Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Waaqi'ah (Hari Kiamat) - surah 56 ayat 75 [QS. 56:75]

فَلَاۤ اُقۡسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوۡمِ
Falaa uqsimu bimawaaqi’innujuum(i);
Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 75

Daftar isi

Then I swear by the setting of the stars,
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 75]

فَلَآ maka tidak

But nay,
أُقْسِمُ aku bersumpah

I swear
بِمَوَٰقِعِ dengan tempat turun

by setting
ٱلنُّجُومِ bintang-bintang

(of) the stars,

Tafsir Quran

Surah Al Waaqi’ah
56:75

Tafsir QS. Al-Waqi’ah (56) : 75. Oleh Kementrian Agama RI

Sebagian ahli tafsir menjelaskan ayat ini, bahwa Allah bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Alquran guna menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut.
Alquran diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfudz ke langit paling dekat pada malam Lailatul Qadar (malam yang sangat mulia).

Kemudian, diturunkan lagi secara berangsur-angsur menurut keperluannya dari langit dunia kepada Nabi Muhammad ﷺ hingga selesai seluruhnya dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Masa turunnya bagian-bagian Alquran tersebut mengandung arti penting, kebijaksanaan turunnya sebagian-sebagian yaitu tiap surah atau tiap ayat antara lain ialah agar tiap surah atau ayat itu dapat dimengerti secara lebih luas dan lebih mendalam.

Allah menegaskan bahwa sumpah dalam bagian-bagian Alquran tersebut sangat besar artinya karena hal itu mengandung isyarat terhadap agungnya kekuasaan Allah dan kesempurnaan kebijaksanaan-Nya dan keluasan rahmat-Nya dan tidak menyianyiakan hamba-Nya.
Dalam ayat 75, Allah bersumpah untuk meyakinkan terhadap hamba-hamba-Nya dengan sesuatu yang menggambarkan kemahakuasaan-Nya terhadap alam jagat raya ini, yakni suatu
"tempat beredarnya bintang-bintang."
Andaikan ketika manusia mampu melihat bagaimana teraturnya bintang-bintang yang selalu bergerak pada orbitnya masing-masing dengan aman dan serasi, tentulah mereka akan berpendapat lain.
Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi barulah diketahui betapa banyaknya kumpulan bintang-bintang di angkasa raya yang tidak terhitung jumlahnya.

Para pakar astrofisika dan astronomi menjelaskan bahwa mata telanjang tidak akan mungkin mampu melihat isi jagat yang luas tidak berbatas.
Sistem Tata Surya yang terdiri dari jutaan bintang bahkan mungkin lebih (termasuk di dalamnya bumi kita ini) hanyalah menjadi bagian kecil dari Galaksi Bimasakti yang memuat lebih dari 100 milyar bintang.

Bimasakti pun itu hanyalah satu dari 500 milyar lebih galaksi dalam jagat raya yang diketahui, subhanallah! Semua bintang-bintang itu beredar pada orbitnya, termasuk matahari kita.
Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:


وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ

Dan matahari beredar di tempat peredarannya.

Demikianlah ketetapan yang Mahaperkasa dan Maha Mengetahui. (Yasin [36]: 38)

Berdasarkan pengamatan para pakar, matahari bergerak dalam kecepatan yang tinggi kira-kira 720, 000 km per jam mengarah ke bintang Vega dalam satu orbit tertentu dalam sistem Solar Apex.
Bersama-sama dengan matahari, dan semua planet dan satelit yang berada dalam lingkungan sistem Tata Surya (sistem solar) juga turut bergerak pada jarak yang sama.
Semua benda-benda langit ini bergerak menempati orbit-orbit yang telah dihisab (diperhitungkan).
Untuk berapa juta tahun, semuanya ‘berenang’ melintasi orbit masing-masing dalam keseimbangan dan susunan yang sempurna bersama-sama dengan yang lain.
Orbit-orbit dalam alam semesta juga dimiliki oleh galaksi-galaksi yang bergerak pada kecepatan yang besar dalam orbit-orbit yang telah ditetapkan.
Ketika bergerak, tidak ada satupun benda-benda langit ini yang memotong orbit atau bertabrakan dengan benda langit lainnya.
Bagaimanapun, hal ini secara jelas diterangkan kepada manusia dalam Alquran yang diwahyukan ketika itu, karena Alquran sebenarnya adalah kalam dari Sang Penguasa, Yang Maha Menjaga dan Memelihara Kestabilan Alam Semesta ini.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 75. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku benar-benar bersumpah demi tempat-tempat tenggelamnya bintang-bintang di penghujung malam, yaitu waktu-waktu untuk salat tahajud dan istigfar.
Sumpah itu–bila kalian pikirkan kandungannya–sangat penting dan mempunyai pengaruh yang amat dalam.
[1]


[1] Dua ayat ini menjelaskan betapa pentingnya sumpah yang diucapkan itu.
Bintang merupakan benda langit yang bersinar sendiri.


Di antara bintang-bintang itu, yang paling dekat dengan planet kita adalah matahari dengan jarak ± 500 tahun cahaya.
Sedang bintang yang terdekat berikutnya berjarak ± 4 tahun cahaya.


Energi yang kita dapatkan dari matahari merupakan komponen utama kehidupan.
Seandainya jarak antara matahari dan bumi lebih jauh atau lebih dekat dari yang ada sekarang, kehidupan ini akan menjadi demikian sulit dan bahkan hampir mustahil.


Di samping itu, besar-kecilnya bintang-bintang itu pun beragam pula.
Ada yang berukuran besar dan ada pula yang berukuran lebih kecil.


Di antara yang berukuran besar itu adalah matahari yang jaraknya dengan bumi seperti yang ada sekarang.
Selain itu, terdapat pula gugusan bintang yang disebut tandan, beredar di luar angkasa dan sesekali melintasi galaksi Bimasakti.


Pada saat melintasi Bimasakti itu, apabila secara kebetulan gugusan itu menabrak tata surya kita, maka akan terjadi kehancuran.
Begitu juga bila terjadi, umpamanya, suatu bintang mendekati matahari, maka akan merusak keseimbangan dan akhirnya membawa kepada kehancuran juga.
Dari itu, tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat dijadikan pelajaran tampak pada alam semesta yang Dia ciptakan dan Dia atur.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang di langit.
Sesungguhnya, sumpah itu adalah sumpah yang besar kadarnya kalau kamu mengetahui.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka Aku bersumpah) huruf Laa di sini adalah Zaidah


(dengan nama tempat-tempat terbenamnya bintang-bintang) tempat-tempat bintang-bintang tenggelam.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Juwaibir telah meriwayatkan dari Ad-Dahhak, bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tidak sekali-kali bersumpah dengan menyebut nama sesuatu dari makhluk-Nya, melainkan hal ini hanyalah sebagai pembukaan belaka yang digunakan oleh-Nya untuk membuka kalam-Nya.
Tetapi pendapat ini lemah, dan yang dikatakan oleh jumhur ulama menyebutkan bahwa ungkapan ini memang sumpah dari Allah subhanahu wa ta’ala Dia bersumpah dengan menyebut nama apa pun yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya, yang hal ini menunjukkan kebesaran dari nama makhluk yang disebu.t-Nya.

Kemudian sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa huruf la di sini merupakan zaidah.
Maka makna yang dimaksud ialah
"Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang."
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui Sa’id ibnu Jubair, dan yang menjadi objek sumpah ialah firman-Nya:
sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang sangat mulia.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 77)

Ulama lainnya mengatakan bahwa la di sini bukanlah zaidah yang tidak bermakna, bahkan ia didatangkan pada permulaan qasam (sumpah), apabila objek sumpahnya dinafikan, seperti perkataan Siti Aisyah r.a.."Tidak, demi Allah, tangan Rasulullah ﷺ sama sekali belum pernah menyentuh tangan wanita lain."
Maka demikian pula halnya di sini, yang berarti bentuk lengkapnya ialah
"Tidak, Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang, duduk perkaranya tidaklah seperti dugaan mereka terhadap Alquran, bahwa Alquran itu sihir atau tenung, bahkan Alquran ini adalah bacaan yang mulia."

Ibnu Jarir mengatakan bahwa sebagian ulama bahasa Arab mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Maka Aku bersumpah.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 75)
Bahwa urusan ini tidaklah seperti apa yang kalian katakan, kemudian sesudah itu dimulai lagi sumpah, lalu diucapkan Aku bersumpah.


Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna firman-Nya:
tempat beredarnya bintang-bintang.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 75)
Menurut Hakim ibnu Jubair, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, makna yang dimaksud ialah angsuran turunnya Alquran, karena sesungguhnya Alquran itu diturunkan sekaligus di malam Lailatul Qadar dari langit yang tertinggi ke langit yang paling dekat, kemudian baru diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur selama bertahun-tahun.
Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat ini.


Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Alquran diturunkan sekaligus dari sisi Allah —yaitu Lauh Mahfuz— kepada para malaikat pencatat yang mulia di langit yang terdekat.
Lalu para malaikat juru tulis menyampaikannya kepada Malaikat Jibril secara berangsur-angsur dalam dua puluh malam, lalu Malaikat Jibril menurunkannya kepada Muhammad ﷺ secara berangsur-angsur pula selama dua puluh tahun.
Hal inilah yang dimaksud olah firman-Nya:
Maka Aku bersumpah dengan penurunan Alquran secara berangsur-angsur.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 75)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, As-Saddi, dan Abu Hirzah.


Mujahid mengatakan pula bahwa yang dimaksud dengan mawaqi’in nujum ialah tempat beredarnya bintang-bintang di langit.
Dikatakan bahwa mawaqi’ ialah tempat terbitnya bintang-bintang.
Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah, Al-Hasan, dan inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.


Diriwayatkan dari Qatadah bahwa makna yang dimaksud ialah tempat beredarnya bintang-bintang.


Diriwayatkan pula dari Al-Hasan, bahwa makna yang dimaksud ialah berhamburannya bintang-bintang kelak di hari kiamat.

Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 75)
Yakni bintang-bintang yang dikatakan oleh orang-orang Jahiliah apabila mereka diberi hujan, mereka mengatakan,
"Kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu."

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Waaqi’ah (56) Ayat 75

Diriwayatkan oleh Muslim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika turun hujan pada masa Rasulullah ﷺ, Rasulullah ﷺ bersabda: “Di antara manusia ada yang bersyukur dan ada yang kafir karena turun hujan.” Di antara yang hadir berkata: “Ini adalah rahmat yang diberikan Allah.” Sedang yang lainnya berkata: “Sungguh tepat benar ramalan si anu.” Maka turunlah ayat ini (al-Waqi’ah: 75-82) untuk mengingatkan bahwa semua kejadian adalah ketetapan Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Hazrah bahwa ayat ini (al-Waqi’ah: 75-82) turun berkenaan dengan serombongan kaum Anshor, waktu perang Tabuk, yang beristirahat di Hijr (peninggalan kaum Nabi Shalih as.) mereka dilarang menggunakankan air yang ada di situ.
Kemudian mereka pindah dari tempat itu, tapi tidak mendapatkan air sama sekali.
Mereka mengadukan hal itu kepada Rasulullah ﷺ Rasulullah shalat dua rakaat dan berdoa.
Maka langit menjadi berawan dan terus turun hujan atas perintah dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga merekapun dapat minum sepuas-puasnya.
Seorang Anshar berkata kepada seseorang yang dituduh munafik: “Bagaimana pendapatmu setelah Nabi ﷺ berdoa dan turun hujan untuk kepentingan kita ?” Orang itu menjawab:
“Kita diberi hujan tidak lain karena ramalan orang.” Ayat ini (al-Waqi’ah 75-82) turun untuk mengingatkan umat Islam bahwa segala sesuatu itu ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio Murottal

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 75 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 75 - Gambar 2
Statistik QS. 56:75
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah 56
Nama Surah Al Waaqi’ah
Arab الواقعة
Arti Hari Kiamat
Nama lain Idza waqa’at
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 46
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 96
Jumlah kata 370
Jumlah huruf 1756
Surah sebelumnya Surah Ar-Rahman
Surah selanjutnya Surah Al-Hadid
Sending
User Review
4.7 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

56:75, 56 75, 56-75, Surah Al Waaqi'ah 75, Tafsir surat AlWaaqiah 75, Quran Al Waqiah 75, AlWaqiah 75, Al-Waqi'ah 75, Surah Al Waqiah ayat 75

Video Surah

56:75


More Videos

Kandungan Surah Al Waaqi'ah

۞ QS. 56:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 56:2 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 56:3 • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 56:4 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:5 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:6 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:7 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:8 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:9 • Derajat para pemeluk agama • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:10 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:11 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:12 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 56:13 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:14 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:15 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:16 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:17 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:18 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:19 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:20 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:21 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:22 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:23 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:24 • Pahala iman • Keutamaan iman • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 56:25 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:26 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:27 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:28 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:29 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:30 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:31 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:32 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:33 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:34 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:35 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:36 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:37 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:38 • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:39 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:40 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:41 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:42 • Sifat neraka

۞ QS. 56:43 • Sifat neraka

۞ QS. 56:44 • Sifat neraka

۞ QS. 56:45 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:46 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat

۞ QS. 56:47 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:48 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:49 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:50 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:51 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:52 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:53 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:54 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:55 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:56 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 56:57 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:58 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:59 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 56:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:65 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:66 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:67 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:70 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:71 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:72 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:74 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

۞ QS. 56:80 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 56:81 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:83 • Cara pencabutan ruh

۞ QS. 56:84 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:85 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:86 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 56:87 • Keluarnya ruh orang kafir • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:88 • Saat kematian seorang mukmin

۞ QS. 56:89 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:90 • Saat kematian seorang mukmin • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:91 • Pahala iman

۞ QS. 56:92 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:93 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:94 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:95 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:96 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

Ayat Pilihan

Telah kafirlah orang yang berkata
“Allah ialah Al-Masih putera Maryam”,
padahal Al Masih berkata
“Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku & Tuhanmu”
Sungguh orang yang persekutukan-Nya, Allah haramkan kepadanya surga, dan tempatnya neraka
QS. Al-Ma’idah [5]: 72

Orang-orang kafir yakni ahli Kitab & orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
QS. Al-Bayyinah [98]: 1

Sesungguhnya manusia suka melampaui batas & sombong di hadapan Tuhannya,
karena ia memandang dirinya memiliki kekayaan & harta.
QS. Al-‘Alaq [96]: 6-7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus Istilah Islam

Abu Daud

Siapa itu Abu Daud? Imam Abu Dawud . Adalah salah seorang perawi hadis, yang mengumpulkan sekitar 50.000 hadis lalu memilih dan menuliskan 4.800 di antaranya dalam kitab Sunan Abu Dawud. Nama lengkapn...

kafir zimi

Apa itu kafir zimi? orang kafir yang tunduk kepada pemerintahan Islam dengan kewajiban membayar pajak bagi yang mampu … •

mudarat

Apa itu mudarat? mu.da.rat sesuatu yang tidak menguntungkan; rugi; keru-gian; memberi mudarat; tidak berhasil; gagal; merugikan; tidak berguna; pekerjaan yang mudarat itu sebaiknya kautinggalkan sa...