Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nabaa (Berita besar) – surah 78 ayat 4 [QS. 78:4]

کَلَّا سَیَعۡلَمُوۡنَ ۙ
Kalaa saya’lamuun(a);
Tidak! Kelak mereka akan mengetahui,
―QS. An Nabaa [78]: 4

Daftar isi

No! They are going to know.
― Chapter 78. Surah An Nabaa [verse 4]

كَلَّا jangan begitu/sekali-kali tidak

Nay!
سَيَعْلَمُونَ kelak mereka akan mengetahui

(soon) they will know.

Tafsir Quran

Surah An Nabaa
78:4

Tafsir QS. An-Naba’ (78) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang musyrik Mekah ketika berkumpul di tempat pertemuan mereka yang berada di dekat Baitullah, sering membicarakan keadaan Nabi Muhammad dan Kitab Alquran yang dibawanya.
Mereka sering bertanya satu sama lain bahwa apakah Muhammad itu seorang tukang sihir, penyair, atau seorang dukun tukang tenung yang terkena pengaruh buruk oleh berhala-berhala mereka?
Mereka juga bertanya-tanya apakah Alquran itu sihir, syair, atau mantra-mantra saja?
Masing-masing mengemukakan pendapat sesuai dengan hawa nafsu dan angan-angan mereka, sedangkan Nabi Muhammad sendiri dengan sikap yang tenang menyampaikan seruannya berdasarkan ayat-ayat Alquran yang memberi sinar penerangan kepada manusia menuju jalan kebenaran dan petunjuk yang lurus.

Selain itu mereka sering bercakap-cakap tentang hari kebangkitan sehingga sering menimbulkan perdebatan, sebab di antara mereka ada yang mengingkarinya dan beranggapan bahwa setelah mati habislah urusan mereka.
Tidak ada lagi kebangkitan setelah mati.

Mereka berpendapat bahwa manusia itu lahir ke dunia lalu ia mati dan ditelan bumi karena tidak ada yang membinasakan mereka kecuali masa atau waktu saja.
Di sisi lain, ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa yang dibangkitkan itu hanya arwah saja dan bukan jasad yang telah habis dimakan bumi.

Ada pula di antara mereka yang menjumpai salah seorang sahabat Nabi dan menanyakan tentang hal itu dengan sikap mencemoohkan.

Sehubungan dengan sikap mereka yang demikian itu, surah ini turun untuk menolak keingkaran mereka, dan mengemukakan argumen yang nyata bahwa Allah benar-benar Mahakuasa membangkitkan mereka kembali setelah mati, walaupun mereka telah menjadi tanah, dimakan binatang buas, ditelan ikan di laut, terbakar api dan diterbangkan angin, atau sebab lainnya.

Dalam ayat ini, Allah mencela perselisihan orang-orang kafir Mekah mengenai hari kebangkitan dengan mengatakan,
"Tentang apakah orang-orang musyrik di kalangan penduduk Mekah itu saling bertanya-tanya?"

Allah menjawab pertanyaan mereka itu dengan firman-Nya.
Yang dimaksud dengan berita yang sangat besar dalam ayat ini ialah berita tentang hari Kiamat.

Disebut berita yang sangat besar karena hari Kiamat itu amat besar huru-haranya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ .
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu;
sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.
(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.
(Al-Hajj [22]: 1-2)

Meskipun begitu, orang-orang musyrik masih meragukan bahkan banyak yang tidak percaya, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:

اِنْ هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوْثِيْنَ

(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, (di sanalah) kita mati dan hidup dan tidak akan dibangkitkan (lagi).
(Al-Mu’minun [23]: 37)

Firman Allah:

مَا نَدْرِيْ مَا السَّاعَةُۙ اِنْ نَّظُنُّ اِلَّا ظَنًّا وَّمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِيْنَ

Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin.
(Al-Jasiyah [45]: 32)

Adapun hikmah Ilahi menyampaikan persoalan ini dalam bentuk pertanyaan dan jawaban adalah agar lebih mendekatkan kepada pengertian dan penjelasan, seperti tercantum dalam firman Allah:

يَوْمَ هُمْ بَارِزُوْنَ لَا يَخْفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنْهُمْ شَيْءٌ لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

(Lalu Allah ﷻ berfirman),
"Milik siapakah kerajaan pada hari ini?"
Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan.
(Al-Mu’min [40]: 16)

Kemudian Allah menjawab pertanyaan mereka dengan nada ancaman,
"Sekali-kali tidak.
Jauh sekali dari kebenaran apa yang mereka anggap itu.
Nanti mereka akan mengetahui pada waktu menyaksikan keadaan yang sebenarnya pada hari Kiamat yang selalu mereka ingkari."

Sebaiknya mereka jangan memperolok-olokkan karena mereka kelak pasti akan mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Apa-apa yang diragukan itu pasti akan mereka alami.
Allah menguatkan firman-Nya itu dengan mengulang pernyataan itu sekali lagi.

Kemudian Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang Mahaagung dan tanda-tanda rahmat-Nya yang sering dilupakan oleh mereka.
Padahal tanda-tanda itu tampak jelas di hadapan mata.
Allah mengemukakan sembilan perkara yang dapat mereka saksikan dengan mata sebagai bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya, seperti disebutkan pada ayat-ayat berikut, yaitu dari ayat 6 sampai ayat 14.

Tafsir QS. An Nabaa (78) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Celakalah mereka dengan pertanyaan seperti ini! Kelak mereka akan mengetahui kebenarannya tatkala mereka saksikan sendiri hari kebangkitan itu benar-benar terjadi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Perkaranya tidak seperti yang diklaim oleh orang orang musyrik itu.
Mereka akan mengetahui akibat dari pendustaan mereka, mereka akan melihat apa yang akan Allah lakukan terhadap mereka pada hari kiamat, Kemudian mereka akan meyakini kebenaran apa yang dibawa oleh Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yaitu Alquran dan kabar kebangkitan.


Ini adalah ancaman dan peringatan keras bagi mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sekali-kali tidak) kata ini merupakan sanggahan yang ditujukan kepada orang-orang kafir tadi


(kelak mereka mengetahui) apa yang bakal menimpa mereka sebagai akibat daripada keingkaran mereka kepada Alquran.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari orang-orang musyrik karena mereka saling bertanya tentang hari kiamat dengan rasa tidak percaya akan kejadiannya.

Tentang apakah mereka saling bertanya?
Tentang berita yang besar.
(QS. An-Naba’ [78]: 1-2)

Yakni apakah yang dipertanyakan mereka?
Tentang hari kiamat, yaitu berita yang besar, yakni berita yang amat besar, amat mengerikan, lagi amat mengejutkan.
Qatadah dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan berita besar ini ialah kebangkitan sesudah mati.
Mujahid mengatakannya Alquran, tetapi yang jelas adalah pendapat yang pertama, karena dalam firman berikutnya disebutkan:


yang mereka perselisihkan tentang ini.
(QS. An-Naba’ [78]: 3)

Manusia dalam hal ini ada dua macam, ada yang beriman kepadanya dan ada yang kafir.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman berikutnya mengancam orang-orang yang ingkar dengan adanya hari kiamat.

Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak;
kelak mereka akan mengetahui.
(QS. An-Naba’ [78]: 4-5)

Ini merupakan peringatan yang tegas dan ancaman yang keras.
Kemudian Allah menjelaskan tentang kekuasaan-Nya yang besar melalui ciptaan-Nya terhadap segala sesuatu yang besar lagi menakjubkan, yang semuanya itu menunjukkan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya, termasuk masalah hari berbangkit dan lain-lainnya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?
(QS. An-Naba’ [78]: 6)

Maksudnya, telah dihamparkan-Nya dan dijadikan-Nya layak untuk dihuni oleh makhluk-Nya, lagi tetap, tenang, dan kokoh.

dan gunung-gunung sebagai pasak?
(QS. An-Naba’ [78]: 7)

Dia menjadikan pada bumi pasak-pasak untuk menstabilkan dan mengokohkannya serta memantapkannya sehingga bumi menjadi tenang dan tidak mengguncangkan orang-orang dan makhluk yang ada di atasnya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

dan Kami jadikan kalian berpasang-pasangan.
(QS. An-Naba’ [78]: 8)

Yaitu dari jenis laki-laki dan perempuan, masing-masing dapat bersenang-senang dengan lawan jenisnya, dan karenanya maka berkembanglah keturunan mereka.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang.
(QS. Ar-Rum [30]: 21)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat.
(QS. An-Naba’ [78]: 9)

Yakni istirahat dari gerak agar tubuh kalian menjadi segar kembali setelah banyak melakukan aktiyitas dalam rangka mencari upaya penghidupan di sepanjang siang hari.
Hal seperti ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Al-Furqan.

dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.
(QS. An-Naba’ [78]: 10)

yang menutupi semua manusia dengan kegelapannya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan malam apabila menutupinya.
(QS. Asy-Syams [91]: 4)

Dan ucapan seorang penyair yang mengatakan dalam salah satu bait syairnya,


"Dan manakala malam mulai menggelarkan kain penutupnya, maka seluruh semesta menjadi gelap."

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.
(QS. An-Naba’ [78]: 10)
Maksudnya, ketenangan.

dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.
(QS. An-Naba’ [78]: 11)

Kami menjadikannya terang benderang agar manusia dapat melakukan aktiyitasnya untuk mencari upaya penghidupan dengan bekerja, berniaga, dan melakukan urusan lainnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami bangun di atas kalian tujuh buah (langit) yang kokoh.
(QS. An-Naba’ [78]: 12)

Yaitu tujuh lapis langit dengan segala keluasannya, ketinggiannya, kekokohannya, dan kerapiannya serta hiasannya yang dipenuhi dengan bintang-bintang, baik yang tetap maupun yang beredar.
Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:

dan Kami jadikan pelita yang amat terang.
(QS. An-Naba’ [78]: 13)

Yakni matahari yang menerangi semesta alam, yang cahayanya menerangi seluruh penduduk bumi.

Unsur Pokok Surah An Nabaa (النبأ)

Surat An Naba’ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ma’aarij.

Dinamai An Naba’ (berita besar), diambil dari perkataan An Naba’ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Dinamai juga ‘"Amma yatasaa aluun" diambil dari perkataan "Amma yatasaa aluun" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Keimanan:

▪ Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu.
▪ Kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit.
▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit.
▪ Azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat.
▪ Penyesalan orang kafir di hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah An Nabaa (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nabaa (78) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nabaa ayat 4 - Gambar 1 Surah An Nabaa ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 78:4
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Nabaa.

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , “Berita Besar”) adalah surah ke-78 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat.
Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah 78
Nama Surah An Nabaa
Arab النبأ
Arti Berita besar
Nama lain Amma, Tasa’ul dan Mu’shirat, Amma Yatasa’alun
(Tentang Apakah Mereka Saling Bertanya-Tanya)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 80
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 40
Jumlah kata 174
Jumlah huruf 797
Surah sebelumnya Surah Al-Mursalat
Surah selanjutnya Surah An-Nazi’at
Sending
User Review
4.5 (13 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

78:4, 78 4, 78-4, Surah An Nabaa 4, Tafsir surat AnNabaa 4, Quran An Naba 4, AnNaba 4, An-Naba’ 4, Surah An Naba ayat 4

Video Surah

78:4


Load More

Kandungan Surah An Nabaa

۞ QS. 78:1 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:2 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:3 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:4 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:5 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:7 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:8 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:14 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 78:15 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 78:17 • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 78:18 • Peniupan sangkakala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 78:19 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 78:20 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 78:21 • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat neraka • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 78:22 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:23 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 78:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 78:25 • Azab orang kafir

۞ QS. 78:26 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 78:27 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 78:28 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 78:29 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 78:30 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 78:31 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 78:32 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 78:33 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 78:34 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 78:35 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 78:36 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 78:37 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 78:38 Al Rahman (Maha Pengasih) • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 78:39 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 78:40 • Kiamat telah dekat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan •

Ayat Pilihan

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam & siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
QS. Al-Furqan [25]: 62

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,
tetapi dia adalah Rasulullah & penutup nabi-nabi.
Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS. Al-Ahzab [33]: 40

Dalam menciptakan sesuatu,
jika Dia berkehendak menciptakannya,
Dia hanya berkata,
“Jadilah!”
Sesuatu yang dikehendaki itu pun terjadi seketika itu juga.
QS. Ya Sin [36]: 82

Dan sesungguhnya bagi kamu (Nabi Muhammad ﷺ) benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
QS. Al-Qalam [68]: 3

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Correct! Wrong!

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Correct! Wrong!

+

Array

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Correct! Wrong!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Kamus Istilah Islam

Hasan bin Ali

Siapa itu Hasan bin Ali? Al-Hasan bin ‘Ali adalah putra Ali bin Abi Thalib dan Fatima Zahra dan cucu dari Nabi. Dia adalah Imam kedua Syiah dan nenek moyang ibu dari Dua Belas Imam, dari Muhamm...

Fathah

Apa itu Fathah? Fathah adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem /a/. Secara harfiah, fathah itu sendiri berarti memb...

Muhammad bin Amr bin Atha

Siapa itu Muhammad bin Amr bin Atha? Nama lengkapnya adalah Muhammad bin ‘Amr bin Atha’ bin Abbas bin al-Qamah bin Abdullah bin Abi Qais bin abdud bin Nasr bin Malik bin Hasl bin amir bin Lu&#...