Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 95 [QS. 56:95]

اِنَّ ہٰذَا لَہُوَ حَقُّ الۡیَقِیۡنِ
Inna hadzaa lahuwa haqqul yaqiin(i);
Sungguh, inilah keyakinan yang benar.
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 95

Indeed, this is the true certainty,
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 95]

إِنَّ sesungguhnya ia

Indeed,
هَٰذَا ini

this
لَهُوَ sungguh ia

surely, it
حَقُّ hak/benar

(is the) truth
ٱلْيَقِينِ keyakinan

certain.

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:95

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 95. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat-ayat ini menerangkan bahwa segala sesuatu yang telah diungkapkan dalam surah ini, baik yang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hari kebangkitan yang mereka dustakan maupun yang bertalian dengan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran adanya hal-hal yang akan terjadi setelah hari kebangkitan, yaitu yang berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan yang akan diterima oleh golongan (muqarrabin) Ashabul-yamin dan siksaan Tuhan yang akan menimpa golongan Ashabusy-syimal, semua itu adalah berita yang meyakinkan yang tidak mengandung sedikit pun hal-hal yang diragukan.
Berhubungan dengan itu, manusia diperintahkan oleh Allah supaya memperbanyak ibadah dan amal saleh, antara lain dengan membaca tasbih, untuk mengagungkan Allah, Tuhan Yang Mahaagung.


Dalam hubungan ayat ini terdapat hadis Nabi yang berbunyi:
Tatkala turun ayat Fasabbih Bismirabbikal-‘Adzim, kepada Rasulullah, beliau bersabda,
"Jadikanlah bacaan Tasbih pada saat kamu ruku’ (yaitu dengan membaca Subhana rabbial-‘Adzim)",
dan tatkala turun ayat Sabbihismarabbikal A’la.
Rasulullah bersabda,
"Jadikanlah bacaan Tasbih ini ketika kamu sujud (yaitu dengan membaca Subhana rabbial-A’la)"
(Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani)

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 95. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yang tersebut dalam surat yang mulia ini adalah benar-benar suatu keyakinan yang tidak mengandung keraguan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, sesungguhnya yang Kami kisahkan kepadamu adalah benar-benar suatu keyakinan yang benar dan tidak ada keraguan.
Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhan yang Agung.


Sucikanlah Dia dari semua perkataan orang-orang zalim dan durhaka itu, Mahatinggi Allah dari segala apa yang mereka nisbatkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar) lafal Haqqul Yaqiin termasuk ungkapan dengan memakai cara mengidhafahkan Maushuf kepada sifatnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 95)

Yaitu berita ini benar-benar hal yang pasti terjadi, tiada keraguan dan tiada kebimbangan padanya, dan tiada jalan lari bagi seorang pun darinya.

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 96)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayyub Al-Gafiqi, telah menceritakan kepadaku Iyas ibnu Amir, dari Uqbah ibnu Amir Al-Juhani yang mengatakan bahwa ketika diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ayat ini, yaitu firman-Nya:
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 96)
Maka beliau ﷺ bersabda:
Jadikanlah bacaan tasbih ini dalam rukuk kalian.
Dan ketika turun kepada beliau ﷺ firman-Nya:
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
(QS. Al-A’la [87]: 1)
Maka beliau ﷺ bersabda:
Jadikanlah bacaan ini dalam sujud kalian.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Abdullah ibnul Mubarak, dari Musa ibnu Ayyub dengan sanad yang sama.

Rauh ibnu Ubadah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj As-Sawwaf dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Barang siapa yang mengucapkan,
"Mahasuci Allah Yang Mahabesar dan dengan memuji kepada-Nya,
"
maka ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di dalam surga.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui hadis Rauh, dan Imam Nasai meriwayatkannya pula melalui hadis Hammad ibnu Salamah, dari hadis Abuz Zubair, dari Jabir, dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, kami tidak mengenalnya melainkan melalui hadis Abuz Zubair.

Imam Bukhari di dalam akhir kitabnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isykab, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, telah menceritakan kepada kami Imarah ibnul Qa’qa’, dari Abu Zar‘ah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Ada dua kalimah yang ringan di mulut, berat dalam timbangan amal perbuatan, lagi disukai oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu:
"Mahasuci Allah dan dengan memuji kepada-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Besar."

Jamaah yang lainnya (selain Imam Bukhari) selain Abu Daud, telah meriwayatkan hadis ini melalui Muhammad ibnu Fudail dengan sanad yang semisal.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 95 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 95 - Gambar 2
Statistik QS. 56:95
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.3 (13 votes)
Tags:

56:95, 56 95, 56-95, Surah Al Waaqi'ah 95, Tafsir surat AlWaaqiah 95, Quran Al Waqiah 95, AlWaqiah 95, Al-Waqi'ah 95, Surah Al Waqiah ayat 95

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Naazi’at (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut) – surah 79 ayat 26 [QS. 79:26]

26. Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan Nabi Musa menghadapi Fir‘aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajark … 79:26, 79 26, 79-26, Surah An Naazi’at 26, Tafsir surat AnNaaziat 26, Quran AnNaziat 26, An Naziat 26, An-Nazi’at 26, Surah An Naziat ayat 26

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 65 [QS. 23:65]

65-67. Menolak permintaan tolong mereka, Allah berfirman, “Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sungguh, kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami dan tidak pula dapat me … 23:65, 23 65, 23-65, Surah Al Mu’minuun 65, Tafsir surat AlMuminuun 65, Quran Al Mukminun 65, Al-Mu’minun 65, Surah Al Muminun ayat 65

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Roti dan kacang Daging Unta Cuka dan labu Ayam bakar Kurma

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia tahu cara mencari rezeki agar manusia bisa melihat dan

Pendidikan Agama Islam #27

Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun. 10 20 22 23 13 Benar! Kurang tepat! Surah yang pertama kali turun

Instagram