Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 77 [QS. 56:77]

اِنَّہٗ لَقُرۡاٰنٌ کَرِیۡمٌ
Innahu laquraanun kariimun;
dan (ini) sesungguhnya Alquran yang sangat mulia,
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 77

Daftar isi

Indeed, it is a noble Qur’an
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 77]

إِنَّهُۥ sesungguhnya ia

Indeed, it
لَقُرْءَانٌ sungguh Al Qur’an

(is) surely, a Quran
كَرِيمٌ yang mulia

noble,

Tafsir Quran

Surah Al Waaqi’ah
56:77

Tafsir QS. Al-Waqi’ah (56) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa Alquran ini adalah wahyu ilahi yang mengandung faedah dan kemanfaatan yang tiada terhingga dan berisi ilmu serta petunjuk pasti yang membawa kebahagiaan kepada manusia untuk kehidupan dunia dan akhirat, dan membacanya termasuk ibadah.
Alquran merupakan sumber ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf, dan lain-lain.

Alquran terjamin kesuciannya, hanya Malaikat Al-Muqarrabin yang pernah menyentuhnya dari Lauh Mahfudz, yaitu Malaikat Jibril yang ditugaskan menyampaikannya kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Mengenai ayat 79, sebagian ahli tafsir berbeda pendapat.


لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَ

Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
(Al- Waqi’ah [56]: 79)

Jumhur ulama mengistimbatkan bahwa ayat 79 ini melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau memegang mushaf Alquran, berdasarkan hadis Mu’adh bin Jabal, Rasul bersabda,
"Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang suci."
Pendapat inilah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia.
Ada dua pendapat tentang hukum menyentuh mushaf yaitu:



1. Imam empat mazhab berpendapat tidak boleh menyentuh mushaf tanpa wudu.
Menurut Imam Nawawi, firman Allah:
la yamassuhu illal-muthahharun bermakna tidak menyentuh mushaf ini kecuali orang suci dari hadas.

2. Mazhab az-Zahiri berpendapat boleh menyentuh mushaf tanpa wudu dengan alasan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengirim surat yang ada ayat Alqurannya kepada Heraklius padahal dia non muslim dan tidak berwudu.

Anak kecil membawa tempat menulis Alquran dan buku yang ada tulisan Alquran diperbolehkan oleh para ulama.

Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Alquran ini sesungguhnya diturunkan dari Tuhan yang menguasai alam semesta.
Sebagai pedoman hidup untuk dibaca, dihafal, dipahami dan diamalkan.
Maka sungguh sesatlah orang-orang yang menuduh bahwa Alquran ini sihir atau syair.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 77. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah, bahwa ini adalah benar-benar Alquran yang banyak manfaatnya dan terpelihara di al-Lawh al-Mahfuzh hingga tidak dapat diketahui kecuali oleh para malaikat yang dekat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad ini adalah bacaan yang sangat mulia, mengandung banyak kebaikan dan ilmu pengetahuan, berada dalam kita yang terpelihara dari pandangan segenap makhluk, yaitu kitab suci yang ada pada genggaman malaikat, tidak menyentuh Al-Qur’an ini kecuali malaikat mulia yang disucikan dari berbagai macam kotoran dan dosa, tidak juga menyentuhnya kecuali orang-orang yang sudah disucikan dari berbagai macam syirik, junub, dan hadas.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya ini) yakni yang dibacakan kepada kalian


(adalah Alquran yang sangat mulia).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang mulia.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 77)

Artinya, Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ benar-benar kitab yang besar.

pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 78)

Yaitu dimuliakan tersimpan di dalam kitab yang dimuliakan lagi terpelihara dan diagungkan, yaitu Lauh Mahfuz.


Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Musa ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Hakim ibnu Jubair, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yakni Kitab yang ada di langit.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yaitu para malaikat.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Anas, Mujahid.
Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, Abusy Sya’sa, Jabir ibnu Zaid.
Abu Nuhaik, As-Saddi, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan lain-lainnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul Ala, telah menceritakan kepada kami IbnuSaur, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yakni tidak ada yang menyentuhnya di sisi Allah kecuali hamba-hamba yang disucikan.
Adapun di dunia, maka sesungguhnya Alquran itu dapat dipegang oleh orang Majusi yang najis dan orang munafik yang kotor.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa ayat ini menurut qiraat Ibnu Mas’ud disebutkan mayamassuhii illal mutahharun, memakai ma.


Abul Aliyah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Bukan kamu orang-orang yang berdosa.


Ibnu Zaid mengatakan bahwa orang-orang Quraisy mempunyai dugaan bahwa Alquran ini diturunkan oleh setan.
Maka Allah menerangkan bahwa Alquran ini tidak dapat disentuh kecuali oleh hamba-hamba yang disucikan, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Alquran itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan.
Dan tidaklah patut mereka membawa turun Alquran itu, dan mereka pun tidak akan kuasa.
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar Alquran itu.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 210-212)

Pendapat ini cukup baik dan tidak menyimpang dari pendapat-pendapat yang sebelumnya.

Al-Farra mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah tidak dapat merasakan makna dan manfaat Alquran kecuali orang-orang yang beriman kepadanya.


Ulama lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 79)
Yakni yang suci dari jinabah dan hadas.


Mereka mengatakan bahwa lafaz ayat merupakan kalimat berita, tetapi makna yang dimaksud ialah perintah.
Dan mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Alquran adalah mushaf, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ telah melarang bepergian membawa Alquran ke negeri musuh karena dikhawatirkan Alquran itu dirampas oleh musuh.
Dan mereka menguatkan pendapatnya dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Muwatta’-nya dari Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm sehubungan dengan surat yang dikirim oleh Rasulullah ﷺ ditujukan kepada Amr ibnu Hazm, bahwa tidak boleh menyentuh Alquran kecuali orang yang suci.

Abu Daud telah meriwayatkan di dalam himpunan hadishadis mursal-nya melalui Az-Zuhri yang mengatakan bahwa aku telah membaca lembaran yang ada pada Abdu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Tidak boleh menyentuh Alquran kecuali orang yang suci.

Ini merupakan alasan yang baik, telah dibaca oleh Az-Zuhri dan lain-lainnya, dan hal yang semisal dengan pendapat ini dianjurkan untuk dipakai.


Ad-Daruqutni telah mengisnadkannya dari Amr ibnu Hazm dan Abdullah ibnu Amr serta Usman ibnu Abul Asim, tetapi dalam sanad masing-masing dari keduanya perlu diteliti kembali;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio Murottal

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 77 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 77 - Gambar 2
Statistik QS. 56:77
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah 56
Nama Surah Al Waaqi’ah
Arab الواقعة
Arti Hari Kiamat
Nama lain Idza waqa’at
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 46
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 96
Jumlah kata 370
Jumlah huruf 1756
Surah sebelumnya Surah Ar-Rahman
Surah selanjutnya Surah Al-Hadid
Sending
User Review
4.9 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

56:77, 56 77, 56-77, Surah Al Waaqi'ah 77, Tafsir surat AlWaaqiah 77, Quran Al Waqiah 77, AlWaqiah 77, Al-Waqi'ah 77, Surah Al Waqiah ayat 77

Video Surah

56:77


More Videos

Kandungan Surah Al Waaqi'ah

۞ QS. 56:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 56:2 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 56:3 • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 56:4 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:5 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:6 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:7 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:8 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:9 • Derajat para pemeluk agama • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:10 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:11 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:12 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 56:13 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:14 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:15 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:16 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:17 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:18 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:19 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:20 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:21 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:22 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:23 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:24 • Pahala iman • Keutamaan iman • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 56:25 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:26 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:27 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:28 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:29 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:30 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:31 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:32 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:33 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:34 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:35 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:36 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:37 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:38 • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:39 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:40 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:41 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:42 • Sifat neraka

۞ QS. 56:43 • Sifat neraka

۞ QS. 56:44 • Sifat neraka

۞ QS. 56:45 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:46 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat

۞ QS. 56:47 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:48 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:49 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:50 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:51 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:52 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:53 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:54 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:55 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:56 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 56:57 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:58 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:59 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 56:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:65 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:66 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:67 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:70 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:71 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:72 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:74 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

۞ QS. 56:80 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 56:81 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:83 • Cara pencabutan ruh

۞ QS. 56:84 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:85 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:86 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 56:87 • Keluarnya ruh orang kafir • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:88 • Saat kematian seorang mukmin

۞ QS. 56:89 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:90 • Saat kematian seorang mukmin • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:91 • Pahala iman

۞ QS. 56:92 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:93 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:94 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:95 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:96 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

Ayat Pilihan

Kami wajibkan manusia (berbuat) baik kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksa untuk persekutukan Aku dengan sesuatu yang tak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu ikuti keduanya.
Hanya kepada-Ku lah kembalimu.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 8

Berilah keputusan (perkara) manusia dengan adil & jangan kamu ikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
Sungguh orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan
QS. Sad [38]: 26

Para malaikat menenangkan Nabi Lûth & berkata,
“Jangan sekali-kali kamu takut kepada kekejian kaummu, dan jangan bersedih karena kami. Kami telah datang untuk menghancurkan penduduk negeri ini. Kami akan menyelamatkanmu & keluargamu”
QS. Al-‘Ankabut [29]: 33

Sembahlah Allah & jangan kau persekutukan-Nya dengan sesuatupun.
Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak,
karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin,
tetangga dekat & tetangga yang jauh,
dan teman sejawat, ibnu sabil & hamba sahayamu.
QS. An-Nisa’ [4]: 36

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

santri

Apa itu santri? san.tri orang yang mendalami agama Islam; orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh … •

Al-Insan

Apa itu Al-Insan? Surah Al-Insan adalah surah ke-76 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat. Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan y...

An-Nisa'

Apa itu An-Nisa’? Surah An-Nisa’ terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah. Dinamakan An- Nisa karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita...