QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 143 [QS. 3:143]

وَ لَقَدۡ کُنۡتُمۡ تَمَنَّوۡنَ الۡمَوۡتَ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ تَلۡقَوۡہُ ۪ فَقَدۡ رَاَیۡتُمُوۡہُ وَ اَنۡتُمۡ تَنۡظُرُوۡنَ
Walaqad kuntum tamannaunal mauta min qabli an talqauhu faqad ra-aitumuuhu wa-antum tanzhuruun(a);

Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya, (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
―QS. 3:143
Topik ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi
3:143, 3 143, 3-143, Ali Imran 143, AliImran 143, Al Imran 143

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 143

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 143. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menyatakan, bahwa kaum muslimin sebelum terjadi perang Uhud, mereka berjanji akan mati syahid mengikuti jejak para syuhada Badar.
Tetapi mereka tidak menepati janji itu ketika melihat dahsyatnya pertempuran.
Sebagai puncak dari kesukaran yang dihadapi oleh kaum muslimin pada perang Uhud, ialah tersiarnya berita Rasulullah telah terbunuh.
Di kala itu orang-orang yang lemah imannya ingin memperoleh jasa-jasa baik dari Abdullah bin Ubay, kepala kaum munafik di Madinah.
agar dia berusaha mendapat perlindungan dari Abi Sufyan, bahkan ada pula yang berteriak seraya berkata: “Kalau Muhammad sudah mati, marilah kita kembali saja kepada agama kita semula”.
Dalam keadaan kalut sahabat Nabi (Anas bin An Nadar) berbicara: “Andaikata Muhammad telah terbunuh, maka Tuhan Muhammad tidak akan terbunuh.
Untuk apa kamu hidup sesudah terbunuhnya Rasulullah?
Marilah kita terus berperang meskipun beliau telah mati”.
kemudian Anas bin An Nadar berdoa meminta ampun kepada Tuhan karena perkataan orang-orang yang lemah iman itu, lalu mengambil pedangnya dan terus bertempur sehingga ia mati syahid.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh, kalian dulu pernah menginginkan kematian di jalan Allah sebelum menyaksikan dan mengetahui bagaimana menakutkannya hal itu.
Kemudian kalian sama-sama mengetahuinya pada saat melihat terbunuhnya teman-teman kalian di depan kamu semua.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya dulu kamu mengharapkan) asalnya tatamannauna lalu salah satu dari ta-nya dibuang (kematian sebelum kamu menemuinya) artinya kamu pernah mengatakan dulu, “Wahai kiranya kami dapat menemui suatu hari seperti hari perang Badar agar kami menemui mati syahid sebagaimana dialami oleh kawan-kawan kami dulu.” (Sekarang kamu telah melihatnya) maksudnya yang menjadi sebab dan asal usulnya yaitu peperangan itu sendiri (sedangkan kamu menyaksikannya) dapat merenungkannya bagaimana seharusnya lalu kenapa kamu dapat dikalahkan?
Dan mengenai kekalahan itu turun ayat bahwa sebabnya ialah tatkala disebarkan berita bahwa Nabi ﷺ telah terbunuh sementara orang-orang munafik meneriakkan, “Karena ia telah terbunuh maka kembalilah kalian kepada agama kalian!”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kalian wahai orang-orang mukmin sebelum perang Uhud berharap bertemu musuh, agar kalian meraih keutamaan jihad dan gugur syahid sebagaimana yang telah diraih oleh saudara-saudara kalian di Badar.
Sekarang apa yang kalian cari dan harapkan sudah terwujud, maka silakan berperang dan bersabarlah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sungguh kalian telah melihatnya..

yakni kalian telah menyaksikan maut merenggut nyawa di saat tombak-tombak yang tajam beradu dan pedang berkilatan serta barisan pasukan terlibat dalam pertempuran sengit.
Hal tersebut keadaannya tidaklah seperti yang digambarkan oleh orang-orang yang ahli bicara karena mereka menggambarkan hal ini hanya berdasarkan imajinasi belaka, bukan berdasarkan kesaksian mata.
Gambaran mereka diserupakan dengan kejadian yang dapat disaksikan dengan mata kepala.
perihalnya sama dengan imajinasi watak kambing yang pengertianya menunjukkan sikap berteman.
sedaangkan kalau gambaran serigala menggambarkan tentang permusuhan.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 143

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari al-‘Aufi, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa beberapa orang shahabat berkata: “Alangkah baiknya kalau kita mati syahid seperti orang-orang yang berjuang di perang Badr, atau mendapat kesempatan seperti pada perang Badr mengalahkan kaum musyrikin, tabah dalam ujian, mati syahid dengan memperoleh surga, atau hidup mendapat rizky.” Maka Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti perang Uhud.
Tetapi ternyata mereka tidak tabah dan bertahan dalam peperangan itu, kecuali sebagian kecil di antara mereka yang dikehendaki Allah.
Maka Allah menurunkan ayat ini (Ali ‘Imraan: 143) sebagai peringatan atas ucapan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 143 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 143 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 143 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:143
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.7
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ kandungan surah ali imran 2:143

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim