QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 58 [QS. 3:58]

ذٰلِکَ نَتۡلُوۡہُ عَلَیۡکَ مِنَ الۡاٰیٰتِ وَ الذِّکۡرِ الۡحَکِیۡمِ
Dzalika natluuhu ‘alaika minaaayaati wadz-dzikril hakiim(i);

Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah.
―QS. 3:58
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Beberapa nama dan sifat Al Qur’an ▪ Bangsa Yahudi menyembunyikan kebenaran
3:58, 3 58, 3-58, Ali Imran 58, AliImran 58, Al Imran 58

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 58

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 58. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa berita yang disampaikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, tentang Nabi Isa ‘alaihis salam, Maryam, Zakaria dan putranya Yahya, dan kisah-kisah orang-orang Hawariyyin dan orang Yahudi dari keturunan Israil, itulah kisah yang benar dan sebagai pembetulan terhadap kepercayaan-kepercayaan yang tersiar di kalangan ahil kitab pada waktu itu.

Dalam kisah ini terdapat berbagai macam contoh tauladan dan butir-butir hikmat yang sangat berharga, sehingga orang-orang yang beriman dapat mengambil petunjuk dari padanya dan memahami syariat Allah serta prinsip-prinsip tentang kehidupan bermasyarakat.

Dalam kisah tersebut terdapat pula bukti-bukti yang nyata untuk menolak pendapat utusan-utusan Nasrani dari penduduk Najran dan pendapat orang-orang Yahudi yang mendustakan risalah Muhammad ﷺ, dan kebenaran agama yang dibawanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Itulah beberapa bukti kebenaran risalahmu, Muhammad, yang Aku kisahkan kepadamu dari Al Quran yang mengandung ilmu yang bermanfaat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Demikianlah) perihal Isa yang Kami sebutkan itu (Kami bacakan) Kami kisahkan (kepadamu) hai Muhammad (sebagian dari tanda-tanda) menjadi hal dari dhamir yang terdapat pada natluuhu sedangkan amilnya apa yang terkandung di dalamnya berupa isyarat (dan peringatan yang penuh hikmah) yakni Alquran.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apa yang Kami kisahkan kepadamu tentang Isa termasuk bukti nyata atas kebenaran risalahmu dan keabsahan al-Quran yang bijaksana yang membedakan antara yang haq dan yang batil, tiada kebimbangan dan keragu-raguan padanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Demikian (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Qur’an yang penuh hikmah.

Apa yang telah Kami ceritakan kepadamu, hai Muhammad, mengenai perkara Isa —permulaan kelahirannya dan urusan yang dialaminya— merupakan sebagian dari apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan diwahyukan-Nya kepadamu.
Ia diturunkan kepadamu dari lauh mahfuz, maka tiada kebimbangan dan tiada keraguan padanya.
Perihalnya sama dengan makna firman-Nya yang terdapat di dalam surat Maryam, yaitu:

Demikianlah kisah Isa putra Maryam, kisah yang sesungguhnya, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia.
Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah.” Maka jadilah ia.
(Q.S. Maryam [19]: 34-35)


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 58

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hasan, bahwa ada dua orang rahib (pastur) dari Najran menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Siapa bapak ‘Isa?” Rasulullah tidak cepat-cepat menjawab sebelum mendapat petunjuk Allah.
Maka turunlah ayat tersebut (Ali ‘Imraan: 58-60) kepadanya yang menjelaskan tentang siapa ‘Isa.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Al-‘Aufi, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa segolongan kaum Nasrani Najran yang dipimpin langsung oleh kepala dan wakilnya, menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Mengapa tuan menyebut sahabat kami?” Nabi ﷺ menjawab:
“Siapakah dia ?” Mereka berkat: “’Isa, yang tuan anggap sebagai hamba Allah.” Maka Nabi menjawab:
“Benar.” Mereka berkata: “Apakah tuan tahu yang seperti ‘Isa, atau diberitahu tentang dia?” Kemudian mereka keluar dari Rasulullah ﷺ.
Dan tiada lama kemudian datanglah Jibril menyampaikan ayat ini (Ali ‘Imran: 59-60) yang menegaskan adanya orang yang seperti ‘Isa.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, dari Salamah bin Abi Yasyu’, dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya.
Bahwa sebelum turun surah an-Naml ayat 31, Rasulullah ﷺ menulis surat kepada orang Najran seperti berikut: “Dengan Nama Rabb Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub, dari Muhammad, Nabi Allah,” sampai akhir hadits.
Selanjutnya dalam hadits itu dikemukakan bahwa kaum Najran mengutus Syurahbil bin Wada’ah al-Hamdani, ‘Abdullah bin Syuhrabil al-Ashbahi, dan Jabbar al-Haritsi untuk menghadap Rasulullah ﷺ.
Kemudian terjadi dialog, akan tetapi masih tertunda satu masalah, yaitu pertanyaan mereka: “Bagaimana pendapat tuan tentang ‘Isa.” Nabi menjawab:
“Belum ada isyarat padaku tentang itu.
Tapi cobalah kalian bermalam sampai besok, agar aku dapat menerangkan hal itu.” Keesokan harinya turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 59-62) yang menegaskan siapa ‘Isa.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d di dalam Kitab ath-Thabaqaat, yang bersumber dari al-Azraq bin Qais.
Bahwa ketika Uskup Najran dan wakilnya menghadap Rasulullah ﷺ, beliau menjelaskan kepada keduanya tentang Islam.
Mereka berkata: “Kami telah lebih dahulu masuk Islam sebelum tuan.” Nabi ﷺ bersabda: “Kalian berdusta, karena ada tiga hal yang menghalangi kalian masuk Islam, yaitu 1.
Kalian mengatakan bahwa Allah mempunyai anak.
2.
Kalian memakan daging babi.
3.
Kalian bersujud kepada patung.” Kedua orang itu bertanya: ”Kalau begitu siapakah bapak ‘Isa?” Pada waktu itu Rasulullah tidak mengetahui bagaimana harus menjawabnya.
Maka turunlah ayat ini (Ali-‘Imraan: 59-62) sebagai tuntunan kepada Rasulullah ﷺ untuk menjawabnya.
Kemudian Rasulullah ﷺ mengajak mengadakan mulaa’anah*, akan tetapi mereka menolak dan memilih membayar jiyah (upeti), maka pulanglah mereka.

*Mulaa’anah artinya saling bersumpah untuk dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala, apabila ucapannya tidak benar.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 58 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 58 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 58 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:58
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.6
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/3-58









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim