Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 19 [QS. 53:19]

اَفَرَءَیۡتُمُ اللّٰتَ وَ الۡعُزّٰی
Afara-aitumulaata wal ‘uzz(a);
Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan Al-‘Uzza,
―QS. An Najm [53]: 19

So have you considered al-Lat and al-‘Uzza?
― Chapter 53. Surah An Najm [verse 19]

أَفَرَءَيْتُمُ apakah maka kamu perhatikan

So have you seen
ٱللَّٰتَ Al Lata

the Lat
وَٱلْعُزَّىٰ dan Al ‘Uzza

and the Uzza,

Tafsir

Alquran

Surah An Najm
53:19

Tafsir QS. An Najm (53) : 19. Oleh Kementrian Agama RI


Allah ﷻ bertanya kepada orang-orang musyrik, apakah setelah mereka mendengar tanda-tanda Allah baik kesempurnaan maupun keagungan-Nya dalam kekuasaan, dan setelah mendengar keadaan malaikat dengan kedudukan dan kemampuan mereka yang tinggi, masih saja menjadikan berhalaberhala yang hina keadaannya itu sebagai sekutu bagi Allah, sedangkan mereka mengetahui kebesaran-Nya?
Pertanyaan ini merupakan cemoohan dari Tuhan, sebab bagi seorang yang berakal tidak mungkin terlintas dalam pikirannya untuk menyembah berhala yang mereka buat sendiri, kemudian diletakkan dalam suatu rumah yang mereka dirikan sebagai tandingan Ka’bah.
Adapun al-Lata adalah nama sebuah batu besar yang berwarna putih, di atas batu itu diukir gambar sebuah rumah.

Al-Lata ini terletak di daerah thaif.
Rumah itu dipasangi tabir.

Di sekelilingnya ada teras yang diagung-agungkan oleh orang-orang thaif, antara lain Kabilah saqif dan pengikut-pengikutnya.
Mereka tergolong orangorang yang lebih membanggakan benda itu daripada orang-orang Arab yang lain selain Quraisy.

Kata Ibnu Jarir, mereka menganggap bahwa kata al-Lata itu diambil dari lafal Allah.
Mereka menganggap al-Lata (Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan).

Menurut Ibnu ‘Abbas , Mujahid, Rabi’ bin Anas, mereka menamakan al-Lata dari nama seorang laki-laki yang menumbuk tepung untuk jemaah iktikaf di atas kuburnya yang selanjutnya mereka menyembah dan membuatkan patungnya.

Menurut Ibnu Jarir, al-‘Uzza berasal dari kata ‘Aziz, al-Uzza ialah sebuah pohon yang di atasnya ada sebuah bangunan dan bertirai, bertempat di Nakhlah yaitu antara Mekah dan thaif;
orang-orang Quraisy mengagungkan pohon itu.
Diriwayatkan bahwa Abu Sufyan ketika masih musyrik berkata pada waktu peperangan Uhud bahwa merekalah yang mempunyai Uzza, sedangkan yang lain tidak.

Maka bersabdalah Rasulullah ﷺ.
"Katakanlah! Allah adalah Tuhan kami, dan kamu tidak mempunyai Tuhan."
(Riwayat Bukhari dan Ahmad)

Tafsir QS. An Najm (53) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apakah kalian mengetahui hal itu sehingga memikirkan Lat, ‘Uzza dan, ketiga, Manat yang kalian jadikan tuhan-tuhan sembahan kalian?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Lalu, apakah kalian patut, wahai orang-orang musyrik, menganggap tuhan-tuhan yang kamu sembah ini, yaitu Lata, Uzza, dan Manah yang ketiga dapat mendatangkan manfaat atau madarat hingga kamu menjadikannya sekutu bagi Allah?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka apakah patut kalian menganggap Laata dan Al Uzzaa).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala mengecam perbuatan orang-orang musyrik karena mereka menyembah berhalaberhala dan sekutu-sekutu Allah yang mereka ada-adakan dan mereka membuat rumah-rumah untuk berhalaberhala itu sebagai tandingan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahimalaihis salam Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata.
(QS. An-Najm [53]: 19)

Al-Lata atau Lata pada mulanya adalah sebuah batu besar yang berwarna putih, lalu dibuat ukiran-ukiran padanya (yakni pahatan-pahatan);
ia adalah sebuah rumah yang terletak di Taif dengan mempunyai kain kelambu dan juga para pelayan yang menjadi juru kuncinya.
Di sekitarnya terdapat halaman yang disucikan oleh orang-orang Taif yang terdiri dari Bani Saqif dan para pengikutnya;
mereka merasa berbangga diri dengan memilikinya terhadap orang-orang Arab selain mereka kecuali orang-orang Quraisy.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa menamakan rumah peribadatan mereka itu dengan mengambil akar kata dari salah satu asma Allah.
Mereka mengatakan Lata dengan maksud bentuk mu’annas dari Allah.
Mahatinggi Allah dari ucapan mereka dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas, bahwa mereka membaca Lata dengan men-tasydid-kan huruf ta.

Mereka menafsirkannya dengan suatu kisah yang menyebutkan bahwa dahulunya ada seorang lelaki yang pekerjaannya membuat makanan sawiq untuk para jemaah Jahiliah.
Setelah lelaki itu meninggal dunia, maka mereka melakukan i’tikaf pada kuburannya, lalu lama-kelamaan mereka menyembahnya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mus­lim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Abul Asyhab, telah menceritakan kepada kami Abul Jauza, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
Al-Lata dan Uzza.
(QS. An-Najm [53]: 19)
Bahwa di zaman Jahiliah terdapat seorang lelaki yang pekerjaannya menggiling sawiq untuk makanan jemaah Ibnu Jarir mengatakan, bahwa demikian pula Al-Uzza berakar dari kata Aziz, pada mulanya merupakan sebuah pohon yang dibuatkan bangunan di sekelilingnya dan juga diberi kain kelambu, terletak di kampung Nakhlah, yaitu sebuah kampung yang terletak di antara Mekah dan Taif, dahulu orang-orang Quraisy mengagungkan bangunan tersebut, seperti yang dikatakan oleh Abu Sufyan dalam Perang Uhud,
"Kami mempunyai Uzza, sedangkan kalian (kaum muslim) tidak mempunyai Uzza."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda, memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya:


Katakanlah,
"Allah adalah Pelindung kami dan tiada pelindung bagi kalian!"

Imam Bukhari telah meriwayatkan melalui hadis Az-Zuhri, dari Humaid ibnu Abdur Rahman, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang bersumpah dengan mengatakan,
"Demi Lata dan Uzza,
"
maka hendaklah ia mengucapkan."Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah."
Dan barang siapa yang berkata kepada temannya,
"Kemarilah, mari kita berjudi,
"
maka hendaklah ia bersedekah.

Pengertian hadis ini ditujukan bagi orang yang lisannya terpeleset tanpa ada kesengajaan karena mereka masih baru meninggalkan masa Jahiliahnya, yang hal tersebut sebelumnya telah terbiasa di kalangan mereka.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Bakkar dan Abdul Hamid ibnu Muhammad.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Makhlad, telah menceritakan kepada kami Yunus, dari ayahnya, telah menceritakan kepadaku Mus’ab ibnu Sa’d ibnu Abu Waqqas, dari ayahnya yang mengatakan,
"Aku pernah bersumpah dengan menyebut nama Lata dan Uzza, maka sahabat-sahabatku berkata kepadaku, ‘Alangkah buruknya ucapanmu itu.’ Aku berkata, ‘Tinggalkanlah diriku.’ Lalu aku datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal tersebut kepada beliau."
Maka beliau ﷺ bersabda:
Ucapkanlah,
"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya Kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Kemudian bertiuplah ke arah kirimu sebanyak tiga kali dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, kemudian janganlah kamu ulangi perbuatanmu itu.

Adapun berhala Manat, maka letaknya di Musyallal, yaitu di Qadid yang terletak antara Mekah dan Madinah.
Dahulu orang-orang Khuza’ah, Aus, dan Khazraj di masa Jahiliah mengagung-agungkannya dan bertalbiyah darinya saat hendak menunaikan Imam Bukhari telah meriwayatkan hal yang semisal melalui Aisyah r.a.
Di masa Jahiliah di Jazirah Arabia banyak terdapat berhalaberhala selain dari yang telah disebutkan di atas, semuanya diagung-agungkan oleh orang-orang Arab setara dengan pengagungan mereka kepada Ka’bah.
Hanya ketiga macam berhala inilah yang disebutkan secara nas di dalam Kitabullah karena ketiganya merupakan berhala yang paling terkenal melebihi yang lainnya.

Ibnu Ishaq mengatakan di dalam kitab Sirah-nya, bahwa dahulu di masa Jahiliah orang-orang Arab di samping memiliki Ka’bah, mereka membuat banyak tawagit yang merupakan rumah-rumah peribadatan mereka yang mereka agung-agungkan setara dengan Ka’bah.
Tawagit itu mempunyai para pelayannya tersendiri, juga mempunyai juru kunci tersendiri;
mereka menghadiahkan hewan-hewan kurban untuknya sebagaimana mereka menghadiahkan hewan kurban.
Mereka juga melakukan tawaf padanya sebagaimana tawaf mereka kepada Ka’bah, dan melakukan penyembelihan kurban padanya sebagaimana yang mereka lakukan di Ka’bah, padahal mereka mengakui keutamaan Ka’bah atas semua tawagit itu, karena Ka’bah merupakan rumah yang dibangun oleh Ibrahimalaihis salam dan menjadi masjidnya.
Dahulu di masa Jahiliah orang-orang Quraisy dan Bani Kinanah mempunyai berhala bernama Uzza yang terletak di Nakhlah yang para pelayan dan juru kuncinya dipegang oleh Bani Syaiban dari kalangan Bani Salim teman sepakta Bani Hasyim.

Kemudian Rasulullah ﷺ mengutus Khalid ibnul Walid untuk menghancurkan berhala itu, maka Khalid dan pasukannya menghancurkannya.
Peristiwa ini diabadikan melalui perkataan Khalid dalam bait syairnya:

Hai Uzza, aku ingkar kepadamu dan tidak menghormatimu, sesungguhnya aku melihat bahwa Allah telah menghinakanmu.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Munzir, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudail, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Jami’, dari AbutTufail yang mengatakan bahwa setelah Rasulullah ﷺ membebaskan kota Mekah, maka beliau ﷺ mengutus Khalid ibnul Walid ke Nakhlah;
di Nakhlah terdapat berhala Uzza.
Lalu Khalid mendatanginya dan tersebutlah bahwa berhala Uzza terletak di atas tiga buah pohon Samurah.
Khalid ibnul Walid menebang ketiga pohon Samurah itu dan menghancurkan berhala yang ada di atasnya.
Setelah itu Khalid ibnul Walid kembali kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan semua kepada beliau.
Maka beliau ﷺ bersabda:
Kembalilah kamu, karena sesungguhnya kamu masih belum berbuat sesuatu apa pun.
Maka Khalid kembali lagi ke Nakhlah.
Ketika para pelayan Uzza melihat kedatangan Khalid dan pasukannya, maka mereka memasang perangkap untuk menjebak Khalid dan pasukannya seraya berkata,
"Hai Uzza, hai Uzza!"
Maka Khalid mendatanginya, dan ternyata yang diseru oleh mereka adalah seorang wanita yang telanjang bulat dengan rambut yang terurai seraya menaburkan pasir di kepalanya.
Maka Khalid pun membenamkan pedangnya ke tubuh wanita itu hingga mati wanita itu.
Setelah itu Khalid kembali kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal tersebut kepadanya, maka barulah Rasulullah ﷺ bersabda:
Itulah Uzza (yang sebenarnya).

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Lata adalah sesembahan orang-orang Saqif diTaif, sedangkan yang menjadi para pelayan dan juru kuncinya adalah Bani Mu’tib.

Rasulullah ﷺ mengutus Al-Mugirah ibnu Syu’bah dan Abu Sufyan ibnu Sakhr ibnu Harb untuk menghancurkannya, maka keduanya menghancurkan berhala Lata itu dan menjadikan masjid di tempatnya sebagai gantinya, yaitu di Taif.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa berhala Manat adalah milik orang-orang Aus dan Khazraj dan orang-orang yang mengikuti agama mereka dari kalangan penduduk Yas’rib yang berada di pantai ke arah Al-Musyallal, yaitu di Qadid.
Maka Rasulullah ﷺ mengutus Abu Sufyan ibnu Harb untuk menghancurkannya;
menurut pendapat lain, menyebutkan bahwa yang dikirim oleh Rasulullah ﷺ untuk menghancurkannya adalah Ali ibnu Abu Talib.

Ibnu Ishaq mengatakan pula bahwa berhala Zul Khalasah adalah sesembahan orang-orang Daus, Khas’am dan Bajilah, serta orang-orang Arab Badui yang ada bersama mereka di Tabalah.

Zul Khalasah dikenal pula di masa Jahiliah dengan nama Ka’bah Yamaniyyah, sedangkan Ka’bah yang ada di Mekah mereka sebut dengan Ka’bah Syamiyyah.
Maka Rasulullah ﷺ mengirimkan Jarir ibnu Abdullah Al-Bajali untuk menghancurkannya, dan perintah itu dilaksanakan dengan baik oleh Jarir ibnu Abdullah.
Berhala Qais adalah milik orang-orang Tayyi’ dan orang-orang yang ada di sekitar mereka di Gunung Tayyi’ yang terletak di antara Salma dan Aja.
Ibnu Hisyam mengatakan bahwa sebagian ahlul ‘ilmi menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ mengirimkan Ali ibnu Abu Talib r.a. untuk menghancur­kannya.
Dan Ali r.a. berhasil memboyong dua bilah pedang darinya yang diberi nama Rasub dan Mikhzam, lalu Rasulullah ﷺ menghadiahkan pedang itu kepada Ali sehingga kedua pedang itu menjadi miliknya.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa orang-orang Himyar dan penduduk Yaman mempunyai rumah penyembahan berhala diSan’a yang dikenal dengan nama Riyam.
Menurut suatu pendapat, di dalam rumah itu terdapat seekor anjing hitam;
dan bahwa dua orang pendeta Yahudi yang pergi bersama Tubba’ mengeluarkan anjing hitam itu, lalu membunuhnya dan menghancurkan rumah tersebut.

Unsur Pokok Surah An Najm (النجم)

Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama "An Najm" (Bintang), diambil dari perkataan "An Najm" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan "An Najm" (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Alquran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril `alaihis salam.
▪ Kebatilan penyembah berhala.
▪ Tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah.
▪ Tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

▪ Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar.
▪ Kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja.

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama, dan sekali lagi di Sidratul Muntaha.
▪ Anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya.
▪ Orang-orang musyrik selalu memperolok-olokkan Alquran.

Audio

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 62 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 62

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Najm ayat 19 - Gambar 1 Surah An Najm ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 53:19
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah53
Nama SurahAn Najm
Arabالنجم
ArtiBintang
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu23
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat62
Jumlah kata359
Jumlah huruf1432
Surah sebelumnyaSurah At-Tur
Surah selanjutnyaSurah Al-Qamar
Sending
User Review
4.4 (8 votes)
Tags:

53:19, 53 19, 53-19, Surah An Najm 19, Tafsir surat AnNajm 19, Quran An-Najm 19, Surah An Najm ayat 19

▪ QS 53:19 ▪ Qs 53:19-20 ▪ qs 53 19-20 ▪ qs 53 : 19
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 36 [QS. 35:36]

36. Bila orang-orang yang mengikuti tuntunan Al-Qur’an dimasukkan ke surga, maka mereka yang durhaka akan disiksa di dalam neraka. Dan orang-orang yang kafir kepada Allah, rasul, dan kitab-Nya, maka b … 35:36, 35 36, 35-36, Surah Faathir 36, Tafsir surat Faathir 36, Quran AlFathir 36, Al-Fathir 36, Fatir 36, Surah Al Fathir ayat 36

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 23 [QS. 5:23]

Di antara orang-orang Bani Israil itu ada dua orang yang setia dan taat kepada perintah Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune, keduanya adalah pemimpin-pemimpin Bani Israil yang semuany … 5:23, 5 23, 5-23, Surah Al Maa’idah 23, Tafsir surat AlMaaidah 23, Quran Al Maidah 23, AlMaidah 23, Al-Ma’idah 23, Surah Al Maidah ayat 23

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

+

Array

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Era ketidaktahuan juga disebut zaman … abu jahal madaniyah jahiliyah makiyah sanawiyah Benar! Kurang tepat! Arti hadits maudhu’ adalah …

Pendidikan Agama Islam #18

Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu … untukku agamaku untukmu agamamu agamaku untuk selamanya apa yang kamu sembah aku tidak

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Fastabiqul khoirot Mujahada gazwa Mujahadah Bi Qalbi Muhahadah

Instagram