Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 9 [QS. 53:9]

فَکَانَ قَابَ قَوۡسَیۡنِ اَوۡ اَدۡنٰی ۚ
Fakaana qaaba qausaini au adn(a);
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
―QS. An Najm [53]: 9

And was at a distance of two bow lengths or nearer.
― Chapter 53. Surah An Najm [verse 9]

فَكَانَ maka adalah dia

And was
قَابَ ukuran/jarak

(at) a distance
قَوْسَيْنِ dua busur panah

(of) two bow-(lengths)
أَوْ atau

or
أَدْنَىٰ lebih dekat

nearer.

Tafsir

Alquran

Surah An Najm
53:9

Tafsir QS. An Najm (53) : 9. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah itu Muhammad ﷺ melihat Jibril di tempat yang tinggi.
Kemudian Jibril memenuhi angkasa itu, lalu mendekati Muhammad ﷺ dan Jibril semakin mendekat lagi kepada Muhammad ﷺ hingga jaraknya hampir, kira-kira dua ujung busur panah lagi atau lebih dekat lagi.

Tafsir QS. An Najm (53) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kemudian Jibril mendekat lalu mendekat lagi hingga jaraknya mencapai jarak dua busur bahkan lebih.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Alquran itu diajarkan kepada Muhammad oleh malaikat yang sangat kuat, yaitu Jibril alaihisalam yang berakal cerdas.
Jibril menampakkan diri kepada Rasulullah dalam bentuk aslinya, sedangkan ia berada di ufuk yang tinggi.


Kemudian ia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
Ia sedemikian dekat dengan Muhammad sepanjang dua busur panah atau lebih, bahkan lebih dekat lagi.


Lalu, Allah menyampaikan kepada hamba-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang telah Dia wahyukan melalui perantara Jibril alaihisalam.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka jadilah dia) padanya


(mendekat) dalam jarak


(dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi) dari tempatnya yang semula sehingga nabi menjadi sadar kembali dan hilanglah rasa takutnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
(QS. An-Najm [53]: 9)

Yakni maka Jibril mendekat kepada Muhammad ketika turun menemuinya di bumi, hingga jarak antara dia dan Muhammad ﷺ sama dengan dua ujung busur panah bila dibentangkan.
Demikianlah menurut Mujahid dan Qatadah.
Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah jarak antara tali busur panah dengan busurnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

atau lebih dekat (lagi).
(QS. An-Najm [53]: 9)

Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan bahwa ungkapan ini menurut istilah bahasa digunakan untuk menguatkan subjek berita, tetapi bukan menunjukkan hal yang lebih daripadanya.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.
(QS. Al-Baqarah [2]: 74)

Yakni hatinya itu menjadi sekeras batu (tidak lunak), atau bahkan lebih keras lagi daripadanya.
Hal yang senada disebutkan dalam ayat lainnya lagi melalui firman-Nya:

mereka takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat daripada itu takutnya.
(QS. An-Nisa’ [4]: 77)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
(QS. As-Saffat [37]: 147)

Yakni jumlah mereka tidak kurang dari seratus ribu orang, bahkan sesungguhnya jumlah mereka adalah seratus ribu orang atau lebih.
Ini merupakan pengukuhan dari jumlah subjek berita, bukan menunjukkan pengertian ragu atau bimbang, karena hal tersebut mustahil dalam masalah ini.
Demikian pula pengertian surat ini, yaitu:

maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
(QS. An-Najm [53]: 9)

Apa yang telah kami katakan —bahwa orang yang mendekat kepada Nabi ﷺ ini sedekat itu adalah Jibrilalaihis salam— berdasarkan pendapat Aisyah, Ibnu Mas’ud, Abu Zar, dan Abu Hurairah, seperti yang akan kami kemukakan hadishadis mereka sesudah ini.

Imam Muslim telah meriwayatkan di dalam kitab sahihnya dari Ibnu Abbas.
Dia telah mengatakan bahwa Muhammad ﷺ melihat Tuhannya dengan pandangan hatinya sebanyak dua kali, dan ia menganggap bahwa apa yang disebutkan dalam ayat ini merupakan salah satunya.

Di dalam hadis Syarik ibnu Abu Namir, dari Anas r.a. sehubungan dengan kisah ulama yang membicarakan makna hadis ini, dan mereka menyebutkan banyak hal yang garib mengenainya.
Tetapi jika memang benar, maka takwil kejadiannya adalah di lain waktu dan merupakan kisah yang lain, bukan tafsir dari ayat ini.
Karena sesungguhnya kejadian yang disebutkan dalam ayat ini adalah ketika Rasulullah ﷺ berada di bumi di malam firman berikutnya:

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha.
(QS. An-Najm [53]: 13-14)

Kisah dalam ayat ini di malam Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul Malik ibnu Abusy Syawarib, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Sulaiman Asy-Syaibani, telah menceritakan kepada kami Zurr ibnu Hubaisy yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas’ud telah meriwayatkan sehubungan dengan firman-Nya:
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
(QS. An-Najm [53]: 9)
bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Aku telah melihat Malaikat Jibril yang memiliki enam ratus sayap.

Ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Abul Aswad, dari Urwah, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa awal kejadian yang dialami oleh Rasulullah ﷺ ialah beliau melihat Jibril dalam mimpinya di Ajyad.
Kemudian beliau ﷺ keluar untuk suatu keperluan, maka Jibril menyerunya,
"Hai Muhammad, hai Muhammad!"
Nabi ﷺ menoleh ke arah kanan dan kiri sebanyak tiga kali, ternyata ia tidak menjumpai seorang manusia pun.
Lalu beliau menengadahkan pandangannya ke langit, tiba-tiba ia melihat Jibrilalaihis salam yang melipat salah satu kakinya ke yang lainnya berada di ufuk langit.
Jibril berseru,
"Hai Muhammad!"
Nabi ﷺ berkata,
"Jibril,"
sedangkan Jibril berusaha menenangkannya, tetapi Nabi ﷺ lari ketakutan dan bergabung dengan banyak orang, setelah itu ia melihat ke atas lagi dan ternyata tidak melihatnya lagi.
Lalu keluar dari kumpulan orang-orang, dan kembali memandang ke langit.
Ternyata ia melihatnya kembali, maka Nabi ﷺ bergabung lagi dengan orang banyak dan tidak lagi ia melihat sesuatu pun.
Tetapi bila ia keluar dari kumpulan orang-orang, maka ia melihatnya kembali.
Hal inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Demi bintang ketika terbenam.
(QS. An-Najm [53]: 1)
sampai dengan firman-Nya:
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
(QS. An-Najm [53]: 8)
Yakni Jibrilalaihis salam mendekat kepada Nabi Muhammad ﷺ maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi.
(QS. An-Najm [53]: 9)

Mereka mengatakan bahwa al-qab adalah separo jari, sebagian dari mereka mengatakan bahwa al-qab adalah dua hasta alias sama dengan dua ujung busur panah.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim melalui hadis Ibnu Wahb.

Dalam hadis Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Jabir disebutkan hal yang menguatkannya.

Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Talq ibnu Ganam, dari Zaidah, dari Asy-Syaibani yang mengatakan bahwa aku pernah bertanya kepada Zurr tentang firman Allah subhanahu wa ta’ala:
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
Lalu ia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
(QS. An-Najm [53]: 9-10)
Lalu ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah, bahwa Muhammad ﷺ melihat Jibril dalam rupa aslinya memiliki enam ratus buah sayap.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ibnu Bazr Al-Bagdadi, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Mansur, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Abdur Rahman ibnu Yazid, dari Abdullah sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
(QS. An-Najm [53]: 11)
Bahwa Rasulullah ﷺ telah melihat rupa asli Malaikat Jibril yang menyandang dua lapis pakaian rafraf, tubuhnya memenuhi cakrawala yang ada antara langit dan bumi.

Unsur Pokok Surah An Najm (النجم)

Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama "An Najm" (Bintang), diambil dari perkataan "An Najm" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan "An Najm" (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Alquran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril `alaihis salam.
▪ Kebatilan penyembah berhala.
▪ Tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah.
▪ Tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

▪ Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar.
▪ Kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja.

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama, dan sekali lagi di Sidratul Muntaha.
▪ Anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya.
▪ Orang-orang musyrik selalu memperolok-olokkan Alquran.

Audio

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 62 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 62

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Najm ayat 9 - Gambar 1 Surah An Najm ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 53:9
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah53
Nama SurahAn Najm
Arabالنجم
ArtiBintang
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu23
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat62
Jumlah kata359
Jumlah huruf1432
Surah sebelumnyaSurah At-Tur
Surah selanjutnyaSurah Al-Qamar
Sending
User Review
4.2 (12 votes)
Tags:

53:9, 53 9, 53-9, Surah An Najm 9, Tafsir surat AnNajm 9, Quran An-Najm 9, Surah An Najm ayat 9

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 48 [QS. 44:48]

47-48. Ketika orang-orang yang berdosa sudah mendekat di pintu neraka, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat, “Peganglah dia, yakni pendosa dan pendurhaka itu, kemudian seretlah dia secara kas … 44:48, 44 48, 44-48, Surah Ad Dukhaan 48, Tafsir surat AdDukhaan 48, Quran AdDukhan 48, Ad Dukhan 48, Ad-Dukhan 48, Surah Ad Dukhan ayat 48

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 46 [QS. 26:46]

46. Sehabis menelan “ular-ular” para pesihir, Nabi Musa mengambil tongkatnya kembali. Melihat kejadian yang sangat dramatis ini, para pesihir tertegun, terpana, dan merasa terkalahkan. Mereka yakin ba … 26:46, 26 46, 26-46, Surah Asy Syu’araa 46, Tafsir surat AsySyuaraa 46, Quran Asy Syuara 46, Asy Syu’ara 46, Asy-Syu’ara 46, Surah Asy Syuara ayat 46

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … النفّثت فى العقد ومن شرّ ا سقٍ اذا وقب ومن شرّ النفّثت

Pendidikan Agama Islam #5

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang … parsial jujur disiplin independent optimis Benar! Kurang tepat! Berikut ini,

Pendidikan Agama Islam #14

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan … pasukan Romawi orang-orang kafir yang

Instagram