Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 68 [QS. 56:68]

اَفَرَءَیۡتُمُ الۡمَآءَ الَّذِیۡ تَشۡرَبُوۡنَ
Afara-aitumul maa-al-ladzii tasyrabuun(a);
Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 68

And have you seen the water that you drink?
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 68]

أَفَرَءَيْتُمُ maka apakah kamu memperhatikan

Do you see
ٱلْمَآءَ air

the water,
ٱلَّذِى yang

which
تَشْرَبُونَ kamu minum

you drink?

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:68

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 68. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini Allah mengungkapkan salah satu dari nikmat-Nya yang agung, untuk direnungkan dan dipikirkan oleh manusia apakah mereka mengetahui tentang fungsi air yang mereka minum.
Apakah mereka yang menurunkan air itu dari langit yaitu air hujan ataukah Allah yang menurunkannya.

Air hujan itu manakala direnungkan oleh manusia, bahwa ia berasal dari uap air yang terkena panas matahari.
Setelah menjadi awan dan kemudian menjadi mendung yang sangat hitam bergumpal-gumpal, maka turunlah uap air itu sebagai air hujan yang sejuk dan tawar, tidak asin seperti air laut.

Air tawar tersebut menyegarkan badan serta menghilangkan haus.
Bila tidak ada hujan, pasti tidak ada sungai yang mengalir, tidak akan ada mata air walau berapa meter pun dalamnya orang menggali sumur, niscaya tidak akan keluar airnya.

Bila tidak ada air, rumput pun tidak akan tumbuh, apalagi tanaman yang ditanam orang.
Apabila tidak ada hujan, pasti tidak ada air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Kalau tanaman dan tumbuh-tumbuhan tidak tumbuh, maka binatang ternak pun tidak ada.
Tidak akan ada ayam, tidak akan ada kerbau dan sapi, tidak akan ada kambing dan domba.

Sebab hidup memerlukan makan dan minum.
Kalau tidak ada yang dimakan, dan tidak ada yang diminum, bagaimana bisa hidup?
Dan kalau tidak ada tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan tidak ada air tawar untuk diminum, bagaimana manusia bisa hidup?
Apakah mesti makan tanah?
Dan apakah yang akan diminum?
Jika air dijadikan Tuhan asin rasanya, pasti tidak bisa menghilangkan haus dan tidak dapat dipergunakan untuk menyiram atau mengairi tanaman.

Dan siapakah yang menurunkan hujan tersebut?
Bukankah hanya Allah saja yang dapat menurunkan hujan sehingga mengalir dan sumur dapat mengeluarkan air?
Mengapakah manusia tidak bersyukur kepada Allah?
Padahal Dialah yang menurunkan hujan yang demikian banyak manfaatnya sebagaimana firman-Nya:


هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لَّكُمْ مِّنْهُ شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُسِيْمُوْنَ .
يُنْۢبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْاَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.
Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan.
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.
(an-Nahl [16]: 10-11)


Dalam hubungan ini terdapat hadis yang berbunyi:
Sesungguhnya Nabi ﷺ apabila selesai minum, beliau mengucapkan,
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan minuman kepada kita air tawar yang menyegarkan dengan rahmatNya dan tidak menjadikannya asin karena dosa kita."
(Riwayat Ibnu Abi hatim dari Abu Ja’far)


Menurut kajian ilmiah, air yang dapat diminum dan tidak membahayakan bagi kesehatan manusia adalah air yang mempunyai kandungan garam dan unsur-unsur terlarut cukup dan seimbang, serta tidak mengandung zat yang beracun.
Air yang mengandung jumlah garam dan unsur-unsur terlarut yang melebihi keperluan, misalnya air laut, bila diminum berbahaya bagi kesehatan dan dapat merusak organ-organ tubuh.
Pemerintah setiap negara biasanya memiliki peraturan yang memberikan batasan tentang air yang bisa diminum berdasarkan hasil analisis kandungan unsur-unsur yang terlarut.
Air yang bisa diminum biasa dicirikan dengan warna yang jernih, aroma yang segar dan rasanya yang enak (lihat pula:
al-Furqan [25]: 48).
Air yang bisa diminum adalah air yang berada di daratan yang berasal dari air hujan.
Air laut tidak layak untuk diminum kecuali yang telah diolah melalui destilasi atau ultrafiltrasi.
Ayat inipun menegaskan kembali bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan.
Meskipun sekarang telah berkembang teknologi untuk melakukan hujan buatan, tetapi teknologi ini hanya dapat diterapkan pada kondisi atmosfir tertentu yang terjadi di luar kendali manusia, syarat terpenting di antaranya adalah tersedianya uap air dalam jumlah yang memadai di udara.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 68. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidakkah kalian melihat air tawar yang kalian minum?
Kaliankah yang menurunkannya dari awan atau Kamikah yang menurunkannya, sebagai perwujudan kasih sayang Kami kepada kalian?[1]


[1] Kata al-muzn dalam bahasa Arab berarti ‘awan yang menurunkan hujan’.
Untuk terjadinya hujan diperlukan keadaan cuaca tertentu yang berada di luar kemampuan manusia, seperti adanya angin dingin yang berhembus di atas angin panas, atau keadaan cuaca yang tidak stabil.


Adapun hujan buatan yang kita kenal itu sampai saat ini masih merupakan percobaan yang persentase keberhasilannya masih sangat kecil, di samping masih memerlukan beberapa kondisi alam tertentu juga.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah kalian tidak memperhatikan air yang kalian minum yang kalian menjadi hidup dengannya, apakah kalian yang menurunkannya dari awan untuk kestabilan Bumi ataukah Kami yang menurunkannya karena kasih sayang kepada kalian?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kalian minum.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
Kamukah yang menurunkannya dari awan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 68-69)

Yang dimaksud dengan al-muzn ialah awan, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

ataukah Kami yang menurunkannya?
(QS. Al-Waqi’ah:
69)


Yakni bahkan Kamilah yang menurunkannya.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 68 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 68 - Gambar 2
Statistik QS. 56:68
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.8 (14 votes)
Tags:

56:68, 56 68, 56-68, Surah Al Waaqi'ah 68, Tafsir surat AlWaaqiah 68, Quran Al Waqiah 68, AlWaqiah 68, Al-Waqi'ah 68, Surah Al Waqiah ayat 68

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 13 [QS. 25:13]

13-14. Dan apabila mereka, yakni orang-orang kafir itu, dilemparkan dengan kasar dan hina ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu tangan dan lehernya, mereka di sana berteriak mengharapkan d … 25:14, 25 14, 25-14, Surah Al Furqaan 14, Tafsir surat AlFurqaan 14, Quran Al Furqan 14, AlFurqan 14, Al-Furqan 14, Surah Al Furqan ayat 14

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 80 [QS. 10:80]

Maka ketika para penyihir itu sudah datang, mereka berkata kepada Nabi Musa, engkau atau kami yang melemparkan terlebih dahulu? Nabi Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah terlebih dahulu apa yang … 10:80, 10 80, 10-80, Surah Yunus 80, Tafsir surat Yunus 80, Quran Yunus 80, Surah Yunus ayat 80

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Benar! Kurang tepat!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Lawan kata dari jujur ​​adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … alam akhir kiamat duniawi kiamat kecil kiamat sugra kiamat kubra Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #11

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah

Pendidikan Agama Islam #22

Takdir yang bisa diubah dinamakan … muallaq mabrur muttafaqoh mubram muallaf Benar! Kurang tepat! Yang tidak termasuk cara beriman kepada

Instagram