Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 13 [QS. 3:13]

قَدۡ کَانَ لَکُمۡ اٰیَۃٌ فِیۡ فِئَتَیۡنِ الۡتَقَتَا ؕ فِئَۃٌ تُقَاتِلُ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ وَ اُخۡرٰی کَافِرَۃٌ یَّرَوۡنَہُمۡ مِّثۡلَیۡہِمۡ رَاۡیَ الۡعَیۡنِ ؕ وَ اللّٰہُ یُؤَیِّدُ بِنَصۡرِہٖ مَنۡ یَّشَآءُ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَعِبۡرَۃً لِّاُولِی الۡاَبۡصَارِ
Qad kaana lakum aayatun fii fi-atainil taqataa fi-atun tuqaatilu fii sabiilillahi wa-ukhra kaafiratun yaraunahum mitslaihim ra’yal ‘aini wallahu yu’ai-yidu binashrihi man yasyaa-u inna fii dzalika la’ibratan auliil abshaar(i);
Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan.
Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan Muslim) dua kali lipat mereka.
Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki.
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).
―QS. Ali Imran [3]: 13

Daftar isi

Already there has been for you a sign in the two armies which met – one fighting in the cause of Allah and another of disbelievers.
They saw them (to be) twice their (own) number by (their) eyesight.
But Allah supports with His victory whom He wills.
Indeed in that is a lesson for those of vision.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 13]

قَدْ sungguh

Surely
كَانَ telah ada

it was
لَكُمْ bagi kalian

for you
ءَايَةٌ tanda-tanda

a sign
فِى pada

in
فِئَتَيْنِ dua golongan

(the) two hosts
ٱلْتَقَتَا bertemu (berperang)

which met –
فِئَةٌ segolongan

one group
تُقَٰتِلُ berperang

fighting
فِى pada

in
سَبِيلِ jalan

(the) way
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
وَأُخْرَىٰ dan yang lain

and another
كَافِرَةٌ kafir

disbelievers.
يَرَوْنَهُم mereka melihat

They were seeing them
مِّثْلَيْهِمْ dua kali sebanyak mereka

twice of them
رَأْىَ pandangan

with the sight
ٱلْعَيْنِ mata

(of) their eyes.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
يُؤَيِّدُ Dia menguatkan

supports
بِنَصْرِهِۦ dengan pertolonganNya

with His help
مَن dari

whom
يَشَآءُ Dia kehendaki

He wills.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
فِى pada

in
ذَٰلِكَ demikian

that
لَعِبْرَةً (terdapat) pelajaran

surely (is) a lesson
لِّأُو۟لِى bagi orang yang mempunyai

for the owners
ٱلْأَبْصَٰرِ penglihatan

(of) vision.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:13

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 13. Oleh Kementrian Agama RI


Selanjutnya Allah memperingatkan agar mereka jangan merasa kuat dengan jumlah harta dan tenaga yang mereka miliki.
Karena seharusnya mereka mengambil pelajaran dari peristiwa Perang Badar.


Jumlah dana dan tenaga yang besar dan banyaknya sekutu yang membantu, tidak akan menjamin kemenangan dalam peperangan.
Sejarah peperangan di dunia ini membuktikan kekeliruan anggapan demikian.

Apa yang terjadi pada Perang Badar, di mana dua pasukan saling berhadapan, pasukan dari kaum Muslimin yang berjumlah kecil yang berjuang di jalan Allah, ditakdirkan mendapat kemenangan atas pasukan kaum musyrikin yang jauh lebih besar jumlahnya.
Mereka yang memiliki akal pikiran yang sehat dan mempergunakannya untuk merenungkan segala perkara yang terjadi, serta mengambil faedah daripadanya, tentulah akan banyak memperoleh pelajaran dari peristiwa Perang Badar.

Ternyata ada suatu kekuatan lain di atas segala kekuatan yang tampak.
Kekuatan itulah yang sering memperkuat pasukan yang lemah hingga dia dapat mengalahkan pasukan yang kuat lagi besar dengan izin Allah.


Berperang di jalan Allah adalah kunci kemenangan.
Bila perjuangan dan peperangan tujuannya untuk membela kebenaran, melindungi agama dan pemeluknya, maka jiwa pejuang-pejuangnya akan mendapat ketenangan dalam menghadapi medan pertempuran dan dapat berkonsentrasi dengan sepenuh kekuatan yang dimilikinya.

Karena mereka meyakini bahwa di belakang mereka ada kekuatan yang mendorong dan ada pertolongan dari Allah.
Allah menegaskan bahwa pertolongan itu akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang berjihad di jalan-Nya, asal saja mereka itu tetap tabah dan sabar serta selalu ingat kepada Allah, dan patuh kepada pimpinan.


Pada Perang Badar kedua yang terjadi tanggal 17 Ramadan tahun 2 Hijriah itu, kaum Muslimin berusaha mematuhi ketentuan-kekntuan Tuhan dan ketentuan Rasul-Nya dengan segala kemampuan yang ada, serta dengan tekad yang bulat.
Mereka berperang dengan penuh keberanian, dan dengan pertolongan Allah mereka menang dalam peperangan itu.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(Muhammad [47]: 7).


Menurut para ahli sejarah, tentara kaum Muslimin dalam Perang Badar berjumlah 313 orang.
Terdiri dari 77 orang Muhajirin dan 236 orang Ansar.
Yang memegang bendera dalam pasukan Muhajirin adalah Ali bin Abi thalib, sedang bendera pasukan Ansar dipegang oleh Sa’ad bin ‘Ubadah.
Dalam pasukan Muslimin itu terdapat 90 ekor unta dan 2 ekor kuda perang, masing-masing dikendarai oleh Miqdad bin al-Aswad dan Martsad bin Abi Martsad.
Jumlah yang terbunuh dari pihak kaum Muslimin 14 orang laki-laki, terdiri dari 6 orang Muhajirin dan 8 orang Ansar.
Jumlah tentara kaum musyrikin 950 orang, dipimpin oleh ‘Utbah bin Rabi’ah, dan di antara mereka terdapat Abu Sufyan dan Abu Jahal.
Dalam pasukan mereka terdapat seratus ekor kuda, 700 ekor unta, dan sejumlah senjata yang tidak terbilang banyaknya.


Dalam Perang Badar jumlah pasukan kaum Muslimin hanya 313 orang saja.
Tetapi dalam penglihatan kaum musyrikin ketika perang telah berkecamuk jumlah tersebut menjadi berlipat ganda, sehingga hal itu menimbulkan rasa takut dalam hati mereka.
Akhirnya mereka lari dari medan pertempuran.
Demikian Allah menurunkan pertolongan kepada kaum Muslimin.
Sebelum perang berkecamuk, pasukan kaum Muslimin di mata orang musyrik kelihatan sangat kecil, karena itu mereka berani menghadapi dan menyerbu musuh, seperti yang terjadi dalam Perang Badar.

وَاِذْ يُرِيْكُمُوْهُمْ اِذِ الْتَقَيْتُمْ فِيْٓ اَعْيُنِكُمْ قَلِيْلًا وَّيُقَلِّلُكُمْ فِيْٓ اَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَانَ مَفْعُوْلًا وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ

Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu ketika kamu berjumpa, mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan.
Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
(al-Anfal [8]: 44)


Dengan pertolongan inilah Allah memperkuat orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan sesungguhnya pada pertolongan yang demikian itu ada pelajaran bagi orang yang mempunyai akal dan pikiran.


Tafsir QS. Ali Imran (3) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bagi kalian sebuah tanda yang jelas dan pelajaran yang berharga.
Ada dua kelompok yang berperang bertemu pada persitwa Badar.


Kelompok yang satu beriman:
berperang untuk menegakkan agama Allah dan menyebarkan kebenaran.
Sedang kelompok yang lain kafir:
berperang untuk kepentingan hawa nafsu.


Sebagai dukungan Allah terhadap orang-orang Mukmin, Allah menjadikan orang-orang kafir melihat jumlah mereka menjadi dua kali lebih banyak dari jumlah sebenarnya.
Dengan begitu, hati mereka menjadi kacau lalu kalah.


Allah memberikan kemenangan dan dukungan kepada yang dikehendaki-Nya.
Pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berhati bersih, memiliki pandangan yang jernih, yang tidak menyeleweng dari kebenaran dalam memandang.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh telah ada bagi kalian wahai orang-orang Yahudi yang sombong lagi ingkar bukti yang agung pada dua kelompok yang berperang di medan Badar ;
kelompok yang berperang demi membela agama Allah, mereka adalah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya, sedangkan kelompok kedua adalah kelompok yang kafir kepada Allah, berperang demi membela kebatilan.
Mereka melihat julah orang-orang mukmin dua kali lipat jumlah mereka dengan mata kepada mereka.


Allah menjadikan hal itu sebagai sebab kemenangan bagi kaum muslimin atas mereka dan Allah memberikan kemenangan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya.
Sesungguhnya peristiwa yang terjadi tersebut mengandung pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pandangan hati yang tajam yang mengetahui hukum dan perbuatan-perbuatan Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya bagi kamu ada tanda) atau pelajaran, lalu hal itu disebutkan untuk penjelasan


(pada dua golongan) dua puak


(yang bertemu) di hari Badar untuk berperang


(segolongan bertempur di jalan Allah) untuk menaati perintah-Nya, yaitu Nabi ﷺ bersama para sahabat.
Mereka berjumlah 313 orang laki-laki termasuk beberapa orang berkuda, enam buah ketopong besi dan delapan buah pedang, sedangkan kebanyakan mereka adalah berjalan kaki


(dan yang lain kafir, yang melihat mereka) maksudnya kaum muslimin


(dua kali lipat mereka) artinya jumlah mereka kaum muslimin kelihatan dua kali banyak dari jumlah mereka yang lebih kurang seribu orang,


(yaitu penglihatan dengan mata kepala) artinya menurut pandangan lahir.
Ini termasuk pertolongan Allah kepada kaum muslimin yang berjumlah sedikit.


(Dan Allah menyokong) menguatkan


(dengan pertolongan-Nya siapa yang disukai-Nya) untuk ditolong.


(Sesungguhnya pada yang demikian itu) maksudnya yang disebutkan tadi


(menjadi pelajaran bagi orang yang mempunyai mata hati).
Kenapa kamu tidak mengambil pelajaran pula lalu kamu beriman?

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkannya pula melalui Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id dan Ikrimah, dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal.
Karena itulah disebutkan di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kalian.

Yakni telah ada bagi kalian, hai orang-orang Yahudi yang berkata demikian, suatu tanda yang menunjukkan bahwa Allah pasti akan memenangkan agama-Nya, menolong Rasul-Nya, dan menonjolkan kalimat-Nya serta meninggikan perintah-Nya.

…pada dua golongan yang telah bertemu (berperang).
Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir.


Mereka adalah kaum musyrik Quraisy dalam Perang Badar.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslim dua kali jumlah mereka.

Salah seorang ulama mengatakan berdasarkan kepada apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, bahwa orang-orang musyrik dalam Perang Badar melihat pasukan kaum muslim berjumlah dua kali lipat pasukan mereka menurut pandangan mata mereka.
Dengan kata lain, Allah-lah yang menjadikan demikian, sehingga tampak di mata mereka jumlah pasukan kaum muslim dua kali lipat jumlah pasukan kaum musyrik.
Hal inilah yang menjadi penyebab bagi kemenangan pasukan kaum muslim atas mereka.

Hal ini tidaklah aneh bila dipandang dari segi kenyataan.
Kaum musyrik sebelum terjadi perang mengirimkan Umar ibnu Sa’id untuk memata-matai pasukan kaum muslim.
Lalu Umar ibnu Sa’id kembali kepada mereka membawa berita bahwa jumlah pasukan kaum muslim terdiri atas kurang lebih tiga ratus orang, dan memang demikianlah kenyataannya, mereka berjumlah tiga ratus lebih belasan orang.
Kemudian ketika perang terjadi, Allah membantu kaum muslim dengan seribu malaikat yang terdiri atas para penghulu dan pemimpin malaikat.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa makna yang terkandung di dalam firman-Nya:
…yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) pasukan kaum musyrik dua kali jumlah mereka.
Yakni pasukan kaum muslim melihat jumlah pasukan kaum musyrik dua kali lipat jumlah mereka.
Tetapi sekalipun demikian, Allah memenangkan pasukan kaum muslim atas pasukan kaum musyrik yang jumlahnya dua kali lipat itu.

Pengertian ini pun tidak aneh bila dipandang dari apa yang telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, bahwa kaum mukmin dalam Perang Badar berjumlah tiga ratus tiga belas orang, sedangkan pasukan kaum musyrik terdiri atas enam ratus dua puluh enam orang.
Seakan-akan pendapat ini disimpulkan dari makna lahiriah ayat.
Tetapi pendapat ini bertentangan dengan pendapat yang terkenal di kalangan ahli tarikh dan ahli sejarah, serta bertentangan dengan pendapat yang dikenal di kalangan jumhur ulama yang mengatakan bahwa kaum musyrik terdiri atas antara sembilan ratus sampai seribu orang, seperti yang diriwayatkan oleh Muhammad ibnu Ishaq dari Yazid ibnu Rauman, dari Urwah ibnuz Zubair:

Bahwa Rasulullah ﷺ ketika menanyakan kepada seorang budak hitam milik Banil Hajaj tentang bilangan pasukan Quraisy, maka budak itu menjawab bahwa jumlah mereka banyak.
Nabi ﷺ bertanya,
"Berapa ekor untakah yang mereka sembelih setiap harinya?"
Budak itu menjawab,
"Terkadang sembilan dan terkadang sepuluh ekor tiap harinya."
Nabi ﷺ bersabda,
"(Kalau demikian jumlah) kaum antara sembilan ratus sampai seribu orang personel."

Abu Ishaq As-Subai’i meriwayatkan dari seorang budak wanita, dari Ali r.a. yang mengatakan bahwa jumlah mereka seribu orang.
Hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Mas’ud.

Menurut pendapat yang terkenal, jumlah pasukan kaum Quraisy adalah antara sembilan ratus sampai seribu orang.
Pada garis besarnya jumlah pasukan kaum Quraisy tiga kali lipat jumlah pasukan kaum muslim.
Atas dasar ini, maka pendapat mengenai masalah ini cukup sulit untuk dicerna.
Akan tetapi, Ibnu Jarir menguatkan pendapat ini (yang mengatakan seribu orang) dan menganggapnya sebagai pendapat yang sahih.
Alasannya ialah seperti dikatakan,
"Aku mempunyai seribu dinar dan aku memerlukan dua kali lipat."
Dengan demikian, berarti ia memerlukan tiga ribu dinar.
Demikianlah menurut alasan yang dikemukakan oleh Ibnu Jarir, dan berdasarkan pengertian ini, maka mengenai masalah ini tidak ada kesulitan lagi.

Akan tetapi, masih ada satu pertanyaan lagi yang jawabannya ada dua pendapat.
Yaitu bagaimanakah cara menggabungkan pengertian yang terkandung di dalam ayat ini dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala sehubungan dengan Perang Badar, yaitu:

Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kalian, ketika kalian berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan mata kalian dan kalian ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan.
(QS. Al-Anfal [8]: 44), hingga akhir ayat.

Sebagai jawabannya dapat dikatakan bahwa hal yang disebutkan dalam ayat ini mengisahkan suatu keadaan, sedangkan yang ada di dalam ayat di atas menceritakan keadaan yang lain.
Seperti apa yang dikatakan oleh As-Saddi, dari At-Tayyib, dari Ibnu Mas’ud sehubungan dengan firman-Nya:
Sesungguhnya telah ada tanda bagi kalian pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur)…
, hingga akhir ayat.
Ini adalah dalam Perang Badar.

Abdullah ibnu Mas’ud mengatakan,
"Kami pandang pasukan kaum musyrik dan ternyata kami lihat jumlah mereka berkali-kali lipat jumlah pasukan kami.
Kemudian dalam kesempatan yang lain kami pandang mereka, maka ternyata kami melihat mereka tidak lebih banyak dari pasukan kami, sekalipun hanya seorang."
Yang demikian itulah yang disebutkan di dalam firman-Nya:


Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kalian, ketika kalian berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan mata kalian dan kalian ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mereka.
(QS. Al-Anfal [8]: 44), hingga akhir ayat.

Abu Ishaq meriwayatkan dari Abu Abdah, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan,
"Sesungguhnya mereka ditampakkan di mata kami berjumlah sedikit, sehingga aku berkata kepada seorang lelaki yang ada di sebelahku, ‘Kamu lihat jumlah mereka ada tujuh puluh orang bukan?’ Ia menjawab, ‘Menurutku jumlah mereka ada seratus orang’."

Ibnu Mas’ud melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia menawan seseorang dari mereka, ketika ia menanyakan kepadanya,
"Berapakah jumlah kalian?"
Orang yang ditawan itu menjawabnya,
"Seribu orang."

Ketika masing-masing pihak berhadap-hadapan, maka pasukan kaum muslim melihat jumlah pasukan kaum musyrik dua kali lipat jumlah mereka.
Dijadikan demikian oleh Allah agar kaum muslim bertawakal, berserah diri, dan meminta pertolongan kepada Tuhan-nya.
Sedangkan pasukan kaum musyrik melihat pasukan kaum muslim demikian pula, agar timbul rasa takut dan hati yang kecut di kalangan mereka, dan mental mereka beserta semangat tempurnya jatuh.

Setelah kedua pasukan terlibat di dalam pertempuran, maka Allah membuat pasukan kaum muslim memandang sedikit jumlah pasukan kaum musyrik.
Begitu pula sebaliknya, pasukan kaum musyrik memandang sedikit jumlah pasukan kaum muslim, agar masing-masing pihak maju dengan penuh semangat untuk menghancurkan pihak lainnya.
Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan.
(QS. Al-Anfal [8]: 44)

Yakni untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, lalu menanglah kalimat iman atas kalimat kekufuran dan kezaliman.
Allah memenangkan pasukan kaum muslim dan mengalahkan pasukan kaum kafir, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam firman-Nya:

Sungguh Allah telah menolong kalian dalam peperangan Badar, padahal kalian adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 123)

Sedangkan dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan melalui firman-Nya:

Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.


Yakni sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terkandung pelajaran bagi orang yang mempunyai mata hati dan pemahaman, lalu hal ini ia jadikan sebagai petunjuk yang memperlihatkan kepadanya akan ketetapan Allah dan perbuatan-perbuatan-Nya serta takdir-Nya yang berlangsung ketika Dia menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dalam kehidupan di dunia ini, juga pada hari di saat itu semua saksi bangkit mempersaksikan.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 13

Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya, al-Baihaqi di dalam ad-Dalaa-il, dari Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari Sa’id atau ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika kaum Mukminin mengalahkan orang-orang Quraisy pada perang Badr, dan pulang ke Madinah, Rasulullah mengumpulkan orang-orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa’ dan bersabda:

“Wahai kaum Yahudi.
Masuk Islam-lah kalian sebelum Allah menimpakan kepada kalian apa yang dialami kaum Quraisy.” Mereka menjawab:
“Hai Muhammad, janganlah engkau tertipu oleh dirimu sendiri atas kemenangan terhadap golongan Quraisy yang bodoh dan tidak mengetahui strategi perang.
Demi Allah, sekiranya engkau memerangi kami, engkau akan tahu bahwa kami ini jantan tiada taranya.” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 12-13) sebagai penegasan atas kemampuan umat Islam mengalahkan mereka atas pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa orang Yahudi yang bernama Fanhash berkata di waktu perang Badr: “Janganlah Muhammad tertipu oleh kemenangannya atas kaum Quraisy, karena kaum Quraisy memang tidak pandai berperang.” Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imran: 12-13) sebagai penegasan bahwa umat Islam akan mendapat kemenganan atas pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Ali Imran (3) Ayat 13

FI’AH
فِئَة

Arti kata fi’ah adalah sekelompok manusia yang menunjukkan kebolehannya dan mereka saling membantu di antara satu dengan yang lainnya.

Bentuk tunggal fi’ah diulang sebanyak delapan kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 249 (dua kali);
Ali Imran (3), ayat 13;
Al Anfaal (8), ayat 16, 19, 45;
Al Kahfi (18), ayat 43;
Al Qashash (28), ayat 81.
Sedangkan bentuk mutsanna (ganda)-nya fi’atayn dan fi’ataan diulang sebanyak tiga kali, yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 13;
An Nisaa (4), ayat 88;
Al Anfaal (8), ayat 48.
Pada surah Al Qashash (28), ayat 81 diceritakan bahawa ketika Allah menimbun Qarun bersama-sama dengan rumahnya di dalam tanah, maka ia tidak mendapat sebarang golongan (fi’ah) yang bisa menolongnya, baik fi’ah tersebut berupa kawan-kawan sekutu, pembantu-pembantu mahupun tentara.
Hanya Allah lah yang dapat menyelamatkan hamba dari azab dan siksa.

Penggunaan kata fi’ah pada surah Al Kahfi (18), ayat 43 juga hampir sama dengan penggunaannya pada surah Al Qashash (28), ayat 81 di atas.

Pada surah Al Kahfi (18), ayat 43 ini, Allah menceritakan tentang nasib orang kaya pemilik kebun luas yang sombong dengan kekayaan dan anak-anaknya, dia tidak percaya hari kiamat dan tidak mau mensyukuri nikmat Allah.
Kebunnya yang luas itu akhirnya rusak binasa dan tidak dapat menghasilkan buah apa pun.
Allah menegaskan bahawa orang tersebut tidak mendapat sebarang golongan (fi’ah) yang bisa menolongnya, selain daripada Allah; dan ia pula tidak dapat membela dirinya sendiri.

Pada selain dua ayat tersebut kata fi’ah atau fi’atayn digunakan untuk menunjukkan golongan yang bersengketa dengan golongan yang lain, baik itu golongan-golongan tersebut berada dalam satu kelompok tertentu maupun kedua-duanya memang sekumpulan tentara yang siap berhadapan dalam peperangan.

Pada surah An Nisaa (4), ayat 88 Allah melarang orang beriman terpecah menjadi dua golongan (fi’atayn) yang saling berselisih ketika menghadapi orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang menampakkan keislaman pada sisi lahiriahnya namun mereka tidak mau ikut hijrah ke Madinah karena memang hati mereka masih kafir.
Pada mulanya umat Islam berbeda pendapat mengenai mereka, ada yang menganggapnya sebagai orang beriman sehingga tidak boleh diperangi dan ada yang menganggapnya sebagai orang kafir.
Kemudian Allah menegaskan bahawa orang-orang munafik tersebut adalah orang kafir, sehingga tidak boleh dikasihani atau dijadikan penolong, oleh karena itu umat Islam tidak perlu terpecah menjadi dua golongan yang saling berbantahan dalam masalah ini.

Dalam surah Al Baqarah (2), ayat 249 kata fi’ah dikaitkan dengan perkataan sebahagian tentara perang raja Thalut (termasuk juga Nabi Dawud `alaihis salam yang jumlahnya sedikit ketika melawan tentara raja Jalut yang jumlahnya banyak.
Sebahagian pasukan raja Thalut tersebut dengan penuh semangat dan dengan keimanan yang kuat berkata: "Berapa banyak (yang pernah terjadi), golongan yang sedikit (fi’atin qaliilah) berhasil menewaskan golongan yang banyak (fi’atan katsiirah) dengan izin Allah.
Dan akhirnya mereka memperoleh kemenangan dalam perang tersebut.
Perkataan pasukan raja Thalut tersebut juga bersesuaian dengan apa yang terjadi pada perang Badr, di mana jumlah tentara muslim sedikit sedangkan tentara musyrikin sangat banyak.
Meskipun demikian dalam surah Al Anfaal (8), ayat 19 Allah menegaskan bahawa Dia akan selalu menolong orang-orang yang beriman dan golongan angkatan perang kaum musyrikin tidak akan mendapatkan selamat sekalipun mereka sangat banyak.

Kata fi’atayn dan fi’ataan "dua golongan" dalam surah Ali Imran (3), ayat 13 dan Al Anfaal (8), ayat 48 juga masih berkaitan dengan kejadian perang Badr.

Dua golongan yang disebut dalam kedua ayat tersebut adalah tentara muslim yang jumlahnya sedikit dan tentara musyrikin yang jumlahnya banyak semasa perang Badr.
Allah menegaskan bahawa tentara muslim fi’ah berperang di jalan Allah bersama para malaikat, sedangkan tentara musyrikin fi’ah berperang memperjuangkan kekafiran bersama setan yang membujuk dan menyokong mereka, namun kemudian setan berkhianat dan lari dari peperangan setelah melihat para malaikat yang membantu tentara muslimin dalam perang tersebut.

Hampir sama dengan yang di atas, kata fi’ah yang terdapat dalam surah Al Anfaal (8), ayat 16 dan 45 mempunyai arti sekelompok tentara perang, namun ianya disebut untuk menerangkan aturan perang yang harus dipatuhi oleh umat Islam, supaya mereka mendapat kejayaan.

Pada ayat 45 Allah menetapkan aturan-aturan yang mesti dilakukan oleh tentara muslim semasa mereka bertemu dengan sesuatu pasukan musuh (fi’ah), yaitu:
(1). Hendaklah tetap teguh menghadapinya;
(2). Hendaklah banyak menyebut serta ingat kepada Allah;
(3). Hendaklah taat kepada Allah dan Rasul• Nya;
(4). Jangan berbantahbantahan dan bertelingkah;
(5). Bersabar menghadapi segala kesukaran.

Tujuan ditetapkannya aturan ini adalah supaya tentara muslim tidak menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan, dengan itu maka mereka akan mendapatkan kemenangan

Sedangkan ayat ke 16 menceritakan tentang strategi perang yang boleh dilakukan oleh tentara muslim.
Tentara muslim sama sekali tidak boleh menghindar dari menghadapi musuh kecuali apabila bermaksud untuk melakukan tipu muslihat perang, yaitu lari ke arah atau ke tempat lain yang lebih strategis dan kemudian menyerang musuh kembali, atau mereka lari dengan maksud bergabung dengan kelompok pasukan muslim yang lain (fi’ah) untuk kemudian menyerang musuh dengan kekuatan pasukan yang lebih besar.
Tindakan seperti itu dibolehkan, karena ianya tidak termasuk melarikan diri dari perang, melainkan maksud tindakan itu adalah untuk mengungguli musuh dan menyusun kekuatan kembali dengan cara menyerang musuh semula dari tempat yang lebih tepat atau bergabung dengan kekuatan kelompok tentara muslim yang lain.
Dengan strategi seperti ini maka kejayaan perang akan terwujud.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:431-433

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mukjizat-nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

▪ Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa ‘alaihis salam ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

▪ Musyawarah.
▪ Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
▪ Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
▪ Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
▪ Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
▪ Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia



QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 13 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 3:13
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga ‘Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa’
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

3:13, 3 13, 3-13, Surah Ali Imran 13, Tafsir surat AliImran 13, Quran Al Imran 13, Surah Ali Imran ayat 13

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ali Imran

۞ QS. 3:2 Tauhid UluhiyyahAl Hayy (Maha Hidup) • Al Qayyum (Maha Berdiri sendiri)

۞ QS. 3:3 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 3:4 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir

۞ QS. 3:5 • Allah memiliki kunci alam ghaib

۞ QS. 3:6 Tauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:7 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:8 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahhab (Maha Pemberi) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 3:9 Ar Rabb (Tuhan) • Al Jami’ (Yang mengumpulkan manusia di akhirat) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 3:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:11 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:12 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminSifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 3:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:15 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 3:16 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 3:18 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:19 • Sikap manusia terhadap kitab samawiIslam agama yang diterima di sisi Allah • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:20 Al Bashir (Maha Melihat) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:21 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:22 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:23 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:24 • Mendustai Allah

۞ QS. 3:25 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:26 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Meminta dengan menyebut nama Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 3:27 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:28 • Kebenaran hari penghimpunan • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 3:29 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 3:30 Al Ra’uf (Maha Kasih) • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Lembaran catatan amal perbuatan

۞ QS. 3:31 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 3:32 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Azab orang kafir • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 3:34 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 3:35 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 3:36 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 3:37 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:38 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 3:39 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:40 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:41 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:42 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:43 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:45 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:47 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Ar Rabb (Tuhan) • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 3:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:50 Ar Rabb (Tuhan) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 3:51 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:52 Islam agama para nabi

۞ QS. 3:53 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 3:55 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:56 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:57 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 3:59 Sifat Iradah (berkeinginan) • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 3:61 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:62 Tauhid UluhiyyahAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:63 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 3:64 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:66 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 3:67 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 3:68 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Islam agama para nabi •

۞ QS. 3:73 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk)

۞ QS. 3:74 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:75 • Mendustai Allah

۞ QS. 3:76 • Cinta Allah pada hamba yang shaleh

۞ QS. 3:77 • Orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kebangkitan • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:78 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:79 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 3:80 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:81 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 3:82 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:83 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 3:84 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Kewajiban beriman pada para rasul • Tiada pengutamaan antara para nabi

۞ QS. 3:85 Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:86 • Azab orang kafir • Kembali kufurHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 3:87 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:88 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:89 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 3:90 • Azab orang kafir • Kembali kufur • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:91 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:92 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:93 • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi

۞ QS. 3:94 • Mendustai Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:95 Islam agama fitrah

۞ QS. 3:97 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:98 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 3:99 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 3:101 • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 3:102 Islam agama yang diterima di sisi Allah • Kewajiban hamba pada Allah • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 3:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Berpegang teguh dengan (ajaran) Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Perintah untuk selalu bersatu • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 3:105 • Perintah untuk selalu bersatu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:106 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:107 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Kasih sayang Allah yang luas • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keabadian surga •

۞ QS. 3:108 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:109 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:110 Tauhid Uluhiyyah • Keutamaan umat nabi Muhammad • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman •

۞ QS. 3:111 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 3:112 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:114 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Bersegera dalam melakukan kebaikan •

۞ QS. 3:115 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 3:116 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 3:117 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 3:118 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:119 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:120 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Sifat orang munafik

۞ QS. 3:121 • Keluasan ilmu Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Melihat sebab akibat •

۞ QS. 3:122 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 3:123 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 3:124 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 3:125 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 3:126 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 3:127 • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:128 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:129 • Segala sesuatu milik Allah • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 3:131 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:132 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 3:133 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 3:135 • Ampunan Allah yang luas • Tidak ingin terus menerus berbuat maksiat • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya • Lemah iman

۞ QS. 3:136 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:137 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:138 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 3:139 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 3:141 • Azab orang kafir

۞ QS. 3:145 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Perbuatan dan niat • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 3:147 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 3:148 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:149 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 3:150 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 3:151 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:152 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf)

۞ QS. 3:153 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 3:154 • Berbaik sangka terhadap Allah • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 3:155 Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Sifat iblis dan pembantunya • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 3:156 Al Bashir (Maha Melihat) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 3:157 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 3:158 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:159 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 3:160 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 3:161 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat orang munafik

۞ QS. 3:162 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 3:163 Al Bashir (Maha Melihat) • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 3:164 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 3:165 Al Qadiir (Maha Penguasa) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 3:166 • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 3:167 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Lemah iman •

۞ QS. 3:168 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:169 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:170 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:171 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:172 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:173 Al Wakil (Maha Penolong) • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 3:174 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 3:175 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan •

۞ QS. 3:176 Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:177 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:178 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:179 • Pahala iman • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 3:180 • Segala sesuatu milik Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 3:181 • Mendustai Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:182 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 3:183 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 3:184 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 3:185 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 3:186 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 3:188 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 3:189 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 3:191 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 3:192 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Memasuki neraka •

۞ QS. 3:193 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Memohon ampun

۞ QS. 3:194 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 3:195 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 3:196 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 3:197 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 3:198 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 3:199 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 3:200 • Kontinuitas dalam bekerja

Ayat Pilihan

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu,
jika kamu orang-orang yang baik,
maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
QS. Al-Isra’ [17]: 25

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
QS. Al-Hajj [22]: 40

Hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu,
dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Ku-ridhai Islam jadi agama bagimu.
QS. Al-Ma’idah [5]: 3

Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air,
maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
QS. Al-Qamar [54]: 12

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus

At-Tur

Apa itu At-Tur? Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat. Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari k...

mukalaf

Apa itu mukalaf? mu.ka.laf orang dewasa yang wajib menjalankan hukum agama ۞ Variasi nama: mukallaf … • mukallaf

‘Arsy

Apa itu ‘Arsy? ‘Arsy (عَرْش, ‘Arasy) adalah makhluk tertinggi, berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi oleh para malaikat. Pengertian ‘Arsy ...