Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Waaqi'ah (Hari Kiamat) - surah 56 ayat 73 [QS. 56:73]

نَحۡنُ جَعَلۡنٰہَا تَذۡکِرَۃً وَّ مَتَاعًا لِّلۡمُقۡوِیۡنَ
Nahnu ja’alnaahaa tadzkiratan wamataa’al(n)-lilmuqwiin(a);
Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 73

Daftar isi

We have made it a reminder and provision for the travelers,
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 73]

نَحْنُ Kami

We
جَعَلْنَٰهَا Kami menjadikannya

have made it
تَذْكِرَةً peringatan/pengajaran

a reminder
وَمَتَٰعًا dan kesenangan/bahan yang berguna

and a provision
لِّلْمُقْوِينَ bagi orang-orang yang musafir

for the wayfarers in the desert.

Tafsir Quran

Surah Al Waaqi’ah
56:73

Tafsir QS. Al-Waqi’ah (56) : 73. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan tentang nikmat yang hampir dilupakan manusia.
Ungkapan tersebut berbentuk pertanyaan untuk dipikirkan dan direnungkan oleh manusia, apakah manusia mengetahui pentingnya fungsi api?
Cara membuat api yang dilakukan pada zaman purba adalah dengan cara menggosokgosokkan dua batang kayu, hingga menyala, atau dengan cara menggoreskan baja di atas batu, sehingga memercikkan api dan ditampung percikan tersebut pada kawul (semacam kapuk berwarna kehitam-hitaman yang melekat pada pelepah aren) tersebut, yang kemudian dapat dipergunakan untuk menyalakan api di dapur guna memasak berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk dinikmati oleh manusia, atau api yang dinyalakan menurut cara sekarang dengan menggoreskan batang geretan pada korek api, maka nyalalah ia.

Atau dengan korek yang mempergunakan roda baja kecil sebagai alat pemutar untuk diputarkan pada batu api kemudian percikannya ditampung pada sumbu yang dibasahi dengan bensin, sehingga sumbu nyala.
Atau seperti cara yang sekarang ini melalui kompor minyak tanah atau dengan gas.

Membuat api dengan cara zaman dahulu maupun menurut cara zaman sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang menyediakan kayunya atau batu apinya, bajanya, dan kawulnya atau minyak tanah dan gas?
Juga siapakah yang menyediakan bahan bensin dan sebagainya?
Bukankah bahan-bahan yang menjadi sebab api menyala baik berupa kayu bakar maupun minyak tanah, hanyalah Allah saja yang menjadikan-Nya?
Meskipun tersedia beras, sayur-mayur dan lauk-pauknya, bila tidak ada api, tidak dapat kita memakannya karena masih mentah.
Alangkah tidak enaknya, kalau makanan tersebut mentah seperti, daging mentah, dan nasinya masih berupa beras.

Bagaimanakah selera bisa timbul, kalau segala-galanya serba mentah?
Dengan gambaran tersebut, jelaslah bagaimana pentingnya api bagi keperluan manusia.
Karena api itu didapat dengan mudah setiap hari, maka hampir-hampir tidak terpikirkan oleh manusia betapa api itu memberi kenikmatan.

Hampir-hampir jarang orang bersyukur dan berterima kasih atas adanya api.
Karena pentingnya api itu, Allah menegaskan bahwa api dijadikan untuk peringatan bagi manusia dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir, maka wajarlah manusia bertasbih dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahabesar.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 73. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Api itu Kami ciptakan supaya mengingatkan orang yang melihatnya kepada neraka jahanam, di samping agar dimanfaatkan oleh orang yang singgah di padang pasir untuk memasak dan berdiang.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kami menjadikan api yang kalian bisa nyalakan untuk memberi manfaat dan sebagai peringatan kepada kalian akan api neraka Jahanam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kami menjadikan api itu untuk peringatan) yakni mengingatkan tentang neraka Jahanam


(dan sebagai bekal) dalam perjalanan


(bagi orang-orang yang mengadakan perjalanan) diambil dari lafal Aqwal Qaumu, yakni kaum itu kini berada di padang pasir yang tandus, tiada tumbuh-tumbuhan dan air padanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami menjadikan api itu untuk peringatan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 73)

Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah untuk mengingatkan manusia akan api yang maha besar, yaitu api neraka.


Qatadah mengatakan, telah diriwayatkan kepada kami bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Hai kaumku, api kalian ini yang kalian nyalakan merupakan satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahanam.
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya sebagian kecil darinya saja sudah mencukupi."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya (pada mulanya) api itu dicelup sebanyak dua kali di laut agar dapat dimanfaatkan oleh manusia dan manusia dapat mendekat kepadanya.

Hadis yang di-mursal-kan oleh Qatadah ini telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya.
Untuk itu ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah.
dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya api kalian ini merupakan sepertujuh puluh dari api neraka Jahanam, lalu dicelup ke dalam laut sebanyak dua kali.
Seandainya tidak dicelup terlebih dahulu, niscaya Allah tidak menjadikan manfaat pada api itu bagi seorang pun.

Imam Malik telah meriwayatkan dari Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Api yang digunakan oleh anak Adam merupakan sepertujuh puluh bagian dari api neraka Jahanam.
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah itu sudah mencukupi?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya api neraka Jahanam itu mempunyai kelebihan atas api dunia sebanyak enam puluh sembilan kali lipatnya.

Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini melalui Malik, dan Imam Muslim meriwayatkannya melalui Abuz Zanad.


Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Hammam, dari Abu Hurairah r.a. dengan lafaz yang sama, dan menurut lafaz yang lain disebutkan seperti berikut:
Demi Tuhan Yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya api neraka Jahanam itu melebihi api dunia sebanyak enam puluh sembilan kali lipatnya, yang masing-masing bagian panasnya sama.

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Amr Al-Khallal, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Munzir Al-Hizami, telah menceritakan kepada kami Ma’an ibnu Isa Al-Qazzaz, dari Malik, dari pamannya (yaitu Abu Sahl), dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Tahukah kamu, seperti apakah perumpamaan neraka Jahanam itu dibandingkan dengan api kalian ini?
Sesungguhnya api neraka itu jauh lebih hitam (panas) daripada api kalian sebanyak tujuh puluh kali lipatnya.

Ad-Diya Al-Maqdisi mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan pula oleh Abu Mus’ab, dari Malik tanpa me-rafa’-kannya.
Riwayat ini menurut hemat saya dengan syarat sahih.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 73)

Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Ad-Dahhak, dan An-Nadr ibnu Arabi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan muqwin ialah Musafirin, pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa termasuk ke dalam pengertian ini ucapan mereka (orang Arab), uAqwatud dara,"
artinya aku tinggalkan rumah, yakni bila dia bepergian dan meninggalkan keluarganya.


Menurut ulama lainnya, makna yang dimaksud ialah orang-orang yang berada di tengah hutan dan jauh dari keramaian.


Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa kata al-muqwi dalam ayat ini artinya orang yang lapar.

Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 73)
Yakni bagi orang yang ada di tempat dan orang yang musafir untuk memasak makanan yang diperlukan memakai api memasaknya.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Sufyan, dari Jabir Al-Ju’fi, dari Mujahid.


Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya,
"Al-Muqwin,"
yakni bagi siapa saja yang memanfaatkannya.


Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ikrimah.
dan tafsir ini bersifat lebih umum daripada tafsir lainnya.
Karena sesungguhnya baik orang yang ada di tempat maupun orang yang sedang musafir, baik yang kaya maupun yang miskin, semuanya memerlukan api untuk keperluan memasak, berdiang, dan penerangan serta keperluan lainnya yang cukup banyak.
Kemudian termasuk belas kasihan Allah subhanahu wa ta’ala kepada makhluk-Nya yaitu Dia telah menyimpan api dalam batu-batu pemantik dan besi murni hingga seorang yang musafir dapat membawanya di dalam barang bawaannya dan dapat dikantongi pada kantong bajunya.
Apabila suatu waktu dia memerlukannya di dalam rumahnya, maka ia tinggal mengeluarkan alat tersebut (pemantik api), lalu menyalakannya dan menggunakannya untuk keperluan masak, berdiang, dan memanggang daging serta menjadikannya sebagai penerangan dan dapat pula digunakan untuk keperluan lainnya.
Karena itulah maka disebutkan dalam ayat ini secara khusus, yaitu orang-orang yang musafir, sekalipun maknanya bersifat umum mencakup semua orang, baik yang berada di tempat maupun yang berada dalam perjalanannya, mengingat orang musafir lebih memerlukannya.


Pengertian ini telah ditunjukkan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Daud melalui Abu Khaddasy alias Hibban ibnu Zaid Asy-Syar ubi Asy-Syami, dari seorang Muhajirin berasal dari kabilah Qarn, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Orang-orang muslim itu bersekutu dalam tiga perkara, yaitu api, penggembalaan, dan air.

Ibnu Majah telah meriwayatkan dengan sanad yang jayyid dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Ada tiga perkara yang tidak boleh dimonopoli, yaitu air, penggembalaan, dan api.

Ibnu Majah telah meriwayatkannya pula melalui hadis Ibnu Abbas secara marfu’ dengan lafaz yang semisal, tetapi ada tambahannya, yaitu ‘dan harganya’.
Akan tetapi, di dalam sanadnya terdapat Abdullah ibnu Khaddasy ibnu Hausyab.
Dia orangnya daif hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio Murottal

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 73 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 73 - Gambar 2
Statistik QS. 56:73
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah 56
Nama Surah Al Waaqi’ah
Arab الواقعة
Arti Hari Kiamat
Nama lain Idza waqa’at
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 46
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 96
Jumlah kata 370
Jumlah huruf 1756
Surah sebelumnya Surah Ar-Rahman
Surah selanjutnya Surah Al-Hadid
Sending
User Review
4.5 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

56:73, 56 73, 56-73, Surah Al Waaqi'ah 73, Tafsir surat AlWaaqiah 73, Quran Al Waqiah 73, AlWaqiah 73, Al-Waqi'ah 73, Surah Al Waqiah ayat 73

Video Surah

56:73


More Videos

Kandungan Surah Al Waaqi'ah

۞ QS. 56:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 56:2 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 56:3 • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 56:4 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:5 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:6 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:7 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:8 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:9 • Derajat para pemeluk agama • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:10 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:11 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:12 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 56:13 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:14 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:15 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:16 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:17 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:18 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:19 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:20 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:21 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:22 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:23 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:24 • Pahala iman • Keutamaan iman • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 56:25 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:26 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:27 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:28 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:29 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:30 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:31 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:32 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:33 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:34 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:35 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:36 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:37 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:38 • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:39 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:40 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:41 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:42 • Sifat neraka

۞ QS. 56:43 • Sifat neraka

۞ QS. 56:44 • Sifat neraka

۞ QS. 56:45 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:46 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat

۞ QS. 56:47 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:48 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:49 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:50 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:51 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:52 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:53 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:54 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:55 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:56 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 56:57 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:58 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:59 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 56:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:65 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:66 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:67 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:70 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:71 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:72 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:74 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

۞ QS. 56:80 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 56:81 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:83 • Cara pencabutan ruh

۞ QS. 56:84 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:85 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:86 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 56:87 • Keluarnya ruh orang kafir • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:88 • Saat kematian seorang mukmin

۞ QS. 56:89 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:90 • Saat kematian seorang mukmin • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:91 • Pahala iman

۞ QS. 56:92 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:93 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:94 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:95 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:96 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

Ayat Pilihan

Demi waktu Matahari sepenggalahan naik,
dan demi malam apabila telah sunyi,
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu & tiada benci kepadamu,
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang.
QS. Ad-Duha [93]: 1-4

Sesungguhnya Allah,
hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat,
dan Dialah Yang menurunkan hujan,
dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.
QS. Luqman [31]: 34

Apa kamu kira bahwa Kami ciptakan kamu secara main-main (saja),
bahwa kamu tak akan dikembalikan kepada Kami?
Maka Maha Tinggi Allah,
Raja Yang Sebenarnya,
tiada Tuhan selain Dia,
Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia
QS. Al-Mu’minun [23]: 115-116

Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
QS. An-Nisa’ [4]: 83

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Correct! Wrong!

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Correct! Wrong!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Correct! Wrong!

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

Al Awwal

Apa itu Al Awwal? Allah itu Al-Awal ◀ Dia adalah Yang Maha Awal dari segala sesuatu. Dialah Sang Pencipta, dan tidaklah mungkin Sang Pencipta diawali oleh ciptaan-Nya. Allah adalah Dzat Yang Menga...

sastra tulisan

Apa itu sastra tulisan? sastra yang timbul setelah manusia mengenal tulisan, di Indonesia mulai berlangsung setelah bangsa Indonesia berkenalan dengan kebudayaan asing, yakni kebudayaan Hindu, Islam, ...

islamologi

Apa itu islamologi? is.la.mo.lo.gi ilmu tentang agama Islam dengan seluk-beluknya … •