Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Najm (Bintang) - surah 53 ayat 10 [QS. 53:10]

فَاَوۡحٰۤی اِلٰی عَبۡدِہٖ مَاۤ اَوۡحٰی
Fa-a-uha ila ‘abdihi maa auh(a);
Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.

―QS. An Najm [53]: 10

Daftar isi

And he revealed to His Servant what he revealed.
― Chapter 53. Surah An Najm [verse 10]

فَأَوْحَىٰٓ maka Dia mewahyukan

So he revealed
إِلَىٰ kepada

to
عَبْدِهِۦ hamba-Nya

His slave
مَآ apa yang

what
أَوْحَىٰ Dia wahyukan

he revealed.

Tafsir Quran

Surah An Najm
53:10

Tafsir QS. An-Najm (53) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya diterangkan bahwa setelah Nabi Muhammad ﷺ sudah berdekatan benar dengan Jibril, Jibril menyampaikan wahyu Allah mengenai persoalan-persoalan agama.

Tafsir QS. An Najm (53) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Lalu Jibril menyampaikan wahyu kepada hamba Allah dan rasul-Nya apa yang Allah telah wahyukan.
Wahyu itu merupakan perkara besar yang pengaruhnya amat luas.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Alquran itu diajarkan kepada Muhammad oleh malaikat yang sangat kuat, yaitu Jibril alaihisalam yang berakal cerdas.
Jibril menampakkan diri kepada Rasulullah dalam bentuk aslinya, sedangkan ia berada di ufuk yang tinggi.


Kemudian ia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
Ia sedemikian dekat dengan Muhammad sepanjang dua busur panah atau lebih, bahkan lebih dekat lagi.


Lalu, Allah menyampaikan kepada hamba-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang telah Dia wahyukan melalui perantara Jibril alaihisalam.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Lalu Dia menyampaikan) yakni Allah subhanahu wa ta’ala


(kepada hamba-Nya) yaitu malaikat Jibril


(apa yang telah diwahyukan)-Nya kepada malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi ﷺ Di sini yang mewahyukan tidak disebutkan karena mengagungkan kedudukan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Berdasarkan pengertian di atas, berarti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
(QS. An-Najm [53]: 10)

artinya ‘lalu Jibril menyampaikan wahyu kepada hamba Allah Muhammad ﷺ apa yang telah diwahyukan Allah kepadanya’.
Atau ‘lalu Allah mewahyukan kepada hamba-Nya Muhammad apa yang Dia wahyukan kepadanya melalui Malaikat Jibril‘.
Kedua makna ini dibenarkan.

Telah diriwayatkan dari Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya:
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
(QS. An-Najm [53]: 10)
bahwa Allah menurunkan wahyu kepadanya firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim.
(QS. Ad-Duha [93]: 6)
sampai dengan firman-Nya:
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)ww.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 4)

Sedangkan menurut lainnya, yang diwahyukan Allah kepadanya adalah bahwa surga itu diharamkan atas para nabi sebelum kamu memasukinya, juga diharamkan atas semua umat sebelum umatmu memasukinya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
Maka apakah kamu (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
(QS. An-Najm [53]: 11-12)

Imam Muslim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Ziad ibnu Husain, dari Abul Aliyah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
(QS. An-Najm [53]: 11)
dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.
(QS. An-Najm [53]: 13)
Bahwa Muhammad ﷺ telah melihat Jibril dalam rupa aslinya sebanyak dua kali.


Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Sammak dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas.
Hal yang sama dikatakan oleh Abu Saleh dan As-Saddi serta selain keduanya, bahwa Nabi ﷺ melihat Jibril dengan pandangan hatinya sebanyak dua kali.
Tetapi Ibnu Mas’ud r.a. dan lain-lainnya berpendapat berbeda menurut riwayat yang bersumber darinya, bahwa dia memutlakkan penglihatan tersebut (yakni tidak mengikatnya dengan pandangan mata hati).
Tetapi pendapatnya ini masih dapat ditakwilkan (diikat) dengan pengertian yang membatasinya.
Dan mengenai riwayat yang menyebutkan dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ melihatnya dengan indra matanya, maka sesungguhnya predikat riwayat ini garib, karena tiada suatu riwayat sahih pun mengenainya bersumber dari para sahabat.
Dan mengenai pendapat Al-Bagawi di dalam kitab tafsirnya yang mengatakan bahwa segolongan ulama berpendapat bahwa Nabi ﷺ melihat Jibril dengan pandangan matanya, maka ini adalah perkataan Anas dan Al-Hasan serta Ikrimah;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr ibnul Minhal ibnuSafwan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Kasir Al-Anbari, dari Salamah ibnu Ja’far, dari Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, bahwa Muhammad ﷺ telah melihat Tuhannya.
Aku (Ikrimah) bertanya,
"Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
‘Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan itu’ (QS. Al-An’am [6]: 103)?"
Maka Ibnu Abbas menjawab,
"Celaka kamu, hal itu manakala Allah menampilkan Zat-Nya berikut nur-Nya yang menghijabi-Nya.
Dan sesungguhnya dia telah melihat-Nya sebanyak dua kali."
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa riwayat ini hasan garib.

Imam Turmuzi mengatakan pula.
telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Mujalid, dari Asy-Sya’bi yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas menjumpai Ka’b di Arafah, lalu menanyakan kepadanya sesuatu masalah.
Maka Ka’b bertakbir sehingga suaranya menggema, dan Ibnu Abbas berkata,
"Kami adalah Bani Hasyim."
Ka’b menjawab,
"Sesungguhnya Allah telah membagi penglihatan dan Kalam-Nya di antara Muhammad dan Musa.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berbicara kepada Musa sebanyak dua kali dan Muhammad telah melihat-Nya sebanyak dua kali."

Masruq mengatakan bahwa ia menjumpai Aisyah r.a., lalu bertanya kepadanya,
"Apakah Muhammad telah melihat Tuhannya?"
Aisyah r.a. menjawab,
"Sesungguhnya engkau telah mengucapkan sesuatu yang membuat bulu kudukku berdiri karenanya.
Aku mengatakan kepadanya,
"Bagaimana dengan ayat ini,’ lalu aku membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
‘Sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang paling besar ‘ (QS. An-Najm [53]: 18)."
Siti Aisyah r.a. menjawab,
"Di manakah pengertianmu?
Sesungguhnya dia itu adalah Jibril, lalu siapakah yang memberitakan kepadamu bahwa Muhammad telah melihat Tuhannya, atau dia telah menyembunyikan sesuatu yang diperintahkan agar disampaikan atau mengetahui lima perkara yang disebutkan di dalam firman-Nya:
‘Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat’ (QS. Luqman [31]: 34).
Maka sesungguhnya dia telah berdusta besar terhadap Allah, tetapi sebenarnya Muhammad hanya melihat Jibril.
Dan beliau tidak melihatnya dalam rupa aslinya, melainkan hanya dua kali.
Sekali di Sidratil Muntaha dan yang lainnya di Ajyad.
Saat itu Jibril menampilkan rupa aslinya dengan enam ratus buah sayapnya hingga memenuhi cakrawala langit."

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnu Hisyam, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Qatadah, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan,
"Apakah kalian heran bila predikat khullah (kekasih Allah) bagi Ibrahim, dan kalam (diajak bicara) bagi Musa, dan ru-yah (melihat Allah) bagi Muhammad ﷺ"

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui Abu Zar yang telah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ,


"Apakah engkau melihat Tuhanmu?"
Maka beliau ﷺ menjawab:
Hanya nur (cahaya) yang kulihat, lalu mana mungkin aku dapat melihat-Nya.
Menurut riwayat lain, jawaban Rasulullah ﷺ adalah:
Aku (hanya) melihat cahaya.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah An Najm (53) ayat 10

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf telah bercerita kepada kami Abu Usamah telah bercerita kepada kami Zakariya’ bin Abu Za’idah dari Ibnu Al Asywa’ dari Asy Sya’biy dari Masruq berkata,
Aku bertanya kepada Aisyah radliallahu anhu bagaimana maksud tentang firman Allah Ta’ala QS An Najm ayat 8-10: Tsumma danaa fa tadallaa. Fa kaana qaaba qausaini aw adnaa. (Kemudian dia mendekat lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi) . Dia berkata,
Itulah Jibril as. yang pernah datang kepada Beliau shallallahu alaihi wasallam dalam rupa seorang laki-laki dan dalam kesempatan ini (seperti dimaksud ayat ini), Jibril as. datang dalam bentuk asli, yang raganya tersebut menutup ufuk langit.

Shahih Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan Makhluq – Nomor Hadits: 2996

Unsur Pokok Surah An Najm (النجم)

Surat An Najm terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al lkhlash.

Nama "An Najm" (Bintang), diambil dari perkataan "An Najm" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan "An Najm" (bintang) adalah karena bintang-bintang yang timbul dan tenggelam, amat besar manfaatnya bagi manusia sebagai pedoman bagi manusia dalam melakukan pelayaran di lautan, dalam perjalanan di padang pasir, untuk menentukan peredaran musim dan sebagainya.

Keimanan:

Alquran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan perantaraan Jibril `alaihis salam.
▪ Kebatilan penyembah berhala.
▪ Tak ada seseorangpun memberi syafa’at tanpa izin Allah.
▪ Tiap-tiap orang hanya memikul dosanya sendiri.

Hukum:

▪ Kewajiban menjauhi dosa-dosa besar.
▪ Kewajiban bersujud dan menyembah Allah saja.

Lain-lain:

Nabi Muhammad ﷺ melihat malaikat Jibril 2 kali dalam bentuk aslinya, yaitu sekali waktu menerima wahyu pertama, dan sekali lagi di Sidratul Muntaha.
▪ Anjuran supaya manusia jangan mengatakan dirinya suci karena Allah sendirilah yang mengetahui siapa yang takwa kepada-Nya.
▪ Orang-orang musyrik selalu memperolok-olokkan Alquran.

Audio Murottal

QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 62 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Najm (53) : 1-62 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 62

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Najm ayat 10 - Gambar 1 Surah An Najm ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 53:10
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Najm.

SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas.
Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 53
Nama Surah An Najm
Arab النجم
Arti Bintang
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 23
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 62
Jumlah kata 359
Jumlah huruf 1432
Surah sebelumnya Surah At-Tur
Surah selanjutnya Surah Al-Qamar
Sending
User Review
4.3 (13 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

53:10, 53 10, 53-10, Surah An Najm 10, Tafsir surat AnNajm 10, Quran An-Najm 10, Surah An Najm ayat 10

Video Surah

53:10


More Videos

Kandungan Surah An Najm

۞ QS. 53:5 • Pengajaran Jibril kepada Nabi tentang syariat

۞ QS. 53:6 • Sifat Jibril

۞ QS. 53:18 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:21 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:23 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 53:25 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 53:26 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Syafaat hanya milik Allah semata • Syafaat para nabi dan malaikat

۞ QS. 53:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 53:28 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:31 • Segala sesuatu milik Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 53:32 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wasi’ (Maha Luas) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 53:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 53:35 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 53:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:38 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 53:39 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 53:40 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 53:41 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 53:42 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 53:43 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:44 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 53:45 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:46 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 53:47 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 53:48 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 53:49 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:50 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:52 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:53 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:54 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 53:55 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 53:57 • Nama-nama hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 53:58 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 53:59 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:60 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:61 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 53:62 • Kewajiban hamba pada Allah

Ayat Pilihan

Jika kamu mempersekutukan (Tuhan),
niscaya akan hapuslah amalmu & tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
Karena itu,
maka hendaklah Allah saja kamu sembah & hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.
QS. Az-Zumar [39]: 65-66

Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan),
tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
QS. Al-Insyirah [94]: 6-8

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan & menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.
Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
QS. Luqman [31]: 6

Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan & menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran,
kefasikan,
dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
QS. Al-Hujurat [49]: 7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

+

Array

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

Ibnu Sina

Siapa itu Ibnu Sina? Ibnu Sina dikenal juga sebagai “Avicenna” di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia . Ia juga seorang penulis yang produktif yang seb...

Tahun Qomariyah

Apa itu Tahun Qomariyah? Kalender qomariyah menggunakan sistem perhitungan bulan , yang ditandai oleh bulan sabit , biasanya diterapkan dalam ajaran Islam sebagai penentuan waktu bagi kaum Muslimin, m...

faraid

Apa itu faraid? fa.ra.id ] pembagian harta pusaka; aturan pembagian harta pusaka … •