QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 79 [QS. 16:79]

اَلَمۡ یَرَوۡا اِلَی الطَّیۡرِ مُسَخَّرٰتٍ فِیۡ جَوِّ السَّمَآءِ ؕ مَا یُمۡسِکُہُنَّ اِلَّا اللّٰہُ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ یُّؤۡمِنُوۡنَ
Alam yarau ilath-thairi musakh-kharaatin fii jau-wissamaa-i maa yumsikuhunna ilaallahu inna fii dzalika li-aayaatin liqaumin yu’minuun(a);

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas.
Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.
―QS. 16:79
Topik ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
16:79, 16 79, 16-79, An Nahl 79, AnNahl 79, An-Nahl 79

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 79

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 79. Oleh Kementrian Agama RI

Suatu keajaiban lainnya yang disaksikan sehari hari oleh manusia, dikemukakan Allah dalam ayat ini, untuk menunjukkan kekuasaan-Nya.
Keindahan pemandangan sewaktu burung-burung beterbangan di udara, melayang-layang, kadang-kadang seperti terapung-apung dipermainkan angin adalah pemandangan yang sangat mengesankan ke dalam jiwa orang-orang beriman tentang kebesaran dan keagungan Tuhan.

Hati orang beriman seperti hati penyair.
Dia selalu terpesona terhadap keindahan makhluk dan kejadiannya.
Keindahan itu menggetarkan perasaan dan menyentuh hati nuraninya.
Seorang mukmin itu mengungkapkan perasaannya terhadap keindahan alam ini dengan iman, ibadah dan mengucapkan tasbih kepada Tuhan.
Jika seorang mukmin itu mempunyai bakat pengarang/penyair maka dia akan mengungkapkan perasaannya dengan bahasa atau gubahan kata-kata yang indah tentang keindahan dan kebesaran alam dan khaliknya, dan tidak dapat diungkapkan oleh seorang penyair yang hatinya tidak pernah disentuh oleh kelezatan iman.
Orang yang beriman melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Tuhan dikemudahan burung terbang di udara itu.

Allah menahan burung-burung itu sehingga tidak jatuh ke bumi dengan menetapkan hukum alam pada kejadian burung dan alam sekitarnya.
Allah menetapkan kejadian burung ringan dan mampu terbang sehingga dia dapat melepaskan berat badannya dari daya tarik bumi.
Allah pun juga menetapkan keadaan hawa dan udara yang sesuai dengan burung itu.
Bulu burung yang tebal menyebabkan daya tarik bumi kepadanya lemah dan angin yang berhembus di udara memudahkan burung itu terbang melayang-layang.
Maha Besar Allah lagi Maha Bijaksana.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah orang-orang musyrik itu tidak memperhatikan bagaimana burung ditundukkan sehingga bisa melayang, terbang tinggi hingga ke langit?
Allah telah membekali burung dengan sayap yang lebih besar dari ukuran badan dan bisa mengembang dan melipat.
Dia juga menundukkan angin untuknya.
Tidak ada yang mengendalikan burung itu dengan hukum yang begitu sempurna selain Allah.
Sesungguhnya dengan mencermati dan merenungkan hikmah Allah yang ada pada ciptaan-Nya akan didapat bukti nyata yang bermanfaat bagi orang-orang yang siap untuk beriman(1).
(1) Ada beberapa faktor yang menjadikan burung mampu terbang dengan mudah, antara lain tipikal bentuk tubuh burung yang ramping, sayap yang lebar dan dilengkapi dengan bulu-bulu serta tulang-tulang berongga.
Ditambah lagi dengan kantong-kantong udara yang disimpan dalam perut, menggantung pada paru-paru.
Kantong-kantong udara itu akan terisi udara secara otomatis pada saat burung mulai terbang, sehingga dengan demikian berat badan burung akan berkurang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan) terbang (di angkasa bebas) di udara antara langit dan bumi.

(Tidak ada yang menahannya) sewaktu ia melipat sayap atau mengembangkannya sehingga ia tidak jatuh ke bawah (selain daripada Allah) yakni dengan kekuasaan-Nya.

(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman) yaitu penciptaan burung itu sehingga dapat terbang dan penciptaan udara sehingga dapat memungkinkan bagi burung untuk terbang mengarunginya dan menahan burung untuk tidak jatuh ke tanah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang musyrik tidak memperhatikan burung-burung yang dimudahkan untuk terbang di udara antara langit dan bumi dengan perintah Allah??
Tidak ada yang menahannya agar tidak jatuh selain Dia, dengan sayap dan ekor yang diciptakan-Nya untuknya.
Sesungguhnya dalam memudahkan terbang dan menahan dari kejatuhan tersebut benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman, karena mereka melihat tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
mengingatkan hamba-hamba-Nya agar melihat burung yang telah ditundukkan berada di antara langit dan bumi.
Bagaimana Allah menjadikannya dapat terbang dengan kedua sayapnya di antara langit dan bumi, mengudara di angkasa.
Tiada yang menahannya di udara kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.
yang dengan kekuasaan-Nya Dia membekali burung-burung itu dengan kekuatan yang dapat membuatnya berbuat demikian, dan Allah menundukkan udara untuk dapat membawanya terbang di udara.
Hal ini diungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
melalui firman-Nya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka?
Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah.
Sesungguhnya Dia Mahamelihat segala sesuatu.
(Al Mulk:19)

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.


Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 79

JAWW
جَوّ

Arti lafaz jaww ialah udara atau ruang yang ada diantara langit dan bumi. Lafaz jaww ini hanya disebut sekali saja di dalam Al­ Quran yaitu dalam surah An Nahl (16), ayat 79. Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan kekuasaan Allah yang sempurna dan juga nikmat-nikmatnya yang diberikan kepada manusia. Dengan me­mahami perkara itu pasti manusia mau ber­iman dan bersyukur kepada Allah.

Dalam surah An Nahl (16), ayat 79 ini di­ terangkan ruang udara (jawwis samaa i) menjadi tempat terbangnya burung-burung. Ini adalah tanda kekuasaan Allah yang sempurna karena biasanya benda-benda bumi yang dilempar ke udara akan jatuh kembali ke bumi, namun tidak terjadi kepada burung-burung. Meskipun tanpa pengikat diatasnya dan tanpa penahan dibawahnya burung-burung dapat berada di udara, terbang bebas ini karena burung-burung itu diilhamkan oleh Allah membuka dan menutup kedua sayapnya sehingga ia dapat bertahan pada hembusan angin dan tidak jatuh ke bumi. Ini mestinya menjadi pelajaran bagi manusia, Allah adalah Maha Kuasa di atas segala kuasa yang ada.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:152

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 79 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 79 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 79 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.9
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/16-79







Pembahasan ▪ TAFSIR SURAH AN NAHL AYAT 79

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta