QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 4 [QS. 53:4]

اِنۡ ہُوَ اِلَّا وَحۡیٌ یُّوۡحٰی ۙ
In huwa ilaa wahyun yuuh(a);

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
―QS. 53:4
Topik ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
53:4, 53 4, 53-4, An Najm 4, AnNajm 4, An-Najm 4

Tafsir surah An Najm (53) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Najm (53) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menguatkan ayat sebelumnya, yakni bahwa Muhammad ﷺ hanyalah mengatakan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk disampaikan kepada manusia secara sempurna, tidak ditambah-tambah dan tidak pula dikurangi menurut apa yang diwahyukan kepadanya.
‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘As menulis setiap apa yang ia dengar dari Rasulullah ﷺ, karena ia mau menghafalkannya.
Tapi orang-orang Quraisy melarangnya.
Mereka mengatakan mengapa ia menulis setiap perkataan Muhammad ﷺ, sedangkan Muhammad itu adalah manusia biasa yang berkata dalam keadaan marah.
Maka berhentilah ‘Abdullah bin ‘Umar menulis.
Kemudian ia mendatangi Rasulullah ﷺ, dan memberitahukan perihalnya itu.
Maka bersabdalah Rasulullah ﷺ:”Tulislah demi Zat yang menguasai diriku, tidak ada yang keluar dari perkataanku kecuali kebenaran.”
(Riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Al-hafidz Abu Bakar al-Bazzar menyebutkan riwayat Abu Hurairah bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Sesuatu yang aku kabarkan kepadamu bahwa ia dari Allah subhanahu wa ta’ala, maka tidak ada keraguan padanya.”
(Riwayat Ibnu hibban dan alBazzar)

Imam Ahmad dan al-Bazzar meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah aku berkata kecuali yang benar.”
(Riwayat Ahmad dan alBazzar)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Al-Qur’an yang diucapkannya itu tidak lain hanyalah wahyu dari Allah yang diturunkan kepadanya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tiada lain) tidak lain (ucapannya itu hanyalah wahyu yang diwahyukan) kepadanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
(Q.S. An-Najm [53]: 4)

Yaitu sesungguhnya yang diucapkannya itu hanyalah semata-mata berdasarkan wahyu yang diperintahkan kepadanya untuk ia sampaikan kepada manusia dengan sempurna dan apa adanya tanpa penambahan atau pengurangan.

Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Jarir ibnu Us’man ibnu Abdur Rahman ibnu Maisarah, dari Abu Umamah, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya dimasukkan ke dalam surga berkat syafaat seorang lelaki yang bukan nabi sebanyak orang yang semisal dengan dua kabilah —atau salah satu dari dua kabilah— yaitu Rabi’ah dan Mudar.” Maka ada seorang lelaki yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah Rabi’ah itu berasal dari Mudar?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Aku hanya mengatakan apa yang harus kukatakan.”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa’id, dari Ubaidillah ibnul Akhnas, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Abdullah, dari Yusuf ibnu Mahik, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa ia mencatat semua yang pernah ia dengar dari Rasulullah ﷺ dengan maksud untuk menghafalkannya.
Kemudian orang-orang Quraisy melarangku berbuat demikian.
Mereka mengatakan, “Sesungguhnya kamu mencatat semua yang kamu dengar dari Rasulullah ﷺ, padahal Rasulullah ﷺ adalah seorang manusia yang juga berbicara di saat emosinya.” Maka aku menahan diri dari menulis, kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ Beliau ﷺ bersabda: Teruskanlah tulisanmu, maka demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, tiadalah yang keluar dari lisanku melainkan hanya hak (benar) belaka.

Imam Abu Daud meriwayatkan hadis ini melalui Musaddad dan Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, keduanya dari Yahya ibnu Sa’id Al-Qattan dengan sanad yang sama.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mansur.
telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Ibnu Ajian, dari Zaid ibnu Aslum, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Apa yang kusampaikan kepada kalian dari sisi Allah itulah hal yang tiada keraguan padanya.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan, “Kami tidak mengetahui hadis ini diriwayatkan kecuali hanya melalui sanad ini.”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Muhammad ibnu Sa’id ibnu Abu Sa’id, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: “Tiadalah yang kuucapkan melainkan benar belaka.” Sebagian sahabat bertanya.”Sesungguhnya engkau adakalanya berseloroh dengan kami, wahai Rasulullah.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah mengucapkan kecuali kebenaran belaka.”


Informasi Surah An Najm (النجم)
Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama “An Najm” (Bintang), diambil dari perkataan “An Najm” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan “An Najm” (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Al Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril a.s.
kebatilan penyembah berhala
tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah
tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar
kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama dan sekali lagi di Sidratul Muntaha
anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya
orang-orang musyrik selalu memperolok­olokkan Al Qur’an

Ayat-ayat dalam Surah An Najm (62 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Najm (53) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Najm (53) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Najm (53) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Najm - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 62 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 53:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 53
Nama Surah An Najm
Arab النجم
Arti Bintang
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 23
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 62
Jumlah kata 359
Jumlah huruf 1432
Surah sebelumnya Surah At-Tur
Surah selanjutnya Surah Al-Qamar
4.9
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/53-4









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim