QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 48 [QS. 53:48]

وَ اَنَّہٗ ہُوَ اَغۡنٰی وَ اَقۡنٰی
Wa-annahu huwa aghna wa-aqn(a);

dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,
―QS. 53:48
Topik ▪ Takdir ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir ▪ Pemilihan para nabi
53:48, 53 48, 53-48, An Najm 48, AnNajm 48, An-Najm 48

Tafsir surah An Najm (53) ayat 48

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Najm (53) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Allah yang memberikan kekayaan atau kemiskinan bagi orang yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya, sesuai dengan kesanggupan dan usaha masing-masing.
Ayat ini menunjukkan kekuasaan yang sempurna, bahwa nuthfah (setetes mani) adalah sesuai bagian-bagiannya menurut kenyataan.
Dari nutfah ini Allah jadikan bermacam-macam anggota, tabiat yang berlain-lainan dan laki-laki atau perempuan, maka tidak ada orang yang mengaku dapat membuatnya, sebagaimana tidak ada yang mengaku menjadikan langit dan bumi selain Allah.
Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”
Tentu mereka akan menjawab, “Allah.”
(Luqman: 25)

Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?
Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang lakilaki dan perempuan.
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

(Al-Qiyamah: 36-40)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bahwa Dia memberi kecukupan dan rasa puas dengan apa yang ia peroleh dan simpan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan bahwasanya Dia yang memberi kekayaan) kepada manusia berupa harta benda (dan yang memberikan kecukupan) Dia memberikan harta untuk mencukupi kebutuhan orang itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati).
(An-Najm: 47)

Yakni sebagaimana Dia menciptakan makhluk pada yang pertama kali, maka Dia mampu pula mengembalikannya menjadi hidup kembali sesudah matinya dalam ciptaan yang baru di hari kiamat nanti.

dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.
(An-Najm: 48)

Dia memilikkan kepada hamba-hamba-Nya harta benda, dan menjadikannya sebagai modal mereka yang ada di tangan mereka tanpa memerlukan mereka memperjualbelikannya; dan ini merupakan kelengkapan dari nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada mereka.

Banyak kalangan ulama tafsir yang mengartikan makna ayat ini, antara lain Abu Saleh, Ibnu Jarir, dan selain keduanya.

Diriwayatkan dari Mujahid bahwa makna agna ialah memberikan harta, sedangkan aqna ialah memberikan pelayan.
Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah.
Ibnu Abbas dan juga Mujahid mengatakan bahwa agna artinya memberi, sedangkan aqna artinya memuaskan.

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah Mahakaya diri­Nya dan menjadikan semua makhluk berhajat kepada-Nya.
Demikianlah menurut pendapat Al-Hadrami ibnu Lahiq.
Menurut pendapat yang lain, Allah memperkaya siapa yang dikehendaki-Nya dari kalangan makhluk­Nya dan menjadikan miskin siapa yang dikehendaki-Nya dari mereka.
Demikianlah menurut Ibnu Zaid yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, tetapi kedua pendapat terakhir jauh dari kebenaran bila di tinjau dari segi pengertian lafaznya.


Informasi Surah An Najm (النجم)
Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama “An Najm” (Bintang), diambil dari perkataan “An Najm” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan “An Najm” (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Al Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril a.s.
kebatilan penyembah berhala
tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah
tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar
kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama dan sekali lagi di Sidratul Muntaha
anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya
orang-orang musyrik selalu memperolok­olokkan Al Qur’an

Ayat-ayat dalam Surah An Najm (62 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Najm (53) ayat 48 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Najm (53) ayat 48 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Najm (53) ayat 48 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Najm - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 62 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 53:48
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah53
Nama SurahAn Najm
Arabالنجم
ArtiBintang
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu23
JuzJuz 27
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat62
Jumlah kata359
Jumlah huruf1432
Surah sebelumnyaSurah At-Tur
Surah selanjutnyaSurah Al-Qamar
4.5
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 53 ▪ QS 53 48 ▪ Qs 53 ay ▪ QS 53 ayat 48 ▪ qs najm 48 ▪ surat an najm 48

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta