Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 126 [QS. 16:126]

وَ اِنۡ عَاقَبۡتُمۡ فَعَاقِبُوۡا بِمِثۡلِ مَا عُوۡقِبۡتُمۡ بِہٖ ؕ وَ لَئِنۡ صَبَرۡتُمۡ لَہُوَ خَیۡرٌ لِّلصّٰبِرِیۡنَ
Wa-in ‘aaqabtum fa’aaqibuu bimitsli maa ‘uuqibtum bihi wala-in shabartum lahuwa khairun li-shshaabiriin(a);
Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.
Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
―QS. An Nahl [16]: 126

Daftar isi

And if you punish (an enemy, O believers), punish with an equivalent of that with which you were harmed.
But if you are patient – it is better for those who are patient.
― Chapter 16. Surah An Nahl [verse 126]

وَإِنْ dan jika

And if
عَاقَبْتُمْ kamu membalas

you retaliate,
فَعَاقِبُوا۟ maka balaslah mereka

then retaliate
بِمِثْلِ dengan semisal/sebanding

with the like
مَا apa

of what
عُوقِبْتُم kamu dibalas/ditimpa

you were afflicted
بِهِۦ dengannya

with [it].
وَلَئِن dan jika

But if
صَبَرْتُمْ kamu bersabar

you are patient,
لَهُوَ sesungguhnya itu

surely (it) is
خَيْرٌ lebih baik

better
لِّلصَّٰبِرِينَ bagi orang-orang yang bersabar

for those who are patient.

Tafsir

Alquran

Surah An Nahl
16:126

Tafsir QS. An Nahl (16) : 126. Oleh Kementrian Agama RI


Berdasarkan riwayat Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Nabi ﷺ berdiri di hadapan Hamzah ketika terbunuh sebagai syahid dalam Perang Uhud.
Tidak ada pemandangan yang paling menyakitkan hati Nabi daripada melihat jenazah Hamzah yang dicincang (mutilasi).

Lalu Nabi bersabda,
"Semoga Allah mencurahkan rahmat kepadamu.
Sesungguhnya engkau
"sepengetahuanku"
adalah orang yang senang silaturrahim dan banyak berbuat kebaikan.

Kalau bukan karena kesedihan berpisah denganmu, sungguh aku lebih senang bersamamu sampai di Padang Mahsyar bersama para arwah.
Demi Allah, aku akan membalas dengan balasan yang setimpal tujuh puluh orang dari mereka sebagai penggantimu.
"
Maka Jibril turun dengan membawa ayat-ayat di akhir Surah an-Nahl,
"Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.
Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
"
Pada saat itu Rasulullah berdiri di hadapan jenazah Hamzah.


Dalam ayat ini Allah ﷻ menegaskan kepada kaum Muslimin, yang akan mewarisi perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam, untuk menjadikan sikap Rasul di atas sebagai pegangan mereka dalam menghadapi lawan.


Pedoman dakwah yang diberikan Allah pada ayat yang lalu, adalah pedoman dalam medan dakwah dengan lisan, hujjah lawan hujjah.
Dakwah berjalan dalam suasana damai.

Akan tetapi, jika dakwah mendapat perlawanan yang kasar, misalnya para dai disiksa atau dibunuh, Islam menetapkan sikap tegas untuk menghadapi keadaan demikian dengan tetap menjunjung tinggi kebenaran.
Dua macam jalan yang diterangkan Allah dalam ayat ini, pertama:
membalas dengan balasan yang seimbang.
Kedua:
menerima tindakan permusuhan itu dengan hati yang sabar dan memaafkan kesalahan itu jika bisa memberi pengaruh yang lebih baik bagi jalannya dakwah.


Menurut Ibnu Katsir, ayat ini mempunyai makna dan tujuan yang sama dengan beberapa ayat dalam Alquran yaitu mengandung keharusan adil dan dorongan berbuat keutamaan, seperti firman Allah:

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah.
Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.
(asy-Syura [42]: 40)


Firman Allah ﷻ:

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيْهَآ اَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْاَنْفَ بِالْاَنْفِ وَالْاُذُنَ بِالْاُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوْحَ قِصَاصٌ

Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisasnya (balasan yang sama). (al-Ma’idah [5]: 45)

Tafsir QS. An Nahl (16) : 126. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang Muslim, apabila kalian bermaksud memberi hukuman pada orang yang telah menyakiti kalian, maka berikanlah mereka hukuman yang setimpal dengan kesalahan yang mereka lakukan.
Jangan melampaui batas dengan melebihi dari balasan yang sepadan.


Kendatipun demikian, yakinlah, jika kalian memilih bersabar dan tidak menuntut balas, maka hal itu akan lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat.
Hukumlah mereka dengan tujuan menegakkan kebenaran bukan untuk kepentingan pribadi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Jika kalian, wahai orang-orang mukmin, ingin menuntut balas terhadap orang-orang yang telah menzalimi kalian, maka janganlah membalas melebihi kezaliman mereka terhadap kalian.
Jika kalian bersabar, maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dengan mendapatkan kemenangan, dan di akhirat dengan mendapatkan pahala yang besar.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian.
Akan tetapi jika kalian bersabar) tidak mau membalas


(sesungguhnya itulah) bersikap sabar itulah


(yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar) kemudian Nabi ﷺ membatalkan sumpahnya itu, dan membayar kafaratnya.
Demikianlah menurut hadis yang telah diriwayatkan oleh Imam Bazzar.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan untuk berbuat adil dalam qisas (pembalasan) dan seimbang dalam menunaikan hak, seperti yang disebutkan dalam riwayat Abdur Razzaq, dari As-Sauri, dari Khalid, dari Ibnu Sirin yang telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.


Bahwa jika seseorang mengambil sesuatu dari kalian, maka ambillah darinya yang semisal.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ibrahim, Al-Hasan Al-Basri, dan lain-lainnya.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.


Ibnu Zaid mengatakan bahwa pada mulanya kaum muslim diperin­tahkan memaaf terhadap sikap orang-orang musyrik.
Tetapi setelah masuk Islam, banyak lelaki yang mempunyai kekuatan, maka mereka mengatakan,
"Wahai Rasulullah, sekiranya Allah memberi izin kepada kita (untuk membalas), tentulah kami akan balas anjing-anjing itu."
Maka turunlah ayat ini, yang kemudian di-mansukh oleh ayat jihad.

Muhammad ibnu lshaq telah meriwayatkan dari salah seorang temannya, dari Ata ibnu Yasar yang mengatakan bahwa surat An-Nahl seluruhnya diturunkan di Mekah, maka ia termasuk surah Makkiyyah, kecuali tiga ayatyang tertetak di akhirnya, ketigaayat tersebut diturunkan di Madinah sesudah Perang Uhud, ketika Hamzah r.a. gugur dalam keadaan tercincang.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya jika Allah memberikan kemenangan kepadaku atas mereka, sesungguhnya aku akan balas mencincang tiga puluh orang lelaki dari kalangan mereka (sebagai pembalasan atas kematian Hamzah).

Ketika kaum muslim mendengar hal tersebut, mereka berkata,
"Demi Allah, seandainya Allah memenangkan kita atas mereka, sungguh kita akan mencincang mereka dengan cincangan yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan orang-orang Arab."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:

Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan ‘yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian.
, hingga akhir surat.

Hadis ini mursal di dalam sanadnya terdapat seorang lelaki yang tidak disebutkan namanya.

Tetapi hadis ini telah diriwayatkan pula melalui jalur lain secara muttasil oleh Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar.


Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Asim, telah menceritakan kepada kami Saleh Al-Murri, dari Sulaiman At-Taimi, dari Abu Usman, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ berdiri di dekat jenazah Hamzah ibnu Abdul Muttalib r.a. setelah ia gugur sebagai syuhada.
Nabi ﷺ melihat suatu pemandangan yang belum pernah beliau lihat sangat menyakitkan seperti pemandangan kala itu.
Nabi ﷺ melihat jenazah Hamzah dalam keadaan telah dicincang (dirobek dadanya).
Beliau bersabda:
Semoga rahmat Allah lerlimpahkan kepadamu, sesungguhnya engkau menurut sepengetahuanku tiada lain seorang yang suka menghubungkan tali silaturahmi lagi banyak berbuat kebaikan.
Demi Allah, seandainya tiada kesedihan atas dirimu karena tidak tega melihat keadaanmu, tentulah aku suka bila kubiarkan engkau, hingga Allah membangkitkanmu dari perut binatang-binatang buas (atau dengan kalimat yang semisal).
Ingatlah, demi Allah, atas kejadian ini, sungguh aku akan mencincang tujuh puluh orang (dari mereka) seperti cincangan yang dialami olehmu.
Maka Malaikat Jibrilalaihis salam turun kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan membawa ayat ini, lalu ia membacakannya:
Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian.
(QS. Al-Hijr [15]:I26), hingga akhir surat.
Lalu Rasulullah ﷺ membayar kifarat sumpahnya dan menahan diri dari apa yang diniatkannya itu.


Sanad hadis ini mengandung ke-daif-an, karena sesungguhnya Saleh Al-Murri orangnya daif menurut pendapat para imam ahli hadis.
Bahkan Imam Bukhari mengatakan bahwa hadisnya berpredikat munkar.

Asy-Sya’bi dan Ibnu Juraij mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan ucapan kaum muslim dalam Perang Uhud sehubungan dengan orang-orang mereka yang gugur dalam keadaan tercincang.

Mereka mengatakan,
"Sungguh kami akan mencincang mereka sebagaimana mereka mencincang kami."
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan ayat-ayat ini berkenaan dengan hal tersebut.

Abdullah (putra Imam Ahmad) mengatakan di dalam kitab musnad ayahnya, telah menceritakan kepada kami Hudbah ibnu Abdul Wahhab Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Ubaid, dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa dalam Perang Uhud telah gugur dari kalangan Ansar sebanyak enam puluh orang lelaki, sedangkan dari kalangan Muhajirin hanya enam orang.
Maka para sahabat Rasulullah ﷺ berkata,
"Seandainya kita mendapat kemenangan dalam perang berikutnya dari orang-orang musyrik, sungguh kami akan balas mencincang mereka."
Dan ketika hari kemenangan atas kota Mekah terjadi, seorang lelaki berkata,
"Sesudah hari ini Quraisy tidak akan dikenal lagi."
Maka terdengarlah suara seruan yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah memberikan jaminan keamanan kepada semua orang, baik yang berkulit hitam maupun yang berkulit putih, kecuali si anu dan si anu.
Disebutkan nama sejumlah orang yang dimaksud.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:
Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian.
(An-Rasulullah ﷺ bersabda:
Kami akan bersabar dan tidak akan membalas.

Ayat ini mempunyai persamaan dengan ayat-ayat lain, yang intinya mengandung perintah untuk bersikap adil dan dianjurkan bersikap pemurah (memaaf), seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.
(QS. Asy Shyuura [42]: 40)

Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:

maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.
(QS. Asy Shyuura [42]: 40), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala :

dan luka-luka (pun) ada qisasnya.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 45)

Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:

Barang siapa yang melepaskan (hak qisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 45)

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

…Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian.

Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

Tetapi jika kalian bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nahl (16) Ayat 126

Diriwayatkan oleh al-Hakim, al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, dan al-Bazzar, yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa ketika Rasulullah ﷺ berdiri di hadapan jenazah Hamzah yang syahid dan dirusak anggota badannya, bersabdalah beliau: “Aku akan membunuh tujuh puluh orang dari mereka sebagai balasan atas perlakuan mereka terhadap dirimu.” Maka turunlah Jibril menyampaikan wahyu akhir surat an-Nahl (an-Nahl: 126-128) di saat Nabi masih berdiri, sebagai teguran kepada beliau.
Akhirnya Rasulullah pun mengurungkan rencana itu.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yangmenganggap hadits ini hasan, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ubay bin Ka’b, bahwa pada waktu perang Uhud gugurlah enam puluh empat orang shahabat dari kaum Anshar dan enam orang dari kaum Muhajirin, di antaranya Hamzah.
Kesemuanya dirusak anggota badannya secara kejam.
Berkatalah kaum Anshar: “Jika kami memperoleh kemenangan, kami akan berbuat lebih dari apa yang mereka lakukan.” Ketika terjadi pembebasan kota Mekah, turunlah ayat ini (an-Nahl: 126) yang melarang kaum Muslimin mengadakan pembalasan yang lebih kejam dan menganjurkan supaya bersabar.

Keterangan: menurut lahiriyahnya, turunnya tiga ayat terakhir ini (an-Nahl: 126-128) ditangguhkan sampai Fat-hu Makkah.
Namun, mengacu pada haditshadits sebelumnya, dapatlah dikatakan bahwa turunnya ayat-ayat tersebut dalam Perang Uhud.
Menurut kesimpulan Ibnul Hishar, ayat-ayat ini (an-Nahl: 126-128) turun tiga kali: mula-mula di Mekah, kemudian di Uhud, dan yang ketiga kalinya pada waktu Fat-hu Makkah, sebagai peringatan Allah bagi hamba-hamba-Nya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah An Nahl (النحل)

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitabkitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni’am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Kepastian adanya hari kiamat.
▪ Ke-Esaan Allah.
▪ Kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya.
▪ Pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

▪ Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan.
▪ Kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti marjan dan mutiara.
▪ Dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa.
▪ Kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan.
▪ Kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah.
▪ Larangan membuat buat hukum yang tak ada dasarnya.
▪ Perintah membaca isti’aadzah (a’uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).
▪ Larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Asal kejadian manusia.
▪ Madu adalah untuk kesehatan manusia.
▪ Nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat.
▪ Pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan.
▪ Ajaran moral di dalam Islam.
▪ Pedoman dakwah dalam Islam.

Audio

QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 128 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 128

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nahl ayat 126 - Gambar 1 Surah An Nahl ayat 126 - Gambar 2
Statistik QS. 16:126
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, “Lebah”) adalah surah ke-16 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya : “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”.
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra’ ayat 82).
Surah ini dinamakan pula “An-Ni’am” artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni’am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra’
Sending
User Review
4.4 (28 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

16:126, 16 126, 16-126, Surah An Nahl 126, Tafsir surat AnNahl 126, Quran An-Nahl 126, Surah An Nahl ayat 126

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Nahl

۞ QS. 16:1 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:2 Tauhid UluhiyyahSifat Masyi’ah (berkehendak) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 16:7 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 16:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:9 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:15 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:16 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:18 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 16:19 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:20 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:21 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Waktu kiamat tidak diketahui • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:22 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa) • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 16:23 • Keluasan ilmu Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:24 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:25 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 16:26 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:27 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:28 • Keluasan ilmu Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir

۞ QS. 16:29 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama surga

۞ QS. 16:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 16:32 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Saat kematian seorang mukmin • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 16:33 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:34 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 16:35 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 16:36 Tauhid Uluhiyyah • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:38 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 16:39 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:40 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 16:41 • Pahala iman • Perbuatan dan niat • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:42 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:44 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:45 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:46 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:47 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 16:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah

۞ QS. 16:49 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:50 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:51 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 16:52 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 16:53 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:54 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:56 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 16:57 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba

۞ QS. 16:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 16:61 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 16:62 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Nama-nama surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:64 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:65 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:66 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:67 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:70 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 16:71 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:72 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:73 Tauhid Uluhiyyah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:74 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:75 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:76 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:77 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:79 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:81 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:83 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:84 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:86 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:87 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:88 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:89 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:93 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:94 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:95 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 16:96 • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 16:97 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:98 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 16:99 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 16:100 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 16:101 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:102 • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Peranan dan tugas JibrilHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:103 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:104 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:105 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 16:106 • Azab orang kafir • Kembali kufur • Siksa orang kafir • Perbuatan dan niat • Dosa-dosa besar

۞ QS. 16:107 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Kebaikan yang ada di alam akhiratHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:108 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 16:109 • Azab orang kafir

۞ QS. 16:110 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 16:111 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 16:112 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 16:113 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:115 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 16:116 • Mendustai Allah • Bid’ah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:117 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:118 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:119 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 16:120 Islam agama para nabi

۞ QS. 16:121 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:123 Islam agama para nabi

۞ QS. 16:124 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:125 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:128 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

Ayat Pilihan

Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,
kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.
Dan jangan kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
QS. An-Nisa’ [4]: 29

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus

Mustahiq zakat

Siapa itu Mustahiq zakat? Apa itu mustahiq zakat dan siapa saja yang masuk dalam golongan mustahiq zakat? Mustahik adalah istilah atau sebutan bagi orang-orang yang berhak menerima zakat. Zakat sendir...

Żul Qarnain

Siapa itu Żul Qarnain? Żulkarnain (Arab: ذو القرنين Dzū al-Qarnayn) adalah julukan seorang raja yang disebutkan di dalam kitab Al-Qur’an, ia digambarkan sebagai seorang pemimpin yang...

amirulmukminin

Apa itu amirulmukminin? ami.rul.muk.mi.nin sebutan atau gelar bagi pemimpin umat Islam (khalifah) ۞ Variasi nama: Amirul Mukminin, Amirul Mu’minin … • Amirul Mukminin, Amirul Mu’minin