Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 79 [QS. 56:79]

لَّا یَمَسُّہٗۤ اِلَّا الۡمُطَہَّرُوۡنَ
Laa yamassuhu ilaal muthahharuun(a);
tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 79

None touch it except the purified.
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 79]

لَّا tidak

None
يَمَسُّهُۥٓ menyentuhnya

touch it
إِلَّا kecuali

except
ٱلْمُطَهَّرُونَ orang-orang yang disucikan

the purified.

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:79

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 79. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan bahwa Alquran ini adalah wahyu ilahi yang mengandung faedah dan kemanfaatan yang tiada terhingga dan berisi ilmu serta petunjuk pasti yang membawa kebahagiaan kepada manusia untuk kehidupan dunia dan akhirat, dan membacanya termasuk ibadah.
Alquran merupakan sumber ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf, dan lain-lain.

Alquran terjamin kesuciannya, hanya Malaikat al-Muqarrabin yang pernah menyentuhnya dari Lauh Mahfudz, yaitu Malaikat Jibril yang ditugaskan menyampaikannya kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Mengenai ayat 79, sebagian ahli tafsir berbeda pendapat.


لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَ

Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
(al- Waqi’ah [56]: 79)


Jumhur ulama mengistimbatkan bahwa ayat 79 ini melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau memegang mushaf Alquran, berdasarkan hadis Mu’adh bin Jabal, Rasul bersabda,
"Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang suci.
"
Pendapat inilah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia.
Ada dua pendapat tentang hukum menyentuh mushaf yaitu:



1. Imam empat mazhab berpendapat tidak boleh menyentuh mushaf tanpa wudu.
Menurut Imam Nawawi, firman Allah:
la yamassuhu illal-muthahharun bermakna tidak menyentuh mushaf ini kecuali orang suci dari hadas.


2. Mazhab az-Zahiri berpendapat boleh menyentuh mushaf tanpa wudu dengan alasan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengirim surat yang ada ayat Alqurannya kepada Heraklius padahal dia non muslim dan tidak berwudu.

Anak kecil membawa tempat menulis Alquran dan buku yang ada tulisan Alquran diperbolehkan oleh para ulama.


Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Alquran ini sesungguhnya diturunkan dari Tuhan yang menguasai alam semesta.
Sebagai pedoman hidup untuk dibaca, dihafal, dipahami dan diamalkan.
Maka sungguh sesatlah orang-orang yang menuduh bahwa Alquran ini sihir atau syair.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 79. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Alquran itu tidak disentuh kecuali oleh mereka yang tersucikan dari kotoran dan hadas, diturunkan dari Allah, Tuhan semua makhluk.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad ini adalah bacaan yang sangat mulia, mengandung banyak kebaikan dan ilmu pengetahuan, berada dalam kita yang terpelihara dari pandangan segenap makhluk, yaitu kitab suci yang ada pada genggaman malaikat, tidak menyentuh Al-Qur’an ini kecuali malaikat mulia yang disucikan dari berbagai macam kotoran dan dosa, tidak juga menyentuhnya kecuali orang-orang yang sudah disucikan dari berbagai macam syirik, junub, dan hadas.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tidak menyentuhnya) adalah kalimat berita, tetapi mengandung makna perintah, yakni jangan menyentuhnya


(kecuali orang-orang yang telah bersuci) yakni orang-orang yang telah menyucikan dirinya dari hadashadas.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang mulia.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 77)

Artinya, Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ benar-benar kitab yang besar.

pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 78)

Yaitu dimuliakan tersimpan di dalam kitab yang dimuliakan lagi terpelihara dan diagungkan, yaitu Lauh Mahfuz.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Musa ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Hakim ibnu Jubair, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yakni Kitab yang ada di langit.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yaitu para malaikat.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Anas, Mujahid.
Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, Abusy Sya’sa, Jabir ibnu Zaid.
Abu Nuhaik, As-Saddi, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan lain-lainnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul Ala, telah menceritakan kepada kami IbnuSaur, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yakni tidak ada yang menyentuhnya di sisi Allah kecuali hamba-hamba yang disucikan.
Adapun di dunia, maka sesungguhnya Alquran itu dapat dipegang oleh orang Majusi yang najis dan orang munafik yang kotor.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa ayat ini menurut qiraat Ibnu Mas’ud disebutkan mayamassuhii illal mutahharun, memakai ma.


Abul Aliyah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Bukan kamu orang-orang yang berdosa.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa orang-orang Quraisy mempunyai dugaan bahwa Alquran ini diturunkan oleh setan.
Maka Allah menerangkan bahwa Alquran ini tidak dapat disentuh kecuali oleh hamba-hamba yang disucikan, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Alquran itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan.
Dan tidaklah patut mereka membawa turun Alquran itu, dan mereka pun tidak akan kuasa.
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar Alquran itu.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 210-212)

Pendapat ini cukup baik dan tidak menyimpang dari pendapat-pendapat yang sebelumnya.

Al-Farra mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah tidak dapat merasakan makna dan manfaat Alquran kecuali orang-orang yang beriman kepadanya.

Ulama lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yakni yang suci dari jinabah dan hadas.


Mereka mengatakan bahwa lafaz ayat merupakan kalimat berita, tetapi makna yang dimaksud ialah perintah.
Dan mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Alquran adalah mushaf, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ telah melarang bepergian membawa Alquran ke negeri musuh karena dikhawatirkan Alquran itu dirampas oleh musuh.
Dan mereka menguatkan pendapatnya dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Muwatta’-nya dari Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm sehubungan dengan surat yang dikirim oleh Rasulullah ﷺ ditujukan kepada Amr ibnu Hazm, bahwa tidak boleh menyentuh Alquran kecuali orang yang suci.

Abu Daud telah meriwayatkan di dalam himpunan hadishadis mursal-nya melalui Az-Zuhri yang mengatakan bahwa aku telah membaca lembaran yang ada pada Abdu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Tidak boleh menyentuh Alquran kecuali orang yang suci.

Ini merupakan alasan yang baik, telah dibaca oleh Az-Zuhri dan lain-lainnya, dan hal yang semisal dengan pendapat ini dianjurkan untuk dipakai.

Ad-Daruqutni telah mengisnadkannya dari Amr ibnu Hazm dan Abdullah ibnu Amr serta Usman ibnu Abul Asim, tetapi dalam sanad masing-masing dari keduanya perlu diteliti kembali;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 79 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 79 - Gambar 2
Statistik QS. 56:79
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.3 (11 votes)
Tags:

56:79, 56 79, 56-79, Surah Al Waaqi'ah 79, Tafsir surat AlWaaqiah 79, Quran Al Waqiah 79, AlWaqiah 79, Al-Waqi'ah 79, Surah Al Waqiah ayat 79

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 32 [QS. 25:32]

32. Pada ayat berikut diceritakan lagi permintaan lainnya yang mengada-ada yang dikemukakan oleh orang kafir kepada Nabi Muhammad. Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunka … 25:32, 25 32, 25-32, Surah Al Furqaan 32, Tafsir surat AlFurqaan 32, Quran Al Furqan 32, AlFurqan 32, Al-Furqan 32, Surah Al Furqan ayat 32

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- … 4 6 3 7 5 Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #25

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti … binasalah bukankah baiklah biarlah berbukalah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ a lam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? Abu Lahab Abu Bakar Yusuf Imran Abdullah Benar! Kurang tepat! Siapa nama

Instagram