Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nabaa (Berita besar) - surah 78 ayat 40 [QS. 78:40]

اِنَّاۤ اَنۡذَرۡنٰکُمۡ عَذَابًا قَرِیۡبًا ۬ۚۖ یَّوۡمَ یَنۡظُرُ الۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ یَدٰہُ وَ یَقُوۡلُ الۡکٰفِرُ یٰلَیۡتَنِیۡ کُنۡتُ تُرٰبًا
Innaa andzarnaakum ‘adzaaban qariiban yauma yanzhurul maru maa qaddamat yadaahu wayaquulul kaafiru yaa laitanii kuntu turaaban;
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya;
dan orang kafir berkata,
“Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”
―QS. An Nabaa [78]: 40

Daftar isi

Indeed, We have warned you of a near punishment on the Day when a man will observe what his hands have put forth and the disbeliever will say,
"Oh, I wish that I were dust!"
― Chapter 78. Surah An Nabaa [verse 40]

إِنَّآ sesungguhnya Kami

Indeed We
أَنذَرْنَٰكُمْ Kami memberi peringatan kepadamu

[We] have warned you
عَذَابًا azab

(of) a punishment
قَرِيبًا dekat

near
يَوْمَ hari

(the) Day
يَنظُرُ melihat

will see
ٱلْمَرْءُ seseorang

the man
مَا apa

what
قَدَّمَتْ mendahului/diperbuat

have sent forth
يَدَاهُ kedua tangannya

his hands
وَيَقُولُ dan berkata

and will say
ٱلْكَافِرُ orang kafir

the disbeliever,
يَٰلَيْتَنِى alangkah baiknya aku dulu

"O I wish!
كُنتُ adalah aku

I were
تُرَٰبًۢا debu/tanah

dust!"

Tafsir Quran

Surah An Nabaa
78:40

Tafsir QS. An-Naba’ (78) : 40. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir bahwa sesungguhnya Allah telah memberi peringatan kepada mereka dengan siksaan yang dekat.

Setiap orang harus mengerti bahwa apa saja yang akan dialaminya telah dekat waktu terjadinya.

Soal jarak waktu bukanlah suatu hal yang penting, tetapi yang penting adalah peristiwa itu pasti akan dialaminya.
Maka seorang yang berakal sehat selalu bersiap-siap untuk menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan dijumpainya.

Pada hari itu, manusia akan melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, sebagaimana dijelaskan pula dalam firman Allah:

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍ تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗٓ اَمَدًاۢ بَعِيْدًا وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ وَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ

(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan.
Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu.
(Ali ‘Imran [3]: 30)

Pada hari itu, orang kafir akan berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan,
"Andaikata aku dahulu di dunia hanya menjadi tanah, dan tidak menjadi manusia yang durhaka kepada Tuhan."

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 40. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepada kalian mengenai siksa yang kedatangannya telah dekat.
Pada hari itu setiap orang dapat melihat apa yang dilakukan oleh kedua tangannya.


Dengan mengharap keselamatan, orang kafir akan berkata,
"Alangkah baiknya jika, setelah kematianku, aku tetap menjadi tanah sehingga aku tidak dibangkitkan dan diminta pertanggungjawaban."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya kami telah memperingatkan kalian dari azab di akhirat yang dekat yang pada saat itu setiap orang melihat apa yang dilakukan dan diusahakannya, amal baik atau amal buruk.
Orang kafir akan berkata saat melihat beratnya hisab,
"Seandainya dahulu aku menjadi tanah sehingga sekarang aku tidak dibangkitan."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepada kalian) hai orang-orang kafir Mekah


(siksa yang dekat) yakni siksa pada hari kiamat yang akan datang nanti, dan setiap sesuatu yang akan datang itu berarti masa terjadinya sudah dekat


(pada hari) menjadi Zharaf dari lafal ‘Adzaaban berikut sifatnya yakni berikut lafal Qariiban


(manusia melihat) setiap manusia melihat


(apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya) yakni perbuatan baik dan perbuatan buruk yang telah dikerjakannya semasa di dunia


(dan orang kafir berkata,
"Alangkah baiknya) huruf Ya di sini bermakna Tanbih


(sekiranya aku dahulu adalah tanah") maka aku tidak akan disiksa.
Ia mengatakan demikian sewaktu Allah berfirman kepada binatang-binatang semuanya sesudah Dia melakukan hukum kisas sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain:
"Jadilah kamu sekalian tanah!"

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepada kalian (hai orang kafir) siksa yang dekat.
(QS. An-Naba’ [78]: 40)

Maksudnya, pada hari kiamat nanti.
Dikatakan demikian karena kepastian kejadiannya telah dekat, dan sesuatu yang pasti terjadi itu tidak dapat dielakkan lagi.

pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya.
(QS. An-Naba’ [78]: 40)

Yakni ditampilkan di hadapannya semua amal perbuatannya, yang baiknya dan yang buruknya, yang terdahulu dan yang terkemudian.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).
(QS. Al-Kahfi [18]: 49)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari itu diberikan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 13)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan orang kafir berkata,
"Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."
(QS. An-Naba’ [78]: 40)

Orang kafir di hari itu berkhayal seandainya dirinya sewaktu di dunia berupa tanah dan bukan makhluk serta tidak dikeluarkan ke alam wujud.
Demikian itu terjadi ketika dia menyaksikan azab Allah terpampang di hadapannya dan ia melihat semua amal perbuatannya yang telah dicatat oleh para malaikat juru tulis amal perbuatan, yang semuanya mulia lagi bertakwa.
Semua amal perbuatannya penuh dengan kerusakan dan dosa-dosa.

Menurut pendapat lain, sesungguhnya orang kafir itu berkhayal demikian hanyalah setelah ia menyaksikan peradilan Allah subhanahu wa ta’ala saat menghukumi antara hewan-hewan terhadap kejadian-kejadian yang telah dilakukannya ketika di dunia dengan sesamanya.
Maka Allah memutuskan perkara di antara mereka dengan hukum-Nya yang Maha-adil yang tidak aniaya, sehingga kambing yang tidak bertanduk disuruh membalas terhadap kambing yang bertanduk yang dahulu sewaktu di dunia pernah menanduknya.
Apabila peradilan telah dilakukan terhadap mereka, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada mereka,
"Jadilah kamu tanah!"
Maka semuanya kembali menjadi tanah.
Dan saat itulah orang kafir berkata, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:
Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.
(QS. An-Naba’ [78]: 40)

Yaitu menjadi hewan, lalu dikembalikan menjadi tanah.
Hal yang semakna telah disebutkan di dalam hadis sangkakala yang terkenal, sebagaimana telah disebutkan pula dalam asar-asar yang bersumber dari Abu Hurairah, dan Abdullah ibnu Amr serta selain keduanya.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nabaa (78) Ayat 40

KAAFIR
كَافِر

Ism fa’il mufrad dari kata kafara, arti bahasanya tidak beriman dengan ketuhanan, kenabian, syari’at atau tidak beriman dengan kedua-duanya.
Apabila disandarkan kepada an ni’mah, ia bermakna ingkar pada nikmat dengan tidak mensyukurinya.

Al Kafawi berkata,
setiap sesuatu yang menutupi sesuatu dinamakan al kufr. Darinya terbit lafaz al kaafir karena dia menutupi nikmat Allah.

Ar Razi berkata,
al kufr dalam arti bahasa mempunyai dua makna.

Pertama, lawan kepada keimanan.
Kedua, juhuud an ni’mah atau ingkar pada nikmat dan lawan bagi syukur.

Sedangkan lafaz al kaafir mencakup makna malam yang gelap karena ia menutupi segala sesuatu.

Ibnu As Sikkiit berkata,
darinya dinamakan al kaafir karena ia menutupi nikmat Allah Kalimah dalam bentuk fa’il juga mengandung makna orang yang tidak beriman kepada Allah, rasul dan orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah.

Dalam bentuk ini, ia disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 41, 217;
Al Furqaan (25), ayat 55;
• At Taghaahbun (64), ayat 2;
• An Naba’ (78), ayat 40.

M. Quraish Shihab berkata,
" Al Qur’an menggunakan kufur untuk berbagai bagai makna.
Sementara pakar menguraikan lima jenis kekufuran.

Pertama, apa yang mereka namakan kufur juhuud yang terdiri dari dua macam yaitu mereka yang tidak mengakui wujud Allah seperti para atheis dan orang komunis.

Kedua, mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya karena dengki dan iri hati kepada pembawa kebenaran itu.

Kufur ketiga dalam makna tidak mensyukuri nikmat Allah seperti yang diisyaratkan dalam kata-kata Allah yang berarti,

"Sekiranya kamu bersyukur, pastilahku tambah bagi kamu (nikmatku) dan apabila kamu kafir, maka sesungguhnya seksaanku pastilah amat pedih."

Kufur yang keempat adalah kufur dengan meninggalkan atau tidak mengerjakan tuntunan agama, walaupun percaya.
Ini seperti firman Allah yang berarti,

”Apakah kamu percaya kepada sebahagian Al Kitab dan kafir terhadap sebahagian lainnya."

Yang kelima adalah kufur dalam makna tidak merestui dan melepaskan diri seperti firman Allah yang mengabadikan ucapan Nabi Ibrahim kepada umatnya,

"Kami kafir kepada kamu dan telah jelas antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya."

Di dalam Al Qur’an, ayat yang menyebut kata dalam bentuk ini yaitu kaafir mengandung makna juhuud atau ingkar untuk beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan dari Nya berupa kenabian, kitab, syari’at dan sebagainya.
Sebagaimana Allah berfirman,

وَءَامِنُوا۟ بِمَآ أَنزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوٓا۟ أَوَّلَ كَافِرٍۭ بِهِۦۖ

Ibnu Katsir berkata,
pertama kali yang kufur dalam ayat ini adalah dari Bani Israil karena orang Yahudi Madinah terlebih dahulu diperintahkan beriman dengan Al Quran, tetapi mereka kufur padanya.
Oleh karena itu, lazimnya mereka yang pertama sekali ingkar dari keturunan mereka.

Ataupun yang dimaknakan awwala yaitu pertama bukan bermakna yang paling dahulu, tetapi maknanya yang tampil ke depan dan giat mengingkarinya, hingga maknanya orang Yahudi adalah orang yang giat dan tampil ke depan sebagai pemimpin dalam mengingkari penurunan Al Qur’an.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:510-511

Unsur Pokok Surah An Nabaa (النبأ)

Surat An Naba‘ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ma’aarij.

Dinamai An Naba‘ (berita besar), diambil dari perkataan An Naba‘ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Dinamai juga ‘"Amma yatasaa aluun" diambil dari perkataan "Amma yatasaa aluun" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu.
▪ Kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit.
▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit.
▪ Azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat.
▪ Penyesalan orang kafir di hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah An Nabaa (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nabaa ayat 40 - Gambar 1 Surah An Nabaa ayat 40 - Gambar 2
Statistik QS. 78:40
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Nabaa.

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , “Berita Besar”) adalah surah ke-78 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat.
Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah 78
Nama Surah An Nabaa
Arab النبأ
Arti Berita besar
Nama lain Amma, Tasa’ul dan Mu’shirat, Amma Yatasa’alun
(Tentang Apakah Mereka Saling Bertanya-Tanya)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 80
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 40
Jumlah kata 174
Jumlah huruf 797
Surah sebelumnya Surah Al-Mursalat
Surah selanjutnya Surah An-Nazi’at
Sending
User Review
4.9 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

78:40, 78 40, 78-40, Surah An Nabaa 40, Tafsir surat AnNabaa 40, Quran An Naba 40, AnNaba 40, An-Naba’ 40, Surah An Naba ayat 40

Video Surah

78:40


More Videos

Kandungan Surah An Nabaa

۞ QS. 78:1 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:2 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:3 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:4 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:5 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:7 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:8 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:15 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 78:17 • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 78:18 • Peniupan sangkakala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 78:19 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 78:20 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 78:21 • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat neraka • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 78:22 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:23 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 78:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 78:25 • Azab orang kafir

۞ QS. 78:26 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 78:27 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:28 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 78:29 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 78:30 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:31 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 78:32 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 78:33 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 78:34 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 78:35 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 78:36 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 78:37 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 78:38 Al Rahman (Maha Pengasih) • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 78:39 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 78:40 • Kiamat telah dekat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan •

Ayat Pilihan

Jika jalan perbaikan tak dapat ditempuh, sedang kalian suami-istri telah ambil keputusan cerai, niscaya Allah akan limpahkan keluasan kasih sayang-Nya pada masing-masing pihak. Rezeki berada di tangan Allah. Rahmat & karunia-Nya luas
QS. An-Nisa’ [4]: 130

Orang yang bila ditimpa musibah,
mereka mengucap: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna & rahmat dari Tuhan mereka & mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. Al-Baqarah [2]: 156-157

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat & tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah,
sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu,
maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim
QS. Yunus [10]: 106

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

An-Nashir

Siapa itu An-Nashir? An-Nashir Lidinillah bergelar Abu al-Abbas dengan nama asli Ahmad bin al-Mustadhi’ Biamrillah adalah Khalifah ke-34 Bani Abbasiyah di Baghdad dari 1180 hingga 1225. Adz-D...

Hijaiyyah

Apa itu Hijaiyyah? Huruf hijaiyah adalah huruf alfabet yang berasal dari Arab. Huruf hijaiyah dan cara bacanya memiliki aturan urutan yang berbeda dengan terminologi abjad. Walaupun Alquran diturunkan...

billahi

Apa itu billahi? bil.la.hi demi Allah; dengan nama Allah … •