QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 141 [QS. 3:141]

وَ لِیُمَحِّصَ اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ یَمۡحَقَ الۡکٰفِرِیۡنَ
Waliyumah-hishallahul-ladziina aamanuu wayamhaqal kaafiriin(a);

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
―QS. 3:141
Topik ▪ Kasih sayang Allah yang luas
3:141, 3 141, 3-141, Ali Imran 141, AliImran 141, Al Imran 141

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 141

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 141. Oleh Kementrian Agama RI

Peristiwa kekalahan kaum muslimin di peperangan Uhud sesudah mereka menang di dalam perang Badar sebelumnya, adalah juga dimaksudkan untuk membedakan orang-orang yang benar-benar beriman dari orang-orang munafik dan untuk membersihkan hati orang-orang mukmin yang masih lemah, sehingga benar-benar menjadi orang yang ikhlas, bersih dari cacat dosa.

Perbuatan seseorang itu adalah samar-samar, dan tidak akan jelas hakikatnya kecuali dengan melalui ujian berat.
Kalau ia tahan dengan ujian itu, jelaslah bahwa dia adalah orang yang bersih dan suci, sebagaimana halnya emas, baru dapat diketahui keasliannya sesudah diasah, dibakar dan diuji dengan air keras.

Ketika pasukan pemanah melanggar perintah Nabi ﷺ pada peperangan Uhud dengan meninggalkan posnya di atas gunung, lalu turut berebut rampasan, pasukan kaum muslimin akhirnya terpukul mundur, dikucar kacirkan oleh musuh sampai kalah.
Peristiwa ini menjadi satu pelajaran bagi kaum muslimin untuk menyadarkan mereka bahwa orang-orang Islam itu diciptakan bukanlah untuk bermain-main, berfoya-foya, bermalas-malas, menimbun kekayaan, tetapi mereka harus bersungguh-sungguh beramal menaati perintah Nabi ﷺ dan tidak melanggarnya, apapun yang akan terjadi.

Keikhlasan hati kaum muslimin dan ketaatannya kepada perintah Nabi ﷺ dapat dibuktikan ketika terjadi peperangan Hamraul Asad sesudah kalah dalam peperangan uhud.

Nabi ﷺ memerintahkan bahwa orang-orang yang dibolehkan ikut pada peperangan Hamraul Asad ialah orang-orang yang pernah ikut perang Uhud.
Mereka dengan segala hati mematuhi perintah Nabi ﷺ dengan kemauan yang sungguh dan ikhlas sekalipun di antara mereka masih mengalami luka-luka yang parah, hati yang patah dan gelisah.

Sebaliknya Allah subhanahu wa ta’ala menghancurkan orang-orang kafir karena hati mereka kotor, masih bercokol di dalamnya sifat-sifat sombong dan takabur, akibat kemenangan yang diperolehnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan kekalahan sementara itu, Allah melakukan seleksi atas orang-orang Mukmin untuk membersihkan mereka dari orang-orang yang hatinya sakit dan imannya lemah, juga dari orang-orang yang menyerukan kekalahan dan menebarkan keragu-raguan.
Dengan kekalahan itu pula, Allah akan menumpas habis kekufuran dan orang-orang kafir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Agar Allah menyucikan orang-orang yang beriman) artinya membersihkan mereka dari dosa dengan musibah yang menimpa diri mereka itu (serta membinasakan orang-orang yang kafir).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kekalahan yang terjadi di Uhud merupakan ujian dan pembersihan bagi orang-orang mukmin, pembebasan bagi mereka dari orang-orang munafik dan kebinasaan bagi orang-orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan membinasakan orang-orang yang kafir.

Karena sesungguhnya apabila mereka memperoleh kemenangan, niscaya mereka akan bertindak sewenang-wenang dan congkak.
Hal tersebut menjadi penyebab bagi kehancuran dan kebinasaan mereka, hingga lenyaplah mereka.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Yakni apakah kalian mengira bahwa kalian masuk surga, sedangkan kalian belum mendapat ujian melalui peperangan dan keadaan-keadaan yang susah.
Seperti halnya yang disebutkan di dalam surat Al-Baqarah, melalui firman-Nya:

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian?
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan).
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 214), hingga akhir ayat.

Juga seperti makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Alif Lam Mim.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi?
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 1-2)


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 141 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 141 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 141 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:141
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.5
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim