Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 32 [QS. 53:32]

اَلَّذِیۡنَ یَجۡتَنِبُوۡنَ کَبٰٓئِرَ الۡاِثۡمِ وَ الۡفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَ ؕ اِنَّ رَبَّکَ وَاسِعُ الۡمَغۡفِرَۃِ ؕ ہُوَ اَعۡلَمُ بِکُمۡ اِذۡ اَنۡشَاَکُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ وَ اِذۡ اَنۡتُمۡ اَجِنَّۃٌ فِیۡ بُطُوۡنِ اُمَّہٰتِکُمۡ ۚ فَلَا تُزَکُّوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ ؕ ہُوَ اَعۡلَمُ بِمَنِ اتَّقٰی
Al-ladziina yajtanibuuna kabaa-ira-itsmi wal fawaahisya ilaallamama inna rabbaka waasi’ul maghfirati huwa a’lamu bikum idz ansyaakum minal ardhi wa-idz antum ajinnatun fii buthuuni ummahaatikum falaa tuzakkuu anfusakum huwa a’lamu bimaniittaq(a);
Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil.
Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya.
Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu.
Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci.
Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.

―QS. An Najm [53]: 32

Daftar isi

Those who avoid the major sins and immoralities, only (committing) slight ones.
Indeed, your Lord is vast in forgiveness.
He was most knowing of you when He produced you from the earth and when you were fetuses in the wombs of your mothers.
So do not claim yourselves to be pure;
He is most knowing of who fears Him.
― Chapter 53. Surah An Najm [verse 32]

ٱلَّذِينَ orang-orang yang

Those who
يَجْتَنِبُونَ mereka menjauhi

avoid
كَبَٰٓئِرَ besar

great
ٱلْإِثْمِ dosa

sins
وَٱلْفَوَٰحِشَ dan perbuatan keji

and the immoralities
إِلَّا kecuali

except
ٱللَّمَمَ teringat sepintas lalu

the small faults;
إِنَّ sesungguhnya

indeed,
رَبَّكَ Tuhanmu

your Lord
وَٰسِعُ Maha Luas

(is) vast
ٱلْمَغْفِرَةِ ampunan

(in) forgiveness.
هُوَ Dia

He
أَعْلَمُ lebih mengetahui

(is) most knowing about you *[meaning includes next or prev. word]
بِكُمْ dengan/untuk kalian

(is) most knowing about you *[meaning includes next or prev. word]
إِذْ ketika

when
أَنشَأَكُم Dia menjadikan kamu

He produced you
مِّنَ dari

from
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth
وَإِذْ dan ketika

and when
أَنتُمْ kamu

you (were)
أَجِنَّةٌ janin

fetuses
فِى dalam

in
بُطُونِ perut

(the) wombs
أُمَّهَٰتِكُمْ ibu-ibu kamu

(of) your mothers.
فَلَا maka jangan

So (do) not
تُزَكُّوٓا۟ kamu menganggap suci

ascribe purity
أَنفُسَكُمْ diri kalian sendiri

(to) yourselves.
هُوَ Dia

He
أَعْلَمُ lebih mengetahui

knows best
بِمَنِ dengan siapa

(he) who

Tafsir

Alquran

Surah An Najm
53:32

Tafsir QS. An Najm (53) : 32. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang yang baik itu, ialah mereka yang menjauhkan dirinya dari dosa-dosa besar seperti syirik, membunuh, berzina, dan lain-lain, meskipun mereka melakukan dosa-dosa kecil yang kemudian disadari sehingga mereka segera bertaubat sambil menyesali perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan, mereka juga mengimbanginya dengan melakukan banyak perbuatan yang baik karena perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa-dosa kecil.
Sebagaimana firman Allah:



Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan.
(Hud [11]: 114)

اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahankesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (an-Nisa’ [4]: 31)

Dosa-dosa besar itu ada tujuh, Sayidina ‘Ali
"Karramallahu Wajhah"
mengatakan bahwa sebagaimana tersebut dalam Sahih alBukhari dan Muslim:
Jauhilah tujuh dosa besar yang menghancurkan.

Para sahabat bertanya,
"Apakah hal itu?
Nabi menjawab, mempersekutukan Allah, sihir, membunuh manusia yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari perang yang sedang berkecamuk dan menuduh wanita-wanita muhsanat, gafilat mu’minat.
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) Ada pula yang menyatakan,
"Dosa-dosa besar adalah dosa-dosa yang diancam oleh Allah dengan neraka atau dengan amarah-Nya atau dengan laknat, azab atau mewajibkan had atau hukuman tertentu di dunia seperti qisas potong tangan, rajam dan lain-lain karena yang melakukannya tidak merasa khawatir dan tidak meyesal atas tindakannya itu, padahal tindakannya itu menyebabkan kerusakan besar, walaupun menurut pandangan manusia merupakan hal kecil.
"
Selanjutnya, ayat 32 ini menegaskan bahwa Allah Mahaluas ampunan-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kecil jika menjauhi dosa besar dan Dia mengampuni dosa-dosa besar bila pelakunya bertobat, serta diiringi penyesalan atas perbuatannya, tapi tidak putus asa terhadap pengampunan Allah.
Allah ﷻ berfirman:


قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Katakanlah,
"Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
(az-Zumar [39]: 53)


Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa Allah ﷻ lebih mengetahui keadaan, perbuatan, dan ucapan manusia dikala Dia menjadikan manusia dari tanah dan dikala Dia membentuk rupanya dalam rahim ibunya, dari satu tahap ke tahap yang lainnya.
Maka janganlah ada yang mengatakan dirinya suci.

Allahlah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
Bila kamu sadari yang demikian itu, maka janganlah kamu memuji dirinya dengan suci dari dosa atau suci dari perbuatan maksiat atau banyak melakukan kebaikan, tetapi hendaklah manusia banyak bersyukur kepada Allah atas limpahan karunia dan ampunan-Nya.
Allah Maha Mengetahui siapa yang bersih dari kejahatan dan siapa yang menjerumuskan dirinya dalam kejahatan dan melumurkan dirinya dengan dosa.
Sesungguhnya larangan menyucikan diri hanya berlaku bila yang mendorong seseorang untuk itu adalah riya‘, takabur atau bangga.
Selain dari sebab di atas, maka menyucikan diri tidak terlarang, bahkan dianjurkan.
Dalam ayat lain Allah ﷻ berfirman:

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا

Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)?
Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
(an-Nisa’ [4]: 49)

Tafsir QS. An Najm (53) : 32. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali dosa-dosa kecil, sebab akan diampuni oleh Allah.
Sesungguhnya Tuhan Maha Pengampun lagi Maha Mengetahui keadaan kalian, ketika Dia menciptakan kalian dari tanah dan ketika kalian masih berupa janin dalam perut ibu pada beberapa fase yang berbeda-beda.


Oleh karena itu, jangan mengaku suci dengan memuji dan membanggakan diri.
Allah lebih tahu orang yang bertakwa yang benar-benar suci karena ketakwaannya itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Hanya milik Allah yang ada di langit dan yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan azab kepada orang-orang yang berbuat jahat atas apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan surga, yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji (kecuali kesalahan-kesalahan kecil yang tidak disengaja).
Sesungguhnya, dengan melaksanakan kewajiban dan meninggalkan perbuatan yang haram maka Allah akan mengampuni mereka.


Sesungguhnya, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya.
Dia lebih mengetahui tentang keadaan kalian ketika Dia menciptakan bapak kalian, Adam, dari tanah dan ketika kalian masih janin dalam perut ibu.


Maka dari itu, janganlah kalian mengatakan diri kalian suci lalu memuji dan menyifatinya dengan ketakwaan.
Dialah yang paling mengetahui orang yang takut kepada siksaan-Nya dari hamba-hamba-Nya yang menjauhi perbuatan maksiat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



("Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji selain dari kesalahan-kesalahan kecil) yang dimaksud dari Munqathi‘ artinya dosa-dosa kecil itu diampuni oleh sebab menjauhi dosa-dosa besar.


(Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunan-Nya) disebabkan hal tersebut, sebab Dia Penerima Tobat.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang telah mengatakan, salat kami, shaum kami dan haji kami


(Dia lebih mengetahui)


(tentang kalian ketika Dia menjadikan kalian dari tanah) ketika Dia menciptakan bapak moyang kalian yaitu Adam dari tanah


(dan ketika kalian masih berupa janin jamak dari (dalam perut ibu kalian, maka janganlah kalian mengatakan diri kalian suci) janganlah kalian memuji-muji diri kalian sendiri dengan cara ujub atau takabur, akan tetapi bila kalian melakukannya dengan cara mengakui nikmat Allah, maka hal ini dianggap baik


(Dia-lah Yang paling mengetahui) Yang mengetahui


(tentang orang yang bertakwa").

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya.
(QS. An-Najm [53]: 32)


Artinya, rahmat Allah memuat segala sesuatu dan ampunan-Nya memuat semua dosa-dosa bagi orang yang bertobat darinya.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah,
"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Az-Zumar [39]: 53)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah.
(QS. An-Najm [53]: 32)

Yaitu Dia Maha Melihat kalian lagi Maha Mengetahui keadaan, sepak terjang dan ucapan kalian yang akan keluar dan dikerjakan oleh kalian sejak Dia menciptakan bapak moyang kalian dari tanah (yaitu Adam), lalu Dia mengeluarkan semua keturunannya dari sulbinya seperti semut-semut kecil.
Kemudian membagi mereka menjadi dua golongan, ada golongan yang dimasukkan ke dalam surga dan.
golongan lainnya dimasukkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Demikian pula pengertian firman berikutnya:

dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu.
(QS. An-Najm [53]: 32)

Malaikat yang telah ditugaskan oleh Tuhannya telah menetapkan terhadapnya rezeki, ajal, dan amal perbuatannya, dan apakah dia termasuk orang yang celaka ataukah orang yang berbahagia, semuanya dicatat oleh malaikat itu terhadapnya.
Mak-hul mengatakan,
"Pada mulanya kita berupa janin dalam perut ibu kita, ada pula di antara kita yang gugur, sedangkan ki(a ini termasuk di antara orang-orang yang dihidupkan.
Lalu kita menjadi bayi yang menyusu, maka di antara kita ada yang mati, sedangkan kita termasuk yang dipanjangkan usia.
Kemudian kita menjadi anak-anak, maka di antara kita ada yang mati, sedangkan kita termasuk yang di beri usia panjang.
Kemudian kita tumbuh menjadi pemuda, ada pula di antara kita yang mati, sedangkan kita termasuk yang masih hidup.
Kemudian kita menjadi manusia yang berusia lanjut, maka celakalah Anda, lalu apa lagi yang kita tunggu sesudah semuanya itu?"
Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan hal yang sama dari Mak-hul.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci.
(QS. An-Najm [53]: 32)

Yakni memuji diri sendiri dan merasa besar diri serta membanggakan amal sendiri.

Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
(QS. An-Najm [53]: 32)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya bersih?
Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang di­kehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.
(QS. An-Nisa’ [4]: 49)

Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya, bahwa:


telah menceritakan kepada kami Amr An-Naqid, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Yazid, dari Abu Habib, dari Muhammad ibnu Amr ibnu Ata yang mengatakan bahwa ia memberi nama anak perempuannya Barrah.
Maka Zainab binti Abu Salamah berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah melarang nama ini, dan dirinya pada mulanya diberi nama Barrah.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Janganlah kamu menganggap dirimu suci, sesungguhnya Allah lebih mengetahui daripada kalian tentang orang yang suci.
Mereka bertanya,
"Lalu nama apakah yang harus kami berikan kepadanya?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
‘Namailah dia Zainab!

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan pula bahwa:


telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Khalid Al-Hazza, dari Abdur Rahman ibnu Abu Bakrah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa pernah ada seseorang memuji seorang lelaki di hadapan Nabi ﷺ Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Celakalah engkau, engkau telah mematahkan leher temanmu —berkali-kali—.
Apabila seseorang di antara kalian terpaksa memuji temannya, hendaklah ia mengatakan,
"Kulihat si Fulan —hanya Allah-lah yang mengetahui sebenarnya, aku tidak membersihkan seseorang pun terhadap Allah— kulihat dia adalah seorang yang anu dan anu,
"jika memang dia mengetahuinya.

Kemudian Imam Muslim meriwayatkannya melalui Gundar, dari Syu’bah, dari Khalid Al-Hazza dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam Ibnu Majah melalui berbagai jalur dari Khalid Al-Hazza dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’ dan Abdur Rahman.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Mansur, dari Ibrahim, dari Hammam ibnul Haris yang mengatakan bahwa pernah seorang lelaki datang kepada Khalifah Usman, lalu memujinya di hadapannya.
Maka Al-Miqdad ibnul Aswad (yang ada di majelis itu) menaburkan pasir ke wajah lelaki itu seraya berkata:
Rasulullah ﷺ telah memerintahkan kepada kami apabila kami jumpai orang-orang yang memuji, hendaknya kami taburkan debu di wajah mereka.

Imam Muslim dan Imam Abu Daud telah meriwayatkannya melalui hadis As-Sauri, dari Mansur dengan sanad yang sama.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Najm (53) Ayat 32

Diriwayatkan oleh al-Wahidi, ath-Thabarani, Ibnul Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Tsabit bin al-Harits al-Anshari bahwa kaum Yahudi beranggapan, apabila seorang bayi mereka mati di waktu kecil, bayi itu termasuk orang shiddiq (manusia sempurna).
Anggapan itu sampai kepada Rasulullah ﷺ Beliau bersabda: “Bohong kaum Yahudi itu.
Tak seorangpun yang dijadikan Allah di dalam rahim ibunya kecuali ditetapkan apakah ia celaka (di neraka) atau selamat (di surga).” Ayat ini (an-Najm: 32) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui nasib makhluk-Nya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Najm (53) Ayat 32

KABAA’IR
كَبَآئِر

jamak, mufradnya kabirah, berasal dari kabura.
Kabirah
dari sudut bahasa ialah dosa besar yang dicegah oleh syara’ seperti membunuh jiwa.

Al kabirah juga digunakan pada sesuatu yang sukar dan berat pada jiwa.
Ia juga peringatan tentang besarnya hal itu dari dosa-dosa dan besar siksaannya.

Disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
An Nisaa (4), ayat 31;
Asy Syuura (42), ayat 37;
An Najm (53), ayat 32.
Kata kabiaa’ir di dalam Al Qur’an disandarkan kepada al itsm yaitu dosa.

Ibnu Mas’ud berkata,
"Al kabaa’ir yang terdapat dalam surah ini mencakup 33 ayat dan kebenaran hal ini melalui firman Allah,

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ

Diriwayatkan oleh Abu Hatim di dalam musnadnya yang shahih dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah duduk di atas mimbar dan bersabda, "Demi jiwaku yang berada di tangan Nya” diulang sebanyak tiga kali, kemudian diam.
Para sahabat menangis kesedihan karena sumpahan Rasulullah itu, kemudian beliau berkata lagi, "Siapa saja dari hamba Ku yang mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, menjauhkan Al kabaa’iral sab’ yaitu tujuh dosa besar, akan dibuka baginya delapan pintu syurga pada hari kiamat sambil bertepuk tangan, lalu beliau membaca:

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

Ibnu Katsir berkata,
tafsiran tujuh dosa besar itu dijelaskan dalam Ash Sahihain.
Hadis diriwayatkan dari Sulaiman bin Abu Hurairah Rasulullah bersabda, "Jauhkan olehmu tujuh perkara yang membinasakan.
Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah dia?’ Beliau berkata,
‘Menyekutukan Allah, membunuh jiwa yang diharamkan kecuali dengan hak, belajar sihir, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan memfitnah wanita-wanita suci yang beriman,"

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, al kabaa’ir ada sembilan yaitu membunuh jiwa, memakan riba, memakan harta anak yatim, memfitnah wanita-wanita suci yang beriman, bersaksi palsu, durhaka kepada orang tua, lari dari medan perang, (belajar) sihir dan kufur di dalam Masjidil Haram.

Al Qurtubi berkata,
"Para ulama berselisih dalam menyebut dan menghitungnya disebabkan berbagai atsar mengenainya, oleh karena itu, saya berpendapat sudah stabit dari riwayat yang shahih maupun hasan dimana sebahagian dosa ada yang lebih besar dari yang lainnya berdasarkan kadar mudarat yang besar.
Menyekutukan Allah adalah dosa yang paling besar dari keseluruhannya dan ia tidak akan diampuni oleh Allah.
Setelah itu, berputus asa dari rahmat Allah karena di dalamnya mendustakan Al Qur’an.
Dia berkata,
"Dosa ini tidak akan diampunkan," dan apabila ia beriktikad dengan hal itu, oleh itu, Allah berfirman yang artinya,

"Sesungguhnya tidak berputus asa seorang itu dari rahmat Allah melainkan orang kafir."

Kemudian, Al Qanit seperti firman Allah dalam surah Al Hijr (15), ayat 56,

وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ

dan sebagainya dari apa yang kelihatan besar mudaratnya; setiap dosa yang diperbesar ancaman ke atasnya oleh syara’ dengan siksaan, atau dibesarkan mudaratnya, ia termasuk dari kabirah dan selainnya adalah kecil.

Oleh karena yang demikian, Abd Al Rahman Al Qusyairi dan lainnya berkata,
"Sebahagian dosa dikatakan kecil apabila disandarkan kepada apa yang lebih besar darinya.
Contohnya, zina dianggap kecil apabila dibandingkan dengan kufur, ciuman yang haram dianggap kecil apabila dibandingkan dengan zina.

Menurut kami, dosa tidak diampuni dengan menjauhkan dosa yang lain, tetapi kesemuanya adalah besar dan pelakunya akan diampuni dengan izin Allah melainkan kekufuran berdasarkan firman Allah dalam surah Al Nisaa (4), ayat 48 dan 116:

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki• Nya."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:505-507

Unsur Pokok Surah An Najm (النجم)

Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama "An Najm" (Bintang), diambil dari perkataan "An Najm" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan "An Najm" (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Alquran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril `alaihis salam.
▪ Kebatilan penyembah berhala.
▪ Tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah.
▪ Tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

▪ Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar.
▪ Kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja.

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama, dan sekali lagi di Sidratul Muntaha.
▪ Anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya.
▪ Orang-orang musyrik selalu memperolok-olokkan Alquran.

Audio

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 62 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 62

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Najm ayat 32 - Gambar 1 Surah An Najm ayat 32 - Gambar 2 Surah An Najm ayat 32 - Gambar 3
Statistik QS. 53:32
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 53
Nama Surah An Najm
Arab النجم
Arti Bintang
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 23
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 62
Jumlah kata 359
Jumlah huruf 1432
Surah sebelumnya Surah At-Tur
Surah selanjutnya Surah Al-Qamar
Sending
User Review
4.9 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

53:32, 53 32, 53-32, Surah An Najm 32, Tafsir surat AnNajm 32, Quran An-Najm 32, Surah An Najm ayat 32

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Najm

۞ QS. 53:5 • Pengajaran Jibril kepada Nabi tentang syariat

۞ QS. 53:6 • Sifat Jibril

۞ QS. 53:18 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:21 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:23 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 53:25 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 53:26 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Syafaat hanya milik Allah semata • Syafaat para nabi dan malaikat

۞ QS. 53:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 53:28 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:31 • Segala sesuatu milik Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 53:32 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wasi’ (Maha Luas) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 53:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 53:35 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 53:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:38 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 53:39 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 53:40 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 53:41 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 53:42 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 53:43 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:44 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 53:45 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:46 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:47 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 53:48 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 53:49 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:50 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:52 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:53 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:54 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:55 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:57 • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 53:58 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 53:59 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:60 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:61 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:62 • Kewajiban hamba pada Allah

Ayat Pilihan

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,
maka periksa dengan teliti agar kamu tak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu
QS. Al-Hujurat [49]: 6

Janganlah kamu makan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan bathil & jangan membawa (urusan) harta itu kepada hakim,
supaya kamu dapat memakan harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui
QS. Al-Baqarah [2]: 188

Katakanlah:
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
QS. Az-Zumar [39]: 9

Hendaknya kamu tak menggerakkan lidahmu untuk membaca Alquran karena didorong oleh keinginan untuk cepat membaca & menghafalnya.
Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya dalam dadamu & memantapkan bacaannya di lidahmu.
QS. Al-Qiyamah [75]: 17

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus

Ayat Muhkamat

Apa itu Ayat Muhkamat? Jenis ayat menurut maknanya Ada dua jenis ayat dibagi menurut maknanya:

Ayat Muhkamat yakni ayat dengan makna jelas dan langsung.
Ayat Mutasyabihat yakni dengan makna samar, a...

Az-Zalzalah

Apa itu Az-Zalzalah? Surah Az-Zalzalah (bahasa Arab:الزلزلة) adalah surat ke-99 dalam Alquran. Surat ini terdiri atas 8 ayat dan tergolong pada surat Madaniyah. Surat ini diturunkan setelah sur...

Al Baari’

Apa itu Al Baari’? Allah itu Al-Bari . Allah itu Al-Bari, yaitu artinya adalah Allah adalah Maha Mengadakan. Allah telah menciptakan alam semesta ini beserta isinya yang semula berasal dari ket...