Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 93 [QS. 3:93]

کُلُّ الطَّعَامِ کَانَ حِلًّا لِّبَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اِلَّا مَا حَرَّمَ اِسۡرَآءِیۡلُ عَلٰی نَفۡسِہٖ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ تُنَزَّلَ التَّوۡرٰىۃُ ؕ قُلۡ فَاۡتُوۡا بِالتَّوۡرٰىۃِ فَاتۡلُوۡہَاۤ اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ
Kulluth-tha’aami kaana hilaa libanii israa-iila ilaa maa harrama israa-iilu ‘ala nafsihi min qabli an tunazzalattauraatu qul fa’tuu bittauraati faatluuhaa in kuntum shaadiqiin(a);
Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan.
Katakanlah (Muhammad),
“Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.”
―QS. Ali Imran [3]: 93

Daftar isi

All food was lawful to the Children of Israel except what Israel had made unlawful to himself before the Torah was revealed.
Say, (O Muhammad),
"So bring the Torah and recite it, if you should be truthful."
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 93]

كُلُّ semua

All
ٱلطَّعَامِ makanan

[the] food
كَانَ adalah

was
حِلًّا halal

lawful
لِّبَنِىٓ bagi for (the) Children
إِسْرَٰٓءِيلَ Israil

(of) Israel
إِلَّا kecuali

except
مَا apa

what
حَرَّمَ yang mengharamkan

made unlawful
إِسْرَٰٓءِيلُ Israil

Israel
عَلَىٰ atas

upon
نَفْسِهِۦ dirinya

himself
مِن dari

from
قَبْلِ sebelum

before
أَن bahwa

[that]
تُنَزَّلَ diturunkan

(was) revealed
ٱلتَّوْرَىٰةُ Taurat

the Taurat.
قُلْ katakanlah

Say,
فَأْتُوا۟ maka datangkan/bawalah

"So bring
بِٱلتَّوْرَىٰةِ dengan Taurat itu

the Taurat
فَٱتْلُوهَآ maka/lalu bacalah ia

and recite it
إِن jika

if
كُنتُمْ kalian adalah

you are
صَٰدِقِينَ orang-orang yang benar

truthful."

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:93

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 93. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa semua makanan dihalalkan kepada Bani Israil dan juga kepada Nabi Ibrahim, termasuk daging unta, seperti disebutkan dalam Perjanjian Lama (Imamat xi:4),
"Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak, atau yang berkuku belah:
unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah;
haram itu bagimu."
Hanya beberapa makanan saja yang diharamkan oleh Nabi Yakub sendiri terhadap dirinya disebabkan beliau menderita penyakit, dan itu semuanya terjadi sebelum diturunkan Kitab Taurat.

Lalu ada beberapa macam makanan yang diharamkan kepada Bani Israil (lihat an-Nisa’ [4]: 160, al-An’am [6]: 146 dan tafsirnya) sebagai hukuman dan pelajaran atas kezalimannya, sebagaimana tersebut dalam firman Allah:

وَعَلَى الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِيْ ظُفُرٍ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُوْمَهُمَآ اِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُوْرُهُمَآ اَوِ الْحَوَايَآ اَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ذٰلِكَ جَزَيْنٰهُمْ بِبَغْيِهِمْ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ

Dan kepada orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang.
Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya.

Dan sungguh, Kami Mahabenar.
(al-An’am [6]: 146)


Demikian pula tercantum dalam Alquran:

فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبٰتٍ اُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَثِيْرًا ﴿۱۶۰﴾ وَّاَخْذِهِمُ الرِّبٰوا وَقَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَاَكْلِهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ مِنْهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا ﴿۱۶۱﴾

Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan;
dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka menjalankan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil).

Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.
(an-Nisa’ [4]: 160-161)


Jelaslah bahwa beberapa jenis makanan yang diharamkan kepada Bani Israil itu tidak diharamkan kepada pengikut syariat Nabi Ibrahim dan nabi-nabi lainnya sebelum Taurat diturunkan.


Dengan demikian batallah tuduhan mereka bahwa syariat Islam bertentangan dengan syariat Nabi Ibrahim karena menghalalkan makan daging unta.
Mengharamkan sebagian makanan bagi Bani Israil adalah semata-mata sebagai hukuman karena mereka telah melanggar hukumhukum Allah dan telah menganiaya diri sendiri.

Hal ini juga tersebut dalam kitab Taurat, kitab mereka sendiri.


Oleh sebab itu Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah agar menentang mereka dengan mengatakan,
"Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan Allah sebelum diturunkan Taurat, maka bawalah Taurat itu lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.
"
Ternyata mereka tidak berani menjawab tantangan ini dan tidak mau membuka Kitab Taurat, karena kalau mereka berani membuka Taurat tentulah kebohongan mereka akan terungkap dan tuduhan-tuduhan mereka terhadap agama Islam adalah palsu dan tidak beralasan.
Hal ini membuktikan pula kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, karena beliau dapat membantah tuduhan-tuduhan Bani Israil dengan isi Taurat itu sendiri, padahal beliau tidak pernah membacanya dan tidak pernah diberi kesempatan oleh orang Yahudi untuk mengetahui isinya.

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 93. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang Yahudi memprotes penghalalan sebagian makanan–seperti daging dan susu unta–kepada umat Islam, dan mengklaim bahwa syariat Ibrahim tidak menghalalkan beberapa jenis makanan itu.
Allah kemudian membantah protes itu dengan penjelasan bahwa segala macam makanan pada dasarnya dihalalkan kepada anak keturunan Ya’qub sebelum diturunkannya Tawrat, kecuali yang diharamkan oleh Ya’qub untuk dirinya sendiri karena suatu sebab.


Maka mereka pun mengharamkannya pula.
Dan Allah memerintah nabi-Nya untuk memintakan kepada mereka bukti dari Tawrat yang menyatakan bahwa syariat Ibrahim menghalalkan beberapa makanan itu, kalau klaim mereka memang benar.


Tetapi, ternyata, mereka tidak mampu melakukannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Semua makanan yang baik adalah halal bagi anak-anak Ya’qub, kecuali apa yang diharamkan oleh Ya’qub atas dirinya sendiri disebabkan sakit yang dideritanya, dan hal itu sebelum diturunkannya Taurat.
Manakala Allah menurunkan Taurat, Allah mengharamkan sebagian makanan atas Bani Israil yang sebelumnya halal bagi mereka, dan hal itu karena pelanggaran dan kezaliman mereka sendiri.


Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, tunjukkanlah Taurat dan bacalah isinya bila kalian memang benar dalam klaim kalian bahwa Allah menurunkan di dalamnya pengharaman apa yang diharamkan oleh Ya’qub atas dirinya, sehingga kalian akan mengetahui kebenaran yang dihadirkan oleh Alquran bahwa Allah tidak mengharamkan apapun atas Bani Israil sebelum diturunkannya Taurat, kecuali apa yang diharamkan Ya’qub atas dirinya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Semua makanan halal bagi Bani Israel kecuali makanan yang diharamkan oleh Israel) atau Yakub


(atas dirinya) yaitu unta yang ditimpa penyakit pada urat nadinya.
Ia bernazar jika hewan itu sembuh tidak akan dimakannya, maka haramlah hukumnya bagi mereka


(sebelum Taurat diturunkan) hal ini terjadi sesudah Ibrahim sedangkan pada masanya sendiri tidaklah haram sebagaimana yang telah diakuinya.


(Katakanlah) kepada mereka


("Ambillah Taurat lalu bacalah) agar nyata benar atau tidaknya ucapanmu itu


(jika kamu orang-orang yang benar") dalam masalah tersebut.
Mendengar itu mereka pun kebingungan dan tak pernah mengemukakan Taurat.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid, telah menceritakan kepada kami Syahr, bahwa Ibnu Abbas pernah menceritakan:
Ada segolongan kaum Yahudi datang kepada Nabi ﷺ, lalu mereka berkata,
"Ceritakanlah kepada kami tentang beberapa perkara yang akan kami tanyakan kepadamu, tiada yang mengetahuinya kecuali hanya seorang nabi."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Tanyakanlah kepadaku apa yang kalian kehendaki, tetapi berjanjilah kalian kepadaku demi karena Allah dan janji yang telah diambil oleh Ya’qub dari anak-anaknya, sekiranya aku menceritakan kepada kalian sesuatu hal, lalu kalian mengetahuinya (membenarkannya), maka kalian benar-benar mau mengikutiku masuk Islam.
Mereka menjawab,
"Baiklah, kami ikuti maumu."
Mereka bertanya,
"Ceritakanlah kepada kami tentang empat perkara, ceritakanlah kepada kami makanan apakah yang diharamkan oleh Israil atas dirinya?
Bagaimanakah perihal air mani laki-laki dan air mani wanita, yakni bagaimanakah perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan darinya?
Ceritakanlah kepada kami perihal Nabi yang ummi ini dalam hal tidurnya?
Siapakah yang menjadi temannya dari kalangan para malaikat?"
Lalu Nabi ﷺ mengambil janji atas mereka, yaitu jika beliau menceritakan hal tersebut kepada mereka, maka mereka benar-benar mau mengikutinya.
Nabi ﷺ bersabda:
"Aku bertanya kepada kalian demi Tuhan Yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwa Israil pernah sakit keras dalam waktu yang cukup lama, lalu ia bernazar kepada Allah, jika Allah menyembuhkan penyakit yang selama ini dideritanya, ia benar-benar akan mengharamkan makanan dan minuman yang paling disukainya.
Sedangkan makanan yang paling disukainya adalah daging unta, dan minuman yang paling disukainya adalah air susunya?"
Mereka menjawab,
"Ya Allah, benar."
Nabi ﷺ bersabda,
"Ya Allah, persaksikanlah atas mereka."
Nabi ﷺ bersabda,
"Aku tanyakan kepada kalian demi Tuhan yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang menurunkan kitab Taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwa air mani laki-laki itu berwarna putih lagi kental dan air mani wanita itu berwarna kuning lagi encer.
Maka yang mana pun di antara keduanya lebih kuat, maka si anak nanti akan mirip dengannya, baik jenis maupun rupanya.
Dengan kata lain, jika air mani laki-laki mengalahkan air mani perempuan, maka anaknya nanti adalah laki-laki dengan seizin Allah.
Dan jika air mani perempuan mengalahkan air mani laki-laki, maka anaknya nanti adalah perempuan dengan seizin Allah."
Mereka menjawab,
"Ya Allah, benar."Nabi ﷺ bersabda,
"Ya Allah, persaksikanlah atas mereka."
Nabi ﷺ bersabda,
"Aku bertanya kepada kalian demi Tuhan Yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, tahukah kalian bahwa Nabi yang ummi ini kedua matanya tidur, tetapi hatinya tidak tidur."
Mereka menjawab,
"Ya Allah, benar."
Nabi ﷺ bersabda,
"Ya Allah, persaksikanlah atas mereka."
Nabi ﷺ bersabda,
"Dan sesungguhnya temanku adalah Jibril, tidak sekali-kali Allah mengutus seorang nabi melainkan dia adalah temannya."
Mereka berkata,
"Karena jawaban inilah kami berpisah denganmu.
Seandainya temanmu adalah selain dia, niscaya aku benar-benar mengikutimu."
Pada saat itu juga Allah berfirman:
Katakanlah,
"Barang siapa yang menjadi musuh Jibril…."
(QS. Al-Baqarah [2]: 97), hingga akhir ayat.

Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Walid Al-Ajali, dari Bukair ibnu Syihab, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu mereka berkata,
"Hai Abul Qasim, sesungguhnya kami akan menanyakan kepadamu tentang lima perkara.
Jika kamu menceritakannya kepada kami, maka kami mengetahui bahwa engkau adalah seorang nabi dan kami akan mengikutimu."
Maka Nabi ﷺ mengambil janji atas mereka seperti apa yang pernah diambil oleh Israil terhadap anak-anaknya, yaitu ketika Israil mengatakan:
Allah menjadi saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini).
(QS. Yusuf [12]: 66)
Lalu Nabi ﷺ bersabda,
"Kemukakanlah oleh kalian!"
Mereka berkata,
"Ceritakanlah kepada kami alamat seorang nabi!"
Nabi ﷺ menjawab:
Kedua matanya tidur, tetapi hatinya tidak tidur.
Mereka bertanya,
"Ceritakanlah kepada kami, bagaimana seorang wanita melahirkan anak perempuan dan bagaimana dia melahirkan anak laki-laki?"
Nabi ﷺ menjawab:
Kedua air mani bertemu, apabila air mani laki-laki mengalahkan air mani wanita, maka ia akan melahirkan laki-laki.
Dan apabila air mani wanita dapat mengalahkan (air mani laki-laki), maka ia akan melahirkan perempuan.
Mereka bertanya lagi,
"Ceritakanlah kepada kami, apa yang diharamkan oleh Israil terhadap dirinya?"
Nabi ﷺ menjawab:
Dia menderita penyakit ‘irqun nasa, dan ia tidak menemukan sesuatu yang cocok untuknya selain air susu ternak anu —Imam Ahmad mengatakan bahwa sebagian di antara mereka (para perawi) menafsirkannya air susu unta— maka ia mengharamkan dagingnya.
Mereka berkata,
"Engkau benar."
Mereka bertanya,
"Ceritakanlah kepada kami, apakah guruh itu?"
Nabi ﷺ menjawab:
ia adalah malaikat Allah subhanahu wa ta’ala yang ditugaskan mengatur awan dengan tangannya —atau di tangannya— terdapat cemeti dari api untuk menggiring awan ke arah mana yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Mereka bertanya,
"Lalu suara apakah yang terdengar itu?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Suara malaikat itu."
Mereka berkata,
"Engkau benar, sesungguhnya sekarang tinggal satu pertanyaan lagi yang sangat menentukan apakah kami akan mengikutimu jika kamu menceritakannya kepada kami.
Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun melainkan mempunyai malaikat yang selalu datang kepadanya membawa berita (wahyu).
Maka ceritakanlah kepada kami, siapakah teman malaikatmu itu?"
Nabi ﷺ menjawab:
"Jibrilalaihis salam"
Mereka berkata,
"Jibril! Dia adalah malaikat yang selalu menurunkan peperangan, pembunuhan, dan azab.
Dia adalah musuh kami.
Seandainya kamu katakan Mikail yang biasa menurunkan rahmat, tumbuh-tumbuhan, dan hujan, maka kami akan mengikutimu."
Lalu Allah menurunkan firman-Nya:
Katakanlah,
"Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan kitabkitab yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
(QS. Al-Baqarah [2]: 97), hingga akhir ayat yang sesudahnya.

Imam Turmuzi meriwayatkannya —juga Imam Nasai— melalui hadis Abdullah ibnul Walid Al-Ajali dengan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.

Ibnu Juraij dan Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Israil ‘alaihis salam (yakni Nabi Ya’qub) pernah menderita penyakit ‘irqun nasa di setiap malam harinya.
Penyakit ini membuatnya tidak dapat tidur.
Tetapi bila siang hari, penyakit ini pergi (dan datang lagi pada malam harinya).
Lalu Nabi Ya’qub bernazar kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa jika Allah benar-benar menyembuhkan dirinya dari penyakit itu.
dia tidak akan minum susu dan tidak akan memakan daging ternak yang menyusui (maksudnya unta).

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ad-Dahhak dan As-Saddi.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya.
Ibnu Jarir mengatakan, lalu sikap Ya’qub itu diikuti oleh anak-anaknya dalam mengharamkan hal tersebut, demi mengikuti jejak dan bertaqlid kepada ayahnya.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala:
…Sebelum Taurat diturunkan.,
Yakni Nabi Ya’qub mengharamkan hal tersebut atas dirinya sebelum kitab Taurat diturunkan kepadanya.

Menurut kami, pembahasan ini mempunyai kaitan dengan tafsir ayat di atas ditinjau dari dua segi berikut, yaitu:

Pertama, Israil ‘alaihis salam mengharamkan atas dirinya sesuatu yang paling disukainya demi karena Allah subhanahu wa ta’ala Hal ini diperbolehkan menurut syariat mereka, dan hal ini mempunyai kaitan jauh sesudah itu dengan firman-Nya:
Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai..(QS. Ali ‘Imran [3]: 92)

Hal ini disyariatkan di dalam agama kita (Islam), yaitu menginfakkan sebagian dari harta yang dicintai oleh seorang hamba dan sangat digandrunginya demi ketaatannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala Seperti yang disebutkan oleh firman lainnya, yaitu:
dan memberikan harta yang dicintainya.
(QS. Al-Baqarah [2]:177).
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya.
(QS. Al-Insaan:8)

Kedua, dalam pembahasan terdahulu disebutkan sanggahan terhadap orang-orang Nasrani dan akidah mereka yang batil terhadap Al-Masih, juga disebutkan kepalsuan pendapat mereka.
Kemudian dijelaskan perkara yang hak dan hal yang yakin tentang Isa dan ibunya, bagaimana Allah menciptakan Isa melalui kekuasaan dan kehendak-Nya.
Lalu Allah mengutusnya kepada Bani Israil, menyeru mereka untuk menyembah Tuhannya Yang Mahasuci lagi Maha-tinggi.
Selanjutnya sanggahan Allah ditujukan kepada orang-orang Yahudi, yang isinya menjelaskan bahwa nasakh yang mereka ingkari keberadaannya dan tidak diperbolehkan oleh mereka benar-benar terjadi.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah me-nas-kan di dalam kitab Taurat mereka bahwa Nabi Nuhalaihis salam ketika keluar dari perahunya, Allah memperbolehkan baginya semua binatang yang ada di bumi, ia boleh makan dagingnya.
Sesudah itu Israil mengharamkan atas dirinya daging unta dan air susunya, yang kemudian sikapnya itu diikuti oleh anak-anaknya.
Ketika kitab Taurat diturunkan, hal itu tetap diharamkan, diharamkan pula hal-hal lainnya sebagai tambahan dari yang telah ada.

Pada mulanya Allah memperbolehkan Adam menikahkan anak-anak lelakinya dengan anak-anak perempuannya, tetapi sesudah itu peraturan tersebut diharamkan.

Dahulu di masa Nabi Ibrahim, mengambil gundik di samping istri diperbolehkan.
Nabi Ibrahim melakukan hal ini terhadap Siti Hajar, ketika ia mengambilnya sebagai gundik di samping istrinya sendiri (yaitu Siti Sarah).
Akan tetapi, hal seperti itu diharamkan bagi mereka dalam kitab Taurat.

Di masa Nabi Ya’qub, menggabungkan dua orang saudara perempuan dalam satu perkawinan diperbolehkan.
Nabi Ya’qub ‘alaihis salam sendiri melakukannya.
Sesudah itu hal ini diharamkan dalam kitab Taurat.

Semuanya itu di-nas-kan di dalam kitab Taurat yang ada di tangan mereka, dan hal ini merupakan salah satu bentuk dari nasakh itu sendiri.
Demikian pula halnya apa yang telah disyariatkan oleh Allah kepada Al-Masihalaihis salam, yaitu menghalalkan sebagian dari apa yang pernah diharamkan oleh kitab Taurat.
Mengapa mereka tidak mau mengikutinya, bahkan mendustakan dan menentangnya?

Demikian pula apa yang telah diutus oleh Allah kepada Nabi Muhammad, berupa agama yang benar dan jalan yang lurus, yaitu agama kakek moyangnya (yakni Nabi Ibrahim).
Mengapa mereka tidak mau beriman?
Karena itulah dalam ayat ini disebut oleh firman-Nya:

Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil, melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.

Yakni dahulu semua jenis makanan dihalalkan sebelum kitab Taurat diturunkan, kecuali apa yang diharamkan oleh Israil (Nabi Ya’qub) sendiri.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah,
"Maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kalian orang-orang yang benar"


Karena sesungguhnya kitab Taurat pasti dinyatakan sama dengan apa yang Kami katakan.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 93

THA’AAM
طَعَام

Tha’aam adalah kata benda dalam bentuk mufrad, jamaknya ialah ath’imah.
Tha’aam ialah nama keseluruhan bagi setiap yang dimakan dan ada yang mengatakan ia dikhususkan bagi gandum.

Al Kafawi berkata,
"Tha’aam kadangkala digunakan untuk menyebut minuman, sebagaimana dalam firman Allah dalam surah Al Baqarah (2) ayat 249:

وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّىٓ إِلَّا مَنِ ٱغْتَرَفَ غُرْفَةًۢ بِيَدِهِ

"Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku"."

Dikatakan begitu karena asal hadis Rasulullah mengenai air zamzam, yang artinya:

"Sesungguhnya ia adalah makanan bagi kelaparan dan obat bagi penyakit."

Al Baqarah (2), ayat 61, 184, 259;
Ali Imran (3), ayat 93;
• Al Maa’idah (5), ayat 5 (dua kali), 75, 95, 96;
Yusuf (12), ayat 37;
Al Kahfi (18), ayat 19;
• Al Anbiyaa (21), ayat 8;
Al Furqaan (25), ayat 7, 20;
Al Ahzab (33), ayat 53;
Ad Dukhaan (44), ayat 44;
• Al Haaqqah (69), ayat 34, 35, 36;
Al Muzzammil (73), ayat 13;
• Al nsaan (76), ayat 8;
• ‘Abasa (80), ayat 24;
• Al Ghaasyiyah (88), ayat 6;
Al Fajr (89), ayat 18;
• Al Ma’un (107), ayat 3.

Tha’aam di dalam Al Qur’an mengandung beberapa makna:

1. Sejenis makanan, yaitu Al manna (roti) dan As salwa (madu). Mmakna ini ada dalam surah Al Baqarah ayat 61, di mana tha’aam di sini dikaitkan dengan wahid yang artinya satu.
Ini adalah pendapat Ibnu Katsir dan As Sabuni.’ Ibnu Katsir berkata,
"Bani Israil mengatakan tha’aam waahid yaitu al mann was salwa karena mereka memakan keduanya setiap hari dan tidak pernah berubah.

2. Tha’am juga bermakna mencakupi semua jenis makanan separti dalam surah Ali Imran ayat 93. Tha’aam yang diuraikan oleh Al Qur’an dapat dibahagi dalam tiga kategori utama yaitu nabati, hewani dan olahan.

– Yang termasuk dalam nabati terdapat dalam surah ‘Abasa (80), ayat 24 hingga 32 di mana surah ini memerintahkan manusia memperhatikan makanannya, disebutkan sekian banyak jenis tumbuhan yang dikaruniakan Allah bagi kepentingan manusia dan binatang, Allah firman yang berarti,

"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian kami belah bumi dengan sebaik-sebaiknya.
Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputnya, untuk kesenangan kamu dan untuk binatang ternak."

• Sedangkan tha’aam yang temasuk dalam kategori hewani Al Qur’an mengklasifikasikan dua kelompok besar yaitu yang berasal dari laut dan darat.
Ayat yang menyinggung makanan yang berasal dari laut terdapat dalam surah Al Maa’ idah (5), ayat 96, makna firman Allah

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan,

Yang termasuk dalam kategori hewan terakam dalam firman Allah dalam surah Al Maa’idah (5), ayat 5 yang berarti,

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik.
Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka.

Al Qurtubi berkata,
"Tha’aam ialah nama bagi perkara yang dimakan dan di sini dikhususkan dengan sembelihan (dari hewan) menurut jumhur ulama"

• Makanan olahan.
Berdasarkan penjelasan terdahulu, minuman adalah salah satu jenis makanan.
Oleh karena itu, khamar juga salah satu jenis makanan.
Al Qur’an menegaskan hal itu dalam surah An Nahl (16), ayat 67,

Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik.

akhirat.
Untuk makanan di dunia sudah disebutkan sebelum ini dan untuk makanan di akhirat, Ad Dukhan (44), ayat 44;
• Al Haaqqah (69), ayat 34;
• Al Ghaasyiyah (88), ayat 6;
Al Muzzammil (73 ), ayat 13.
Contohnya dalam surah As Dukhan, Allah berfirman yang artinya:

Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa.

Kesimpulannya, akhirat bagi orang yang berdosa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:331-333

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isaalaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adamalaihis salam, kenabian dan beberapa mukjizat-nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isaalaihis salam.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isaalaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isaalaihis salam ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

Musyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia



QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 93 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 93 - Gambar 2
Statistik QS. 3:93
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga ‘Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa’
Sending
User Review
4 (1 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

3:93, 3 93, 3-93, Surah Ali Imran 93, Tafsir surat AliImran 93, Quran Al Imran 93, Surah Ali Imran ayat 93

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ali Imran

۞ QS. 3:2 Tauhid UluhiyyahAl Hayy (Maha Hidup) • Al Qayyum (Maha Berdiri sendiri)

۞ QS. 3:3 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 3:4 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir

۞ QS. 3:5 • Allah memiliki kunci alam ghaib

۞ QS. 3:6 Tauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:7 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:8 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahhab (Maha Pemberi) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 3:9 Ar Rabb (Tuhan) • Al Jami’ (Yang mengumpulkan manusia di akhirat) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 3:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:11 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:12 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminSifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 3:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:15 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 3:16 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 3:18 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:19 • Sikap manusia terhadap kitab samawiIslam agama yang diterima di sisi Allah • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:20 Al Bashir (Maha Melihat) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:21 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:22 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:23 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:24 • Mendustai Allah

۞ QS. 3:25 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:26 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Meminta dengan menyebut nama Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 3:27 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:28 • Kebenaran hari penghimpunan • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 3:29 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 3:30 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Lembaran catatan amal perbuatan

۞ QS. 3:31 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 3:32 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Azab orang kafir • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 3:34 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 3:35 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 3:36 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 3:37 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:38 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 3:39 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:40 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:41 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:42 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:43 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:45 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:47 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Ar Rabb (Tuhan) • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 3:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:50 Ar Rabb (Tuhan) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 3:51 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:52 Islam agama para nabi

۞ QS. 3:53 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 3:55 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:56 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:57 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 3:59 Sifat Iradah (berkeinginan) • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 3:61 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:62 Tauhid UluhiyyahAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:63 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 3:64 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:66 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 3:67 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 3:68 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Islam agama para nabi •

۞ QS. 3:73 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk)

۞ QS. 3:74 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:75 • Mendustai Allah

۞ QS. 3:76 • Cinta Allah pada hamba yang shaleh

۞ QS. 3:77 • Orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kebangkitan • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:78 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:79 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 3:80 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:81 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 3:82 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:83 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:84 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Tiada pengutamaan antara para nabi

۞ QS. 3:85 Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:86 • Azab orang kafir • Kembali kufurHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 3:87 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:88 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:89 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 3:90 • Azab orang kafir • Kembali kufur • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:91 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:92 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:93 • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi

۞ QS. 3:94 • Mendustai Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:95 Islam agama fitrah

۞ QS. 3:97 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:98 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 3:99 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:101 • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 3:102 Islam agama yang diterima di sisi Allah • Kewajiban hamba pada Allah • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 3:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Perintah untuk selalu bersatu • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 3:105 • Perintah untuk selalu bersatu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:106 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:107 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Kasih sayang Allah yang luas • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keabadian surga •

۞ QS. 3:108 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:109 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:110 Tauhid Uluhiyyah • Keutamaan umat nabi Muhammad • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman •

۞ QS. 3:111 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 3:112 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:114 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Bersegera dalam melakukan kebaikan •

۞ QS. 3:115 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:116 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 3:117 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 3:118 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:119 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:120 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Sifat orang munafik

۞ QS. 3:121 • Keluasan ilmu Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Melihat sebab akibat •

۞ QS. 3:122 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 3:123 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 3:124 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:125 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 3:126 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:127 • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:128 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:129 • Segala sesuatu milik Allah • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 3:131 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:132 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 3:133 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 3:135 • Ampunan Allah yang luas • Tidak ingin terus menerus berbuat maksiat • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya • Lemah iman

۞ QS. 3:136 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:137 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:138 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 3:139 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 3:141 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:145 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Perbuatan dan niat • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 3:147 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 3:148 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:149 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 3:150 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 3:151 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:152 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf)

۞ QS. 3:153 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 3:154 • Berbaik sangka terhadap Allah • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 3:155 Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Sifat iblis dan pembantunya • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 3:156 Al Bashir (Maha Melihat) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:157 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 3:158 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:159 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 3:160 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 3:161 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat orang munafik

۞ QS. 3:162 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:163 Al Bashir (Maha Melihat) • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 3:164 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 3:165 Al Qadiir (Maha Penguasa) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 3:166 • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 3:167 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Lemah iman •

۞ QS. 3:168 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:169 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:170 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:171 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:172 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:173 Al Wakil (Maha Penolong) • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:174 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:175 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan •

۞ QS. 3:176 Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:177 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:178 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:179 • Pahala iman • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 3:180 • Segala sesuatu milik Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 3:181 • Mendustai Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:182 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 3:183 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:184 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:185 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 3:186 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 3:188 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:189 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 3:191 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:192 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Memasuki neraka •

۞ QS. 3:193 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Memohon ampun

۞ QS. 3:194 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:195 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:196 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 3:197 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 3:198 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 3:199 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:200 • Kontinuitas dalam bekerja

Ayat Pilihan

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi,
tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,
dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
QS. Al-Qasas [28]: 56

Ya Tuhanku, ampunilah aku,
ibu-bapakku yang menyebabkan aku hidup, orang yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman & semua orang Mukmin,
laki-laki & perempuan.
Dan jangan Kau tambahkan kepada orang-orang kafir itu kecuali kebinasaan
QS. Nuh [71]: 28

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan & senda gurau.
Dan jika kamu beriman & bertakwa,
Allah akan memberikan pahala kepadamu & Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
QS. Muhammad [47]: 36

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam & siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
QS. Al-Furqan [25]: 62

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus

iktidal

Apa itu iktidal? ik.ti.dal lurus; (2) v berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud … •

Syarh

Apa itu Syarh? Syarh, Syarah, atau Syarhu adalah istilah dalam literatur Islam, digunakan secara umum sebagai bagian dari judul buku. Secara harafiah artinya “penjelasan”, umumnya nama ini...

Kitab Taurat

Apa itu Kitab Taurat? Kitab Taurat (Ibrani: תּוֹרָה, Torah – yang berarti “instruksi”; bahasa Arab: التوراة‎, Al-Tawrāh) adalah lima kitab pertama Tanakh/Alkitab Ibrani ...