Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nahl

An Nahl (Lebah) surah 16 ayat 103


وَ لَقَدۡ نَعۡلَمُ اَنَّہُمۡ یَقُوۡلُوۡنَ اِنَّمَا یُعَلِّمُہٗ بَشَرٌ ؕ لِسَانُ الَّذِیۡ یُلۡحِدُوۡنَ اِلَیۡہِ اَعۡجَمِیٌّ وَّ ہٰذَا لِسَانٌ عَرَبِیٌّ مُّبِیۡنٌ
Walaqad na’lamu annahum yaquuluuna innamaa yu’allimuhu basyarun lisaanul-ladzii yulhiduuna ilaihi a’jamii-yun wahadzaa lisaanun ‘arabii-yun mubiinun;

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata:
“Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”.
Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.
―QS. 16:103
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
16:103, 16 103, 16-103, An Nahl 103, AnNahl 103, An-Nahl 103
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nahl (16) : 103. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan pada ayat ini bahwa orang-orang musyrikin menuduh Nabi Muhammad ﷺ menerima pelajaran Alquran dari seseorang.
Menurut mereka, orang itu seorang laki-laki asing, bukan bangsa Arab, yang selalu mengajarkan kitab-kitab lama di tengah-tengah mereka.
Barangkali terjadi setelah Nabi berbicara dengan orang itu.
Tetapi tuduhan mereka itu tidak benar.
Alquran tersusun dalam bahasa Arab yang indah dan padat isinya, bagaimana orang asing menciptakannya?
Sampai sejauh mana orang yang bukan bangsa Arab Quraisy merasakan keindahan bahasa Arab dan kemudian menyusunkannya ke dalam bahasa yang indah dan padat seperti Alquran itu?
Apalagi kalau dikatakan orang itu menjadi pengajar Nabi?
Mengenai siapa orang asing itu, bermacam-macam riwayat menceritakannya.
Ada yang mengatakan bahwa orang asing itu adalah seorang budak Romawi yang bernama Nasrani, yang dipelihara oleh Bani Hadramy.
Dari riwayat yang bermacam-macam itu, tidak ada yang dapat jadi pegangan.

Besar kemungkinan tuduhan itu hanya tipu muslihat orang-orang musyrikin yang sengaja dilontarkan kepada Nabi dan kaum Muslimin.

Pemimpin-pemimpin Quraisy yang berdagang ke Syam (Syria) sedikit banyaknya sudah pernah mendengar isi Kitab Taurat dan Injil karena hubungan mereka dengan orang-orang Ahli Kitab.
Karena Alquran itu memuat isi Taurat, lalu mereka mengira tentulah ada seorang asing (Ajam) yang bernama Nasrani mengajukan isi Alquran itu kepada Nabi.

An Nahl (16) ayat 103 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nahl (16) ayat 103 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nahl (16) ayat 103 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh Kami mengetahui apa yang dimaksud oleh orang-orang kafir Mekah ketika mereka mengatakan, "Seorang pemuda berkebangsaan Romawi telah mengajarkan Al Quran kepada Muhammad dan bukan malaikat yang diutus oleh Allah seperti yang dikatakan oleh Muhammad." Tuduhan mereka itu tidaklah benar.
Sebab pemuda yang mereka maksud itu adalah orang asing yang tidak memiliki kecakapan berbahasa Arab, sementara Al Quran menggunakan bahasa Arab fasih dan benar.
Bahkan kefasihan kalian sendiri, wahai orang-orang yang keras kepala, tidak mampu menandingi Al Quran.
Jika demikian halnya, bagaimana mungkin tuduhan kalian itu dapat dibenarkan?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya) lafal qad di sini menunjukkan makna tahqiq (Kami mengetahui bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya ia itu diajarkan kepadanya) yakni Alquran itu (oleh seorang manusia.") dimaksud adalah seorang pendeta Nasrani yang Nabi ﷺ pernah berkunjung kepadanya, lalu Allah subhanahu wa ta'ala menyanggah melalui firman-Nya:
(Padahal bahasa) atau logat (yang mereka tuduhkan) mereka sangkakan (kepada Muhammad) bahwa ia belajar daripadanya (adalah bahasa ajam sedangkan ini) yakni Alquran ini (adalah dalam bahasa Arab yang terang) memiliki kejelasan dan kefasihan, maka mengapa bahasa ini diajarkan oleh orang asing?

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa orang-orang musyrik berkata :
Sesungguhnya Nabi mengambil al-Qur'an itu dari seorang manusia keturunan Adam.
Mereka berdusta; karena Bahasa orang yang mereka nisbatkan bahwa ia telah mengajarkan kepada Nabi adalah Bahasa Ajam (selain Arab), sedang al-Qur'an adalah dalam Bahasa Arab yang sangat terang.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan tentang kedustaan, buat-buatan, dan kebohongan orang-orang musyrik dalam tuduhan mereka terhadap Nabi ﷺ, bahwa sesungguhnya Al-Qur'an yang dibacakan oleh Muhammad kepada mereka tiada lain diajarkan oleh seorang manusia kepadanya.
Lalu mereka mengisyaratkan kepada seorang lelaki 'Ajam yang ada di antara mereka, yaitu seorang pelayan milik salah satu puak dari kabilah Quraisy.
Lelaki itu seorang pedagang yang menjajakan barang-barangnya di Safa.
Adakalanya Rasulullah ﷺ duduk dengannya dan berbincang-bincang dengannya mengenai sesuatu hal.

Padahal orang tersebut berbahasa 'Ajam, tidak mengetahui bahasa Arab, atau hanya mengetahui sedikit bahasa Arab, menyangkut keperluannya yang darurat untuk berkomunikasi.
Karena itulah Allah membantah tuduhan tersebut melalui firman-Nya:

Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedangkan Al-Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Dengan kata lain, mana mungkin Al-Qur'an yang bahasanya sangat fasih, berparamasastra sangat tinggi, dan mengandung makna-makna yang sempurna lagi mencakup segalanya —yang menjadikannya jauh lebih sempurna daripada makna-makna yang terkandung di dalam semua kitab yang diturunkan kepada kaum Bani Israil— merupakan buah dari pelajaran yang diterimanya! Dan mana mungkin dia belajar dari seorang 'Ajam (non-Arab)! Jelas hal ini tidak akan dikatakan oleh seorang yang berakal rendah pun.

Muhammad ibnu Ishaq di dalam kitab As-Sirah mengatakan, "Dahulu Rasulullah ﷺ —menurut berita yang sampai kepadaku— sering duduk di Marwah di tenda (jongko) seorang budak beragama Nasrani bernama Jabar, dia adalah seorang budak milik seseorang dari Banil Hadrami." Maka Allah menurunkan firman-Nya: Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya Al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).”

Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedangkan Al-Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abdullah ibnu Kasir.
Dari Ikrimah dan Qatadah, disebutkan bahwa nama budak itu Ya'isy.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Muhammad At-Tusi, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Tuhman, dari Muslim ibnu Abdullah Al-Malai, dari Mujahid, dari ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengajarkan kepada seorang penyanyi di Mekah, namanya Bal'am, padahal dia berbahasa 'Ajam.
Orang-orang musyrik melihat Rasulullah ﷺ sering mengunjunginya, lalu mereka mengatakan, "Sesungguhnya dia diajari oleh Bal'am," Maka Allah menurunkan firman berikut: sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya Al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)."

Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedangkan Al-Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Ad-Dahhak ibnu Muzahim mengatakan bahwa budak lelaki tersebut adalah Salman Al-Farisi.
Tetapi pendapat Ad-Dahhak ini lemah, karena ayat ini adalah ayat Makkiyyah, sedangkan Salman baru masuk Islam di Madinah.

Ubaidillah ibnu Muslim mengatakan, "Dahulu kami mempunyai dua orang budak Romawi yang membaca kitab milik keduanya dengan bahasanya.
Dan tersebutlah bahwa Nabi ﷺ mampir kepada keduanya, lalu berdiri dan mendengarkan bacaan yang dilakukan keduanya.
Maka orang-orang musyrik mengatakan, "Muhammad sedang belajar dari kedua orang itu.' Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
menurunkan ayat ini."

Az-Zuhri telah meriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa orang yang melancarkan tuduhan ini adalah seorang lelaki dari kalangan kaum musyrik yang pernah bertugas menjadi juru tulis wahyu bagi Rasulullah ﷺ Tetapi dia murtad sesudah masuk Islam, lalu ia melancarkan tuduhan ini, semoga Allah melaknatnya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nahl (16) Ayat 103

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang daif, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah ﷺ mengajar seorang bule, ‘abid Romawi yang bernama Bal’am, di Mekah.
Ia tidak dapat berbahasa Arab dengan fasih.
Ketika kaum musyrikin melihat Rasulullah sering keluar masuk rumah Bal’am, mereka berkata: “Tentu Bal’am mengajarinya.” Maka Allah menurunkan ayat ini (an-Nahl: 103) sebagai bantahan terhadap pendapat kaum musyrikin itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Hushain yang bersumber dari ‘Abdullah bin Muslim al-Hadlrami bahwa ‘Abdullah bin Muslim al-Hadlrami mempunyai dua ‘abid yang bernama Yasar dan Jabr, orang Sicilia.
Keduanya membaca dan mengajarkan ilmunya.
Rasulullah ﷺ sering lewat ke tempat mereka dan mendengarkan bacaannya.
Orang-orang musyrik berkata: “Muhammad belajar dari kedua orang itu.” Turunnya ayat ini (an-Nahl: 103) sebagai bantahan atas tuduhan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 103

A'JAM
أَعْجَم

Lafaz ini adalah bentuk mufrad, lafaz jamaknya adalah al 'aajm yang bermakna nisbah kepada 'ajam yaitu yang bukan bangsa Arab. Contohnya, apabila lafaz ini disandarkan kepada satu perkataan lain seperti lisan a'jamiyy, maka maknanya ialah percakapan orang bukan Arab.

Di dalam Al Qur'an, terdapat tiga bentuk penggunaan lafaz ini yaitu :
a'jamiyy yang digunakan dalam ayat 103 surah An Nahl dan ayat 44 surah Ibrahim,
a'jamiyyan dalam ayat 44 surah Fushshilat,
al-a'jamin dalam ayat 198 surah Asy Syu'araa'

Dalam surah An Nahl ayat 103 , lafaz a'jamiyy bermakna bahasa 'ajam yaitu bukan bahasa Arab.

Jika disebut lelaki a'jam ataupun perempuan a'jam, maka ia bermakna lelaki dan perempuan itu tidak fasih berbahasa Arab.

Al Farra' menyebut, al a'jam adalah orang yang tidak fasih berbahasa Arab meskipun dia adalah orang Arab, sedangkan al a'jamiy atau al 'ajami adalah orang yang asalnya bukan berbangsa Arab.

Menurut Abu Ali pula, al a'jami merangkum makna bagi orang yang berbangsa 'ajam sekalipun fasih berbahasa Arab dan orang yang tidak fasih berbahasa Arab meskipun asalnya adalah bangsa Arab.

Lafaz al a'jam juga memiliki makna yang pertama yaitu orang yang asalnya berbangsa 'ajam baik fasih berbahasa Arab ataupun tidak.

Kesimpulan yang dapat dibuat berdasarkan pada ayat 103 surah An ­Nahl, lafaz al a'jamiyy tepatnya bermaksud tidak berbahasa Arab.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:3-4

Informasi Surah An Nahl (النحل)
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan keni'matan kepada manu­sia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Qur'anul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penya­kit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra' ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya ni'mat-ni'mat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam ni'mat untuk hamba­ hamba-Nya.

Keimanan:

Kepastian adanya hari kiamat
keesaan Allah
kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya
pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang di­halalkan
kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut se­perti marjan dan mutiara
dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa
kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan
kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah
larangan membuat­ buat hukum yang tak ada dasarnya
perintah membaca isti'aadzah (a'Uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk)
larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s

Lain-lain:

Asal kejadian manusia
madu adalah untuk kesehatan manusia
nasib pemimpin­ pemimpin palsu di hari kiamat
pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan
ajaran moral di dalam Islam
pedoman da'wah dalam Islam.


Gambar Kutipan Surah An Nahl Ayat 103 *beta

Surah An Nahl Ayat 103



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nahl

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta'ala ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah".
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82).
Surah ini dinamakan pula "An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni'am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra'
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (9 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku