Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 72 [QS. 56:72]

ءَاَنۡتُمۡ اَنۡشَاۡتُمۡ شَجَرَتَہَاۤ اَمۡ نَحۡنُ الۡمُنۡشِـُٔوۡنَ
Aantum ansya’tum syajaratahaa am nahnul munsyi-uun(a);
Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 72

Is it you who produced its tree, or are We the producer?
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 72]

ءَأَنتُمْ apakah kamu

Is it you
أَنشَأْتُمْ kamu menumbuhkan

who produced
شَجَرَتَهَآ kayunya

its tree
أَمْ atau

or
نَحْنُ Kami

We
ٱلْمُنشِـُٔونَ yang menumbuhkannya

(are) the Producers?

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:72

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 72. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah mengungkapkan tentang nikmat yang hampir dilupakan manusia.
Ungkapan tersebut berbentuk pertanyaan untuk dipikirkan dan direnungkan oleh manusia, apakah manusia mengetahui pentingnya fungsi api?
Cara membuat api yang dilakukan pada zaman purba adalah dengan cara menggosokgosokkan dua batang kayu, hingga menyala, atau dengan cara menggoreskan baja di atas batu, sehingga memercikkan api dan ditampung percikan tersebut pada kawul (semacam kapuk berwarna kehitam-hitaman yang melekat pada pelepah aren) tersebut, yang kemudian dapat dipergunakan untuk menyalakan api di dapur guna memasak berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk dinikmati oleh manusia, atau api yang dinyalakan menurut cara sekarang dengan menggoreskan batang geretan pada korek api, maka nyalalah ia.

Atau dengan korek yang mempergunakan roda baja kecil sebagai alat pemutar untuk diputarkan pada batu api kemudian percikannya ditampung pada sumbu yang dibasahi dengan bensin, sehingga sumbu nyala.
Atau seperti cara yang sekarang ini melalui kompor minyak tanah atau dengan gas.

Membuat api dengan cara zaman dahulu maupun menurut cara zaman sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang menyediakan kayunya atau batu apinya, bajanya, dan kawulnya atau minyak tanah dan gas?
Juga siapakah yang menyediakan bahan bensin dan sebagainya?
Bukankah bahan-bahan yang menjadi sebab api menyala baik berupa kayu bakar maupun minyak tanah, hanyalah Allah saja yang menjadikan-Nya?
Meskipun tersedia beras, sayur-mayur dan lauk-pauknya, bila tidak ada api, tidak dapat kita memakannya karena masih mentah.
Alangkah tidak enaknya, kalau makanan tersebut mentah seperti, daging mentah, dan nasinya masih berupa beras.

Bagaimanakah selera bisa timbul, kalau segala-galanya serba mentah?
Dengan gambaran tersebut, jelaslah bagaimana pentingnya api bagi keperluan manusia.
Karena api itu didapat dengan mudah setiap hari, maka hampir-hampir tidak terpikirkan oleh manusia betapa api itu memberi kenikmatan.

Hampir-hampir jarang orang bersyukur dan berterima kasih atas adanya api.
Karena pentingnya api itu, Allah menegaskan bahwa api dijadikan untuk peringatan bagi manusia dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir, maka wajarlah manusia bertasbih dengan menyebut nama Tuhan Yang Mahabesar.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 72. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidakkah kalian melihat api yang kalian nyalakan?
Kaliankah yang menciptakan kayunya kemudian membubuhinya api, atau Kamikah yang menciptakannya seperti itu?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah kalian tidak memperhatikan api yang dinyalakan, apakah kalian menciptakan pepohonan sebagai suluh yang menyalakan api itu ataukah Kami yang menciptakannya?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kaliankah yang menjadikan kayu itu) yang dimaksud adalah pohon Marakh dan pohon ‘Affar yang kayunya dapat dijadikan sebagai pemantik api


(atau Kamikah yang menjadikannya?).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 71)

Yaitu dengan menggosok-gosokkan kayu yang kamu ambil dari dahan pohon sebagai pemantik api hingga kalian dapat mengeluarkan api.

Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kami yang menjadikannya?
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 72)

Yakni bahkan Kamilah yang menjadikannya mengandung api;
bagi orang Arab di masa lampau ada dua jenis kayu untuk keperluan ini, yaitu kayu Al-Marakh dan kayu Al-‘Ifar.
Apabila dari masing-masing ranting keduanya diambil satu batang yang masih hijau, lalu satu dengan yang lainnya digosokkan, maka dari gesekan keduanya keluarlah percikan api.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 72 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 72 - Gambar 2
Statistik QS. 56:72
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.4 (28 votes)
Tags:

56:72, 56 72, 56-72, Surah Al Waaqi'ah 72, Tafsir surat AlWaaqiah 72, Quran Al Waqiah 72, AlWaqiah 72, Al-Waqi'ah 72, Surah Al Waqiah ayat 72

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 90 [QS. 12:90]

Mereka tersentak mendengar ucapan Nabi Yusuf. Mereka mulai berpikir apakah pria di hadapan mereka adalah Nabi Yusuf. Mereka lalu berkata dengan perasaan bersalah bercampur gembira, “Apakah engkau bena … 12:90, 12 90, 12-90, Surah Yusuf 90, Tafsir surat Yusuf 90, Quran Yusuf 90, Surah Yusuf ayat 90

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 3 [QS. 68:3]

1-4. Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamat … 68:3, 68 3, 68-3, Surah Al Qalam 3, Tafsir surat AlQalam 3, Quran Al-Qalam 3, Surah Al Qolam ayat 3

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Benar! Kurang tepat!

Lawan kata dari jujur ​​adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #12

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Saudah Aisyah Sofia Zainab Hafsah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18

Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu … untukku agamaku apa yang kamu sembah agamaku untuk selamanya aku tidak menyembah untukmu

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Maha Pemberi Balasan Maha Akhir Maha Penguasa Hari Kiamat Maha

Instagram