Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 89 [QS. 16:89]

وَ یَوۡمَ نَبۡعَثُ فِیۡ کُلِّ اُمَّۃٍ شَہِیۡدًا عَلَیۡہِمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِہِمۡ وَ جِئۡنَا بِکَ شَہِیۡدًا عَلٰی ہٰۤؤُلَآءِ ؕ وَ نَزَّلۡنَا عَلَیۡکَ الۡکِتٰبَ تِبۡیَانًا لِّکُلِّ شَیۡءٍ وَّ ہُدًی وَّ رَحۡمَۃً وَّ بُشۡرٰی لِلۡمُسۡلِمِیۡنَ
Wayauma nab’atsu fii kulli ummatin syahiidan ‘alaihim min anfusihim waji-anaa bika syahiidan ‘ala ha’ulaa-i wanazzalnaa ‘alaikal kitaaba tibyaanan likulli syai-in wahudan warahmatan wabusyra lilmuslimiin(a);
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka.
Dan Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).
―QS. An Nahl [16]: 89

And (mention) the Day when We will resurrect among every nation a witness over them from themselves.
And We will bring you, (O Muhammad), as a witness over your nation.
And We have sent down to you the Book as clarification for all things and as guidance and mercy and good tidings for the Muslims.
― Chapter 16. Surah An Nahl [verse 89]

وَيَوْمَ dan dihari

And the Day
نَبْعَثُ Kami membangkitkan

We will resurrect
فِى pada

among
كُلِّ tiap-tiap

every
أُمَّةٍ umat

nation
شَهِيدًا seorang saksi

a witness
عَلَيْهِم atas mereka

over them
مِّنْ dari

from
أَنفُسِهِمْ diri mereka

themselves.
وَجِئْنَا dan Kami datangkan

And We (will) bring
بِكَ dengan kamu

you
شَهِيدًا menjadi saksi

(as) a witness
عَلَىٰ atas

over
هَٰٓؤُلَآءِ mereka itu

these.
وَنَزَّلْنَا dan Kami turunkan

And We sent down
عَلَيْكَ atasmu

to you
ٱلْكِتَٰبَ Kitab

the Book
تِبْيَٰنًا penjelasan

(as) a clarification
لِّكُلِّ bagi tiap-tiap

of every
شَىْءٍ sesuatu

thing
وَهُدًى dan petunjuk

and a guidance
وَرَحْمَةً dan rahmat

and mercy
وَبُشْرَىٰ dan kabar gembira

and glad tidings
لِلْمُسْلِمِينَ bagi orang-orang yang berserah diri

for the Muslims.

Tafsir

Alquran

Surah An Nahl
16:89

Tafsir QS. An Nahl (16) : 89. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan kembali apa yang akan terjadi pada hari kiamat atas setiap umat, yakni kehadiran seorang nabi dari kalangan mereka sendiri, yang akan menjadi saksi atas perbuatan mereka.


Nabi Muhammad ﷺ menjadi saksi pula atas umatnya.

Pada hari akhir itu, dia menjelaskan sikap kaumnya terhadap risalah yang dibawanya, apakah mereka beriman dan taat kepada seruannya, ataukah mereka melawan dan mendustakannya.
Para nabi itulah yang paling patut untuk menjawab segala alasan dari kaumnya.


Ketika memberikan kesaksian, para rasul tentu berdasarkan penghayatan mereka sendiri atau dari keterangan Allah ﷻ sebab mereka tidak lagi mengetahui apa yang terjadi atas umatnya sesudah mereka wafat.


Rasulullah mencucurkan air mata sewaktu sahabatnya, ‘Abdullah bin Mas’ud, membaca ayat yang serupa maknanya dengan ayat di atas:

فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًا

Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.
(an-Nisa’ [4]: 41)


‘Abdullah bin Mas’ud berhenti membaca ketika sampai ayat ini, karena Rasul ﷺ berkata kepadanya,
"Cukup."
‘Abdullah bin Mas’ud kemudian menoleh kepada Rasul ﷺ, dan melihatnya mencucurkan air mata.


Menjadi saksi pada hari kiamat adalah kedudukan yang mulia, tetapi berat.
Rasul ﷺ akan menjelaskan kepada Allah pada hari kiamat keadaan umatnya sampai sejauh mana mereka mengamalkan petunjuk Alquran yang diwahyukan kepadanya.

Pada hari itu, tak ada alasan lagi bagi umat untuk tidak mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia, sebab Alquran telah menjelaskan kepada mereka segala sesuatu, yang baik ataupun yang buruk, yang halal dan yang haram, serta yang benar dan yang salah.
Alquran memberikan pedoman bagi manusia jalan mana yang lurus dan yang sesat, serta arah mana yang membawa bahagia dan mana yang membawa kesengsaraan.


Barang siapa membenarkan Alquran dan mengamalkan segala petunjuk yang terdapat di dalamnya, tentulah ia memperoleh rahmat dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Alquran memberi kabar yang menyenangkan kepada orang yang taat dan bertobat kepada Allah dengan pahala yang besar di akhirat dan kemuliaan yang tinggi bagi mereka.


Rasul ﷺ yang diberi tugas untuk menyampaikan Alquran, kelak akan dimintai pertanggungjawaban tentang tugas dan kewajibannya itu pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah:

فَلَنَسْـَٔلَنَّ الَّذِيْنَ اُرْسِلَ اِلَيْهِمْ وَلَنَسْـَٔلَنَّ الْمُرْسَلِيْنَ

Maka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasulrasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul. (al-A’raf [7]: 6)


Di antara tugas Rasulullah adalah menjelaskan Alquran kepada manusia tentang masalah-masalah agama karena ayat-ayat Alquran ada yang terperinci dan ada pula yang umum isinya.
Rasulullah menjelaskan ayat-ayat Allah yang masih bersifat umum itu.
Firman Allah ﷻ:

بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitabkitab.
Dan Kami turunkan Ad-Zikr (Alquran) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.
(an-Nahl [16]: 44)


Selain menjelaskan ayat-ayat yang masih bersifat umum, Rasulullah menetapkan pula petunjuk-petunjuk dan hukumhukum yang bertalian dengan urusan agama dan akhlak.

Tafsir QS. An Nahl (16) : 89. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Nabi, ingatkanlah orang-orang kafir akan apa yang bakal terjadi saat Kami menghadirkan seorang saksi dari masing-masing umat, yaitu nabi yang berasal dari kalangan mereka sendiri.
Setiap nabi akan memberi persaksian dan akan mematahkan alasan mereka.


Pada saat itu Kami akan menghadirkan kamu, wahai Muhammad, sebagai saksi bagi orang-orang yang mendustakan drimu.
Maka hendaknya orang-orang kafir itu merenungkannya mulai saat ini.


Kami telah menurunkan Alquran yang berisi penjelasan segala kebenaran.
Di dalamnya terdapat petunjuk, rahmat dan berita suka cita tentang kesenangan hidup akhirat bagi orang-orang yang tunduk dan beriman pada Alquran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami bangkitkan pada hari kiamat pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka, yaitu Rasul yang Allah utus kepada mereka dari diri mereka sendiri dengan bahasa mereka.
Dan Kami datangkan kamu, wahai Rasul, sebagai saksi atas umatmu.


Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu untuk menjelaskan segala urusan yang membutuhkan penjelasan, seperti hukum halal dan haram, pahala dan siksa, dan selainnya.
Juga, agar ia menjadi petunjuk dari kesesatan, rahmat bagi orang-orang yang membenarkan dan mengamalkannya, serta kabar gembira yang baik bagi orang-orang mukmin berupa tempat kembali mereka yang baik.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan) ingatlah


(akan hari ketika Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri) yakni nabi mereka sendiri


(dan Kami datangkan kamu) hai Muhammad


(menjadi saksi atas mereka) bagi kaummu.


(Dan Kami turunkan kepadamu Alkitab) yakni Alquran


(untuk menjelaskan) untuk menerangkan


(segala sesuatu) yang diperlukan oleh umat manusia menyangkut masalah syariat


(dan petunjuk) supaya jangan tersesat


(serta rahmat dan kabar gembira) memperoleh surga


(bagi orang-orang yang beriman) bagi orang-orang yang mentauhidkan Allah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman kepada hamba dan rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ:

Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas mereka.

Yakni atas umatmu.


Maksudnya, ingatlah kamu akan hari itu dan kengerian yang ada padanya serta kemuliaan yang besar dan kedudukan yang tinggi yang diberikan oleh Allah kepadamu pada hari itu.


Ayat ini mempunyai makna yang mirip dengan ayat yang sahabat Abdullah ibnu Mas’ud meng­hentikan bacaannya pada ayat tersebut.
Ayat yang dimaksud adalah ayat surat An-Nisa, yaitu firman-Nya:

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu.
(QS. An-Nisa’ [4]: 41)

Ketika bacaan sahabat Ibnu Mas’ud sampai pada ayat ini, Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya,
"Cukup,"
yakni hentikan bacaanmu.
Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa lalu ia berpaling melihat Rasulullah ﷺ, tiba-tiba ia melihat kedua mata Rasulullah ﷺ mencucurkan air matanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al Qur’an) untuk men­jelaskan segala sesuatu.

Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa telah dijelaskan kepada kita di dalam Alquran ini semua ilmu dan segala sesuatu.


Menurut Mujahid, telah dijelaskan di dalam Alquran semua perkara halal dan haram.


Pendapat Ibnu Mas’ud lebih umum dan lebih mencakup, karena sesungguhnya Alquran itu mencakup semua ilmu yang bermanfaat, menyangkut berita yang terdahulu dan pengetahuan tentang masa mendatang.
Disebutkan pula semua perkara halal dan haram, serta segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia dalam urusan dunia, agama, penghidupan, dan akhiratnya.

…dan sebagai petunjuk.

buat manusia yang berhati.

…serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Al-Auza’i mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al Qur’an) untuk men­jelaskan segala sesuatu.
(QS. Al-Hijr [15]: 89)
Yang dimaksud dengan menjelaskan dalam ayat ini ialah menjelaskan Alquran dengan Sunnah.


Segi kaitan yang terdapat antara firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab.
(QS. Al-Hijr [15]: 89)
dengan firman-Nya yang mengatakan:
dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas mereka.
(QS. Al-Hijr [15]: 89)
Dimaksudkan —hanya Allah Yang Lebih Mengetahui— bahwa Tuhan yang mewajibkan atas kamu untuk menyampaikan Alquran yang diturunkan kepadamu, kelak Dia akan menanyakan hal tersebut pada hari kiamat.

Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasulrasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasulrasul (Kami).
(QS. Al-A’raf [7]: 6)

Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
(QS. Al-Hijr [15]: 92-93)

(Ingatlah) hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka),
"Apa jawaban kaum kalian terhadap (seruan) kalian?"
Para rasul menjawab,
"Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu), sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib."
(QS. Al-Ma’idah [5]: 109)

Adapun Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukumhukum) Alquran benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali.
(QS. Al-Qashash [28]: 85)

Maksudnya, sesungguhnya Tuhan yang telah mewajibkan atas kamu untuk menyampaikan Alquran benar-benar akan mengembalikan kamu kepada-Nya.
Dia akan mengembalikan kamu pada hari kiamat dan akan menanyai kamu tentang penyampaian apa yang telah diwajibkan atas dirimu.
Demikianlah menurut salah satu pendapat yang ada, dan pendapat ini menyampaikan alasan yang cukup baik.

Unsur Pokok Surah An Nahl (النحل)

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitabkitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni’am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Kepastian adanya hari kiamat.
▪ Ke-Esaan Allah.
▪ Kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya.
▪ Pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

▪ Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan.
▪ Kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti marjan dan mutiara.
▪ Dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa.
▪ Kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan.
▪ Kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah.
▪ Larangan membuat buat hukum yang tak ada dasarnya.
▪ Perintah membaca isti’aadzah (a’uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).
▪ Larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Asal kejadian manusia.
▪ Madu adalah untuk kesehatan manusia.
▪ Nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat.
▪ Pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan.
▪ Ajaran moral di dalam Islam.
▪ Pedoman dakwah dalam Islam.

Audio

QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 128 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 128

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nahl ayat 89 - Gambar 1 Surah An Nahl ayat 89 - Gambar 2
Statistik QS. 16:89
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, “Lebah”) adalah surah ke-16 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya : “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”.
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra’ ayat 82).
Surah ini dinamakan pula “An-Ni’am” artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni’am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra’
Sending
User Review
4.7 (9 votes)
Tags:

16:89, 16 89, 16-89, Surah An Nahl 89, Tafsir surat AnNahl 89, Quran An-Nahl 89, Surah An Nahl ayat 89

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 78 [QS. 21:78]

78. Dan perhatikan kisah Dawud dan Sulaiman, dua orang nabi dan rasul yang juga raja di Palestina, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai kasus sebuah ladang milik seorang petani yang diajukan … 21:78, 21 78, 21-78, Surah Al Anbiyaa 78, Tafsir surat AlAnbiyaa 78, Quran Al-Anbya 78, Al Anbiya 78, Alanbiya 78, Al-Anbiya’ 78, Surah Al Anbiya ayat 78

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 217 [QS. 26:217]

217. Dan setelah engkau lakukan tugasmu berdakwah kepada mereka, bertawakallah, pasrahkanlah semua urusanmu hanya kepada Allah Yang Mahaperkasa, Mahakuat yang mampu menyiksa siapa pun yang berani mena … 26:217, 26 217, 26-217, Surah Asy Syu’araa 217, Tafsir surat AsySyuaraa 217, Quran Asy Syuara 217, Asy Syu’ara 217, Asy-Syu’ara 217, Surah Asy Syuara ayat 217

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

+

Array

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #1

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah … Al Hadid ayat 3 Taha ayat

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan…..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. kasih sayang Allah SWT penghormatan Allah SWT ujian Allah SWT

Pendidikan Agama Islam #22

Takdir yang bisa diubah dinamakan … muallaf mabrur muttafaqoh muallaq mubram Benar! Kurang tepat! Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh

Instagram