Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nahl (Lebah) - surah 16 ayat 103 [QS. 16:103]

وَ لَقَدۡ نَعۡلَمُ اَنَّہُمۡ یَقُوۡلُوۡنَ اِنَّمَا یُعَلِّمُہٗ بَشَرٌ ؕ لِسَانُ الَّذِیۡ یُلۡحِدُوۡنَ اِلَیۡہِ اَعۡجَمِیٌّ وَّ ہٰذَا لِسَانٌ عَرَبِیٌّ مُّبِیۡنٌ
Walaqad na’lamu annahum yaquuluuna innamaa yu’allimuhu basyarun lisaanul-ladzii yulhiduuna ilaihi a’jamii-yun wahadzaa lisaanun ‘arabii-yun mubiinun;
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata,
“Sesungguhnya Alquran itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).”
Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, padahal ini (Alquran) adalah dalam bahasa Arab yang jelas.
―QS. An Nahl [16]: 103

Daftar isi

And We certainly know that they say,
"It is only a human being who teaches the Prophet."
The tongue of the one they refer to is foreign, and this Qur’an is (in) a clear Arabic language.
― Chapter 16. Surah An Nahl [verse 103]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And certainly
نَعْلَمُ Kami mengetahui

We know
أَنَّهُمْ bahwasanya mereka

that they
يَقُولُونَ (mereka) mengatakan

say,
إِنَّمَا sesungguhnya hanyalah

"Only
يُعَلِّمُهُۥ mengejar dia (Muhammad)

teaches him
بَشَرٌ seorang manusia

a human being."
لِّسَانُ lisan/bahasa

(The) tongue
ٱلَّذِى yang

(of) the one
يُلْحِدُونَ mereka tuduhkan

they refer
إِلَيْهِ kepadanya

to him
أَعْجَمِىٌّ bahasa ajam

(is) foreign
وَهَٰذَا dan/sedang ini (Al Quran)

while this
لِسَانٌ lisan/bahasa

(is) a language
عَرَبِىٌّ Arab

Arabic
مُّبِينٌ yang nyata

clear.

Tafsir Quran

Surah An Nahl
16:103

Tafsir QS. An-Nahl (16) : 103. Oleh Kementrian Agama RI

Allah ﷻ menjelaskan bahwa orang-orang musyrik Mekah menuduh Nabi Muhammad ﷺ menerima pelajaran Alquran dari seseorang.
Menurut mereka, orang itu seorang laki-laki asing, bukan bangsa Arab, yang selalu mengajarkan kitabkitab lama di tengah-tengah mereka.

Tetapi tuduhan itu tidak benar karena Alquran tersusun dalam bahasa Arab yang indah dan padat isinya, bagaimana orang asing menciptakannya?
Sampai sejauh mana orang yang bukan bangsa Arab Quraisy merasakan keindahan bahasa Arab dan kemudian menyusunnya dalam bahasa yang indah dan padat seperti Alquran?
Apalagi kalau dikatakan bahwa orang itu menjadi pengajar Nabi.
Mengenai siapa orang asing itu, bermacam-macam riwayat menjelaskannya.

Di antaranya ada yang mengatakan bahwa orang asing itu adalah seorang budak Romawi yang beragama Nasrani, yang dipelihara oleh Bani Hadrami.
Namun demikian, dari riwayat yang bermacam-macam itu, tidak ada satu pun yang dapat menjadi pegangan.

Besar kemungkinan tuduhan itu hanya tipu muslihat orang-orang musyrik yang sengaja dilontarkan kepada Nabi ﷺ dan kaum Muslimin.
Pemimpin-pemimpin Quraisy yang berdagang ke Syam (Syria) sedikit banyaknya sudah pernah mendengar isi Kitab Taurat dan Injil karena hubungan mereka dengan orang-orang Ahli Kitab.

Karena Alquran itu memuat isi Taurat, lalu mereka mengira tentulah ada orang asing (‘ajam) yang beragama Nasrani mengajarkan isi Alquran itu kepada Nabi.

Tafsir QS. An Nahl (16) : 103. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sungguh Kami mengetahui apa yang dimaksud oleh orang-orang kafir Mekah ketika mereka mengatakan,
"Seorang pemuda berkebangsaan Romawi telah mengajarkan Alquran kepada Muhammad dan bukan malaikat yang diutus oleh Allah seperti yang dikatakan oleh Muhammad."
Tuduhan mereka itu tidaklah benar.


Sebab pemuda yang mereka maksud itu adalah orang asing yang tidak memiliki kecakapan berbahasa Arab, sementara Alquran menggunakan bahasa Arab fasih dan benar.
Bahkan kefasihan kalian sendiri, wahai orang-orang yang keras kepala, tidak mampu menandingi Alquran.


Jika demikian halnya, bagaimana mungkin tuduhan kalian itu dapat dibenarkan?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa orang-orang musyrik berkata:
Sesungguhnya Nabi mengambil al-Qur’an itu dari seorang manusia keturunan Adam.
Mereka berdusta;
karena Bahasa orang yang mereka nisbatkan bahwa ia telah mengajarkan kepada Nabi adalah Bahasa Ajam (selain Arab), sedang al-Qur’an adalah dalam Bahasa Arab yang sangat terang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sesungguhnya) lafal qad di sini menunjukkan makna tahqiq


(Kami mengetahui bahwa mereka berkata,
"Sesungguhnya ia itu diajarkan kepadanya) yakni Alquran itu


(oleh seorang manusia.") dimaksud adalah seorang pendeta Nasrani yang Nabi ﷺ pernah berkunjung kepadanya, lalu Allah subhanahu wa ta’ala menyanggah melalui firman-Nya:


(Padahal bahasa) atau logat


(yang mereka tuduhkan) mereka sangkakan


(kepada Muhammad) bahwa ia belajar daripadanya


(adalah bahasa ajam sedangkan ini) yakni Alquran ini


(adalah dalam bahasa Arab yang terang) memiliki kejelasan dan kefasihan, maka mengapa bahasa ini diajarkan oleh orang asing?

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan tentang kedustaan, buat-buatan, dan kebohongan orang-orang musyrik dalam tuduhan mereka terhadap Nabi ﷺ, bahwa sesungguhnya Alquran yang dibacakan oleh Muhammad kepada mereka tiada lain diajarkan oleh seorang manusia kepadanya.
Lalu mereka mengisyaratkan kepada seorang lelaki ‘Ajam yang ada di antara mereka, yaitu seorang pelayan milik salah satu puak dari kabilah Quraisy.
Lelaki itu seorang pedagang yang menjajakan barang-barangnya di Safa.
Adakalanya Rasulullah ﷺ duduk dengannya dan berbincang-bincang dengannya mengenai sesuatu hal.

Padahal orang tersebut berbahasa ‘Ajam, tidak mengetahui bahasa Arab, atau hanya mengetahui sedikit bahasa Arab, menyangkut keperluannya yang darurat untuk berkomunikasi.
Karena itulah Allah membantah tuduhan tersebut melalui firman-Nya:

Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam, sedangkan Alquran adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Dengan kata lain, mana mungkin Alquran yang bahasanya sangat fasih, berparamasastra sangat tinggi, dan mengandung makna-makna yang sempurna lagi mencakup segalanya —yang menjadikannya jauh lebih sempurna daripada makna-makna yang terkandung di dalam semua kitab yang diturunkan kepada kaum Bani Israil— merupakan buah dari pelajaran yang diterimanya! Dan mana mungkin dia belajar dari seorang ‘Ajam (non-Arab)! Jelas hal ini tidak akan dikatakan oleh seorang yang berakal rendah pun.

Muhammad ibnu Ishaq di dalam kitab As-Sirah mengatakan,
"Dahulu Rasulullah ﷺ —menurut berita yang sampai kepadaku— sering duduk di Marwah di tenda (jongko) seorang budak beragama Nasrani bernama Jabar, dia adalah seorang budak milik seseorang dari Banil Hadrami."
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata,
"Sesungguhnya Alquran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)."


Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam, sedangkan Alquran adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abdullah ibnu Kasir.
Dari Ikrimah dan Qatadah, disebutkan bahwa nama budak itu Ya’isy.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Muhammad At-Tusi, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Tuhman, dari Muslim ibnu Abdullah Al-Malai, dari Mujahid, dari ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengajarkan kepada seorang penyanyi di Mekah, namanya Bal’am, padahal dia berbahasa ‘Ajam.
Orang-orang musyrik melihat Rasulullah ﷺ sering mengunjunginya, lalu mereka mengatakan,
"Sesungguhnya dia diajari oleh Bal’am,"
Maka Allah menurunkan firman berikut:
sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata,
"Sesungguhnya Alquran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)."


Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam, sedangkan Alquran adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Ad-Dahhak ibnu Muzahim mengatakan bahwa budak lelaki tersebut adalah Salman Al-Farisi.
Tetapi pendapat Ad-Dahhak ini lemah, karena ayat ini adalah ayat Makkiyyah, sedangkan Salman baru masuk Islam di Madinah.

Ubaidillah ibnu Muslim mengatakan,
"Dahulu kami mempunyai dua orang budak Romawi yang membaca kitab milik keduanya dengan bahasanya.
Dan tersebutlah bahwa Nabi ﷺ mampir kepada keduanya, lalu berdiri dan mendengarkan bacaan yang dilakukan keduanya.
Maka orang-orang musyrik mengatakan,
"Muhammad sedang belajar dari kedua orang itu.’ Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan ayat ini."

Az-Zuhri telah meriwayatkan dari Sa’id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa orang yang melancarkan tuduhan ini adalah seorang lelaki dari kalangan kaum musyrik yang pernah bertugas menjadi juru tulis wahyu bagi Rasulullah ﷺ Tetapi dia murtad sesudah masuk Islam, lalu ia melancarkan tuduhan ini, semoga Allah melaknatnya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nahl (16) Ayat 103

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang daif, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah ﷺ mengajar seorang bule, ‘abid Romawi yang bernama Bal’am, di Mekah.
Ia tidak dapat berbahasa Arab dengan fasih.
Ketika kaum musyrikin melihat Rasulullah sering keluar masuk rumah Bal’am, mereka berkata: “Tentu Bal’am mengajarinya.” Maka Allah menurunkan ayat ini (an-Nahl: 103) sebagai bantahan terhadap pendapat kaum musyrikin itu.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Hushain yang bersumber dari ‘Abdullah bin Muslim al-Hadlrami bahwa ‘Abdullah bin Muslim al-Hadlrami mempunyai dua ‘abid yang bernama Yasar dan Jabr, orang Sicilia.
Keduanya membaca dan mengajarkan ilmunya.
Rasulullah ﷺ sering lewat ke tempat mereka dan mendengarkan bacaannya.
Orang-orang musyrik berkata: “Muhammad belajar dari kedua orang itu.” Turunnya ayat ini (an-Nahl: 103) sebagai bantahan atas tuduhan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nahl (16) Ayat 103

A’JAM
أَعْجَم

Lafaz ini adalah bentuk mufrad, lafaz jamaknya adalah al ‘aajm yang bermakna nisbah kepada ‘ajam yaitu yang bukan bangsa Arab.
Contohnya, apabila lafaz ini disandarkan kepada satu perkataan lain seperti lisan a’jamiyy, maka maknanya ialah percakapan orang bukan Arab.

Di dalam Al Qur’an, terdapat tiga bentuk penggunaan lafaz ini yaitu :
a’jamiyy yang digunakan dalam ayat 103 surah An Nahl dan ayat 44 surah Ibrahim,
a’jamiyyan dalam ayat 44 surah Fushshilat,
al-a’jamin dalam ayat 198 surah Asy Syu’araa’

Dalam surah An Nahl ayat 103 , lafaz a’jamiyy bermakna bahasa ‘ajam yaitu bukan bahasa Arab.

Jika disebut lelaki a’jam ataupun perempuan a’jam, maka ia bermakna lelaki dan perempuan itu tidak fasih berbahasa Arab.

Al Farra’ menyebut, al a’jam adalah orang yang tidak fasih berbahasa Arab meskipun dia adalah orang Arab, sedangkan al a’jamiy atau al ‘ajami adalah orang yang asalnya bukan berbangsa Arab.

Menurut Abu Ali pula, al a’jami merangkum makna bagi orang yang berbangsa ‘ajam sekalipun fasih berbahasa Arab dan orang yang tidak fasih berbahasa Arab meskipun asalnya adalah bangsa Arab.

Lafaz al a’jam juga memiliki makna yang pertama yaitu orang yang asalnya berbangsa ‘ajam baik fasih berbahasa Arab ataupun tidak.

Kesimpulan yang dapat dibuat berdasarkan pada ayat 103 surah An Nahl, lafaz al a’jamiyy tepatnya bermaksud tidak berbahasa Arab.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:3-4

Unsur Pokok Surah An Nahl (النحل)

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Surat ini dinamakan "An Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya:
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah",
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.

Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitabkitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al lsra’ ayat 82).

Surat ini dinamakan pula "An Ni’am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Kepastian adanya hari kiamat.
▪ Ke-Esaan Allah.
▪ Kekuasaan-Nya dan kesempumaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya.
▪ Pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.

Hukum:

▪ Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan.
▪ Kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti marjan dan mutiara.
▪ Dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa.
▪ Kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan.
▪ Kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah.
▪ Larangan membuat buat hukum yang tak ada dasarnya.
▪ Perintah membaca isti’aadzah (a’uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).
▪ Larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Asal kejadian manusia.
▪ Madu adalah untuk kesehatan manusia.
▪ Nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat.
▪ Pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan.
▪ Ajaran moral di dalam Islam.
▪ Pedoman dakwah dalam Islam.

Audio Murottal

QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 128 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nahl (16) : 1-128 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 128

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nahl ayat 103 - Gambar 1 Surah An Nahl ayat 103 - Gambar 2
Statistik QS. 16:103
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Nahl.

Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, “Lebah”) adalah surah ke-16 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah subhanahu wa ta’ala ayat 68 yang artinya : “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah”.
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia.
Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.
Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69).
Sedang Alquran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
(Lihat surah (10) Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra’ ayat 82).
Surah ini dinamakan pula “An-Ni’am” artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.

Nomor Surah 16
Nama Surah An Nahl
Arab النحل
Arti Lebah
Nama lain Al-Ni’am, an-Ni’am (Nikmat-Nikmat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 70
Juz Juz 14
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 128
Jumlah kata 1851
Jumlah huruf 7838
Surah sebelumnya Surah Al-Hijr
Surah selanjutnya Surah Al-Isra’
Sending
User Review
4.5 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

16:103, 16 103, 16-103, Surah An Nahl 103, Tafsir surat AnNahl 103, Quran An-Nahl 103, Surah An Nahl ayat 103

Video Surah

16:103


More Videos

Kandungan Surah An Nahl

۞ QS. 16:1 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:2 Tauhid Uluhiyyah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 16:7 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 16:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:9 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:15 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:16 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:18 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 16:19 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:20 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:21 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Waktu kiamat tidak diketahui • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:22 Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa) • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 16:23 • Keluasan ilmu Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:24 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:25 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 16:26 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:27 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:28 • Keluasan ilmu Allah • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir

۞ QS. 16:29 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama surga

۞ QS. 16:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 16:32 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Saat kematian seorang mukmin • Keluarnya ruh orang mukmin

۞ QS. 16:33 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:34 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 16:35 • Mendustai Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 16:36 Tauhid Uluhiyyah • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:38 • Allah menepati janji • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 16:39 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:40 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 16:41 • Pahala iman • Perbuatan dan niat • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:42 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:44 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:45 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:46 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:47 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 16:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 16:49 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:50 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 16:51 Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 16:52 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 16:53 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:54 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:56 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 16:57 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba

۞ QS. 16:60 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 16:61 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 16:62 • Mendustai Allah • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Nama-nama surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 16:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:64 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:65 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:66 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:67 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:70 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 16:71 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:72 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:73 Tauhid Uluhiyyah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:74 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:75 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:76 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 16:77 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kiamat telah dekat

۞ QS. 16:78 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:79 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 16:81 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 16:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:83 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:84 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir

۞ QS. 16:86 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:87 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 16:88 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 16:89 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 16:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:93 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:94 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:95 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 16:96 • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 16:97 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 16:98 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 16:99 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 16:100 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 16:101 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 16:102 • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Peranan dan tugas JibrilHikmah penurunan kitab-kitab samawi •

۞ QS. 16:103 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:104 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:105 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 16:106 • Azab orang kafir • Kembali kufur • Siksa orang kafir • Perbuatan dan niat • Dosa-dosa besar

۞ QS. 16:107 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Kebaikan yang ada di alam akhiratHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 16:108 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 16:109 • Azab orang kafir

۞ QS. 16:110 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 16:111 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 16:112 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 16:113 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 16:115 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbuatan dan niat •

۞ QS. 16:116 • Mendustai Allah • Bid’ah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:117 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 16:118 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:119 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 16:120 • Islam agama para nabi

۞ QS. 16:121 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 16:123 • Islam agama para nabi

۞ QS. 16:124 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 16:125 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 16:128 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

Ayat Pilihan

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa,
maka barang siapa memaafkan & berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
QS. Asy-Syura [42]: 40

Hanya Dialah yang menurunkan hujan dari awan hingga mengakibatkan sungai & lembah dapat mengalirkan air.
Semua itu sesuai dengan ketentuan takdir yang telah ditetapkan Allah untuk dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan & membuahkan pohon.
QS. Ar-Ra’d [13]: 17

Dan tinggalkanlah dosa yang nampak & yang tersembunyi.
Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa,
kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat),
disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.
QS. Al-An’am [6]: 120

dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah,
dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
QS. Al-Ma’idah [5]: 49

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Correct! Wrong!

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Correct! Wrong!

Yang berarti ''menggabungkan sesuatu dengan yang lain'' adalah lafaz ...

Correct! Wrong!

+

Array

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Correct! Wrong!

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Yusuf `alaihis salam

Siapa itu Yusuf `alaihis salam? “Yusuf” adalah sebuah nama pemberian maskulin yang berasal dari bahasa Ibrani, yang tercatat dalam Alkitab Ibrani, sebagai יוֹסֵף, Ibrani Standar Yoss...

Mirza Ghulam Ahmad

Siapa itu Mirza Ghulam Ahmad? Pernah marak pemberitaan di media massa tentang Jemaat Ahmadiyah. Berbagai polemik muncul. Banyak media memberikan pembelaan terhadap Jemaat Ahmadiyah yang berpusat di Lo...

Utbah bin Abu Lahab

Siapa itu Utbah bin Abu Lahab? Utbah bin Abu Lahab adalah sepupu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utbah juga mantan menantu Nabi, karena Utbah menikahi Ruqayyah. Utbah juga keponakan Ab...