Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qiyaamah (Kiamat) – surah 75 ayat 5 [QS. 75:5]

بَلۡ یُرِیۡدُ الۡاِنۡسَانُ لِیَفۡجُرَ اَمَامَہٗ ۚ
Bal yuriidu-insaanu liyafjura amaamah(u);
Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus.

―QS. Al Qiyaamah [75]: 5

But man desires to continue in sin.
― Chapter 75. Surah Al Qiyaamah [verse 5]

بَلْ bahkan

Nay!
يُرِيدُ menghendaki

Desires
ٱلْإِنسَٰنُ manusia

[the] man
لِيَفْجُرَ untuk membuat durhaka

to give (the) lie
أَمَامَهُۥ di hadapannya/di masa depan

(to) what is before him.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qiyaamah
75:5

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini ditegaskan bahwa sebenarnya manusia dengan perkembangan pikirannya menyadari bahwa Allah sanggup berbuat begitu, namun kehendak nafsu mempengaruhi pikirannya.
Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus-menerus.

Sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak mengenal kekuasaan Tuhannya, untuk menghidupkan dan menyusun tulang-belulang orang yang sudah mati.
Akan tetapi, mereka masih ingin bergelimang dengan berbagai perbuatan maksiat, kemudian menunda-nunda tobat atau menghindarkan diri daripadanya.


Sesungguhnya manusia yang seperti ini, menurut Sa’id bin Jubair, suka cepat-cepat memperturutkan kehendak hati dan berbuat apa saja yang diinginkan.
Nafsu selalu menggodanya,
"Nanti sajalah aku bertobat;
nanti sajalah aku mengerjakan kebaikan.
"
Celakanya dia belum sempat tobat dan beramal baik, malaikat maut sudah lebih dahulu mencabut nyawanya.
Padahal pada saat itu, ia sedang asyik dalam perbuatan maksiat.


Boleh jadi juga maksud ayat ini adalah bahwa seseorang selalu berangan-angan tentang betapa nikmatnya kalau ia mendapat ini dan itu, mendapat mobil dan rumah mewah atau jabatan yang empuk, dan seterusnya, namun lupa mengingat mati, lupa dengan akan datangnya hari kebangkitan, hari saat diperiksa segala pekerjaannya.


Kata-kata liyafjura berarti cenderung kepada yang batil, atau suka menyimpang dari kebenaran.

Orang seperti ini ingin hidup bebas seperti binatang.
Ia tidak mau dihalangi untuk mengerjakan apa saja dengan teguran akal sehat atau larangan agama yang mengekang keinginannya.

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tetapi mengapa manusia masih tetap mengingkari hari kebangkitan?
Adakah itu karena mereka ingin terus melakukan perbuatan-perbuatan buruk sampai mati?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bahkan manusia itu mengingkari hari kebangkitan.
Ia ingin terus-menerus dalam perbuatan dosa selama hidupnya.


Orang kafir ini berkata seraya menganggap bahwa hari Kiamat itu masih jauh, “Kapankah hari Kiamat itu terjadi?"

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus-menerus) huruf Lam yang ada pada lafal Liyafjura adalah Zaidah, sedangkan lafal Yafjuru dinashabkan oleh An yang diperkirakan keberadaannya.
Yakni dia selalu berbuat dusta


(di dalam menghadapinya) di dalam menghadapi hari kiamat.
Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus-menerus.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 5)

Sa’id ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yakni terus-menerus dalam kedurhakaannya.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
hendak membuat maksiat terus-menerus.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 5)
Yakni berangan-angan, seorang manusia berkata pada dirinya,
"Aku akan berbuat maksiat, kemudian bertobat sebelum kiamat terjadi."
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah ingkar kepada perkara Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
hendak membuat maksiat terus-menerus.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 5)
Maksudnya, berjalan terus ke depan mengikuti hawa nafsunya.

Al-Hasan mengatakan bahwa anak Adam tidak akan pernah merasa puas dalam memperturutkan hawa nafsunya kepada perbuatan durhaka terhadap Allah terus-menerus kecuali orang yang dipelihara oleh Allah dari perbuatan maksiat.


Telah diriwayatkan dari Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan As-Saddi serta selain mereka yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf, bahwa makna yang dimaksud menyangkut orang yang menyegerakan perbuatan-perbuatan dosa dan menangguh-nangguhkan tobatnya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah orang kafir yang mendustakan hari hisab.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Zaid, dan inilah yang lebih kuat dan lebih sesuai dengan makna yang dimaksud.


Oleh karena itu, maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Ia bertanya,
"Bilakah hari kiamat itu?"
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 6)

Yakni dia menanyakan bilakah hari kiamat itu?
Akan tetapi, pertanyaan yang diajukannya itu mengandung nada tidak percaya akan kejadiannya dan mendustakan keberadaannya.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka berkata,
"Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
Katakanlah."Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan."
(QS. Saba‘ [34]: 29-30)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan).
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 7)

Abu Amr ibnul Ala mengatakan bahwa bariqa artinya terbelalak.
Apa yang dikatakannya mirip dengan pengertian yang terdapat di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip.
(QS. Ibrahim [14]: 43)

Bahkan mata mereka terbelalak karena ngeri menyaksikan pemandangan di hari kiamat, mata mereka terbelalak ke sana kemari tidak menentu karena dicekam oleh rasa takut yang hebat.
Sedangkan ulama lainnya membacanya baraqa, tetapi maknanya berdekatan dengan pendapat yang pertama.
Makna yang dimaksud ialah bahwa pandangan-pandangan mata di hari kiamat terbelalak dan tidak berkedip serta bingung karena dahsyatnya pemandangan yang terjadi di hari kiamat yang sangat mengerikan.

Unsur Pokok Surah Al Qiyaamah (القيامة)

Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qari‘ah.

Dinamai "Al Qiyaamah" (hari kiamat) diambil dari perkataan "Al Qiyaamah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya.
▪ Jaminan Allah terhadap ayat-ayat Alquran dalam dada Nabi sehingga Nabi tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya.
▪ Celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat.
▪ Keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

Ayat-ayat dalam Surah Al Qiyaamah (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qiyaamah ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Qiyaamah ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 75:5
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qiyaamah.

Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , “Hari Kiamat”) adalah surah ke-75 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari’ah.
Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah75
Nama SurahAl Qiyaamah
Arabالقيامة
ArtiKiamat
Nama lainLa uqsimu bi yaumil qiyamah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu31
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat40
Jumlah kata144
Jumlah huruf676
Surah sebelumnyaSurah Al-Muddassir
Surah selanjutnyaSurah Al-Insan
Sending
User Review
4.5 (29 votes)
Tags:

75:5, 75 5, 75-5, Surah Al Qiyaamah 5, Tafsir surat AlQiyaamah 5, Quran Al Qiyamah 5, Al-Qiyamah 5, Surah Al Qiyamah ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Jumu’ah (Hari Jum’at) – surah 62 ayat 2 [QS. 62:2]

2. Dialah yang mengutus seorang Rasul, Muhammad kepada kaum yang buta huruf, yang secara khusus ditujukan kepada bangsa Arab yang kebanyakan tidak bisa baca tulis, dari kalangan mereka sendiri, yaitu … 62:2, 62 2, 62-2, Surah Al Jumu’ah 2, Tafsir surat AlJumuah 2, Quran Al-Jumuah 2, Al Jumuah 2, Al-Jumu’ah 2, Surah Al Jumuah ayat 2

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakimi kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … العدل العظيم العظيم الرحمن

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Al Falaq Al Ikhlas An-nas Al ‘Alaq Ali

Pendidikan Agama Islam #23

Al Falaq artinya … waktu subuh langit senja manusia demi waktu waktu pagi Benar! Kurang tepat! Qada dan qadar termasuk

Instagram