Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nabaa (Berita besar) – surah 78 ayat 6 [QS. 78:6]

اَلَمۡ نَجۡعَلِ الۡاَرۡضَ مِہٰدًا ۙ
Alam naj’alil ardha mihaadan;
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,
―QS. An Nabaa [78]: 6

Have We not made the earth a resting place?
― Chapter 78. Surah An Nabaa [verse 6]

أَلَمْ tidaklah/bukanlah

Have not
نَجْعَلِ Kami telah menjadikan

We made
ٱلْأَرْضَ bumi

the earth
مِهَٰدًا hamparan

a resting place?

Tafsir

Alquran

Surah An Nabaa
78:6

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Pertama, bukankah Allah telah menjadikan bumi sebagai hamparan yang mudah didiami oleh manusia dan hewan ternak yang berguna bagi manusia.
Sebetulnya bumi ini bundar seperti bola, tetapi karena begitu besarnya, maka permukaannya tampak datar seperti hamparan.

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bukankah mereka telah menyaksikan bukti-bukti kekuasaan Kami?
Sesungguhnya Kami menjadikan bumi terhampar sehingga dapat didiami dan ditelusuri segala penjurunya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bukankah Kami tekah menjadikan bumi ini terhampar bagi kalian seperti permadani?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan) yakni terhampar bagaikan permadani.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari orang-orang musyrik karena mereka saling bertanya tentang hari kiamat dengan rasa tidak percaya akan kejadiannya.

Tentang apakah mereka saling bertanya?
Tentang berita yang besar.
(QS. An-Naba‘ [78]: 1-2)

Yakni apakah yang dipertanyakan mereka?
Tentang hari kiamat, yaitu berita yang besar, yakni berita yang amat besar, amat mengerikan, lagi amat mengejutkan.
Qatadah dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan berita besar ini ialah kebangkitan sesudah mati.
Mujahid mengatakannya Alquran, tetapi yang jelas adalah pendapat yang pertama, karena dalam firman berikutnya disebutkan:


yang mereka perselisihkan tentang ini.
(QS. An-Naba‘ [78]: 3)

Manusia dalam hal ini ada dua macam, ada yang beriman kepadanya dan ada yang kafir.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman berikutnya mengancam orang-orang yang ingkar dengan adanya hari kiamat.

Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak;
kelak mereka akan mengetahui.
(QS. An-Naba‘ [78]: 4-5)

Ini merupakan peringatan yang tegas dan ancaman yang keras.
Kemudian Allah menjelaskan tentang kekuasaan-Nya yang besar melalui ciptaan-Nya terhadap segala sesuatu yang besar lagi menakjubkan, yang semuanya itu menunjukkan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya, termasuk masalah hari berbangkit dan lain-lainnya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?
(QS. An-Naba‘ [78]: 6)

Maksudnya, telah dihamparkan-Nya dan dijadikan-Nya layak untuk dihuni oleh makhluk-Nya, lagi tetap, tenang, dan kokoh.

dan gunung-gunung sebagai pasak?
(QS. An-Naba‘ [78]: 7)

Dia menjadikan pada bumi pasak-pasak untuk menstabilkan dan mengokohkannya serta memantapkannya sehingga bumi menjadi tenang dan tidak mengguncangkan orang-orang dan makhluk yang ada di atasnya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

dan Kami jadikan kalian berpasang-pasangan.
(QS. An-Naba‘ [78]: 8)

Yaitu dari jenis laki-laki dan perempuan, masing-masing dapat bersenang-senang dengan lawan jenisnya, dan karenanya maka berkembanglah keturunan mereka.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang.
(Ar-Rum:
21)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat.
(QS. An-Naba‘ [78]: 9)

Yakni istirahat dari gerak agar tubuh kalian menjadi segar kembali setelah banyak melakukan aktiyitas dalam rangka mencari upaya penghidupan di sepanjang siang hari.
Hal seperti ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Al-Furqan.

dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.
(QS. An-Naba‘ [78]: 10)

yang menutupi semua manusia dengan kegelapannya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan malam apabila menutupinya.
(QS. Asy-Syams [91]: 4)

Dan ucapan seorang penyair yang mengatakan dalam salah satu bait syairnya,

"Dan manakala malam mulai menggelarkan kain penutupnya, maka seluruh semesta menjadi gelap."

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.
(QS. An-Naba‘ [78]: 10)
Maksudnya, ketenangan.

dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.
(QS. An-Naba‘ [78]: 11)

Kami menjadikannya terang benderang agar manusia dapat melakukan aktiyitasnya untuk mencari upaya penghidupan dengan bekerja, berniaga, dan melakukan urusan lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami bangun di atas kalian tujuh buah (langit) yang kokoh.
(QS. An-Naba‘ [78]: 12)

Yaitu tujuh lapis langit dengan segala keluasannya, ketinggiannya, kekokohannya, dan kerapiannya serta hiasannya yang dipenuhi dengan bintang-bintang, baik yang tetap maupun yang beredar.
Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:

dan Kami jadikan pelita yang amat terang.
(QS. An-Naba‘ [78]: 13)

Yakni matahari yang menerangi semesta alam, yang cahayanya menerangi seluruh penduduk bumi.

Unsur Pokok Surah An Nabaa (النبأ)

Surat An Naba‘ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ma’aarij.

Dinamai An Naba‘ (berita besar), diambil dari perkataan An Naba‘ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Dinamai juga ‘"Amma yatasaa aluun" diambil dari perkataan "Amma yatasaa aluun" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu.
▪ Kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit.
▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit.
Azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat.
▪ Penyesalan orang kafir di hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah An Nabaa (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nabaa ayat 6 - Gambar 1 Surah An Nabaa ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 78:6
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah An Nabaa.

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , “Berita Besar”) adalah surah ke-78 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat.
Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah78
Nama SurahAn Nabaa
Arabالنبأ
ArtiBerita besar
Nama lainAmma, Tasa’ul dan Mu’shirat, Amma Yatasa’alun
(Tentang Apakah Mereka Saling Bertanya-Tanya)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu80
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat40
Jumlah kata174
Jumlah huruf797
Surah sebelumnyaSurah Al-Mursalat
Surah selanjutnyaSurah An-Nazi’at
Sending
User Review
4.7 (15 votes)
Tags:

78:6, 78 6, 78-6, Surah An Nabaa 6, Tafsir surat AnNabaa 6, Quran An Naba 6, AnNaba 6, An-Naba’ 6, Surah An Naba ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 7 [QS. 46:7]

7. Pada ayat yang lalu Allah menerangkan dalil-dalil untuk menolak argumentasi orang-orang yang menyekutukan Allah dan tidak percaya kepada hari akhir. Akan tetapi mereka menolak dalil-dalil yang diny … 46:7, 46 7, 46-7, Surah Al Ahqaaf 7, Tafsir surat AlAhqaaf 7, Quran Al Ahqaf 7, AlAhqaf 7, Al-Ahqaf 7, Surah Al Ahqaf ayat 7

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 92 [QS. 10:92]

Untuk menunjukkan bahwa Firaun yang mengaku sebagai tuhan itu telah benar-benar mati, maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu, yakni Kami wafatkan jiwamu tetapi tubuh kasarmu masih tetap utuh, agar … 10:92, 10 92, 10-92, Surah Yunus 92, Tafsir surat Yunus 92, Quran Yunus 92, Surah Yunus ayat 92

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ....

Benar! Kurang tepat!

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةًArti dari hadist diatas adalah … Carilah ilmu walau satu ayat Sampaikanlah kepadaku walau satu ayat. Carilah

Pendidikan Agama Islam #15

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Kisah Qarun Kisah

Pendidikan Agama Islam #25

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَAyat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat … 6 2 3 5 4 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:وَوَضَعْنَا

Instagram