QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 23 [QS. 16:23]

لَاجَرَمَ اَنَّ اللّٰہَ یَعۡلَمُ مَا یُسِرُّوۡنَ وَ مَا یُعۡلِنُوۡنَ ؕ اِنَّہٗ لَا یُحِبُّ الۡمُسۡتَکۡبِرِیۡنَ
Laa jarama annallaha ya’lamu maa yusirruuna wamaa yu’linuuna innahu laa yuhibbul mustakbiriin(a);

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
―QS. 16:23
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Allah menggerakkan hati manusia
16:23, 16 23, 16-23, An Nahl 23, AnNahl 23, An-Nahl 23

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 23

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa tidak dapat diragukan lagi, sesungguhnya Allah telah mengetahui keingkaran orang-orang musyrik itu terhadap wahyu yang telah diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ yang mereka sembunyikan dalam hati mereka.
Dan Allah juga mengetahui apa yang mereka nyatakan terhadap Nabi Muhammad ﷺ serta tuduhan mereka terhadap Nabi Muhammad bahwa Nabi Muhammad ﷺ membuat berita-berita palsu.

Di akhir ayat Allah menegaskan bahwa Dia tidak senang kepada orang-orang yang sombong yang tidak mau percaya kepada keesaan Allah serta enggan mengikuti seruan Nabi-nabi dan Rasul-rasul Nya.
Pernyataan serupa ini adalah suatu pernyataan tentang betapa murkanya Allah kepada mereka dan betapa bencinya sikap mereka yang tidak mengerti akan kedudukan diri mereka itu.
Di ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala mengancam bahwa orang-orang yang sombong akan dimasukkan ke neraka Jahanam.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 60)

Rasulullah ﷺ bersabda:

Tidak akan memasuki surga orang yang di hatinya ada kesombongan sebiji sawi, dan tidak akan memasuki neraka orang yang di hatinya ada iman sebiji sawi, kemudian berkatalah seorang laki-laki:”Wahai Rasulullah bagaimana kalau seorang laki-laki ingin agar bajunya bagus dan sandalnya bagus?
Kemudian Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya Allah indah, mencintai keindahan.
Kesombongan itu ialah orang yang tidak mau menerima kebenaran dan menghinakan manusia”.
(H.R. Muslim, Abu Daud, At Turmuzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tidak diragukan bahwa Allah mengetahui keyakinan, ucapan dan perbuatan yang mereka rahasiakan dan yang mereka tampakkan.
Allah akan memperhitungkan itu semua dan memberi hukuman atas kesombongan mereka.
Sebab, Allah tidak menyukai orang-orang sombong yang tidak mau mendengar dan tunduk pada kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidak diragukan lagi) memang benar (bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan) maka Dia membalas mereka berdasarkan hal tersebut.

(Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong) dengan pengertian, bahwa Dia akan menyiksa mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan berupa keyakinan, perkataan dan perbuatan, serta apa yang mereka nampakkan darinya.
Kelak Dia akan membalas mereka atas hal itu.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Nya dan mematuhi-Nya, serta Dia akan membalas mereka akan perbuatan tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan.

Dengan kata lain, Dia akan membalas mereka atas hal tersebut dengan balasan yang sempurna.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 23 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 23 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 23 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:23
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.7
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim