Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 39 [QS. 56:39]

ثُلَّۃٌ مِّنَ الۡاَوَّلِیۡنَ
Tsullatun minal au-waliin(a);
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 39

A company of the former peoples
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 39]

ثُلَّةٌ rombongan/golongan besar

A company
مِّنَ dari

of
ٱلْأَوَّلِينَ orang-orang pertama/terdahulu

the former people,

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:39

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 39. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah dijelaskan pelbagai nikmat dan kesenangan yang disediakan bagi penghuni surga, kenikmatan dan kesenangan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga siapa pun dan bahkan belum pernah diduga, dan dilamunkan oleh khayalan dan hati siapa pun.
Dijelaskan bahwa nikmat dan kesenangan tersebut disediakan untuk golongan kanan yang sebahagian besar terdiri dari umat-umat pengikut nabi dan rasul terdahulu, dan sebahagian besar lagi terdiri dari pengikut-pengikut Nabi Muhammad ﷺ.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 39. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Golongan kanan itu adalah kelompok yang banyak dari umat-umat terdahulu dan umat Muhammad.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka adalah sebagian besar golongan dari orang-orang yang terdahulu dan sebagian besar pula dari orang yang kemudian.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 39-40)

Yakni segolongan dari orang-orang dahulu dan segolongan dari orang-orang terkemudian.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Munzir ibnu Syazan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bakkar, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Basyir, dari Qatadah.
dari Al-Hasan, dari Imran ibnu Husain, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa dahulu sebagian dari mereka (sahabat) menerima hadis dari sebagian yang lainnya.
Disebutkan bahwa pada suatu malam kami dijamu oleh Rasulullah ﷺ, kemudian pada pagi harinya kami kembali kepada beliau ﷺ, lalu beliau ﷺ bersabda:
bahwa tadi malam ditampilkan kepada beliau (dalam mimpinya) para nabi dan para pengikutnya berikut semua umatnya masing-masing.
Maka lewatlah di hadapan beliau seorang nabi yang diikuti oleh segolongan manusia, dan nabi yang hanya diikuti oleh tiga orang serta nabi yang tidak diikuti oleh seorang jua pun.
Qatadah membacakan ayat berikut, yaitu firman-Nya:
Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?
(QS. Hud [11]: 78)
(menceritakan siapa dia yang tidak diikuti oleh seorang pun).
Akhirnya lewatlah di hadapan beliau ﷺ Musa ibnu Imran bersama sejumlah besar kaum Bani Israil.
Nabi ﷺ bertanya,
"Ya Tuhanku, siapakah orang ini?"
Allah subhanahu wa ta’ala menjawab,
"Ini adalah saudaramu Musa ibnu Imran dan orang-orang yang mengikutinya dari kaum Bani Israil."
Aku bertanya."Lalu manakah umatku?"
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Lihatlah ke arah kananmu gelombang manusia yang banyak itu,"
dan ternyata mereka itu adalah manusia yang jumlahnya sangat besar.
Allah berfirman,
"Puaskah kamu?"
Aku menjawab,
"Aku telah puas, ya Tuhanku."
Allah subhanahu wa ta’ala kembali berfirman,
"Lihatlah ke cakrawala yang ada di sebelah kirimu,"
tiba-tiba terlihat gelombang manusia yang amat besar jumlahnya.
Allah berfirman,
"Puaskah kamu?"
Aku menjawab,
"Aku telah puas, ya Tuhanku."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Sesungguhnya bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab."
Saat itu juga Ukasyah ibnu Mihsan dari Bani Asad —yang menurut Sa’id adalah seorang yang ikut dalam Perang Badar— bangkit, lalu berkata,
"Wahai Nabi Allah, doakanlah kepada Allah, semoga Dia menjadikan diriku termasuk di antara mereka yang tujuh puluh ribu itu."
Maka Nabi ﷺ berdoa:
Ya Allah, jadikanlah dia seorang dari mereka.
Kemudian bangkit pula lelaki lainnya dan berkata,
"Wahai Nabi Allah, doakanlah kepada Allah, semoga Dia menjadikan diriku termasuk dari mereka."
Nabi ﷺ menjawab:
Kamu telah kedahuluan oleh Ukasyah untuk mendapatkannya.
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,
"Jika kalian mampu, semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, untuk menjadi orang-orang yang termasuk ke dalam yang tujuh puluh itu, berbuatlah.
Jika tidak dapat, jadilah kalian termasuk orang-orang yang ada di sebelah kananku itu.
Dan jika tidak dapat, hendaklah kalian menjadi orang-orang yang ada di cakrawala sebelah kiriku.
Karena sesungguhnya aku telah melihat banyak orang yang keadaan mereka digabungkan."
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya aku berharap semoga kalian adalah seperempat ahli surga.
Lalu kami bertakbir, kemudian beliau ﷺ bersabda:
Sesungguhnya aku berharap semoga kalian adalah sepertiga ahli surga.
Maka kami bertakbir, dan beliau ﷺ bersabda lagi:
Sesungguhnya aku berharap semoga kalian adalah separo ahli surga.
Maka kami bertakbir lagi.
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca ayat ini, yaitu firman-Nya:
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan besar dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah:
39-40);
Ibnu Mas’ud melanjutkan kisahnya, bahwa lalu kami saling bertanya di antara sesama kami (para sahabat) menanyakan tentang siapa sajakah mereka yang termasuk di dalam tujuh puluh ribu orang itu.
Akhirnya kami sepakat untuk mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang dilahirkan di masa Islam dan tidak mengalami masa kemusyrikan.
Ketika hal itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau ﷺ bersabda:
Tidak, mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan setrika, tidak meminta ruqyah dan tidak tatayyur (percaya kepada takhayul), dan hanya kepada Tuhan mereka saja mereka bertawakal.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui dua jalur lain dari Qatadah dengan sanad yang semisal dan lafaz yang serupa.
Hadis ini mempunyai jalur periwayatan yang banyak selain dari jalur ini di dalam kitabkitab sahih dan kitabkitab hadis lainnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Mahran, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Aban ibnu Abu Iyasy, dari Sa’id ibnu Jubair.
dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan yang besar dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 39-40)
Bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Kedua-duanya dari kalangan umatku.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Waaqi’ah (56) Ayat 39

TSULLAH
ثُلَّة

Lafaz tsullah adalah dalam bentuk ism mufrad, jamaknya adalah tsulaal.

Az Zujaj berkata asal katanya dari tsallalta al-syay’ yang bermakna apabila engkau memotongnya atau membagikannya.
Sedangkan tsullah bermakna satu golongan manusia.

Dikatakan, fulaan laa yufarriqu bainats tsallah wal tsullah bermaksud "si fulan tidak membedakan antara sekumpulan kambing dan segolongan manusia."

Lafaz tsullah disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Waaqi’ah (56), ayat 13, 39 dan 40. Allah berfirman:

وَثُلَّةٌ مِّنَ ٱلْءَاخِرِينَ

Asy Syawkani mengatakan, makna tsullah adalah firqah (sekumpulan) atau segolongan yang tidak terhitung bilangannya.

Menurut pendapat Al Yazidi, tsullatum minal awwaliin bermakna satu kumpulan datang kemudian dan datang yang selebihnya.
Begitu juga dengan pendapat Ibn Qutaibah, di mana makna tsullah adalah jamaah (segolongan)."

Kesimpulannya, lafaz tsullah memiliki makna satu golongan atau kumpulan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN.
BHD.
121

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 39 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 39 - Gambar 2
Statistik QS. 56:39
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.3 (13 votes)
Tags:

56:39, 56 39, 56-39, Surah Al Waaqi'ah 39, Tafsir surat AlWaaqiah 39, Quran Al Waqiah 39, AlWaqiah 39, Al-Waqi'ah 39, Surah Al Waqiah ayat 39

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 15 [QS. 37:15]

15. Dan mereka berkata dengan nada sinis, “Wahai Muhammad, apa yang engkau tunjukkan ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.” … 37:15, 37 15, 37-15, Surah Ash Shaffaat 15, Tafsir surat AshShaffaat 15, Quran Al-Shaffat 15, AshShaffat 15, Ash Shafat 15, Ash Shaffat 15, Surah Ash Shaffat ayat 15

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 74 [QS. 28:74]

74. Dan sebagai bentuk kecaman dan ancaman terhadap orang-orang musyrik, ingatlah, dan ingatkan pula umatmu, wahai Nabi Muhammad, pada hari ketika mereka berdiri di hadapan Allah untuk dimintakan pert … 28:74, 28 74, 28-74, Surah Al Qashash 74, Tafsir surat AlQashash 74, Quran AlQasas 74, Al Qasas 74, AlQasas 74, Al-Qasas 74, Surah Al Qasas ayat 74

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia tahu cara mencari rezeki agar manusia mau membacanya tiap

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan…..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ujian Allah SWT musibah dari Allah SWT kasih sayang Allah

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … dari siku ke lutut Tidak ada dari leher ke pergelangan kaki seluruh tubuh kecuali wajah

Instagram