Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Zalzalah (Kegoncangan) - surah 99 ayat 1 [QS. 99:1]

اِذَا زُلۡزِلَتِ الۡاَرۡضُ زِلۡزَالَہَا ۙ
Idzaa zulzilatil ardhu zilzaalahaa;
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
―QS. Al Zalzalah [99]: 1

Daftar isi

When the earth is shaken with its (final) earthquake
― Chapter 99. Surah Al Zalzalah [verse 1]

إِذَا apabila

When
زُلْزِلَتِ digoncangkan

is shaken
ٱلْأَرْضُ bumi

the earth
زِلْزَالَهَا goncangan

(with) its earthquake,

Tafsir Quran

Surah Al Zalzalah
99:1

Tafsir QS. Az-Zalzalah (99) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa bumi bergeletar dan berguncang sedahsyat-dahsyatnya, sebagaimana diterangkan firman Allah dalam ayat lain:

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu;
sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.
(Al-Hajj [22]: 1)

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.
(Al-Waqi’ah [56]: 4).

Keterangan ini menunjukkan tentang dahsyatnya keadaan ketika itu.

Hal itu dimaksudkan untuk menarik perhatian orang-orang kafir agar memikirkan dan merenungkannya.
Seakan-akan dikatakan kepada mereka bahwa apabila bumi sebagai benda padat bisa bergeletar dengan dahsyat pada hari itu, maka mengapa mereka sendiri tidak mau sadar dari kelalaian dengan meninggalkan kekafirannya.

Tafsir QS. Al Zalzalah (99) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ketika bumi digetarkan dengan getaran yang sangat kuat lalu bergoncang sekuat-kuatnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat dan mengeluarkan apa yang ada dalam perutnya berupa orang-orang yang sudah mati dan harta terpendam.
Saat itu manusia bertanya-tanya karena ketakutan,
"Apakah yang telah terjadi pada bumi?"

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apabila bumi diguncangkan) yaitu mengalami gempa di saat hari kiamat tiba


(dengan guncangannya) yang amat dahsyat sesuai dengan bentuknya yang besar.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayyub Al-Gafiqi, telah menceritakan kepada kami pamanku Iyas ibnu Amir;
ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir Al-Juhani mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
(QS. Al-Haqqah [69]: 52, QS. Al-Waqi’ah [56]: 74, 96)

Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami:
Jadikanlah bacaan ayat ini dalam rukuk kalian! Dan ketika turun firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)

Maka beliau ﷺ bersabda kepada kami:
Jadikanlah bacaan ayat ini dalam sujud kalian!

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Ibnul Mubarak, dari Musa ibnu Ayyub dengan sanad yang sama.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ:
حَدَّثَنَا وَكِيع، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ مُسْلِمٍ البَطين، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَرَأَ:
{سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى} قَالَ:
"سُبْحَانَ رَبِّي الْأَعْلَى".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Muslim Al-Batin, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ apabila membaca firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Maka beliau ﷺ mengucapkan:
Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

Demikianlah menurut riwayat Imam Ahmad, dan Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Zuhair ibnu Harb, dari Waki’ dengan sanad yang sama.
Abu Daud mengatakan bahwa nama Waki’ masih diperselisihkan, karena dalam riwayat lain disebutkan Abu Waki’ dan Syu’bah, dari Abu Ishaq, dari Sa’id, dari Ibnu Abbas secara mauquf.

As-Sauri telah meriwayatkan dari As-Saddi, dari Abdu Khair yang mengatakan bahwa aku pernah mendengar Ali membaca firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Lalu ia mengucapkan,
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Hakam, dari Anbasah, dari Abu Ishaq Al-Hamdani, bahwa Ibnu Abbas apabila membaca firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Maka ia mengucapkan,
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."
Dan apabila membaca firman-Nya:
Aku bersumpah dengan hari kiamat.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 1)
dan bacaannya sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al-Qiyamah [75]: 40)
Maka ia mengucapkan,
"Mahasuci Engkau, dan tidaklah demikian (sebenarnya Engkau berkuasa untuk itu)."


Qatadah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Diceritakan kepada kami bahwa Nabi ﷺ apabila membaca ayat ini, maka beliau mengucapkan,
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Zalzalah (99) Ayat 1

ZALZALAH
زَلْزَلَة

Lafaz ini dalam bentuk mashdar, berasal dari kata akar zalzala yang berarti menggoncangkan, menggerakkan dengan kuat dan menakutkan.

Dalam Tafsir Al Maraghi, ia bermakna goncangan dahsyat yang memusnahkan segala sesuatu.

Disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Hajj (22), ayat 1. Allah berfirman,

إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ

Lafaz zalzalah disandarkan kepada as saa’sh yaitu hari kiamat.

Az Zamakhsyari berkata,
al zalzalah bermakna gerakan dan goncangan yang dahsyat, goncangan sesuatu itu berlipat ganda dari tempat dan pusatnya.
Yang membuatnya tergoncang adalah hari kiamat sehingga as saa’ah adalah fa’il (subjek) baginya, seolah olah dia yang menggoncangkan segalanya berdasarkan kiasan.
Jadi, al zalzalah adalah mashdar yang disandarkan kepada fa’ilnya.

Yang dimaksud al zalzalah dalam ayat ini adalah yang disebut dalam surah Al Zalzalah (99), ayat 1,

إِذَا زُلْزِلَتِ ٱلْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

Artinya:
"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),"

Terdapat perbedaan pendapat mengenai >zalzalatas saa’ah. Adakah ia terjadi sebelum manusia dibangkitkan atau ia terjadi setelah manusia dibangkitkan.

1. Sebahagian ulama antaranya Ibnu Jarir dari riwayat Alqamah, riwayat Ata’ dari Amir As Say’bi, Abu Hurairah dan yang lainnya menyatakan goncangan bumi pada hari kiamat ini sebelum manusia bangkit dari kubur, terjadi pada akhir umur dunia dan permulaan keadaan hari kiamat.
la disandarkan kepada hari kiamat karena ia dekat dengannya, dikatakan sebagai tanda hari kiamat dan sebagainya sebagaimana firman Allah dalam surah:
• Al Zalzalah (99), ayat 1;
• Al Waaqi’ah (56), ayat 4,5;3;
• Al Haaqqah, (69), ayat 14, 15.4

Abu Kadinah dari Ata’ dari Amir As Sya’bi berkata,
kejadian ini terjadi di dunia sebelum hari kiamat.

Begitu juga pendapat Al Maraghi dalam tafsirnya, beliau menyatakan, sesungguhnya goncangan terjadi ketika hari kiamat tiba sebelum manusia dibangkitkan dari kuburnya.

2. la terjadi setelah manusia di bangkitkan.
Lafaz zalzalah bermakna apa yang terjadi di dalam diri manusia dari ketakutan, ngeri atau bermakna keadaan yang dahsyat lagi menakutkan dan mengerikan.
Diantara dalilnya, dari Abdullah katanya Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya Allah membangkitkan pada hari kiamat penyeru, wahai Adam! Sesungguhnya Allah me merintahkanmu membangkitkan dari keturunanmu untuk memasuki api neraka" Nabi Adam bertanya, "Siapa mereka, ya Allah?" Dikatakan kepadanya, "Dari setiap 100 orang, 99 orang akan memasuki neraka.
Seorang lelaki berkata,
"Wahai Rasulullah, siapa yang terselamat dari kami selepas itu?" Beliau berkata,
"Adakah kamu mengetahui kamu diantara manusia bagaikan satu titik putih di dada seekor unta.

Di dalam Ash Shahihain, Aisyah menceritakan, Nabi Muhammad bersabda,

Sesungguhnya kamu akan dihimpunkan kepada Allah pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki atau selipar, telanjang dan tidak berkhitan, ‘Aisyah bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, adakah lelaki dan wanita saling melihat?" Beliau menjawab, "Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya keadaan pada hari itu lebih dahsyat untuk berkelakuan demikian.

Kesimpulannya, lafaz zalzalah bermakna kedua pendapat itu.

Bagi yang berpendapat ia terjadi sebelum manusia di bangkitkan, ia bermakna goncangan bumi sebagai tanda datangnya hari kiamat.

Bagi pendapat kedua yaitu setelah manusia di bangkitkan, ia bermakna keadaan yang berlaku pada hari kiamat yang dahsyat, menakutkan dan mengerikan jiwa bagi yang melihat dan menyaksikannya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:262-263

Unsur Pokok Surah Al Zalzalah (الزلزلة‎‎)

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah diturunkan sesudah surat An Nisaa‘.

Nama "Az Zalzalah" diambil dari kata "Zilzaal" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang berarti goncangan.

Keimanan:

▪ Kegoncangan bumi yang amat hebat pada hari kiamat dan kebingungan manusia ketika itu.
▪ Manusia pada hari kiamat itu dikumpulkan untuk dihisab segala amal perbuatan mereka.

Ayat-ayat dalam Surah Al Zalzalah (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Zalzalah (99) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Zalzalah (99) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Zalzalah ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Zalzalah ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 99:1
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Zalzalah.

Surah Az-Zalzalah (bahasa Arab:الزلزلة) adalah surat ke-99 dalam Alquran.
Surat ini terdiri atas 8 ayat dan tergolong pada surat Madaniyah.
Surat ini diturunkan setelah surah An-Nisa’.
Nama Az-Zalzalah diambil dari kata Zilzaal yang berarti ‘goncangan’ dan terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 99
Nama Surah Al Zalzalah
Arab الزلزلة‎‎
Arti Kegoncangan
Nama lain Al-Zilzal
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 93
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 36
Jumlah huruf 158
Surah sebelumnya Surah Al-Bayyinah
Surah selanjutnya Surah Al-‘Adiyat
Sending
User Review
4.4 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

99:1, 99 1, 99-1, Surah Al Zalzalah 1, Tafsir surat AlZalzalah 1, Quran Al-Zalzalah 1, Surah Al Zalzalah ayat 1

Video Surah

99:1


More Videos

Kandungan Surah Al Zalzalah

۞ QS. 99:1 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 99:2 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 99:3 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 99:4 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 99:5 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 99:6 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 99:7 • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Larangan menghina perbuatan baik

۞ QS. 99:8 • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Musa berdoa:
“Ya Tuhanku,
ampunilah aku & saudaraku & masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau,
dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”.
QS. Al-A’raf [7]: 151

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Dan orang orang-orang yang menjaga salatnya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى جَنَّـٰتٍۢ مُّكْرَمُونَ
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.
QS. Al-Ma’arij [70]: 34-35

“Apa saja harta yang kau nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin & orang-orang yang sedang dalam perjalanan”.
Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya
QS. Al-Baqarah [2]: 215

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu,
dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
QS. Az-Zumar [39]: 54

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Al Falaq artinya ...

Correct! Wrong!

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Correct! Wrong!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

+

Array

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Correct! Wrong!

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus Istilah Islam

Al Khaafidh

Apa itu Al Khaafidh? Allah itu Al-Khafidh ◀ Allah itu Al-Khafidh, maksudnya adalah Allah Maha Merendahkan siapapun yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. &128161; Misalnya, Alla...

Abasa

Apa itu Abasa? Surah ‘Abasa adalah surah ke-80 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat. Dinamakan ‘Abasa yang diambil dari kata ‘Abasa yang terda...

trias politika

Apa itu trias politika? tri.as po.li.ti.ka pengelompokan kekuasaan negara atas kekuasaan legislatif , kekuasaan eksekutif , dan kekuasaan yudikatif … •