QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 108 [QS. 16:108]

اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ طَبَعَ اللّٰہُ عَلٰی قُلُوۡبِہِمۡ وَ سَمۡعِہِمۡ وَ اَبۡصَارِہِمۡ ۚ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡغٰفِلُوۡنَ
Uula-ikal-ladziina thaba’allahu ‘ala quluubihim wasam’ihim wa-abshaarihim wa-uula-ika humul ghaafiluun(a);

Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
―QS. 16:108
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
16:108, 16 108, 16-108, An Nahl 108, AnNahl 108, An-Nahl 108

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 108

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 108. Oleh Kementrian Agama RI

Hukuman ke empat bagi orang yang murtad dijelaskan Allah dalam ayat ini: yaitu Allah subhanahu wa ta’ala dengan suatu sebab menutup hati (jiwa), pandangan dan penglihatan mereka.
Hati mereka tertutup disebabkan kekerasan dan sehingga tidak dapat terbuka untuk memahami dan menanggapi suatu keadaan.
Pandangan dan penglihatan mereka tertutup disebabkan pengertian dan tanggapan dari apa yang didengar dan dilihat tidak sampai ke dalam hati.

Dalam hati mereka tidaklah ada timbul pancaran cahaya dan ilmu yang dapat menyinari mereka tiba ke jalan Ilahi dan tidak pula batin mereka itu mampu mengadakan iktibar dan mempelajari fakta ilmiah sebagai tanda keesaan dan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala Manusia serupa inilah yang dikatakan Allah subhanahu wa ta’ala keadaannya seperti hewan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai.

(Q.S Al A’raf: 179)

Sebagai hukuman kelima bagi mereka yang kafir sesudah iman itu ialah menjadikan mereka orang yang lalai terhadap hakikat kebenaran.
Mereka memang tidak punya perhatian sama sekali kepada lingkungan mereka, dan dengan demikian mereka menjadi pasif (jumud) dan terpencil.

Hukuman di atas dunia ini, bagi orang Islam yang dengan sadar murtad dari agama Islam hukum bunuh seperti yang dilakukan oleh Ali ra dan Mu’az bin Jabal, berdasarkan riwayat Imam Ahmad.
Kedua sahabat itu berpegang kepada sabda Rasul:

Barangsiapa mengganti agamanya (Islam) bunuhlah dia.
(H.R Ahmad Bukahri dan Muslim)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka itu adalah orang-orang yang hatinya telah ditutup oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga tidak dapat menerima kebenaran.
Pendengaran mereka juga ditutup sehingga tidak lagi dapat mendengar dengan penuh kepahaman dan perenungan.
Seolah-olah mereka itu buta.
Di mata mereka juga ada sekat yang menghalangi penglihatan dari upaya mencermati petunjuk dan pelajaran yang terdapat di alam semesta.
Dan mereka itu adalah orang-orang yang tenggelam dalam melalaikan kebenaran.
Tidak akan ada kebaikan yang dapat diharapkan dari mereka, kecuali jika mereka sadar dari kelalaian itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka itulah orang-orang yang hatinya, pendengarannya dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai) dari apa yang dikehendaki terhadap diri mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka itulah orang-orang yang telah Allah kunci hati mereka dengan kekafiran dan lebih mementingkan dunia daripada akhirat sehingga cahaya hidayah tidak sampai kepadanya, menulikan pendengaran mereka dari ayat-ayat Allah sehingga tidak bisa mendengarnya dengan penuh perhatian, dan membutakan penglihatan mereka sehingga tidak bisa melihat bukti-bukti yang menunjukkan uluhiyah Allah (yakni bahwa Dia-lah yang berhak disembah).
Mereka itulah orang-orang yang lalai dari adzab yang Allah persiapkan untuk mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini telah diterangkan secara ringkas pada ayat 106.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 108 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 108 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 108 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 16:108
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.8
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs annahl 108

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta