Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Qiyaamah (Kiamat) - surah 75 ayat 21 [QS. 75:21]

وَ تَذَرُوۡنَ الۡاٰخِرَۃَ
Watadzaruuna-aakhirat(a);
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.

―QS. Al Qiyaamah [75]: 21

Daftar isi

And leave the Hereafter.
― Chapter 75. Surah Al Qiyaamah [verse 21]

وَتَذَرُونَ dan kamu meninggalkan

And leave
ٱلْءَاخِرَةَ akhirat

the Hereafter.

Tafsir Quran

Surah Al Qiyaamah
75:21

Tafsir QS. Al-Qiyamah (75) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Terpengaruh dengan kehidupan duniawi biasanya dibarengi dengan sikap mendustai wahyu, serta melupakan kehidupan hari akhirat dan bahkan tidak percaya dengan kedatangannya.

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 21. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tertolaklah kalian karena telah mengingkari kebenaran hari kebangkitan.
Bahkan kalian adalah orang-orang yang mencintai dunia dengan kegemerlapannya dan mengabaikan akhirat dengan segala kenikmatannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang musyrik, sekali-kali tidaklah demikian bahwa kebangkitan dan balasan itu tidak ada.
Sebenarnya, kalian adalah kaum yang mencintai kehidupan dunia dan perhiasannya dan meninggalkan kehidupan akhirat dan kenikmatannya

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan meninggalkan kehidupan akhirat) karena itu mereka tidak beramal untuk menyambut hari akhirat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sekali-kali janganlah demikian.
Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 20-21)

Sesungguhnya yang mendorong mereka mendustakan hari kiamat, menentang wahyu kebenaran dan Alquran yang mulia yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya tiada lain karena tujuan mereka hanyalah kehidupan dunia yang segera dan mereka sama sekali melupakan kehidupan akhirat.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 22)

Berakar dari kata an-nadarah artinya cerah, berseri, dan riang gembira.

Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 23)

Yakni melihat Tuhannya dengan terang-terangan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah di dalam kitab sahihnya:

Sesungguhnya kamu kelak akan melihat Tuhanmu dengan terang-terangan.

Dan sesungguhnya mengenai masalah melihatnya kaum mukmin kepada Allah subhanahu wa ta’ala di negeri akhirat (di surga) telah dikuatkan oleh adanya hadishadis sahih yang diriwayatkan melalui berbagai jalur yang mutawatir, yang telah dinukil oleh para imam ahli hadis, sehingga tidak mungkin ditolak atau dicegah lagi kebenarannya.


Hadis yang bersumber dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah yang keduanya ada di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa sejumlah orang bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah kita dapat melihat Tuhan kita di hari kiamat nanti?"
Rasulullah ﷺ balik bertanya:


"Apakah kamu berdesak-desakan saat melihat matahari dan bulan di hari yang tak berawan?"
Mereka menjawab,
"Tidak."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian seperti itu."

Di dalam kitab Sahihain dari Jarir, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memandang rembulan di malam purnama, lalu bersabda:

Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat rembulan ini;
jika kamu mampu untuk meluangkan waktumu guna mengerjakan salat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya, maka lakukanlah.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui Abu Musa yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Ada dua surga yang semua wadahnya dan segala isinya dari emas, dan ada pula dua surga yang semua wadahnya dan segala isinya dari perak.
sedangkan tiada penghalang antara kaum (penghuni surga) dan kesempatan mereka untuk melihat Allah subhanahu wa ta’ala, melainkan hanya selendang Keagungan-(Nya) yang menghijab Zat-Nya di dalam surga Adn.

Di dalam hadis ifrad Imam Muslim disebutkan melalui Suhaib, dari Nabi ﷺ Yang telah bersabda:

Apabila ahli surga telah masuk surga—Nabi ﷺ melanjutkan—Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Apakah kamu menginginkan sesuatu tambahan yang Aku akan berikan kepadamu?"
Mereka menjawab,
"Bukankah Engkau telah menjadikan wajah kami putih (bercahaya), dan bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?"Nabi Saw, melanjutkan, bahwa lalu Allah membuka tirai hijab-(Nya), maka tiada sesuatu nikmat pun yang diberikan kepada mereka lebih disukai oleh mereka selain memandang kepada Zat Tuhan mereka;
inilah yang dimaksud dengan tambahan.

Kemudian Nabi ﷺ membaca firman-Nya:

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.
(QS. Yunus [10]: 26)

Di dalam hadis ifrad Imam Muslim disebutkan sebuah hadis dari Jabir yang menyebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menampakkan diri-Nya dengan penampilan yang penuh dengan keridaan kepada orang-orang mukmin.
Semua hadis di atas menunjukkan bahwa orang-orang mukmin dapat melihat Tuhan mereka di tempat pemberhentian hari kiamat dan juga di taman-taman surga.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik ibnu Abjar, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abu Fakhitah, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya ahli surga yang paling rendah kedudukannya benar-benar perlu waktu dua ribu tahun untuk melihat semua kerajaannya;
bagian yang terjauhnya dapat ia lihat sebagaimana ia melihat bagian yang terdekatnya;
ia melihat semua istri dan pelayannya.
Dan sesungguhnya ahli surga yang paling utama kedudukannya benar-benar dapat melihat Zat Allah setiap harinya sebanyak dua kali.

Imam Turmuzi meriwayatkannyadari Abdu ibnu Humaid, dari Syababah, dari Israil, dari Nuwayyir yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Umar r.a., lalu disebutkan hal yang semisal.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa Abdul Malik ibnu Abjar telah meriwayatkan hadis ini dari Mujahid, dari Ibnu Umar.
Demikian pula As-Sauri, dia meriwayatkannya dari Nuwayyir, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, tetapi tidak marfu’.

Seandainya tidak khawatir akan menjadikan pembahasan bertele-tele, tentulah kami akan mengemukakan hadishadis mengenai hal ini berikut semua jalur periwayatan dan lafaz-lafaznya, baik dari kitab Sahih, kitab Hisan, kitab Masanid, maupun kitab Sunan.
Dan kami hanya dapat mengetengahkannya secara terpisah-pisah di berbagai tempat dalam tafsir ini, dan hanya kepada Allah-lah kita memohon taufik.


Masalah ini Alhamdulillah telah menjadi kesepakatan di antara para sahabat dan para tabi’in serta kaum Salaf dari umat ini (yakni orang-orang mukmin dapat melihat Zat Tuhannya di hari kemudian).
Sebagaimana hal ini telah disepakati pula di kalangan para imam Islam dan para ulama pemberi petunjuk manusia.


Mengenai pendapat orang yang menakwilkan lafaz ila dalam ayat ini sebagai bentuk tunggal dari ala yang artinya nikmat-nikmat, seperti yang dikatakan oleh As-Sauri, dari Mansur, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:
Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 23)

Bahwa makna yang dimaksud menjadi seperti berikut,
"Orang-orang mukmin di hari itu menunggu pahala dari Tuhan mereka."
Ibnu Jarir telah meriwayatkan pendapat ini melalui berbagai jalur dari Mujahid.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Abu Saleh.
Maka sesungguhnya pendapat ini jauh panggang dari api.
Lalu bagaimanakah jawaban orang yang berpendapat demikian dengan adanya firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 15)

Imam Syafii mengatakan bahwa tidaklah orang-orang durhaka dihalangi dari melihat Tuhan mereka, melainkan karena telah diketahui bahwa orang-orang yang bertakwa dapat melihat Tuhan mereka.
Telah banyak pula hadishadis dari Rasulullah ﷺ secara mutawatir menunjukkan pengertian yang sama dengan konteks ayat yang mulia, yaitu firman-Nya:
Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 23)

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail Al-Bukhari, telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Al-Mubarak, dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 22)
Yakni tampak indah berseri-seri dan ceria.
Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 23)
Bahwa mereka memandang kepada Khaliq, dan sudah sepantasnya bagi mereka berseri-seri karena melihat kepada Zat Khaliqnya.

Unsur Pokok Surah Al Qiyaamah (القيامة)

Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qari’ah.

Dinamai "Al Qiyaamah" (hari kiamat) diambil dari perkataan "Al Qiyaamah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya.
▪ Jaminan Allah terhadap ayat-ayat Alquran dalam dada Nabi sehingga Nabi tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya.
▪ Celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat.
▪ Keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

Ayat-ayat dalam Surah Al Qiyaamah (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qiyaamah ayat 21 - Gambar 1 Surah Al Qiyaamah ayat 21 - Gambar 2
Statistik QS. 75:21
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qiyaamah.

Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , “Hari Kiamat”) adalah surah ke-75 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari’ah.
Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 75
Nama Surah Al Qiyaamah
Arab القيامة
Arti Kiamat
Nama lain La uqsimu bi yaumil qiyamah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 31
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 40
Jumlah kata 144
Jumlah huruf 676
Surah sebelumnya Surah Al-Muddassir
Surah selanjutnya Surah Al-Insan
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

75:21, 75 21, 75-21, Surah Al Qiyaamah 21, Tafsir surat AlQiyaamah 21, Quran Al Qiyamah 21, Al-Qiyamah 21, Surah Al Qiyamah ayat 21

Video Surah

75:21


More Videos

Kandungan Surah Al Qiyaamah

۞ QS. 75:3 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 75:4 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 75:5 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 75:6 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 75:7 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 75:8 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 75:9 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 75:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 75:11 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 75:12 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 75:13 • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 75:14 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 75:15 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 75:19 Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan

۞ QS. 75:21 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 75:22 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat ahli surga

۞ QS. 75:23 • Melihat Allah di surga • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 75:24 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 75:25 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 75:26 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Saat kematian seorang mukmin • Saat kematian orang kafir

۞ QS. 75:27 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Saat kematian seorang mukmin • Saat kematian orang kafir

۞ QS. 75:28 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Saat kematian seorang mukmin • Saat kematian orang kafir

۞ QS. 75:29 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Saat kematian seorang mukmin • Saat kematian orang kafir

۞ QS. 75:30 Ar Rabb (Tuhan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Masa cepat berlalu

۞ QS. 75:31 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 75:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 75:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 75:34 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 75:35 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 75:36 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 75:40 • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

Ayat Pilihan

Dialah Allah,
Yang Maha Esa.

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak & tidak pula diperanakkan,

dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.

QS. Al-Ikhlas [112]: 1-4

Jauhilah kebanyakan prasangka,
karena sebagian prasangka itu dosa.
Jangan mencari keburukan orang.
Jangan menggunjing satu sama lain.
QS. Al-Hujurat [49]: 12


maka ingatlah nikmat-nikmat Allah & janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
QS. Al-A’raf [7]: 74

Allah berfirman kepada keduanya (Adam & Hawa) & juga kepada setan,
“Turunlah kalian, sebagian menjadi musuh bagi yang lain. Di bumi, kalian akan menemukan ketenangan & kesenangan sampai datangnya waktu yang telah ditentukan untuk kalian
QS. Al-A’raf [7]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Correct! Wrong!

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Correct! Wrong!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Correct! Wrong!

+

Array

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Correct! Wrong!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

Hijaiyyah

Apa itu Hijaiyyah? Huruf hijaiyah adalah huruf alfabet yang berasal dari Arab. Huruf hijaiyah dan cara bacanya memiliki aturan urutan yang berbeda dengan terminologi abjad. Walaupun Alquran diturunkan...

Bulan Safar

Apa itu Bulan Safar? Bulan kedua disebut Safar atau Shofar. Dalam bulan ini terdiri dari 29 hari. Arti kata Safar secara sederhana disebut kosong. Nama ini menunjukan peringatan untuk pemuda – pemud...

Fayruz al-Daylami

Siapa itu Fayruz al-Daylami? Fayruz al-Daylami adalah Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Biografi Fayruz al-Daylami memiliki keturunan Arab-Persia, ibunya adalah seorang Arab d...