Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 13 [QS. 56:13]

ثُلَّۃٌ مِّنَ الۡاَوَّلِیۡنَ
Tsullatun minal au-waliin(a);
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 13

A (large) company of the former peoples
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 13]

ثُلَّةٌ rombongan/golongan besar

A company
مِّنَ dari

of
ٱلْأَوَّلِينَ orang-orang pertama/dahulu

the former (people),

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:13

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 13. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat-ayat ini menerangkan bahwa prosentase umat dahulu yang termasuk
"as-Sabiqun al-Muqarrabun"
lebih besar dibanding dengan prosentase umat Nabi Muhammad.
Namun karena jumlah umat Nabi Muhammad itu jauh lebih besar dari jumlah umat nabi-nabi sebelumnya, maka jumlah umat Nabi Muhammad yang termasuk
"as-Sabiqun al-Muqarrabun"
jauh lebih besar dibanding dengan jumlah umat-umat dahulu.

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang terdekat itu adalah sekelompok besar umat-umat terdahulu bersama nabi mereka masing-masing dan sedikit dari umat Muhammad, jika dibandingkan dengan jumlah mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sekelompok besar umat-umat terdahulu memasukinya berserta umat lainnya, sedangkan sedikit dari umat ini yang datang kemudian, mereka menempati dipan yang bertahtakan emas, bertelekan di atasnya sambil saling berhadapan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu) menjadi Mubtada, artinya golongan mayoritas dari umat-umat terdahulu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan perihal orang-orang yang paling dahulu yang didekatkan kepada Allah, bahwa mereka:


Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 13-14)"

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan makna yang dimaksud oleh firman-Nya,’
"Al-awwalin"
dan
"Al-akhirin."
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan yang pertama ialah umat-umat terdahulu, sedangkan yang terakhir adalah umat ini (umat Nabi ﷺ).
Ini dikatakan oleh Mujahid dan Al-Hasan Al-Basri menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dan pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir dengan alasan ada sabda Rasulullah ﷺ yang mengatakan:

Kita adalah umat yang terakhir, tetapi yang paling dahulu kelak di hari kiamat.

Tetapi tidak ada seorang pun yang meriwayatkannya selain dia dan tiada seorang pun yang menisbatkannya kepada seseorang (selain dia).
Dan di antara alasan lain bagi pendapat ini ialah adanya hadis yang diriwayatkan oleh Abu Muhammad ibnu Abu Hatim, dia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Isa Ibnu Tabba",
telah menceritakan kepada kami Syarik ibnu Muhammad ibnu Abdur Rahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 13-14)
Maka hal ini terasa berat bagi sahabat-sahabat Nabi ﷺ, lalu turunlah firman-Nya:
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 39-40)
Lalu Nabi ﷺ bersabda:

Sesungguhnya aku berharap semoga kalian adalah seperempat penghuni surga, sepertiga penduduk surga, bahkan kalian adalah setengah atau separo penduduk surga, sedangkan yang separo lainnya diperebutkan oleh mereka.

Imam Ahmad meriwayatkannya melalui Aswad ibnu Amir, dari Syarik, dari Muhammad ibnu Bayya’ Al-Mala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, lalu disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas.

Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula melalui hadis Jabir dengan lafaz yang semisal.


Al-Hafiz Ibnu Asakir telah meriwayatkannya melalui Hisyam ibnu Imarah, telah menceritakan kepada kami Abdu Rabbihi ibnu Saleh, dari Urwah ibnu Ruwayyim, dari Jabir ibnu Abdullah, dari Nabi ﷺ Disebutkan bahwa ketika diturunkan surat Al-Waqi’ah yang di dalamnya disebutkan,
"Segolongan besar dari orang-orang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian,"
maka Umar berkata,
"Wahai Rasulullah, itu berarti segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari kalangan kita."
Maka Rasulullah ﷺ diam dari wahyu terhenti selama satu tahun, kemudian turunlah firman-Nya:
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan yang besar dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 39-40);
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Hai Umar, kemarilah, dengarkanlah apa yang telah diturunkan oleh Allah,
"(Yaitu) segolongan yang besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan yang besar pula dari orang-orang yang kemudian"
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 39-40).
Ingatlah, sesungguhnya dari Adam sampai masaku adalah satu golongan, dan umatku adalah golongan lainnya.
Dan bilangan kita masih belum mencapai dua pertiga (dari yang dijanjikan) hingga kita meminta bantuan dengan orang-orang yang berkulit hitam para penggembala unta dari kalangan orang-orang yang telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya..

Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dalam biografi Urwah ibnu Ruwayyim sanad dan matannya, tetapi dalam sanadnya masih ada hal yang harus diteliti ulang.
Hanya saja telah disebutkan melalui berbagai jalur hadis Nabi ﷺ yang mengatakan:

Sesungguhnya aku berharap semoga kalian adalah seperempat ahli surga.

hingga akhir hadis, dan hadis ini merupakan hadis tunggal dalam Bab
"Sifatul Jannah."
Dan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir dalam hal ini perlu diteliti ulang—bahkan dinilai lemah—karena umat ini adalah umat yang terbaik didukung oleh nas Alquran, sehingga jauh dari kemungkinan bila dikatakan bahwa golongan muqarribin ada pada selainnya dalam jumlah yang lebih banyak daripada apa yang ada pada umat ini, terkecuali bila mereka semua digabungkan menjadi satu untuk mengimbangi umat ini.

Makna lahiriahnya menunjukkan bahwa muqarribin (orang-orang yang didekatkan kepada Allah) dari kalangan mereka jauh lebih banyak daripada apa yang ada di kalangan umat-umat yang lain.

Dalam masalah ini pendapat yang kedualah yang lebih kuat, yaitu yang mengartikan firman-Nya:
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 13)
Yaitu dari kalangan permulaan umat ini.
dan segolongan yang kecil dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 14)
Yakni dari kalangan generasi selanjutnya dari umat ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabbah, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Bakar Al-Muzani, bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan membaca Alquran sampai pada ayat berikut, yaitu firman-Nya:
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 10-11)
Lalu Al-Hasan mengatakan bahwa adapun orang-orang yang paling dahulu beriman, maka sesungguhnya mereka telah pergi.
Tetapi kita memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan kita termasuk golongan kanan (Ashabul yamin).

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami As-Sirri ibnu Yahya yang mengatakan bahwa Al-Hasan membaca firman-Nya:
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
Berada dalam surga kenikmatan.
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 10-13)
Lalu ia mengatakan bahwa yang dimaksud ialah segolongan dari umat ini yang telah pergi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnul Mugirah Al-Minqari.
telah menceritakan kepada kami Abu Hilal, dari Muhammad ibnu Sirin, bahwa ia telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 13-14)
Bahwa dahulu mereka mengatakan atau berharap semoga semuanya itu dari kalangan umat ini.


Demikianlah pendapat yang dikatakan oleh Al-Hasan dan Ibnu Sirin, yaitu bahwa semuanya dari kalangan umat ini.
Dan tidak diragukan lagi bahwa permulaan dari tiap-tiap umat lebih baik daripada yang terakhirnya.
Dengan demikian, berarti dapat diartikan bahwa makna ayat ini bersifat umum mencakup semua umat, yang masing-masing umat menurut persentasinya tersendiri.
Karena itulah disebutkan di dalam sebuah hadis yang terdapat di dalam kitabkitab sahih dan lain-lainnya melalui berbagai jalur, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian orang-orang yang sesudah mereka, kemudian orang-orang yang sesudah mereka.
hingga akhir hadis.


Dan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah mencerita­kan kepada kami Ziad alias Abu Umar, dari Al-Hasan,dari Ammar ibnu Yasir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Perumpamaan umatku adalah sama dengan hujan, tidak diketahui apakah yang baik itu permulaan ataukah akhirnya.

Hadis ini setelah diputuskan bahwa sanadnya sahih mengandung makna bahwa agama ini memerlukan permulaan umat yang berfungsi untuk menyampaikannya kepada generasi sesudahnya, begitu pula ia memerlukan orang-orang yang menegakkannya di masa-masa selanjutnya.
Yaitu guna meneguhkan manusia agar tetap pada sunnah dan periwayatannya serta mempertahankan keberadaannya, hanya keutamaan ada pada generasi pendahulu.
Demikian pula tanaman, memerlukan hujan di masa permulaannya sebagaimana ia pun memerlukan hujan di masa-masa mendatang.
Akan tetapi, jasa yang terbesar adalah bagi hujan yang pertama dan kebutuhan tanaman akan yang pertama lebih kuat.
Karena sesungguhnya seandainya tidak ada hujan yang pertama, tentulah bumi tidak dapat menumbuhkan tetumbuhannya dan akarnya pun tidak dapat hidup padanya.
Karena itulah maka Nabi ﷺ pernah bersabda:

Ada segolongan dari umatku yang terus-menerus berjuang membela kebenaran, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghina mereka dan tidak pula orang-orang yang menentang mereka, sampai hari kiamat terjadi.

Menurut lafaz yang lain disebutkan:

hingga tibalah saatnya perintah Allah (hari kiamat), sedangkan mereka dalam keadaan demikian (memperjuangkan perkara yang liak).

Maksud pengutaraan kesemuanya ini adalah untuk menunjukkan bahwa umat ini adalah umat yang paling mulia di antara semua umat, dan orang-orang yang didekatkan kepada Allah dari kalangannya jauh lebih banyak jumlahnya daripada yang lainnya, serta lebih tinggi kedudukannya daripada umat-umat lainnya.
Demikian itu berkat kemuliaan agamanya dan kebesaran nabinya.


Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan secara mutawatir dari Rasulullah ﷺ telah disebutkan bahwa beliau ﷺ pernah memberitakan bahwa di kalangan umat ini terdapat tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab.
Dan menurut lafaz yang lain, tiap-tiap seribu orang dari mereka membawa tujuh puluh ribu orang.
Menurut lafaz yang lainnya lagi, tiap-tiap orang dari mereka membawa tujuh puluh ribu orang.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Yazid At-Tabrani, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepadaku ayahku telah menceritakan kepadaku Damdam ibnu Zur’ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Abu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda,
"Ingatlah, demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya benar-benar akan dibangkitkan dari kalian kelak di hari kiamat sejumlah orang yang banyaknya seperti malam yang pekat karena semuanya menutupi bumi ini.
Para malaikat merasa kagum melihat umat yang datang bersama Muhammad ﷺ dalam jumlah yang lebih besar daripada apa yang dibawa oleh para nabi lainnya."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Waaqi’ah (56) Ayat 13

TSULLAH
ثُلَّة

Lafaz tsullah adalah dalam bentuk ism mufrad, jamaknya adalah tsulaal.

Az Zujaj berkata asal katanya dari tsallalta al-syay’ yang bermakna apabila engkau memotongnya atau membagikannya.
Sedangkan tsullah bermakna satu golongan manusia.

Dikatakan, fulaan laa yufarriqu bainats tsallah wal tsullah bermaksud "si fulan tidak membedakan antara sekumpulan kambing dan segolongan manusia."

Lafaz tsullah disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Waaqi’ah (56), ayat 13, 39 dan 40. Allah berfirman:

وَثُلَّةٌ مِّنَ ٱلْءَاخِرِينَ

Asy Syawkani mengatakan, makna tsullah adalah firqah (sekumpulan) atau segolongan yang tidak terhitung bilangannya.

Menurut pendapat Al Yazidi, tsullatum minal awwaliin bermakna satu kumpulan datang kemudian dan datang yang selebihnya.
Begitu juga dengan pendapat Ibn Qutaibah, di mana makna tsullah adalah jamaah (segolongan)."

Kesimpulannya, lafaz tsullah memiliki makna satu golongan atau kumpulan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN.
BHD.
121

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 13 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 13 - Gambar 2
Statistik QS. 56:13
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.9 (15 votes)
Tags:

56:13, 56 13, 56-13, Surah Al Waaqi'ah 13, Tafsir surat AlWaaqiah 13, Quran Al Waqiah 13, AlWaqiah 13, Al-Waqi'ah 13, Surah Al Waqiah ayat 13

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 23 [QS. 28:23]

23. Setelah berjalan cukup lama dan jauh, dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang ba-nyak yang sedang memberi minum ternak mereka, dan dia menjumpai d … 28:23, 28 23, 28-23, Surah Al Qashash 23, Tafsir surat AlQashash 23, Quran AlQasas 23, Al Qasas 23, AlQasas 23, Al-Qasas 23, Surah Al Qasas ayat 23

QS. Ath Thaariq (Yang datang di malam hari) – surah 86 ayat 11 [QS. 86:11]

11-12. Demi langit yang mengandung hujan yang turun kembali ke bumi. Dengan hujan bumi yang tandus menjadi subur. Inilah salah satu bukti kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Dan demi bumi yang memp … 86:11, 86 11, 86-11, Surah Ath Thaariq 11, Tafsir surat AthThaariq 11, Quran At Tariq 11, At-Tariq 11, Surah At Tariq ayat 11

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Benar! Kurang tepat!

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Kuis Agama Islam #31

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan … Tauhid Ilmu kalam Akhlaq Al-Yakiin Aqidah Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #20

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … orang biasa hamba sahaya kaum muslimin orang kafir musawwir Benar!

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang

Instagram