QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 126 [QS. 16:126]

وَ اِنۡ عَاقَبۡتُمۡ فَعَاقِبُوۡا بِمِثۡلِ مَا عُوۡقِبۡتُمۡ بِہٖ ؕ وَ لَئِنۡ صَبَرۡتُمۡ لَہُوَ خَیۡرٌ لِّلصّٰبِرِیۡنَ
Wa-in ‘aaqabtum fa’aaqibuu bimitsli maa ‘uuqibtum bihi wala-in shabartum lahuwa khairun li-shshaabiriin(a);

Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.
Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
―QS. 16:126
Topik ▪ Kekuasaan Allah
16:126, 16 126, 16-126, An Nahl 126, AnNahl 126, An-Nahl 126
English Translation - Sahih International
And if you punish (an enemy, O believers), punish with an equivalent of that with which you were harmed.
But if you are patient – it is better for those who are patient.
―QS. 16:126

 

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 126

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 126. Oleh Kementrian Agama RI

Berdasarkan riwayat Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Nabi ﷺ berdiri di hadapan Hamzah ketika terbunuh sebagai syahid dalam Perang Uhud.
Tidak ada pemandangan yang paling menyakitkan hati Nabi daripada melihat jenazah Hamzah yang dicincang (mutilasi).
Lalu Nabi bersabda,
“Semoga Allah mencurahkan rahmat kepadamu.
Sesungguhnya engkau
“sepengetahuanku”
adalah orang yang senang silaturrahim dan banyak berbuat kebaikan.
Kalau bukan karena kesedihan berpisah denganmu, sungguh aku lebih senang bersamamu sampai di Padang Mahsyar bersama para arwah.
Demi Allah, aku akan membalas dengan balasan yang setimpal tujuh puluh orang dari mereka sebagai penggantimu.”
Maka Jibril turun dengan membawa ayat-ayat di akhir Surah an-Nahl,
“Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.
Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.”
Pada saat itu Rasulullah berdiri di hadapan jenazah Hamzah.

Dalam ayat ini Allah ﷻ menegaskan kepada kaum Muslimin, yang akan mewarisi perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam, untuk menjadikan sikap Rasul di atas sebagai pegangan mereka dalam menghadapi lawan.

Pedoman dakwah yang diberikan Allah pada ayat yang lalu, adalah pedoman dalam medan dakwah dengan lisan, hujjah lawan hujjah.
Dakwah berjalan dalam suasana damai.
Akan tetapi, jika dakwah mendapat perlawanan yang kasar, misalnya para dai disiksa atau dibunuh, Islam menetapkan sikap tegas untuk menghadapi keadaan demikian dengan tetap menjunjung tinggi kebenaran.
Dua macam jalan yang diterangkan Allah dalam ayat ini, pertama:
membalas dengan balasan yang seimbang.
Kedua:
menerima tindakan permusuhan itu dengan hati yang sabar dan memaafkan kesalahan itu jika bisa memberi pengaruh yang lebih baik bagi jalannya dakwah.

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini mempunyai makna dan tujuan yang sama dengan beberapa ayat dalam Alquran yaitu mengandung keharusan adil dan dorongan berbuat keutamaan, seperti firman Allah:

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah.
Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.
(asy-Syura [42]: 40)

Firman Allah ﷻ:

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيْهَآ اَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْاَنْفَ بِالْاَنْفِ وَالْاُذُنَ بِالْاُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوْحَ قِصَاصٌ

Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisasnya (balasan yang sama). (al-Ma’idah [5]: 45)











16:126, 16 126, 16-126, An Nahl 126, tafsir surat AnNahl 126, An-Nahl 126



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta