Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 30 [QS. 56:30]

وَّ ظِلٍّ مَّمۡدُوۡدٍ
Wazhillin mamduudin;
dan naungan yang terbentang luas,
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 30

Daftar isi

And shade extended
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 30]

وَظِلٍّ dan naungan

And shade
مَّمْدُودٍ memanjang/terbentang luas

extended,

Tafsir Quran

Surah Al Waaqi’ah
56:30

Tafsir QS. Al-Waqi’ah (56) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, secara terperinci diterangkan bahwa mereka golongan kanan, yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya adalah penghuni surga yang akan bersenangsenang dan bergembira dalam taman surga yang di antara pohonpohonnya terdapat pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya.
Mereka bersuka-ria di bawah naungan berbagai macam pohon yang rindang, di mana tercurah air yang mengalir dan pohon-pohon yang lain dengan buahnya yang lezat serta berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim, dengan kelezatan cita rasanya dan pohon-pohon bunga yang wangi lagi semerbak harum baunya yang dapat menikmatinya kapan dan di mana pun mereka berada, tanpa ada yang melarang akan apa yang dikehendakinya.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 30. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, naungan yang terbentang luas, air yang dituangkan ke bejana sesuka mereka, buah-buahan yang banyak macam dan jenisnya yang tidak terputus-putus setiap masa dan tidak terlarang bagi yang menghendakinya dan kasur yang tebal dan empuk.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan golongan kanan (alangkah mulianya kedudukan golongan kanan itu).
Mereka berada dalam pohon bidara yang tak berduri, pohon pisang yang yang berrsusun buahnya, naungan yang terbentang luas, air mengalir tercurah tiada henti, buah-buahan yang banyak, tidak akan habis dan berhenti berbuah, tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur tebal lagi empuk.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan naungan yang terbentang luas) untuk selama-lamanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan naungan yang terbentang luas.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abuz Zanad.
dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah yang menyampaikannya dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, bila seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun, ia masih belum menempuhnya.
Bacalah oleh kalian jika kalian suka akan firman-Nya,
"Dan naungan yang terbentang luas."
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui Al-A’raj dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syuraih, telah menceritakan kepada kami Falih, dari Hilal ibnu Ali, dari Abdur Rahman ibnu Abu Umrah, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara memerlukan waktu seratus tahun untuk menempuh naungannya.
Bacalah oleh kalian jika kalian suka akan firman-Nya,
"Dan naungan yang terbentang luas."
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)

Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui hadis Al-A’raj dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Muhammad ibnu Sufyan, dari Falih dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abdur Razzaq, dari Ma’mar.
dari Hammam ibnu Munabbih, dari Abu Hurairah.
Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Hammad ibnu Salamah, dari Muhammad ibnu Ziad, dari Abu Hurairah dan Al-Lais ibnu Sa’d, dari Sa’id Al-Maqbari, dari ayahnya, dari Abu Hurairah;
sedangkan Auf meriwayatkannya dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far dan Hajjaj.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Ad-Dahhak menceritakan hadis berikut dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ.
bahwa beliau ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya memerlukan waktu tujuh puluh atau seratus tahun.
Pohon itu adalah pohon Khuldi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, dari Muhammad ibnu Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Di dalam surga terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum menempuh (seluruhnya).
Bacalah oleh kalian jika kalian sukafirman Allah subhanahu wa ta’ala berikut,
"Dan naungan yang terbentang luas."
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)

Sanad hadis berpredikat jayyid, tetapi mereka (Ahlus Sunan) tidak mengetengahkannya.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.
dari Abu Kuraib, dari Abdah dan Abdur Rahim serta Bukhari, semuanya dari Muhammad ibnu Amr dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi meriwayatkannya melalui hadis Abdur Rahim ibnu Sulaiman dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Mahran, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abu Khalid, dari Ziad maula Bani Makhzum.
dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa sesungguhnya di dalam surga benar-benar terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara memerlukan waktu seratus tahun untuk menempuh naungannya.
Bacalah oleh kalian jika kalian suka akan firman-Nya:
dan naungan yang terbentang luas.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)
Maka sampailah hal ini kepada Ka’b, lalu Ka’b berkata,
"Demi Tuhan yang telah menurunkan Taurat kepada Musa dan Alquran kepada Muhammad, dia benar.
Seandainya seorang lelaki mengendarai unta hiqqah atau jaz’ah, lalu mengelilingi bagian atas (naungan) pohon itu, niscaya masih belum dapat mengelilinginya karena keburu pikun (tua renta).
Sesungguhnya Allah telah menanamnya sendiri dengan tangan-Nya dan telah meniupkan ke dalamnya sebagian dari roh (ciptaan)-Nya.
Dan sesungguhnya naungannya untuk orang-orang yang ada di balik tembok surga, dan tidak ada sebuah sungai pun di dalam surga melainkan bersumber dari akar pohon tersebut."

Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Minhal yang tuna netra, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnuZurai’, dari Sa’id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah.
dari Anas, dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan naungan yang terbentang luas.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)
Maka Nabi ﷺ bersabda:
Di dalam surga terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum dapat menempuhnya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Rauh ibnu Abdul Mu’in, dari Yazid ibnu Zurai’.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, dari Imran ibnu Daud Al-Qattan, dari Qatadah dengan sanad yang sama.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Ma’mar dan Abu Hilal, dari Qatadah dengan sanad yang sama.


Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan melalui hadis Abu Sa’id dan Sahl ibnu Sa’id, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum dapat menempuhnya.

Hadis ini telah terbukti dari Rasulullah ﷺ, bahkan mencapai predikat mutawatir yang dipastikan kesahihannya di kalangan para imam ahli hadis dan kritik sanad, karena jalur-jalurnya beraneka ragam dan sanadnya kuat serta para perawinya berpredikat siqah.

Imam Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Abu Husain yang mengatakan bahwa kami berada di salah satu pintu gerbang di suatu tempat, saat itu kami bersama Abu Saleh dan Syaqiq Ad-Dabbi.
Abu Saleh mengatakan, telah menceritakan kepadanya Abu Hurairah, bahwa sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya memerlukan waktu tujuh puluh tahun.
Lalu Abu Saleh bertanya,
"Apakah Abu Hurairah berdusta?"
Maka Syaqiq menjawab."
Aku tidak mendustakan Abu Hurairah, tetapi aku mendustakan engkau."
Maka peristiwa tersebut dirasakan oleh para qurra sangat berat.


Menurut hemat kami, sesungguhnya batillah orang yang mendustakan hadis ini mengingat kesahihannya telah terbuktikan dan predikat rafa’-nya sampai kepada Rasulullah ﷺ sudah jelas.

Imam Turmuzi mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnul Hasan ibnul Furat Al-Qazzaz, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Tiada suatu pohonpun di dalam surga, melainkan batangnya dari emas

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Abur Rabi’, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Aqdi, dari Zam’ah ibnu Saleh, dari Salamah ibnu Wahram, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa naungan yang membentang luas ialah sebuah pohon di dalam surga yang naungannya bila dikelilingi oleh seorang pengendara memerlukan waktu seratus tahun.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa ahli surga—yaitu ahli surga yang berada di tempat-tempat yang tinggi— keluar menuju pohon itu;
begitu pula penduduk surga lainnya, lalu mereka berkumpul di bawah naungannya sambil berbincang-bincang.
Ibnu Abbas melanjutkan, bahwa sebagian di antara mereka teringat akan hiburan musik di dunia dan menginginkannya.
Maka Allah mengirimkan angin dari surga dan menerpa pohon itu, lalu dari suara dedaunannya timbullah semua irama musik di dunia.


Asar ini garib, tetapi sanadnya jayyid, kuat lagi baik.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ibnu Yaman, telah menceritakan kepada kami Abu Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimnn sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan naungan yang terbentang luas.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)
bahwa untuk menempuhnya sama dengan perjalanan tujuh puluh ribu tahun.


Hal yang semisal diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Bandar, dari Ibnu Mahdi, dari Sufyan dengan lafaz yang semisal.


Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Mahran, dari Sufyan, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun sehubungan dengan makna firman-Nya,
"Dan naungan yang terbentang luas,"
maka ia mengatakan sama dengan jarak perjalanan lima ratus ribu tahun.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abul Walid At-Tayalisi, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Nafi’, dafi Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan naungan yang terbentang luas.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)
Bahwa di dalam surga terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum dapat menempuhnya.

Auf telah meriwayatkan dari Al-Hasan, bahwa telah sampai kepadanya suatu berita yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya di dalam surga benar-benar terdapat sebuah pohon yang seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum menempuhnya.

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.


Syabib telah meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa di dalam surga ada sebuah pohon yang tidak ditopang dan dijadikan sebagai naungan, ini menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Ad-Dahhak, As-Saddi, dan Abu Hirzah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan naungan yang terbentang luas.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 30)
Yakni naungan yang tidak pernah terputus, di dalam surga tiada mentari dan tiada panas, kesegaran udaranya seperti sebelum munculnya fajar.


Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa udara surga sedang, sebagaimana udara di antara terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.


Telah disebutkan pula ayat-ayat yang semakna, seperti firman-Nya:

dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
(An-Nisa’ [4]: 57)

buahnya tak henti-hentinya dan naungannya (demikian pula).
(Ar-Ra’d: 35)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air.
(QS. Al-Mursalat: 41)

Dan masih banyak ayat lainnya yang semakna.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio Murottal

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 30 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 30 - Gambar 2
Statistik QS. 56:30
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah 56
Nama Surah Al Waaqi’ah
Arab الواقعة
Arti Hari Kiamat
Nama lain Idza waqa’at
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 46
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 96
Jumlah kata 370
Jumlah huruf 1756
Surah sebelumnya Surah Ar-Rahman
Surah selanjutnya Surah Al-Hadid
Sending
User Review
4.2 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

56:30, 56 30, 56-30, Surah Al Waaqi'ah 30, Tafsir surat AlWaaqiah 30, Quran Al Waqiah 30, AlWaqiah 30, Al-Waqi'ah 30, Surah Al Waqiah ayat 30

Video Surah

56:30


More Videos

Kandungan Surah Al Waaqi'ah

۞ QS. 56:1 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 56:2 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 56:3 • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 56:4 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:5 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:6 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 56:7 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:8 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:9 • Derajat para pemeluk agama • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:10 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:11 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat di surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:12 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 56:13 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:14 • Abad terbaik umat Islam • Keutamaan iman

۞ QS. 56:15 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:16 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:17 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:18 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:19 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:20 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:21 • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga

۞ QS. 56:22 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:23 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:24 • Pahala iman • Keutamaan iman • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 56:25 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:26 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:27 • Sifat ahli surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 56:28 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:29 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:30 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:31 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:32 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:33 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:34 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:35 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:36 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:37 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 56:38 • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:39 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:40 • Abad terbaik umat Islam

۞ QS. 56:41 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:42 • Sifat neraka

۞ QS. 56:43 • Sifat neraka

۞ QS. 56:44 • Sifat neraka

۞ QS. 56:45 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:46 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat

۞ QS. 56:47 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:48 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:49 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:50 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:51 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:52 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:53 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:54 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:55 • Makanan dan minuman ahli neraka

۞ QS. 56:56 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 56:57 • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:58 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:59 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 56:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:65 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:66 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:67 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 56:68 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:69 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:70 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 56:71 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 56:72 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:74 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

۞ QS. 56:80 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 56:81 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:83 • Cara pencabutan ruh

۞ QS. 56:84 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:85 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 56:86 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 56:87 • Keluarnya ruh orang kafir • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 56:88 • Saat kematian seorang mukmin

۞ QS. 56:89 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 56:90 • Saat kematian seorang mukmin • Sifat ahli surga

۞ QS. 56:91 • Pahala iman

۞ QS. 56:92 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 56:93 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:94 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 56:95 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 56:96 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Azim (Maha Agung)

Ayat Pilihan

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
QS. Az-Zariyat [51]: 49

Tuhanku menyuruh jalankan keadilan. Luruskan muka (diri)mu di setiap sembahyang & sembahlah Allah dengan ikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.
Sebagaimana Dia telah ciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)
QS. Al-A’raf [7]: 29

Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik)
“Sesungguhnya orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.”
Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata
QS. Az-Zumar [39]: 15

Jangan kamu tinggikan suaramu melebihi suara Nabi, jangan berkata kepadanya dengan suara yang keras,
sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari
QS. Al-Hujurat [49]: 2

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Correct! Wrong!

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Correct! Wrong!

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

+

Array

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus Istilah Islam

mumayiz

Apa itu mumayiz? mu.ma.yiz sudah dapat membedakan sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk … •

Ibnu Sina

Siapa itu Ibnu Sina? Ibnu Sina dikenal juga sebagai “Avicenna” di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia . Ia juga seorang penulis yang produktif yang seb...

Madaniyah

Apa itu Madaniyah? Madaniyah adalah istilah yang diberikan kepada ayat Al Qur’an yang diturunkan di Madinah atau diturunkan setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. ...