QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 91 [QS. 16:91]

وَ اَوۡفُوۡا بِعَہۡدِ اللّٰہِ اِذَا عٰہَدۡتُّمۡ وَ لَا تَنۡقُضُوا الۡاَیۡمَانَ بَعۡدَ تَوۡکِیۡدِہَا وَ قَدۡ جَعَلۡتُمُ اللّٰہَ عَلَیۡکُمۡ کَفِیۡلًا ؕ اِنَّ اللّٰہَ یَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُوۡنَ
Wa-a-ufuu bi’ahdillahi idzaa ‘aahadtum walaa tanqudhuul aimaana ba’da taukiidihaa waqad ja’altumullaha ‘alaikum kafiilaa innallaha ya’lamu maa taf’aluun(a);

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu).
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
―QS. 16:91
Topik ▪ Tugas rasul hanya menyampaikan
16:91, 16 91, 16-91, An Nahl 91, AnNahl 91, An-Nahl 91

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 91

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 91. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kaum Muslimin untuk menepati ikatan perjanjian mereka dengan Allah bilamana mereka sudah mengikat janji itu.
Menurut Ibnu Jarir ayat-ayat ini diturunkan dengan baiat (janji setia) kepada Nabi Muhammad ﷺ yang dilakukan oleh orang-orang yang baru masuk Islam.
Mereka diperintahkan untuk menepati janji setia yang telah mereka teguhkan dengan sumpah itu, dan mencegah mereka membatalkannya.
Jumlah kaum Muslimin yang sedikit janganlah mendorong mereka untuk membatalkan baiat itu setelah melihat jumlah kaum musyrikin yang besar.

Menurut ayat ini, semua ikatan perjanjian yang dibuat dengan kehendak sendiri, wajib dipenuhi baik perjanjian itu sesama kaum Muslimin ataupun terhadap orang di luar Islam.
Allah subhanahu wa ta’ala melarang melanggar sumpah yang diucapkan dengan mempergunakan nama Allah, karena di dalam sumpah demikian itu Allah telah ditempatkan sebagai saksi, maka Dia akan memberi pahala bagi mereka yang memenuhi apa yang diucapkannya dengan sumpah itu atau membalas dengan azab bagi mereka yang mengkhianati sumpah itu.
Sesungguhnya Allah mengetahui segala amal perbuatan manusia.
Dialah yang mengetahui segala perjanjian yang mereka ikat.
Segala ikrar yang mereka sumpahkan, dan mengetahui pula bagaimana mereka memenuhi janji dan sumpah itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tepatilah janji yang telah kalian buat atas nama diri kalian sendiri dengan mempersaksikan Allah untuk menepatinya selama tidak bertentangan dengan syariat.
Janganlah kalian merusak sumpah dengan melanggarnya setelah sumpah itu dikukuhkan dengan menyebut nama Allah dan keinginan kuat untuk melaksanakannya.
Sungguh kalian telah mengetahui bahwa Allah akan menjamin pelaksanaan janji dan sumpah tersebut.
Dia Mahaperiksa dan Maha Mengawasi diri kalian.
Peganglah janji dan sumpah kalian.
Allah Mahatahu apakah kalian benar-benar menepati janji atau mengingkarinya dan akan memberi balasan atas perbuatan kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tepatilah perjanjian dengan Allah) dalam masalah jual beli dan sumpah-sumpah serta masalah-masalah yang lain (apabila kalian berjanji dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya) artinya sesudah sumpah-sumpah itu kalian teguhkan (sedangkan kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi kalian) untuk memenuhinya, karena kalian telah bersumpah dengan memakai nama-Nya, jumlah ayat ini berkedudukan menjadi hal atau kalimat keterangan.

(Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat) ayat ini merupakan ancaman buat mereka yang membatalkan sumpahnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tetaplah menepati semua janji yang kalian wajibkan atas diri kalian antara kalian dengan Allah, atau antara kalian dengan manusia, dalam perkara yang tidak menyelisihi Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.
Janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah sesudah kalian meneguhkannya, padahal kalian telah menjadikan Allah sebagai penjamin atas kalian ketika kalian berjanji pada-Nya.
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian lakukan, dan Dia akan membalas kalian atas perbuatan tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Apa yang.disebutkan dalam ayat di atas mengandung perintah Allah, antara lain menepati janji, ikrar, serta memelihara sumpah yang telah dikukuhkan.
Untuk itulah Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

…dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya.

Tiada kontradiksi antara apa yang disebutkan oleh ayat ini dan apa yang disebutkan dalam firman-Nya:

Janganlah kalian jadikan (nama) Allah dalam sumpah kalian sebagai penghalang.
(Al Baqarah:224), hingga akhir ayat.

Yang demikian itu adalah kifarat sumpah-sumpah kalian bila kalian bersumpah (dan kalian langgar).
Dan jagalah sumpah kalian.
(Al Maidah:89)

Dengan kata lain, janganlah kalian meninggalkan sumpah tanpa membayar kifaratnya.
Tidak ada pertentangan pula dengan sabda Nabi ﷺ yang disebutkan di dalam kitab Sahihain, yaitu:

Sesungguhnya aku, demi Allah, jika Allah menghendaki, tidak sekali-kali aku bersumpah, lalu aku melihat bahwa ada hal yang lebih baik dari sumpahku itu, melainkan aku akan mengerjakan hal yang kupandang lebih baik, lalu aku bertahallul dari sumpahku.
Dalam riwayat lain disebutkan, lalu aku bayar kifarat sumpahku.

Pada garis besarnya tidak ada pertentangan di antara semua dalil di atas dengan ayat yang disebutkan dalam surat ini, yaitu firman-Nya:

…dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya.

Karena sesungguhnya yang dimaksud dengan istilah Al Aiman (sumpah-sumpah) ini termasuk ke dalam pengertian janji-janji dan ikatan-ikatan, bukan hanya sekadar sumpah-sumpah yang diutarakan untuk mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya.

Karena itulah Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah mengukuhkannya. Yakni sumpah, jelasnya sumpah pakta Jahiliah.

Pendapat ini didukung oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:

telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad (ibnu Abu Syaibah), telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir dan Abu Usamah, dari Zakaria (yakni Ibnu Abu Zaidah), dari Sa’d ibnu Ibrahim, dari ayahnya, dari Jubair ibnu Mut’im yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tiada sumpah sepakta dalam Islam, dan sumpah sepakta mana pun yang terjadi di zaman Jahiliah, maka sesungguhnya Islam tidak menambahkan kepadanya melainkan menambah kekukuhannya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Ibnu Abu Syaibah dengan sanad yang sama.

Makna hadis menunjukkan bahwa dengan keberadaan agama Islam tidak diperlukan lagi adanya sumpah pakta yang biasa dilakukan di masa Jahiliah, karena sesungguhnya dengan berpegang kepada agama Islam sudah merupakan kecukupan untuk tujuan itu tanpa memerlukan lagi apa yang dahulu biasa mereka lakukan (di masa Jahiliah).

Adapun apa yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Asim Al-Ahwal, dari Anas r.a., yang mengatakan:

Rasulullah ﷺ pernah mengikat sumpah pakta di antara kaum Muhajirin dan kaum Ansar di kampung halaman kami.

Makna yang dimaksud dari hadis ini ialah, Rasulullah ﷺ memper­saudarakan di antara sesama mereka menjadi saudara-saudara angkat.
Dahulu setelah adanya pakta ini mereka saling mewaris di antara sesamanya, hingga Allah menghapusnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Imarah Al-Asadi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Abu Laila, dari Buraidah sehubungan dengan makna firman-Nya

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji.Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan berbaiat (menyatakan janji setia) kepada Nabi ﷺ Tersebutlah bahwa orang yang masuk Islam berbaiat kepada Nabi ﷺ untuk menolong Islam.
Lalu turunlah firman-Nya:

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji.
Yakni janji setia yang kalian baiatkan untuk menolong Islam ini.
dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya.
(An Nahl:91) Artinya, janganlah sekali-kali kenyataan minoritas pengikut Nabi Muhammad dan mayoritas kaum musyrik mendorong kalian membatalkan baiat yang telah kalian ikrarkan untuk membela Islam.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Sakhr ibnu Juwairiyah, dari Nafi’ yang mengatakan bahwa tatkala orang-orang (kaum muslim) memecat Yazid ibnu Mu’awiyah, Ibnu Umar mengumpulkan semua anaknya dan keluarganya, kemudian ia membaca syahadat, lalu berkata, “Amma ba’du, sesungguhnya kita telah membaiat lelaki ini (yakni Yazid) dengan baiat Allah dan Rasul-Nya, dan sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Sesungguhnya bagi seorang pengkhianat itu akan dipancangkan untuknya sebuah panji nanti di hari kiamat, lalu dikatakan bahwa panji ini adalah panji pengkhianatan si Fulan.
Dan sesungguhnya pengkhianatan yang paling besar —terkecuali terhadap perbuatan mempersekutukan Allah— ialah bila seseorang lelaki membaiat lelaki yang lain dengan baiat Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia mengkhianati baiatnya (janji setianya).’ Maka janganlah sekali-kali ada seseorang di antara kalian mencabut kembali baiatnya, dan janganlah sekali-kali seseorang di antara kalian menyimpang dalam urusan ini, maka hal itu akan menjadi pemisah antara aku dan dia.”

Sebagian dari hadis ini yang berpredikat marfu’, ada di dalam kitab Sahihain.

Imam Ahmad mengatakan telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, dari Abdur Rahman ibnu Abis, dari ayahnya, dari Huzaifah yang mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa mensyaratkan bagi saudaranya suatu syarat dengan niat tidak akan memenuhi syarat itu kepada saudaranya, maka keadaannya sama dengan orang yang menjerumuskan orang yang dilindunginya ke dalam keadaan tanpa perlindungan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat.

Ayat ini mengandung makna ancaman dan peringatan terhadap orang yang membatalkan sumpahnya sesudah mengukuhkannya.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nahl (16) Ayat 91

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Buraidah bahwa ayat ini (an-Nahl: 91) turun sebagai perintah untuk mematuhi baiat pada Nabi ﷺ (masuk Islam).

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 91 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 91 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 91 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:91
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.9
Ratingmu: 4.9 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ an nahl ayat 90 - 92 ▪ penjelasan q s annahal ayat 91 ▪ Qs 16 91

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta