Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 10


وَ اَلۡقِ عَصَاکَ ؕ فَلَمَّا رَاٰہَا تَہۡتَزُّ کَاَنَّہَا جَآنٌّ وَّلّٰی مُدۡبِرًا وَّ لَمۡ یُعَقِّبۡ ؕ یٰمُوۡسٰی لَا تَخَفۡ ۟ اِنِّیۡ لَا یَخَافُ لَدَیَّ الۡمُرۡسَلُوۡنَ
Wa-alqi ‘ashaaka falammaa raaahaa tahtazzu kaannahaa jaannun walla mudbiran walam yu’aqqib yaa muusa laa takhaf innii laa yakhaafu ladai-yal mursaluun(a);

dan lemparkanlah tongkatmu”.
Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh.
“Hai Musa, janganlah kamu takut.
Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.
―QS. 27:10
Topik ▪ Perkembangan indra bayi
27:10, 27 10, 27-10, An Naml 10, AnNaml 10, An-Naml 10
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini adalah rentetan pembicaraan langsung antara Allah dan Musa di lembah suci Thuwa.
Setelah Musa diangkat sebagai Nabi dan Rasul, Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan tongkat yang dipegang tangan kanannya.

Ketika tongkat itu dilemparkan, Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor Jann, yaitu sejenis ular yang sangat gesit geraknya.
Berubahlah tongkat itu menjadi ular.
Tidak terlintas di hati Musa sedikitpun bahwa tongkatnya itu akan berubah menjadi ular, padahal dengan tongkat itu Musa dapat mengambil manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai penggembala kambing.

Hal ini dinyatakan Allah dalam firman-Nya:

Musa berkata: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya".
(Q.S.
Taha: 18)

Ketika Musa melihat tongkatnya menjadi ular, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh, karena merasa sangat takut.

Mengetahui hal demikian itu, Allah memanggil Musa agar jangan takut kepada ular, karena sesungguhnya orang yang diangkat jadi Rasul tidak patut takut di hadapan Allah.

Seruan Allah agar jangan takut ini didahului dengan perintah datang ke hadapan-Nya dan dijamin keamanannya.

Maka Allah menegaskan dengan firman-Nya:

Hai Musa datanglah kepada-Ku, dan janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman
(Q.S.
Al Qasas: 31)

Selain itu, disuruh Nya Musa memegang ular itu, agar kembali menjadi tongkat lagi.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.
(Q.S.
Taha: 21)

Ini merupakan mukjizat yang pertama bagi Musa.

Adapun orang takut kepada Allah ialah orang-orang yang berbuat zalim, yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Zalim berupa, zalim terhadap diri sendiri, zalim terhadap orang lain, demikian pula terhadap makhluk-makhluk Allah lain.

Orang yang sungguh-sungguh bertobat kepada Allah, tidak akan berbuat zalim lagi, kemudian mengiringinya dengan perbuatan baik, tidak perlu takut menghadapi Allah subhanahu wa ta'ala Hal ini merupakan kabar gembira bagi mereka dan juga bagi seluruh umat manusia, sebagaimana perilaku para tukang sihir Firaun yang beriman kepada Musa sebagai utusan Allah.
Siapa saja yang berbuat dosa, kemudian menghentikan diri dari perbuatan-perbuatan tersebut dan bertobat kepada Allah, maka Allah akan menerima tobatnya.

Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.

(Q.S.
Taha: 82)

Dan firman-Nya lagi:

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.S.
An Nisa: 110)

An Naml (27) ayat 10 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 10 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 10 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Demi kelangsungan misi dakwahmu, lemparlah tongkatmu!" Ketika Musa melemparkan tongkatnya dan menjelma dalam seekor ular, Musa terperangah dan beringsut ke belakang.
Allah menenangkan hati Musa dan berfirman kepadanya, "Kamu tak perlu merasa takut, karena rasul-rasul Kami tidak memiliki rasa takut saat Kami berbicara dengan mereka[1].

[1] Lebih dari satu kali Al Quran menuturkan kisah Musa.
Di satu bagian kisah itu tidak diuraikan secara rinci, ada bagian yang dipotong, yang kemudian disebutkan pada bagian lain.
Semua itu ada kaitannya dengan proses pewahyuannya kepada Muhammad, Rasulullah ﷺ.
Pada bagian ini kisah itu dituturkan untuk menhilangkan rasa heran Nabi Muhammad saat menerima wahyu dari Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan lemparkanlah tongkatmu") Musa melemparkannya.
(Tatkala Musa melihat tongkatnya bergerak-gerak) bergerak ke sana dan ke mari (seperti seekor ular yang gesit) ular yang sangat besar tapi gesit gerakannya (larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh) karena takut.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, ("Hai Musa! Janganlah kamu takut) oleh ular itu.
(Sesungguhnya tidak takut di hadapan-Ku) yakni di sisi-Ku (orang-orang yang dijadikan Rasul) mereka tidak takut oleh ular dan selainnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan lemparkanlah tongkatmu.
Maka Musa melemparkannya, ia pun menjadi ular.
Manakala Musa melihatnya bergerak-gerak dengan ringan layaknya gerakan ular yang cepat, Musa pun berlari meninggalkannya dan tidak kembali kepadanya.
Maka Allah menenangkannya dengan firman-Nya :
Wahai Musa jangan takut, sesungguhnya siapa yang Aku utus membawa risalah-Ku tidak patut untuk takut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maka tatkala Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit.
(An Naml:10)

Al-Jan adalah sejenis ular yang banyak bergerak dan cepat gerakannya.
Di dalam sebuah hadis telah disebutkan bahwa Nabi ﷺ melarang membunuh ular-ular yang ada di rumah-rumah.
(Demikian itu karena di­khawatirkan bukan ular sesungguhnya, melainkan jadi-jadian dari jin, pent).
Setelah Musa 'alaihis salam menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu:

larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh.
(An Naml:10)

Yakni tidak menoleh ke belakang lagi karena kuatnya rasa takut yang mencekam dirinya.

(Allah berfirman), "Hai Musa, janganlah kamu takut.
Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak akan takut di hadapan-Ku." (An Naml:10)

Artinya, janganlah kamu takut menyaksikan apa yang kamu lihat ini, sesungguhnya Aku hendak memilihmu menjadi seorang rasul dan Aku akan menjadikanmu seorang nabi yang terkemuka.

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 10 *beta

Surah An Naml Ayat 10



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku