QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 113 [QS. 16:113]

وَ لَقَدۡ جَآءَہُمۡ رَسُوۡلٌ مِّنۡہُمۡ فَکَذَّبُوۡہُ فَاَخَذَہُمُ الۡعَذَابُ وَ ہُمۡ ظٰلِمُوۡنَ
Walaqad jaa-ahum rasuulun minhum fakadz-dzabuuhu fa-akhadzahumul ‘adzaabu wahum zhaalimuun(a);

Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
―QS. 16:113
Topik ▪ Perumpamaan orang kafir dan mukmin
16:113, 16 113, 16-113, An Nahl 113, AnNahl 113, An-Nahl 113

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 113

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 113. Oleh Kementrian Agama RI

Di antara perbuatan mereka yang menunjukkan kekafiran kepada nikmat Allah ialah mendustakan dan memusuhi Rasul seperti diterangkan Allah dalam ayat ini.
Sewaktu Rasul datang kepada mereka memberikan pengajaran dan bimbingan, mereka mendustakan dan memusuhinya, padahal mereka itu mengetahui asal-usul Rasul serta akhlak dan pergaulannya.
Mereka memahami pula bahwa ajaran yang diajarkan oleh Rasul itu benar, tapi karena didorong oleh kepentingan dan kebencian yang tidak ada alasannya, mereka menolak dan menentang Rasul itu.
Menurut Sunah Allah setiap umat yang telah kedatangan Rasul, tetapi mereka mendustakan Rasul itu dan memusuhinya tentulah mereka akan ditimpa azab.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang Rasul
(Q.S. Al Israa [17]: 15)

Kaum musyrikin di Mekah, tidaklah terhindar dari hukuman Allah atas permusuhan mereka kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana umat-umat dahulu.
Mereka mengalami penderitaan dan kesengsaraan akibat kelaparan bertahun-tahun lamanya.
Allah menurunkan hukuman kepada mereka atas permohonan Nabi Muhammad ﷺ setelah beliau banyak menderita kesusahan.
Doa Nabi ﷺ:

“Ya Allah turunkanlah dengan keras hukuman Mu kepada kaum Mudar (Musyrikin Quraisy dan jadikanlah hukuman atas mereka itu bertahun-tahun seperti tahun kelaparan pada zaman Nabi Yusuf as”.
(H.R. Bukhari dari Ibnu Mas’ud)

Setahun lamanya kaum musyrikin Mekah menderita kelaparan dan tahun itu menghabiskan kekayaan mereka sehingga mereka terpaksa makan kulit unta, anjing, bangkai dan tulang yang dibakar.
Keadaan mereka sebelumnya selalu memperoleh rezeki dan makanan melimpah ruah yang datang dari segala penjuru, tetapi pada saat itu telah berubah, mereka hidup dalam kekurangan.
Demikian pula kehidupan mereka yang aman dan tenteram berubah menjadi musuh dan ketakutan pada Rasulullah ﷺ dan sahabat-sahabatnya.
Ketakutan ini timbul sesudah Rasul dan sahabat hijrah ke Madinah.
Mereka merasa cemas akan kekuatan pasukan Islam, yang pada suatu waktu dapat menyergap kabilah-kabilah dagang mereka atau hewan ternak mereka.
Begitulah azab Allah yang diturunkan kepada mereka yaitu, kelaparan dan ketakutan yang meliputi kehidupan mereka disebabkan kekafiran mereka kepada nikmat Allah.
Mereka adalah orang-orang zalim, dan aniaya, orang-orang yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah.
Nabi Muhammad ﷺ beserta sahabat-sahabat dan pengikutnya mengalami perubahan kebaikan dari orang-orang kafir.
Mereka dulunya dalam ketakutan berubah menjadi tenteram dan damai, dan dari kesusahan itu, hidup mereka berubah menjadi makmur dan bahagia.
Mereka pada akhirnya menjadi pemimpin umat manusia dan penguasa di dunia berabad lamanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Telah datang seorang rasul dari kalangan mereka sendiri.
Seharusnya nikmat itu membuat mereka bersyukur kepada Allah.
Akan tetapi mereka malah mendustakannya dengan memperlihatkan sikap membangkang dan dengki.
Oleh karenanya, mereka mendapat siksa di saat mereka dalam kezaliman dan lantaran kezaliman itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri) yaitu Nabi Muhammad ﷺ (tetapi mereka mendustakannya karena itu mereka ditimpa azab) yaitu berupa kelaparan dan dicekam rasa takut (sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada penduduk Makkah seorang Rasul dari kalangan mereka, yaitu Nabi Muhammad yang mereka kenal nasab, kejujuran dan amanatnya, tetapi mereka tetap tidak mau menerima ajaran yang dia bawa kepada mereka dan tidak membenarkannya.
Karena itu, mereka ditimpa adzab berupa kesusahan,kelaparan,ketakutan, dan para pemuka mereka terbunuh dalam perang Badar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zhalim kepada diri mereka sendiri dengan menyekutukan Allah dan menghalangi manusia dari jalan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 113 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 113 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 113 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:113
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.7
Ratingmu: 4.7 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim