QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 105 [QS. 16:105]

اِنَّمَا یَفۡتَرِی الۡکَذِبَ الَّذِیۡنَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ بِاٰیٰتِ اللّٰہِ ۚ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡکٰذِبُوۡنَ
Innamaa yaftariil kadzibal-ladziina laa yu’minuuna biaayaatillahi wa-uula-ika humul kaadzibuun(a);

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.
―QS. 16:105
Topik ▪ Allah memiliki Sifat Masyi’ah (berkehendak)
16:105, 16 105, 16-105, An Nahl 105, AnNahl 105, An-Nahl 105

Tafsir surah An Nahl (16) ayat 105

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 105. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat ini menyanggah tuduhan orang-orang kafir yang mengatakan, Nabilah yang membuat-huat Alquran.
Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan dalam ayat ini, sesungguhnya yang membuat-buat kebohongan itu bukan Rasulullah ﷺ, tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat (tanda-tanda) keesaan dan kekuasaan Allah yang terdapat pada alam semesta ini maupun ayat-ayat dalam Alquran yang memberi petunjuk dalam kehidupan ini.
Karena itu mereka tidak takut siksa neraka dan tidak pula mengharapkan pahala Jadi sebenarnya mereka itulah yang menjadi pendusta bukan Rasulullah ﷺ.
Beliau orang paling jujur dan paling sempurna ilmunya dan amal perbuatannya, paling kuat keyakinan dan kepercayaannya.
Oleh karena kejujuran dan kebersihan jiwanya itu ia diberi nama Al Amin (orang yang jujur).

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya yang berani melakukan kebohongan pada Allah hanyalah orang-orang yang tidak mau beriman pada ayat-ayat-Nya.
Mereka itulah manusia yang luar biasa besar kebohongannya.
Dan kamu, wahai Nabi, bukan termasuk golongan mereka sehingga mereka berhak menuduhmu telah berdusta.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah) yakni Alquran, melalui tuduhan mereka yang mengatakan, bahwa Alquran adalah perkataan manusia
(dan mereka itulah orang-orang pendusta) pengertian taukid di sini disimpulkan dari pengulangan dhamir.

Ayat ini merupakan sanggahan terhadap perkataan mereka sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya yang lain, yaitu, “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-ada saja.”
(Q.S. An-Nahl 101).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan itu hanyalah orang yang tidak beriman kepada Allah dan ayat-ayat-Nya, dan mereka itulah orang-orang yang dusta dalam perkataan mereka itu.
Adapun Muhammad yang beriman kepada Rabb-Nya lagi tunduk kepada-Nya, maka mustahil ia berdusta pada Allah dan mengatakan atas nama-Nya apa yang tidak difirmankan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan “An Nahl” yang berarti “lebah” karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”,
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni’matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur’anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur’an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya ni’mat-ni’mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni’mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti’aadzah (a’Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da’wah dalam Islam.

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nahl (16) ayat 105 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nahl (16) ayat 105 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nahl (16) ayat 105 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nahl - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 128 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah16
Nama SurahAn Nahl
Arabالنحل
ArtiLebah
Nama lainAl-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu70
JuzJuz 14
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat128
Jumlah kata1851
Jumlah huruf7838
Surah sebelumnyaSurah Al-Hijr
Surah selanjutnyaSurah Al-Isra'
4.5
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/16-105







Pembahasan ▪ Surah an nahal ayat 105 ▪ surah an nahl ayat 105 ▪ Surah an nahl ayat 105 jus berapa

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta