Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qiyaamah (Kiamat) – surah 75 ayat 18 [QS. 75:18]

فَاِذَا قَرَاۡنٰہُ فَاتَّبِعۡ قُرۡاٰنَہٗ
Fa-idzaa qara’naahu faattabi’ quraanah(u);
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

―QS. Al Qiyaamah [75]: 18

So when We have recited it (through Gabriel), then follow its recitation.
― Chapter 75. Surah Al Qiyaamah [verse 18]

فَإِذَا maka apabila

And when
قَرَأْنَٰهُ Kami telah membacakannya

We have recited it,
فَٱتَّبِعْ maka ikutilah

then follow
قُرْءَانَهُۥ bacaannya

its recitation.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qiyaamah
75:18

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 18. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan bahwa larangan mengikuti bacaan Jibril ketika ia sedang membacakannya adalah karena sesungguhnya atas tanggungan Allah-lah mengumpulkan wahyu itu di dalam dada Muhammad dan membuatnya pandai membacanya.
Allah-lah yang bertanggung jawab bagaimana supaya Alquran itu tersimpan dengan baik dalam dada atau ingatan Muhammad, dan memantapkannya dalam kalbunya.

Allah pula yang memberikan bimbingan kepadanya bagaimana cara membaca ayat itu dengan sempurna dan teratur, sehingga Muhammad hafal dan tidak lupa selama-lamanya.


Apabila Jibril telah selesai membacakan ayat-ayat yang harus diturunkan, hendaklah Muhammad ﷺ membacanya kembali.

Nanti ia akan mendapatkan dirinya selalu ingat dan hafal ayat-ayat itu.
Tegasnya pada waktu Jibril membaca, hendaklah Muhammad diam dan mendengarkan bacaannya.


Dari sudut lain, ayat ini juga berarti bahwa bila telah selesai dibacakan kepada Muhammad ayat-ayat Allah, hendaklah ia segera mengamalkan hukumhukum dan syariat-syariatnya.


Semenjak perintah ini turun, Rasulullah senantiasa mengikuti dan mendengarkan dengan penuh perhatian wahyu yang dibacakan Jibril.

Setelah Jibril pergi, barulah beliau membacanya dan bacaannya itu tetap tinggal dalam ingatan beliau.
Diterangkan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa Ibnu ‘Abbas berkata:


Setelah perintah itu turun, Rasulullah selalu mendengarkan dan memperhatikan ketika Jibril datang, setelah Jibril pergi beliau membacanya sebagaimana diajarkan Jibril.

(Riwayat Bukhari dari Ibnu ‘Abbas).


Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila utusan Kami telah membacakan Alquran kepadamu, maka ikutilah bacaannya itu dengan menyimaknya terlebih dahulu.
Lalu Kamilah yang akan menjelaskan jika di dalamnya kamu temui kesulitan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Nabi, janganlah engkau menggerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an ketika turunnya wahyu agar segera dapat menghafalnya karena takut terlewatkan darimu.
Sesungguhnya, atas tanggung jawab Kami mengumpulkannya di dadamu kemudian engkau membacanya dengan lisanmu kapan saja engkau mau.


Apabila utusan Kami, Jibril, membacakannya kepadamu, maka dengarkanlah bacaannya dan diamlah.
Kemudian bacakanlah kepadanya sebagaimana ia membacakannya kepadamu.


Sesungguhnya, atas tanggungan Kami pula memberikan penjelasan makna dan hukum yang sulit untuk dipahami.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apabila Kami telah selesai membacakannya) kepada kamu melalui bacaan malaikat Jibril


(maka ikutilah bacaannya itu) artinya, dengarlah dengan seksama bacaan Jibril kepadamu terlebih dahulu.
Sesungguhnya Nabi ﷺ setelah itu mendengarkannya terlebih dahulu dengan seksama, kemudian membacanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 17)

Yakni menghimpunkannya di dalam dadamu.

dan membacanya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 17)


Maksudnya, membuatmu pandai membacanya.

Apabila Kami telah selesai membacakannya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 18)


Yaitu apabila malaikat telah membacakannya kepadamu dari Allah subhanahu wa ta’ala

maka ikutilah bacaannya itu.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 18)

Yakni dengarkanlah terlebih dahulu, kemudian bacalah ia sebagaimana yang telah diajarkannya kepadamu.

Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 19)

Yaitu sesudah engkau hafal dan engkau baca, maka Kami akan menjelaskan dan menerangkannya kepadamu serta memberimu ilham mengenai maknanya sesuai dengan apa yang Kami kehendaki dan Kami tentukan.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Abu Uwwanah, dari Musa ibnu Abu Aisyah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pada asal mulanya merasa berat bila sedang menerima wahyu, dan beliau menggerakkan kedua bibirnya (mengikuti bacaan malaikat).
Sa’id ibnu Jubair melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya,
"Dan aku menggerakkan pula kedua bibirku sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibirnya."
Musa ibnu Abu Aisyah mengatakan bahwa Sa’id berkata kepadanya,
"Aku menggerakkan kedua bibirku sebagaimana Ibnu Abbas menggerakkan kedua bibirnya."
Setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 16-17)
Yakni menghimpunkannya di dalam dadamu, kemudian kamu dapat membacanya.
Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 18)
Maksudnya, dengarkanlah terlebih dahulu dengan penuh perhatian dan diamlah.
Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 19)
Sesudah itu apabila Jibril berangkat, maka Nabi ﷺ membacanya seperti apa yang dibacakan oleh Jibril kepadanya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan hal ini melalui berbagai jalur dari Musa ibnu Abu Aisyah dengan sanad yang sama.
Menurut lafaz Imam Bukhari, disebutkan bahwa apabila Jibril datang, beliau menundukkan kepalanya;
dan apabila Jibril telah pergi, maka beliau membacanya seperti apa yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya At-Taimi, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Abu Aisyah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ apabila wahyu diturunkan kepadanya, maka beliau mengalami keadaan yang berat karenanya.
Dan apabila wahyu sedang diturunkan kepadanya, hal itu dapat diketahui melalui gerakan kedua bibirnya.
Kedua bibir beliau kelihatan bergerak sejak awal penurunan wahyu karena khawatir bagian permulaan wahyunya terlupakan sebelum bagian yang terakhirnya selesai.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu unluk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 16)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Asy-Sya’bi, Al-Hasan Al-Basri, Qatadah, Mujahid, dan Ad-Dahhak serta selain merekayang bukan hanya seorang, bahwa sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan hal tersebut.

Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui jalur Al-Aufi, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
(QS. Al-Qiyamah;
16)
Bahwa beliau tidak pernah berhenti dari membaca Alquran karena takut dijadikan melupakannya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 16-17)
Yakni Kamilah yang akan menghimpunkannya untukmu.
dan membacanya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 17)
Yaitu Kamilah yang akan menjadikan kamu dapat membacanya hingga kamu tidak akan melupakannya.

Ibnu Abbas dan Atiyyah Al-Aufi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 19)
Yakni menjelaskan apa-apa yang dihalalkannya dan apa-apa yang diharamkannya.
Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah.

Unsur Pokok Surah Al Qiyaamah (القيامة)

Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qari‘ah.

Dinamai "Al Qiyaamah" (hari kiamat) diambil dari perkataan "Al Qiyaamah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya.
▪ Jaminan Allah terhadap ayat-ayat Alquran dalam dada Nabi sehingga Nabi tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya.
▪ Celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat.
▪ Keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

Ayat-ayat dalam Surah Al Qiyaamah (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qiyaamah ayat 18 - Gambar 1 Surah Al Qiyaamah ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 75:18
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qiyaamah.

Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , “Hari Kiamat”) adalah surah ke-75 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari’ah.
Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah75
Nama SurahAl Qiyaamah
Arabالقيامة
ArtiKiamat
Nama lainLa uqsimu bi yaumil qiyamah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu31
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat40
Jumlah kata144
Jumlah huruf676
Surah sebelumnyaSurah Al-Muddassir
Surah selanjutnyaSurah Al-Insan
Sending
User Review
4.2 (28 votes)
Tags:

75:18, 75 18, 75-18, Surah Al Qiyaamah 18, Tafsir surat AlQiyaamah 18, Quran Al Qiyamah 18, Al-Qiyamah 18, Surah Al Qiyamah ayat 18

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 69 [QS. 6:69]

Orang-orang yang bertakwa, yaitu yang berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas dosa-dosa mereka, yakni para pendurhaka, baik akibat mel … 6:69, 6 69, 6-69, Surah Al An ‘aam 69, Tafsir surat AlAnaam 69, Quran Al Anaam 69, Al Anam 69, AlAnam 69, Al An’am 69, Surah Al Anam ayat 69

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 20 [QS. 34:20]

20. Kedurhakaan Kaum Saba’ membuktikan betapa Iblis mampu me-realisasikan sumpahnya di hadapan Allah ketika dia terkutuk akibat membangkang perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam. “Dan sungguh … 34:20, 34 20, 34-20, Surah Saba 20, Tafsir surat Saba 20, Quran Saba’ 20, Surah Saba ayat 20

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Ka’bah Madinah Masjid Al Haram Gua Hira Padang Arafat Benar!

Pendidikan Agama Islam #28

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? Fardhu Ain Makruh Fardhu Kifayah Mubah Sunnah Muakad Benar!

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya … Amal yang pahalanya terus

Instagram