Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 43 [QS. 16:43]

وَ مَاۤ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِکَ اِلَّا رِجَالًا نُّوۡحِیۡۤ اِلَیۡہِمۡ فَسۡـَٔلُوۡۤا اَہۡلَ الذِّکۡرِ اِنۡ کُنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Wamaa arsalnaa min qablika ilaa rijaaalan nuuhii ilaihim faasaluu ahladz-dzikri in kuntum laa ta’lamuun(a);
Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka;
maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
―QS. An Nahl [16]: 43

Daftar isi

And We sent not before you except men to whom We revealed (Our message).
So ask the people of the message if you do not know.
― Chapter 16. Surah An Nahl [verse 43]

وَمَآ dan tidak
And not
أَرْسَلْنَا Kami mengutus
We sent
مِن dari
before you *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلِكَ sebelum kamu
before you *[meaning includes next or prev. word]
إِلَّا kecuali/melainkan
except
رِجَالًا orang laki-laki
men,
نُّوحِىٓ Kami beri wahyu
We revealed
إِلَيْهِمْ kepada mereka
to them,
فَسْـَٔلُوٓا۟ maka tanyakanlah
so ask
أَهْلَ ahli/mempunyai pengetahuan
(the) people
ٱلذِّكْرِ dzikir
(of) the Reminder
إِن jika
if
كُنتُمْ kalian adalah
you
لَا tidak
(do) not
تَعْلَمُونَ (kalian) mengetahui
know.

Tafsir Al-Quran

Surah An Nahl
16:43

Tafsir QS. An Nahl (16) : 43. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menyatakan bahwa Dia tidak mengutus seorang rasul pun sebelum Nabi Muhammad kecuali manusia yang diberi-Nya wahyu.
Ayat ini menggambarkan bahwa rasul-rasul yang diutus itu hanyalah laki-laki dari keturunan Adam `alaihis salam sampai Nabi Muhammad ﷺ yang bertugas mem-bimbing umatnya agar mereka beragama tauhid dan mengikuti bimbingan wahyu.

Oleh karena itu, yang pantas diutus untuk melakukan tugas itu adalah rasul-rasul dari jenis mereka dan berbahasa mereka.
Pada waktu Nabi Muhammad ﷺ diutus, orang-orang Arab menyangkal bahwa Allah tidak mungkin mengutus utusan yang berjenis manusia seperti mereka.

Mereka menginginkan agar yang diutus itu haruslah seorang malaikat, seperti firman Allah ﷻ:

وَقَالُوْا مَالِ هٰذَا الرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِيْ فِى الْاَسْوَاقِ لَوْلَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهٗ نَذِيْرًا

Dan mereka berkata,
"Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?
Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia."
(al-Furqan [25]: 7)


Dan firman-Nya:

اَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا اَنْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى رَجُلٍ مِّنْهُمْ اَنْ اَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ قَالَ الْكٰفِرُوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ مُّبِيْنٌ

Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka,
"Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan.
"
Orang-orang kafir berkata,
"Orang ini (Muhammad) benar-benar penyihir."
(Yunus [10]: 2)


Mengenai penolakan orang-orang Arab terhadap kerasulan Muhammad karena ia seorang manusia biasa, dapat dibaca dari sebuah riwayat adh-ahhak yang disandarkan kepada Ibnu ‘Abbas bahwa setelah Muhammad ﷺ diangkat menjadi utusan, orang Arab yang mengingkari kenabiannya berkata,
"Allah lebih Agung bila rasul-Nya itu bukan manusia.
"
Kemudian turun ayat-ayat Surah Yunus di atas.


Dalam ayat ini, Allah ﷻ meminta orang-orang musyrik agar bertanya kepada orang-orang Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, apakah di dalam kitab-kitab mereka terdapat keterangan bahwa Allah pernah mengutus malaikat kepada mereka.

Kalau memang disebutkan di dalam kitab mereka bahwa Allah pernah menurunkan malaikat sebagai utusan Allah, mereka boleh mengingkari kerasulan Muhammad.
Akan tetapi, apabila disebutkan di dalam kitab mereka bahwa Allah hanya mengirim utusan kepada mereka seorang manusia yang sejenis dengan mereka, maka sikap mereka meng-ingkari kerasulan Muhammad ﷺ itu tidak benar.

Tafsir QS. An Nahl (16) : 43. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, Kami tidak mengutus para rasul sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu kecuali orang-orang lelaki yang telah Kami beri wahyu sesuai dengan kehendak Kami.
Kami tidak pernah mengutus malaikat sebagaimana yang dikehendaki oleh kaummu yang kafir.


Jika kalian, hai orang-orang kafir, tidak mengetahui itu, maka bertanyalah kepada orang-orang berilmu yang mengetahui kitab-kitab samawi.
Kalian akan tahu bahwa semua rasul Allah itu manusia, bukan malaikat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kami tidak mengutus pada umat-umat sebelummu, wahai Rasul, kecuali Rasul dari kalangan laki-laki, bukan dari kalangan malaikat, yang Kami berikan wahyu kepada mereka.
Jika kalian, wahai orang-orang musyrik Quraisy, tidak percaya akan hal itu, maka bertanyalah kepada Ahlul Kitab sebelumnya supaya mereka menyampaikan kepada kalian bahwa para Nabi itu semuanya manusia, jika kalian tidak mengetahui bahwa mereka itu manusia.


Ayat ini berlaku umum dalam semua persoalan agama.
Jika seseorang tidak memiliki pengetahuan tentangnya, maka hendaklah ia bertanya kepada orang yang mengetahuinya, yaitu ulama yang mendalam ilmunya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka) bukannya para malaikat


(maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan) yakni para ulama yang ahli dalam kitab Taurat dan kitab Injil


(jika kalian tidak mengetahui) hal tersebut, mereka pasti mengetahuinya karena kepercayaan kalian kepada mereka lebih dekat daripada kepercayaan kalian terhadap Nabi Muhammad ﷺ

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ad-Dahhak mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa setelah Allah mengutus Nabi Muhammad menjadi seorang rasul, orang-orang Arab menging­karinya, atau sebagian dari mereka ingkar akan hal ini.
Mereka mengatakan bahwa Mahabesar Allah dari menjadikan utusan-Nya seorang manusia.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:
Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami me­wahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka,
"Berilah peringatan kepada manusia."
(QS. Yunus [10]: 2), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

Maksudnya, bertanyalah kamu kepada ahli kitab yang terdahulu, apakah rasul yang diutus kepada mereka itu manusia ataukah malaikat?
Jika rasul-rasul yang diutus kepada mereka adalah malaikat, maka kalian boleh mengingkarinya.
Jika ternyata para rasul itu adalah manusia, maka janganlah kalian mengingkari bila Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang rasul.

Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman:

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang lelaki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri.
(QS. Yusuf [12]: 109)

Mereka bukanlah berasal dari penduduk langit seperti yang kalian duga.


Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan ahluz zikr dalam ayat ini ialah ahli kitab.
Pendapat yang sama dikatakan pula oleh Mujahid dan Al-A’masy.

Menurut Abdur Rahman ibnu Zaid, yang dimaksud dengan az-zikr ialah Alquran.
Ia mengatakan demikian dengan berdalilkan firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
(QS. Al-Hijr [15]: 9)

Pendapat ini memang benar, tetapi bukan makna tersebut yang dimaksud dalam ayat ini, mengingat orang yang menentang tidak dapat dijadikan sebagai rujukan untuk membuktikannya sesudah ia sendiri menging­karinya.

Hal yang sama dikatakan oleh Abu Ja’far Al-Baqir, bahwa kami adalah ahli zikir.


Maksud ucapannya ialah bahwa umat ini adalah ahluz zikir memang benar, mengingat umat ini lebih berpengetahuan daripada umat-umat terdahulu.
Lagi pula ulama yang terdiri atas kalangan ahli bait Rasulullah ﷺ adalah sebaik-baik ulama bila mereka tetap pada sunnah yang lurus, seperti Ali ibnu Abu Talib, Ibnu Abbas, kedua anak Ali (Hasan dan Husain), Muhammad ibnul Hanafiyah, Ali ibnul Husain Zainal Abidin, dan Ali ibnu Abdullah ibnu Abbas, dan Abu Ja’far Al-Baqir yang nama aslinya ialah Muhammad ibnu Ali ibnul Husain, sedangkan Ja’far adalah nama putranya.
Begitu pula ulama lainnya yang semisal dan serupa dengan mereka dari kalangan ulama-ulama yang berpegang kepada tali Allah yang kuat dan jalan-Nya yang lurus.
Dia mengetahui hak tiap orang serta menempatkan kedudukan masing-masing sesuai dengan apa yang telah diberikan kepadanya oleh Allah dan Rasul­Nya, dan telah disepakati oleh hati hamba-hamba-Nya yang beriman.

Kesimpulan dari makna ayat ini ialah bahwa para rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia, sebagaimana Nabi Muhammad sendiri juga seorang manusia, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah,
"Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"
Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka,
"Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?"
(QS. Al Israa [17]: 93-94)

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.
(QS. Al-Furqaan [25]: 20)

Dan tidaklah Kami menjadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 8)

Katakanlah,
"Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul."
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 9)

Katakanlah,
"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku."
(QS. Al-Kahfi [18]: 110)

Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 43

AHLADZ DZIKR
أَهْلَ ٱلذِّكْر

Lafaz ini mengandung dua kata yaitu ahl dan adz-dzikr.
Ahl
bermakna keluarga dan kerabat, jamaknya ialah ahlun, ahal, ahal, ahlat.

Apabila lafaz ahl disandarkan kepada ar rajul bermaksud isterinya.

Apabila disandarkan kepada ad dar, maknanya ialah penghuni.

Apabila disandarkan kepada al amr, maknanya para penguasa.

Apabila disandarkan pula kepada al madzhab artinya adalah penganutnya.

Ahl juga bermakna orang yang mahir atau mempunyai pengetahuan yang mendalam dalam suatu bidang atau pakar dalam bidang berkenaan.

Apabila disandarkan kepada as sunnah, maksudnya umat Islam yang mengikuti ajaran hadis Nabi Muhammad.

Sedangkan adz dzikr adalah lawan dari lafaz an nisyan yang bermakna lupa.

Ia juga bermakna kemasyhuran dan pujian, kehormatan dan kemuliaan.
Contohnya dalam ayat Allah, wal qur’aani dzi dzikr artinya "Demi Al Qur’an yang mempunyai kemuliaan."

Adz-dzikr juga bermakna shalat dan doa karena Allah.
Adz dzikr dari ar-rajul maksudnya pemuda yang gagah berani.
Apabila ia dikaitkan dengan al mayyit atau dzikr al mayyit berarti namanya tetap menjadi sebutan manusia setelah kematiannya.
Adz dzikr dari perkataan (minal-qawl) maksudnya perkataan yang berisi dan padat.
Apabila dikaitkan dengan hujan atau dzikral matar artinya hujan lebat.

Ungkapan ahladz dzikr disebut dua kali dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
An Nahl (16), ayat 43;
• Al Anbiyaa (21), ayat 7.
An Nasafi berpendapat, makna ahladz dzikr dalam surah An Nahl ialah Ahli Kitab, yaitu orang Yahudi dan Nasrani dan ulama-ulamanya.
Kata ini disebut dalam ayat ini untuk mengingatkan orang Arab, Allah tidak mengutus kepada umat-umat terdahulu kecuali dalam kalangan manusia juga.

Al Fayruz Abadi menukilkan tafsiran dari Ibnu Abbas tentang ahladz dzikr dalam ayat itu bermaksud ahli Injil dan Taurat.

Al Khazin menafsirkan ayat itu dengan "mereka yang berbangsa Arab diperintahkan bertanya kepada Ahli Kitab, karena orang kafir Makkah berkeyakinan Ahli Kitab adalah orang yang berpengetahuan dan diutus kepada mereka para rasul, antaranya Musa, ‘Isa dan lainnya.
Mereka adalah manusia biasa juga seperti mereka.
Sekiranya mereka bertanya kepada Ahli Kitab itu, mereka pasti mengkhabarkan para rasul yang dikirim kepada mereka adalah manusia juga.
Sekiranya mereka mengkhabarkan hal itu, hilanglah segala keraguan di dalam hati mereka."

Ibnu Katsir menafsirkan ahladz dzikr pada surah Al Anbiyaa dengan ahlal ‘ilm atau orang yang berpengetahuan dari kalangan umat terdahulu, seperti Yahudi dan Nasrani dan semua golongan.
Adakah rasul yang dikirim kepada mereka manusia atau malaikat? Sudah tentu mereka adalah manusia.

Begitu juga dengan pendapat Fakhr Ad Din Ar Razi, Menurutnya, ahladz dzikr ialah Ahli Kitab.
Maka, makna ahladz dzkir dalam ayat Al Qur’an adalah ulama Ahli Kitab dari golongan Yahudi dan Nasrani.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:28

Unsur Pokok Surah An Nahl (النحل)

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni’am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Kepastian adanya hari kiamat.
▪ Ke-Esaan Allah.
▪ Kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya.
▪ Pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

▪ Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan.
▪ Kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti marjan dan mutiara.
▪ Dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa.
▪ Kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan.
▪ Kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah.
▪ Larangan membuat buat hukum yang tak ada dasarnya.
▪ Perintah membaca isti’aadzah (a’uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).
▪ Larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Asal kejadian manusia.
▪ Madu adalah untuk kesehatan manusia.
▪ Nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat.
▪ Pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan.
▪ Ajaran moral di dalam Islam.
▪ Pedoman dakwah dalam Islam.

Audio Murottal

QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 128 + Terjemahan Indonesia
QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 128

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nahl ayat 43 - Gambar 1 Surah An Nahl ayat 43 - Gambar 2
Statistik QS. 16:43
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, “Lebah”) adalah surah ke-16 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya : “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”.
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra’ ayat 82).
Surah ini dinamakan pula “An-Ni’am” artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni’am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra’
Sending
User Review
4.9 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
16:43, 16 43, 16-43, Surah An Nahl 43, Tafsir surat AnNahl 43, Quran An-Nahl 43, Surah An Nahl ayat 43
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 16:43

More Videos

Kandungan Surah An Nahl

۞ QS. 16:1 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:2 Tauhid UluhiyyahSifat Masyi’ah (berkehendak) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 16:7 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 16:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:9 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:15 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:16 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:18 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 16:19 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:20 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:21 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Waktu kiamat tidak diketahui • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:22 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa) • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 16:23 • Keluasan ilmu Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:24 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:25 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 16:26 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:27 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:28 • Keluasan ilmu Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir

۞ QS. 16:29 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama surga

۞ QS. 16:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 16:32 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Saat kematian seorang mukmin • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 16:33 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:34 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 16:35 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 16:36 Tauhid Uluhiyyah • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:38 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 16:39 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:40 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 16:41 • Pahala iman • Perbuatan dan niat • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:42 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:44 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:45 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:46 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:47 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 16:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah

۞ QS. 16:49 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:50 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:51 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 16:52 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 16:53 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:54 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:56 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 16:57 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba

۞ QS. 16:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 16:61 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 16:62 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Nama-nama surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:64 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:65 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:66 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:67 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:70 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 16:71 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:72 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:73 Tauhid Uluhiyyah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:74 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:75 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:76 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:77 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:79 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:81 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:83 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:84 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:86 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:87 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:88 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:89 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:93 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:94 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:95 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 16:96 • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 16:97 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:98 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 16:99 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 16:100 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 16:101 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:102 • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Peranan dan tugas JibrilHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:103 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:104 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:105 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 16:106 • Azab orang kafir • Kembali kufur • Siksa orang kafir • Perbuatan dan niat • Dosa-dosa besar

۞ QS. 16:107 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Kebaikan yang ada di alam akhiratHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:108 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 16:109 • Azab orang kafir

۞ QS. 16:110 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 16:111 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 16:112 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 16:113 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:115 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 16:116 • Mendustai Allah • Bid’ah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:117 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:118 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:119 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 16:120 • Islam agama para nabi

۞ QS. 16:121 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:123 • Islam agama para nabi

۞ QS. 16:124 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:125 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:128 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

Ayat Pilihan

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri
dan jika kamu berbuat jahat,
maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,
QS. Al-Isra’ [17]: 7

Ar Rahmaan (Allah Yang Maha Pengasih),
Yang telah mengajarkan Alquran.
Dia ciptakan manusia.
Mengajarnya pandai berbicara.
Matahari & bulan (beredar) menurut perhitungan.
Dan tumbuhan & pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya
QS. Ar-Rahman [55]: 1-6

Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. Al-Isra’ [17]: 79

Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan.

dan yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya,

dan yang menyampaikan wahyu,

sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi.
QS. Al-Mursalat [77]: 1-7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Correct! Wrong!

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Correct! Wrong!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Correct! Wrong!

Yang berarti ''menggabungkan sesuatu dengan yang lain'' adalah lafaz ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

Mungkar

Apa itu Mungkar? mung.kar durhaka (melanggar perintah Tuhan); semua perbuatan yang Mungkar , harus dijauhi … •

Al Mughnii

Apa itu Al Mughnii? Allah itu Al-Mughniyy . Artinya adalah Allah itu berkuasa untuk memberikan kekayaan kepada makhluk-Nya sesuai dengan yang Dia kehendaki. Al-Mughniyy menunjukkan bahwa Allah adalah...

Al Hamiid

Apa itu Al Hamiid? Allah itu Al-Hamid . Artinya adalah Allah itu Yang Maha Terpuji atas segala sesuatu. Allah telah menciptakan alam semesta dan segala isinya, serta memberikan kehidupan kepada makhl...