Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 20 [QS. 53:20]

وَ مَنٰوۃَ الثَّالِثَۃَ الۡاُخۡرٰی
Wamanaatats-tsaalitsatal akhr(a);
dan Manat, yang ketiga (yang) kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
―QS. An Najm [53]: 20

And Manat, the third – the other one?
― Chapter 53. Surah An Najm [verse 20]

وَمَنَوٰةَ dan Manah

And Manat
ٱلثَّالِثَةَ yang ketiga

the third,
ٱلْأُخْرَىٰٓ yang lain/hina

the other?

Tafsir

Alquran

Surah An Najm
53:20

Tafsir QS. An Najm (53) : 20. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah ﷻ melanjutkan ayat yang sebelumnya yaitu bahwa orang-orang musyrik juga menyembah Manat yang ketiga yakni yang terakhir sebagai anak perempuan Allah.
Manat itu sebuah batu besar terletak di Musyallal dengan Qudaid antara Mekah dan Madinah.

Kabilah Khuza’ah, al-Aus dan Khazraj mengagungkan Manat ini dan dalam melakukan ibadah haji mereka mulai dari Manat sampai ke Ka’bah.
Selain benda-benda yang tiga itu, masih banyak lagi benda-benda yang sangat dimuliakan oleh orang-orang musyrik.

Akan tetapi, yang paling termasyhur adalah tiga benda itu.
Ibnu Ishaq mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap benda-benda yang tiga itu selain Ka’bah sebagai benda sembahan mereka, dibuat seperti bangunan Ka’bah yang mempunyai tabir yang mereka bertawaf padanya seperti tawaf pada Ka’bah dan memotong binatang kurban di sampingnya.

Mereka juga mengetahui kemuliaan Ka’bah yaitu bahwa Ka’bah itu adalah rumah Ibrahim dan masjidnya.

Tafsir QS. An Najm (53) : 20. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apakah kalian mengetahui hal itu sehingga memikirkan Lat, ‘Uzza dan, ketiga, Manat yang kalian jadikan tuhan-tuhan sembahan kalian?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Lalu, apakah kalian patut, wahai orang-orang musyrik, menganggap tuhan-tuhan yang kamu sembah ini, yaitu Lata, Uzza, dan Manah yang ketiga dapat mendatangkan manfaat atau madarat hingga kamu menjadikannya sekutu bagi Allah?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Manat yang ketiga) yang ketiga dari yang telah disebutkan tadi


(yang paling terkemudian) berkedudukan sebagai sifat yang mengandung makna celaan.
Ketiganya adalah nama berhalaberhala yang terbuat dari batu.
Orang-orang musyrik dahulu menyembahnya, karena mereka menduga, bahwa berhalaberhala itu dapat memberikan syafaat kepada diri mereka di sisi Allah.
Maf’ul pertama bagi lafal Afara`aytum adalah lafal Al Laata dan lafallafal yang di’athafkan kepadanya.
Sedangkan Maf’ul yang keduanya tidak disebutkan.
Makna ayat,
"Ceritakanlah kepadaku, apakah berhalaberhala ini memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu yang karena itu kalian menyembahnya selain Allah Yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang telah disebutkan tadi."
Ketika mereka menduga bahwa malaikatmalaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, sedangkan mereka sendiri tidak menyukai anak-anak perempuan, lalu turunlah firman-Nya berikut ini,

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala mengecam perbuatan orang-orang musyrik karena mereka menyembah berhalaberhala dan sekutu-sekutu Allah yang mereka ada-adakan dan mereka membuat rumah-rumah untuk berhalaberhala itu sebagai tandingan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahimalaihis salam Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata.
(QS. An-Najm [53]: 19)

Al-Lata atau Lata pada mulanya adalah sebuah batu besar yang berwarna putih, lalu dibuat ukiran-ukiran padanya (yakni pahatan-pahatan);
ia adalah sebuah rumah yang terletak di Taif dengan mempunyai kain kelambu dan juga para pelayan yang menjadi juru kuncinya.
Di sekitarnya terdapat halaman yang disucikan oleh orang-orang Taif yang terdiri dari Bani Saqif dan para pengikutnya;
mereka merasa berbangga diri dengan memilikinya terhadap orang-orang Arab selain mereka kecuali orang-orang Quraisy.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa menamakan rumah peribadatan mereka itu dengan mengambil akar kata dari salah satu asma Allah.
Mereka mengatakan Lata dengan maksud bentuk mu’annas dari Allah.
Mahatinggi Allah dari ucapan mereka dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas, bahwa mereka membaca Lata dengan men-tasydid-kan huruf ta.

Mereka menafsirkannya dengan suatu kisah yang menyebutkan bahwa dahulunya ada seorang lelaki yang pekerjaannya membuat makanan sawiq untuk para jemaah Jahiliah.
Setelah lelaki itu meninggal dunia, maka mereka melakukan i’tikaf pada kuburannya, lalu lama-kelamaan mereka menyembahnya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mus­lim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Abul Asyhab, telah menceritakan kepada kami Abul Jauza, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
Al-Lata dan Uzza.
(QS. An-Najm [53]: 19)
Bahwa di zaman Jahiliah terdapat seorang lelaki yang pekerjaannya menggiling sawiq untuk makanan jemaah Ibnu Jarir mengatakan, bahwa demikian pula Al-Uzza berakar dari kata Aziz, pada mulanya merupakan sebuah pohon yang dibuatkan bangunan di sekelilingnya dan juga diberi kain kelambu, terletak di kampung Nakhlah, yaitu sebuah kampung yang terletak di antara Mekah dan Taif, dahulu orang-orang Quraisy mengagungkan bangunan tersebut, seperti yang dikatakan oleh Abu Sufyan dalam Perang Uhud,
"Kami mempunyai Uzza, sedangkan kalian (kaum muslim) tidak mempunyai Uzza."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda, memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya:


Katakanlah,
"Allah adalah Pelindung kami dan tiada pelindung bagi kalian!"

Imam Bukhari telah meriwayatkan melalui hadis Az-Zuhri, dari Humaid ibnu Abdur Rahman, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang bersumpah dengan mengatakan,
"Demi Lata dan Uzza,
"
maka hendaklah ia mengucapkan."Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah."
Dan barang siapa yang berkata kepada temannya,
"Kemarilah, mari kita berjudi,
"
maka hendaklah ia bersedekah.

Pengertian hadis ini ditujukan bagi orang yang lisannya terpeleset tanpa ada kesengajaan karena mereka masih baru meninggalkan masa Jahiliahnya, yang hal tersebut sebelumnya telah terbiasa di kalangan mereka.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Bakkar dan Abdul Hamid ibnu Muhammad.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Makhlad, telah menceritakan kepada kami Yunus, dari ayahnya, telah menceritakan kepadaku Mus’ab ibnu Sa’d ibnu Abu Waqqas, dari ayahnya yang mengatakan,
"Aku pernah bersumpah dengan menyebut nama Lata dan Uzza, maka sahabat-sahabatku berkata kepadaku, ‘Alangkah buruknya ucapanmu itu.’ Aku berkata, ‘Tinggalkanlah diriku.’ Lalu aku datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal tersebut kepada beliau."
Maka beliau ﷺ bersabda:
Ucapkanlah,
"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya Kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Kemudian bertiuplah ke arah kirimu sebanyak tiga kali dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, kemudian janganlah kamu ulangi perbuatanmu itu.

Adapun berhala Manat, maka letaknya di Musyallal, yaitu di Qadid yang terletak antara Mekah dan Madinah.
Dahulu orang-orang Khuza’ah, Aus, dan Khazraj di masa Jahiliah mengagung-agungkannya dan bertalbiyah darinya saat hendak menunaikan Imam Bukhari telah meriwayatkan hal yang semisal melalui Aisyah r.a.
Di masa Jahiliah di Jazirah Arabia banyak terdapat berhalaberhala selain dari yang telah disebutkan di atas, semuanya diagung-agungkan oleh orang-orang Arab setara dengan pengagungan mereka kepada Ka’bah.
Hanya ketiga macam berhala inilah yang disebutkan secara nas di dalam Kitabullah karena ketiganya merupakan berhala yang paling terkenal melebihi yang lainnya.

Ibnu Ishaq mengatakan di dalam kitab Sirah-nya, bahwa dahulu di masa Jahiliah orang-orang Arab di samping memiliki Ka’bah, mereka membuat banyak tawagit yang merupakan rumah-rumah peribadatan mereka yang mereka agung-agungkan setara dengan Ka’bah.
Tawagit itu mempunyai para pelayannya tersendiri, juga mempunyai juru kunci tersendiri;
mereka menghadiahkan hewan-hewan kurban untuknya sebagaimana mereka menghadiahkan hewan kurban.
Mereka juga melakukan tawaf padanya sebagaimana tawaf mereka kepada Ka’bah, dan melakukan penyembelihan kurban padanya sebagaimana yang mereka lakukan di Ka’bah, padahal mereka mengakui keutamaan Ka’bah atas semua tawagit itu, karena Ka’bah merupakan rumah yang dibangun oleh Ibrahimalaihis salam dan menjadi masjidnya.
Dahulu di masa Jahiliah orang-orang Quraisy dan Bani Kinanah mempunyai berhala bernama Uzza yang terletak di Nakhlah yang para pelayan dan juru kuncinya dipegang oleh Bani Syaiban dari kalangan Bani Salim teman sepakta Bani Hasyim.

Kemudian Rasulullah ﷺ mengutus Khalid ibnul Walid untuk menghancurkan berhala itu, maka Khalid dan pasukannya menghancurkannya.
Peristiwa ini diabadikan melalui perkataan Khalid dalam bait syairnya:

Hai Uzza, aku ingkar kepadamu dan tidak menghormatimu, sesungguhnya aku melihat bahwa Allah telah menghinakanmu.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Munzir, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudail, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Jami’, dari AbutTufail yang mengatakan bahwa setelah Rasulullah ﷺ membebaskan kota Mekah, maka beliau ﷺ mengutus Khalid ibnul Walid ke Nakhlah;
di Nakhlah terdapat berhala Uzza.
Lalu Khalid mendatanginya dan tersebutlah bahwa berhala Uzza terletak di atas tiga buah pohon Samurah.
Khalid ibnul Walid menebang ketiga pohon Samurah itu dan menghancurkan berhala yang ada di atasnya.
Setelah itu Khalid ibnul Walid kembali kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan semua kepada beliau.
Maka beliau ﷺ bersabda:
Kembalilah kamu, karena sesungguhnya kamu masih belum berbuat sesuatu apa pun.
Maka Khalid kembali lagi ke Nakhlah.
Ketika para pelayan Uzza melihat kedatangan Khalid dan pasukannya, maka mereka memasang perangkap untuk menjebak Khalid dan pasukannya seraya berkata,
"Hai Uzza, hai Uzza!"
Maka Khalid mendatanginya, dan ternyata yang diseru oleh mereka adalah seorang wanita yang telanjang bulat dengan rambut yang terurai seraya menaburkan pasir di kepalanya.
Maka Khalid pun membenamkan pedangnya ke tubuh wanita itu hingga mati wanita itu.
Setelah itu Khalid kembali kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal tersebut kepadanya, maka barulah Rasulullah ﷺ bersabda:
Itulah Uzza (yang sebenarnya).

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Lata adalah sesembahan orang-orang Saqif diTaif, sedangkan yang menjadi para pelayan dan juru kuncinya adalah Bani Mu’tib.

Rasulullah ﷺ mengutus Al-Mugirah ibnu Syu’bah dan Abu Sufyan ibnu Sakhr ibnu Harb untuk menghancurkannya, maka keduanya menghancurkan berhala Lata itu dan menjadikan masjid di tempatnya sebagai gantinya, yaitu di Taif.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa berhala Manat adalah milik orang-orang Aus dan Khazraj dan orang-orang yang mengikuti agama mereka dari kalangan penduduk Yas’rib yang berada di pantai ke arah Al-Musyallal, yaitu di Qadid.
Maka Rasulullah ﷺ mengutus Abu Sufyan ibnu Harb untuk menghancurkannya;
menurut pendapat lain, menyebutkan bahwa yang dikirim oleh Rasulullah ﷺ untuk menghancurkannya adalah Ali ibnu Abu Talib.

Ibnu Ishaq mengatakan pula bahwa berhala Zul Khalasah adalah sesembahan orang-orang Daus, Khas’am dan Bajilah, serta orang-orang Arab Badui yang ada bersama mereka di Tabalah.

Zul Khalasah dikenal pula di masa Jahiliah dengan nama Ka’bah Yamaniyyah, sedangkan Ka’bah yang ada di Mekah mereka sebut dengan Ka’bah Syamiyyah.
Maka Rasulullah ﷺ mengirimkan Jarir ibnu Abdullah Al-Bajali untuk menghancurkannya, dan perintah itu dilaksanakan dengan baik oleh Jarir ibnu Abdullah.
Berhala Qais adalah milik orang-orang Tayyi’ dan orang-orang yang ada di sekitar mereka di Gunung Tayyi’ yang terletak di antara Salma dan Aja.
Ibnu Hisyam mengatakan bahwa sebagian ahlul ‘ilmi menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ mengirimkan Ali ibnu Abu Talib r.a. untuk menghancur­kannya.
Dan Ali r.a. berhasil memboyong dua bilah pedang darinya yang diberi nama Rasub dan Mikhzam, lalu Rasulullah ﷺ menghadiahkan pedang itu kepada Ali sehingga kedua pedang itu menjadi miliknya.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa orang-orang Himyar dan penduduk Yaman mempunyai rumah penyembahan berhala diSan’a yang dikenal dengan nama Riyam.
Menurut suatu pendapat, di dalam rumah itu terdapat seekor anjing hitam;
dan bahwa dua orang pendeta Yahudi yang pergi bersama Tubba’ mengeluarkan anjing hitam itu, lalu membunuhnya dan menghancurkan rumah tersebut.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Rada adalah sebuah rumah penyembahan berhala milik Bani Rabi’ah ibnu Ka’b ibnu Sa’d ibnu Zaid yang pemimpinnya adalah Manat Ibnu Tamim.
Al-Mustaugir ibnu Rabi’ah ibnu Ka’b ibnu Sa’d ketika menghancurkannya di masa Islam mengatakan:


Sesungguhnya aku benar-benar telah menghancurkan Rada dengan sehancur-hancurnya, maka kutinggalkan ia menjadi puing-puing dan rata dengan tanah.

Unsur Pokok Surah An Najm (النجم)

Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama "An Najm" (Bintang), diambil dari perkataan "An Najm" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan "An Najm" (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Alquran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril `alaihis salam.
▪ Kebatilan penyembah berhala.
▪ Tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah.
▪ Tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

▪ Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar.
▪ Kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja.

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama, dan sekali lagi di Sidratul Muntaha.
▪ Anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya.
▪ Orang-orang musyrik selalu memperolok-olokkan Alquran.

Audio

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 62 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 62

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Najm ayat 20 - Gambar 1 Surah An Najm ayat 20 - Gambar 2
Statistik QS. 53:20
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah53
Nama SurahAn Najm
Arabالنجم
ArtiBintang
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu23
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat62
Jumlah kata359
Jumlah huruf1432
Surah sebelumnyaSurah At-Tur
Surah selanjutnyaSurah Al-Qamar
Sending
User Review
4.5 (9 votes)
Tags:

53:20, 53 20, 53-20, Surah An Najm 20, Tafsir surat AnNajm 20, Quran An-Najm 20, Surah An Najm ayat 20

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 52 [QS. 26:52]

52. Walaupun Fir’aun telah kalah dalam pertarungan, tapi tetap saja dia angkuh dan sombong dan bahkan terus menindas Bani Israil di Mesir. Nabi Musa terus berdakwah beberapa tahun lamanya. Sampai pada … 26:52, 26 52, 26-52, Surah Asy Syu’araa 52, Tafsir surat AsySyuaraa 52, Quran Asy Syuara 52, Asy Syu’ara 52, Asy-Syu’ara 52, Surah Asy Syuara ayat 52

QS. Al Humazah (Pengumpat) – surah 104 ayat 8 [QS. 104:8]

8. Sungguh, api itu ditutup rapat atas diri mereka yang suka mengumpat, mencela, mengumpul­kan harta, dan menghitung-hitungnya. Tidak ada celah sedikit pun yang memungkinkan udara dari luar merembes m … 104:8, 104 8, 104-8, Surah Al Humazah 8, Tafsir surat AlHumazah 8, Quran Al-Humazah 8, Surah Al Humazah ayat 8

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
== Cuka ==
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi, telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Hassan telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sebaik-baik lauk pauk adalah cuka.' (HR. Muslim, No: 3823).

== Labu ==
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja'far dan diriwayatkan pula oleh 'Abdurrahman bin Mahdi, keduanya menerima dari Syu'bah dari Qatabah yang bersumber dari Anas bin Malik r.a. menyebutkan 'Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menggemari labu. Maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya.'

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Pakailah pakaian putih karena pakaian seperti itu lebih bersih dan lebih baik. Dan kafanilah pula mayit dengan kain putih.'
(HR. An Nasai no. 5324, hadits shahih)

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Pertempuran Badar (غزوة بدر, / gazwah badr‎), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).
Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.

+

Array

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya ... kali."

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.'
(HR. Muslim, no. 408)

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #13
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #13 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #13 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙDalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah … dan demi malam apabila telah sunyi dan bila

Pendidikan Agama Islam #2

Sifat adil Allah berlaku untuk … jin semua ciptaan Allah orang miskin yang pandai bersyukur orang kaya yang bersedekah orang

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum …

Instagram