Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Alam Nasyrah (Melapangkan) - surah 94 ayat 5 [QS. 94:5]

فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ یُسۡرًا ۙ
Fa-inna ma’al ‘usri yusran;
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
―QS. Alam Nasyrah [94]: 5

Daftar isi

For indeed, with hardship (will be) ease.
― Chapter 94. Surah Alam Nasyrah [verse 5]

فَإِنَّ maka sesungguhnya

So indeed,
مَعَ beserta

with
ٱلْعُسْرِ kesulitan

the hardship
يُسْرًا kemudahan

(is) ease.

Tafsir Quran

Surah Alam Nasyrah
94:5

Tafsir QS. Alam Nasyrah (94) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa sesungguhnya di dalam setiap kesempitan, terdapat kelapangan, dan di dalam setiap kekurangan sarana untuk mencapai suatu keinginan, terdapat pula jalan keluar.
Namun demikian, dalam usaha untuk meraih sesuatu itu harus tetap berpegang pada kesabaran dan tawakal kepada Allah.

Ini adalah sifat Nabi ﷺ, baik sebelum beliau diangkat menjadi rasul maupun sesudahnya, ketika beliau terdesak menghadapi tantangan kaumnya.

Walaupun demikian, beliau tidak pernah gelisah dan tidak pula mengubah tujuan, tetapi beliau bersabar menghadapi kejahatan kaumnya dan terus menjalankan dakwah sambil berserah diri dengan tawakal kepada Allah dan mengharap pahala daripada-Nya.

Begitulah keadaan Nabi ﷺ sejak permulaan dakwahnya.
Pada akhirnya, Allah memberikan kepadanya pendukung-pendukung yang mencintai beliau sepenuh hati dan bertekad untuk menjaga diri pribadi beliau dan agama yang dibawanya.

Mereka yakin bahwa hidup mereka tidak akan sempurna kecuali dengan menghancurleburkan segala sendi kemusyrikan dan kekufuran.
Lalu mereka bersedia menebus pahala dan nikmat yang disediakan di sisi Allah bagi orang-orang yang berjihad pada jalan-Nya dengan jiwa, harta, dan semua yang mereka miliki.

Dengan demikian, mereka sanggup menghancurkan kubu-kubu pertahanan raja-raja Persi dan Romawi.

Ayat tersebut seakan-akan menyatakan bahwa bila keadaan telah terlalu gawat, maka dengan sendirinya kita ingin keluar dengan selamat dari kesusahan tersebut dengan melalui segala jalan yang dapat ditempuh, sambil bertawakal kepada Allah.

Dengan demikian, kemenangan bisa tercapai walau bagaimanapun hebatnya rintangan dan cobaan yang dihadapi.

Dengan ini pula, Allah memberitahukan kepada Nabi Muhammad bahwa keadaannya akan berubah dari miskin menjadi kaya, dari tidak mempunyai teman sampai mempunyai saudara yang banyak dan dari kebencian kaumnya kepada kecintaan yang tidak ada taranya.

Tafsir QS. Alam Nasyrah (94) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Itu adalah sebagian nikmat Kami padamu.
Maka yakinlah dengan kasih sayang Kami, karena sesungguhnya kesulitan itu selalu disertai dengan banyak kemudahan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Gangguan musuh-musuhmu jangan sampai membuatmu berhenti dari menyebarkan risalah.
Karena sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.


Sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu) atau kesukaran itu


(ada kelapangan) yakni kemudahan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, kemudian berita ini diulangi-Nya lagi.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Hamid ibnu Hammad ibnu Abu Khuwar alias Abu Jahm, telah menceritakan kepada kami Aiz ibnu Syuraih yang mengatakan bahwa Anas ibnu Malik pernah menceritakan bahwa Nabi ﷺ duduk dan di hadapannya terdapat sebuah batu, maka beliau ﷺ bersabda:
Seandainya kesulitan datang, lalu masuk ke dalam batu ini, niscaya kemudahan akan datang dan masuk ke dalamnya, lalu mengusirnya.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Abu Bakar Al-Bazzar meriwayatkan hadis ini di dalam kitab musnadnya, dari Muhammad ibnu Ma’mar, dari Humaid ibnu Hammad dengan sanad yang sama yang lafaznya seperti berikut:


Seandainya kesulitan datang, lalu masuk ke dalam batu ini, niscaya kemudahan akan datang dan mengusirnya.
KemudianNabi ﷺ membacakan firman-Nya:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Al-Bazzar mengatakan bahwa kami tidak mengetahui hadis ini diriwayatkan dari Anas kecuali oleh Aiz ibnu Syuraih.

Menurut hemat kami, Abu Hatim Ar-Razi telah mengatakan sehubungan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aiz, bahwa dia berpredikat lemah.
Tetapi Syu’bah telah meriwayatkannya dari Mu’awiyah ibnu Qurrah, dari seorang lelaki, dari Abdullah ibnu Mas’ud secara mauquf.
Dan Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah, telah menceritakan kepada kami Abu Qatn, telah menceritakan kepada kami Al-Mubarak ibnu Fudalah, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa mereka (para sahabat) mengatakan bahwa satu kesulitan tidak dapat mengalahkan dua kemudahan.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa di suatu hari Nabi ﷺ keluar dalam keadaan senang dan riang seraya tersenyum, lalu bersabda:
Satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan, satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui hadis Auf Al-A’rabi dan Yunus ibnu Ubaid, dari Al-Hasan secara mursal.

Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah, bahwa telah diceritakan kepada kami bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan berita gembira kepada para sahabatnya dengan ayat ini, lalu beliau ﷺ bersabda:


Satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan.

Yang beliau maksudkan adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Dikatakan demikian karena al-‘usr yang pertama sama dengan al-‘usr yang kedua.
Lain halnya dengan yusr, ia berbilang (yakni dua) karena yang pertama lain dengan yang kedua.

Al-Hasan ibnu Sufyan mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Kharijah, dari Abbad ibnu Kasir, dari Abuz Zanad, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Pertolongan diturunkan dari langit sesuai dengan kadar pembiayaan, dan kesabaran diturunkan sesuai dengan kadar musibah.

Dan termasuk di antara nasihat yang bersumber dari Imam Syafii disebutkan sebagai berikut:


Bersabarlah dengan kesabaran yang baik, maka alangkah dekatnya jalan kemudahan itu.
Barang siapa yang merasa dirinya selalu berada dalam pengawasan Allah dalam semua urusan, niscaya ia akan selamat.


Dan barang siapa yang membenarkan janji Allah, niscaya tidak akan tertimpa oleh musibah.
Dan barang siapa yang berharap kepada Allah, maka akan terjadilah seperti apa yang diharapkan.

Ibnu Duraid mengatakan bahwa Abu Hatim As-Sijistani telah membacakan bait-bait syair berikut kepadanya, yaitu:


Bilamana hati dipenuhi oleh rasa putus asa, dan dada yang luas menjadi terasa scmpit, dan hal-hal yang tidak disukai datang menimpa diri, serta banyak musibah yang dialaminya, sehingga ia tidak melihat adanya celah untuk melepaskan diri dari bahaya yang sedang menimpa diri, dan tiada gunanya lagi semua upaya untuk menanggulanginya.
Maka akan datanglah kepadamu pertolongan bila hatimu berserah diri kepada-Nya, yaitupertolongan dari Tuhan Yang Mahalembut lagi Maha Memperkenankan doa.
Semua musibah apabila telah mencapai puncaknya pasti berhubungan langsung denganjalan keluarnyayang tidak lama.

Penyair lainnya mengatakan dalam bait-bait syairnya:

Betapa banyak musibah yang menimpa diri seseorang hingga membuatnya terasa sempit, sedangkan di sisi Allah adajalan keluar darinya.


Bilamana musibah mencapai puncaknya, maka pastilah adajalan keluarnya, padahalyang bersangkutan mengira tiada jalan keluar darinya.

Unsur Pokok Surah Alam Nasyrah (الإنشراح‎‎)

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa.

Nama "Alam Nasyrah" diambil dari kata "Alam Nasyrah" yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti:
bukankah Kami telah melapangkan.

Keimanan:

▪ Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya.

Audio Murottal

QS. Alam-Nasyrah (94) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. Alam-Nasyrah (94) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah Alam Nasyrah ayat 5 - Gambar 1 Surah Alam Nasyrah ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 94:5
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Alam Nasyrah.

Surah Al-Insyirah (bahasa Arab:الانشراح, “Kelapangan”) adalah surah ke-94 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Nomor Surah 94
Nama Surah Alam Nasyrah
Arab الإنشراح‎‎
Arti Melapangkan
Nama lain Syarh, Alam Nasyrah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 12
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 27
Jumlah huruf 102
Surah sebelumnya Surah Ad-Duha
Surah selanjutnya Surah At-Tin
Sending
User Review
4.8 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

94:5, 94 5, 94-5, Surah Alam Nasyrah 5, Tafsir surat AlamNasyrah 5, Quran Al Insirah 5, Al Insyirah 5, Al-Insyirah 5, Surah Alam Nasyrah ayat 5

Video Surah

94:5


More Videos

Ayat Pilihan

Hai manusia,
sesungguhnya janji Allah adalah benar,
maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu & sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu,
memperdayakan kamu tentang Allah.
QS. Fatir [35]: 5

Kami turunkan hujan untuk tumbuhkan tanaman.
Dengan hujan itu, tanah yang tadinya kering & mati menjadi hidup.
Air itu juga dapat dimanfaatkan untuk memberi minum makhluk ciptaan yang berupa binatang-binatang ternak & manusia yang banyak.
QS. Al-Furqan [25]: 49

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma’ruf & mencegah dari yang munkar,
merekalah orang-orang yang beruntung.
QS. Ali ‘Imran [3]: 104

Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk suatu agama.
Jalan kebenaran & kesesatan telah jelas melalui tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan.
QS. Al-Baqarah [2]: 256

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

+

Array

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus Istilah Islam

mubaligah

Apa itu mubaligah? mu.ba.li.gah orang yang menyiarkan ajaran agama Islam ; juru dakwah … •

Al Khabiir

Apa itu Al Khabiir? Allah itu Al-Khabir ◀ Allah itu Al-Khabir, artinya adalah Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu. Bahkan Dia bisa mengetahui segala sesuatu yang kita sembunyikan dari-Nya. �...

Masjidilaksa

Apa itu Masjidilaksa? Mas.ji.dil.ak.sa masjid di Yerusalem, kiblat pertama umat Islam dan tempat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. melakukan mikraj setelah terlebih dahulu melakukan isra...