarkan pengakuannya ini oleh kaumnya.
Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:

(Seraya) berkata: "Akulah Tuhanmu yang paling tinggi".
(Q.S.
An Naziat: 24)

An Naml (27) ayat 12 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 12 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 12 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Masukkan tanganmu ke dalam saku bajumu, maka tanganmu itu akan memancarkan cahaya putih kemilau tanpa cacat." Itulah salah satu dari sembilan mukjizat[1] yang diberikan pada Musa yang diutus oleh Allah kepada Fir'aun dan kaumnya, suatu kaum yang telah melanggar perintah dan mendurhakai Allah.

[1] Kesembilan mukjizat itu adalah:
terbelahnya lautan yang diikuti oleh badai, belalang, serangga, katak, darah, kekeringan, tongkat dan tangan yang memancarkan cahaya putih.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu) yakni kerah bajumu (niscaya ia akan keluar) berbeda keadaannya dengan warna kulit tangan biasa (putih bukan karena penyakit) supak, dan memancarkan cahaya yang menyilaukan mata, hal itu sebagai mukjizat (termasuk sembilan buah mukjizat) yang kamu diutus untuk membawanya (yang akan dikemukakan kepada Firaun dan kaumnya.
Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik").

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Masukkanlah tanganmu di celah bajumu yang ada di bagian atas dadamu itu, niscaya ia akan keluar bersinar terang seperti salju bukan karena penyakit sopak, dalam kumpulan Sembilan mukjizat; yaitu tangan yang putih,tongkat,tahun paceklik, menipisnya buah-buahan, angin topan, belalang,kutu,kodok dan darah, untuk mendukungmu dalam mengemban risalahmu kepada Fir’aun dan kaumnya.
Sesungguhnya mereka adalah kaum yang keluar dari perintah Allah dan ingkar kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ini adalah mukjizat lainnya yang jelas yang menunjukkan kekuasaan Allah Yang melakukannya dan membuktikan kebenaran utusan yang diberikan kepadanya mukjizat ini.
Allah memerintahkan kepada Musa 'alaihis salam agar memasukkan tangannya ke balik leher bajunya, dan bila Musa mengeluar­kannya, maka tangannya berubah menjadi putih bersinar, seakan-akan kilat yang menyambar, sangat menyilaukan mata.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

(Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan buah mukjizat.
(An Naml:12)

Kedua mukjizat ini merupakan sebagian dari sembilan buah mukjizat lainnya yang Aku kuatkan kamu dengannya dan Aku jadikan sebagai bukti yang membenarkanmu kepada Fir'aun dan kaumnya.

Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
(An Naml:12)

Kesembilan mukjizat inilah yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata.
(Al-Isra': 101)

yang penafsirannya telah disebutkan di dalam surat tersebut.

Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 12

JAYB
جَيْب

Arti lafaz jayb ialah saku dan bentuk jamaknya adalah juyuub.

Lafaz jayb dalam bentuk tunggal diulang dua kali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-An­ Naml (27), ayat 12;
-Al Qashash (28), ayat 32.

Keduanya disebut berhubungan erat dengan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Musa.

Sewaktu Nabi Musa dalam perjalanan kembali ke Mesir dari Madyan, beliau diberi mukjizat oleh Allah yaitu apabila beliau me­masukkan tangannya ke dalam saku (jayb) miliknya, terpancar warna putih bersinar dari tangannya, bukan karena penyakit. Ahli tafsir berbeda pendapat dalam men­afsirkan jayb. Ada yang metafsirkan­nya dengan saku pakaian yang dipakai Nabi Musa, ada juga yang mengartikannya dengan ketiak karena bentuknya adalah sama dengan saku yaitu sama-sama berbentuk seperti koyakan yang terbuka. Dan ada juga yang menafsirkannya dengan koyakan baju bahagian dada atas dekat dengan leher se­hingga maksudnya ialah Nabi Sulaiman me­masukkan tangannya ke dada melalui koyak­an baju bahagian atas itu. Ini adalah diantara mukjizat yang ditunjukkan oleh Nabi Musa kepada Fir'aun dan kaumnya.

Sedangkan dalam bentuk jamak (juyuub) disebut sekali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah An Nuur (24), ayat 31. Ia berkaitan dengan cara berpakaian yang mesti dipatuhi oleh wanita muslimah yaitu mestilah mereka menutup juyubnya dengan tudung yang dipakai.

Imam Sa'id bin Jubair menafsirkan juyuub dengan sebelah atas dada yang dekat dengan leher dan juga bahagian dada. Bahagian-bahagian ini mesti ditutup supaya tidak terlihat.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:152

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 12 *beta

Surah An Naml Ayat 12



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (14 votes)
Sending