Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nahl

An Nahl (Lebah) surah 16 ayat 106


مَنۡ کَفَرَ بِاللّٰہِ مِنۡۢ بَعۡدِ اِیۡمَانِہٖۤ اِلَّا مَنۡ اُکۡرِہَ وَ قَلۡبُہٗ مُطۡمَئِنٌّۢ بِالۡاِیۡمَانِ وَ لٰکِنۡ مَّنۡ شَرَحَ بِالۡکُفۡرِ صَدۡرًا فَعَلَیۡہِمۡ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰہِ ۚ وَ لَہُمۡ عَذَابٌ عَظِیۡمٌ
Man kafara billahi min ba’di iimaanihi ilaa man ukriha waqalbuhu muthma-innun bil-iimaani walakin man syaraha bil kufri shadran fa’alaihim ghadhabun minallahi walahum ‘adzaabun ‘azhiimun;

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
―QS. 16:106
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Dosa-dosa besar ▪ Tahun syamsyiah dan qamariyah
16:106, 16 106, 16-106, An Nahl 106, AnNahl 106, An-Nahl 106
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 106. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah menerangkan orang yang beriman dan sabar terhadap penganiayaan orang musyrikin dalam mempertahankan keyakinan beragama, maka dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menyusulkan keterangan tentang ancaman keras terhadap riddah yakni kembali kafir sesudah iman, mengutamakan kesesatan dan petunjuk (hidayah) Nya.
Kepada mereka akan dijatuhkan murka Ilahi kecuali bilamana kekafiran itu dipaksakan kepada mereka, sedang hati mereka tetap penuh dengan keimanan.
Akan tetapi bilamana kekafiran itu diterima mereka dengan segala senang hati, maka murka Ilahi dan azab pedih benar-benar akan dijatuhkan kepada mereka.

Kekafiran yang dipaksakan oleh orang kafir kepada seorang Islam dengan siksaan-siksaan dan penganiayaan luar biasa, sehingga dia dengan lidahnya menuruti keinginan orang kafir itu untuk murtad dari agama, maka tidak ada dosa dan tuntutan hukum kepadanya

Contoh-contoh peristiwa paksaan dan siksaan untuk memurtadkan seseorang Islam dari agamanya banyak terjadi dalam sejarah.
Pada permulaan zaman Islam banyak dicatat oleh ahli sejarah Islam nama-nama orang Islam yang menjadi korban penganiayaan kaum musyrikin.
Ibnu Abbas meriwayatkan, ayat ini diturunkan sehubungan dengan Amar bin Yasir sewaktu disiksa kaum musyrikin sehingga dinyatakan keluar dari Islam, dia menyetujui keinginan mereka karena terpaksa.
Kemudian dia datang kepada Nabi ﷺ meminta maaf.

Kata Ibnu Jarir: "Orang musyrikin mengambil Amar bin Yasir lalu menganiayanya sampai dia menuruti apa yang mereka kehendaki.
Kemudian dia mengaku kepada Nabi ﷺ.
Rasul berkata kepadanya: "Bagaimana sikap hatimu?.
Amar menjawab: Hatiku tenang, lagi tetap iman".
Rasul berkata lagi: "Jika mereka mengulangi perbuatan mereka, kamupun kembali bersikap demikian".

Ibnu Ishak mengatakan bahwa Bani Makhzum dan kaum musyrikin mengeluarkan Amar bin Yasir beserta ibu dan bapaknya.
Bilamana tiba siang hari yang panas, mereka menyiksa keluarga Amar bin Yasir di tanah gersang lagi panas di Mekah.
Nabi Muhammad ﷺ lewat di hadapan mereka dan berkata: "Sabarlah keluarga Yasir Allah menjanjikan kepada kalian surga.
Akhirnya ibunya dibunuh mereka karena menolak paksaan mereka".

Menurut riwayat Mujahid: "Orang-orang yang pertama kali menyatakan Islam ada tujuh: "Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Khabbab, Suhaib, Bilal, Ammar dan Samiyyah.

Adapun Rasul dilindungi oleh pamannya Abu Talib, Abu Bakar, dilindungi oleh kaumnya, sedang yang lain disiksa.
Mereka ini dipaksa memakai baju besi lalu didudukkan di tengah panas matahari.
Di antara mereka ada yang pingsan disebabkan panasnya besi dan matahari.
Datanglah kepada mereka Abu Jahal mencaci dan mengancam mereka.
Samiyyah ditusuk dengan tombak, lainnya mengucapkan apa yang dikehendaki kaum musyrikin yakni mereka menyatakan murtad secara lahiriyah, tetapi hati mereka tetap beriman.
Tetapi Bilal tetap menolak menyatakan murtad, meskipun hanya secara lisan.
Oleh karena itu mereka terus menyiksanya sampai mereka bosan, lalu mengikat lehernya dengan tali dan mendorongnya ke tengah-tengah anak-anak untuk kemudian mempermainkannya.

Dengan kejadian di atas, para ulama sepakat bahwa orang yang dipaksa murtad dari Islam, boleh mengikuti kehendak sipenyiksa secara lahir, boleh pula menolak untuk menyatakan kata murtad itu.
Seperti Amar bin Yasir mengikuti kehendak para penyiksa dengan menyatakan kalimat kafir di hadapan mereka, sedang hatinya tetap iman.
Tapi Bilal tetap menolak mengucapkan kalimat kafir itu dan dia rela menahan derita.
Seperti Bilal ialah Khabib bin Zaid Al Ansari sewaktu berhadapan dengan Musailamah Al Kazzab seorang yang mengaku dirinya Nabi pada zaman Khalifah Abu Bakar.
Khabbab menolak untuk menyatakan bahwa Musailamah itu Nabi dan dia tetap mengakui Nabi Muhammad ﷺ Rasul Allah sampai dia mati dibunuh oleh Musailamah.

Sesungguhnya banyaklah nama-nama lainnya dalam tarikh Islam juga mengalami penganiayaan seperti Bilal dan Samiyyah.

An Nahl (16) ayat 106 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nahl (16) ayat 106 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nahl (16) ayat 106 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya orang-orang yang mengikrarkan kekufuran setelah mereka beriman, akan mendapatkan murka Allah.
Kecuali orang yang diperintah secara paksa untuk mengucapkan ikrar itu sementara hati mereka penuh dengan keimanan.
Orang seperti itu akan selamat dari murka Allah.
Akan tetapi orang-orang yang merasa lega hatinya dengan kekufuran itu, dan ikrar lisannya sesuai dengan apa yang ada dalam hati, maka mereka itu akan mendapat murka besar dari Allah.
Dan di akhirat kelak, Dia akan menurunkan pada mereka siksa yang besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman, kecuali orang yang dipaksa) untuk mengucapkan kalimat kekafiran kemudian ia terpaksa mengucapkannya (padahal hatinya tetap tenang dalam beriman) lafal man dianggap sebagai mubtada, atau syarthiyah sedangkan khabar atau jawabnya ialah:
maka bagi mereka ancaman yang keras.
Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:
(akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran) yakni hatinya menerima kekafiran dengan lapang (maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

106-107.
Sesungguhnya yang mengadakan dusta itu hanyalah orang-orang yang mengucapkan kata-kata kufur dan murtad setelah keimanannya.
Mereka mendapat kemurkaan Allah, kecuali orang yang dipaksa mengucapkan kekufuran lalu mengucapkannya karena takut di bunuh, sedangkan hatinya tetap kukuh di atas keimanan, maka tiada celaan terhadapnya.
Tetapi siapa yang mengucapkan kekafiran, dan hatinya malah merasa tenteram kepadanya, maka mereka akan mendapatkan kemurkaan yang besar dari Allah dan mereka mendapatkan adzab yang besar.
Hal itu karena mereka lebih mementingkan dunia dan perhiasannya, serta mereka lebih mendahulukannya daripada akhirat dan pahalanya.
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir, dan tidak memberi mereka taufik kepada kebenaran.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan perihal orang yang kafir sesudah beriman dan menyaksikan kebenaran, lalu ia melegakan dadanya untuk kekafiran dan merasa tenang dengan kekafirannya.
Allah subhanahu wa ta'ala.
murka terhadap orang tersebut, karena ia telah beriman, tetapi kemudian menggantikannya dengan kekafiran.
Di hari akhirat nanti mereka akan mendapat siksa yang besar, disebabkan mereka lebih menyukai kehidupan dunia daripada akhirat.
Sebagai buktinya ialah mereka rela murtad dari Islam demi memperoleh imbalan duniawi.
Allah tidak memberi petunjuk kepada hati mereka serta tidak mengukuhkan mereka pada agama yang hak, karenanya hati mereka terkunci mati, dan mereka tidak dapat memikirkan sesuatu pun yang bermanfaat bagi diri mereka (di hari kemudian), pendengaran serta penglihatan mereka terkunci pula, sehingga mereka tidak dapat memanfaatkan secara semestinya, dan pendengaran serta penglihatan mereka tidak dapat memberikan suatu manfaat pun kepada mereka.
Mereka dalam keadaan lalai akan akibat buruk yang ditakdirkan atas diri mereka.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nahl (16) Ayat 106

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Nabi ﷺ hendak hijrah ke Madinah, kaum musyrikin menahan Bilal, Khabbab, dan ‘Ammar bin Yasir.
‘Ammar bin Yasir dapat menyelamatkan diri dengan jalan mengucapkan kata-kata yang mengagumkan mereka.
Ketika sampai kepada Rasulullah ﷺ, ‘Ammar menceritakan kejadian itu.
Nabi bertanya: “Apakah hatimu lapang di kala berkata demikian itu?” Ia menjawab:
“Tidak.” Ayat ini (an-Nahl: 106) turun berkenaan ddengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengutuk orang yang dipaksa kufur tapi hatinya tetap dalam keimanan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat ini (an-Nahl: 106) turun ketika orang-orang Mekah yang beriman dikirimi surat oleh para shahabat dari Madinah agar mereka berhijrah.
Mereka berangkat pergi ke Madinah, akan tetapi dapat disusul oleh (orang-orang kafir) Quraisy.
Kemudian orang-orang kafir Quraisy itu menganiaya mereka, sehingga mereka terpaksa mengucapkan kata-kata kufur.
Ayat ini (an-Nahl: 106) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa orang-orang yang terpaksa mengucapkan kata-kata kufur akan diampuni oleh Allah, asalkan hatinya tetap beriman.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni'matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur'anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra' ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya ni'mat-ni'mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni'mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti'aadzah (a'Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da'wah dalam Islam.


Gambar Kutipan Surah An Nahl Ayat 106 *beta

Surah An Nahl Ayat 106



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nahl

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (12 votes)
Sending







✔ Asbabunnuzul Qs 16:106