QS. Al Qiyaamah (Kiamat) – surah 75 ayat 17 [QS. 75:17]

اِنَّ عَلَیۡنَا جَمۡعَہٗ وَ قُرۡاٰنَہٗ
Inna ‘alainaa jam’ahu waquraanah(u);

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
―QS. 75:17
Topik ▪ Rezeki manusia dijamin Allah
75:17, 75 17, 75-17, Al Qiyaamah 17, AlQiyaamah 17, Al Qiyamah 17, Al-Qiyamah 17

Tafsir surah Al Qiyaamah (75) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa larangan mengikuti bacaan Jibril ketika ia sedang membacakannya adalah karena sesungguhnya atas tanggungan Allah-lah mengumpulkan wahyu itu di dalam dada Muhammad dan membuatnya pandai membacanya.
Allah-lah yang bertanggung jawab bagaimana supaya Al-Qur’an itu tersimpan dengan baik dalam dada atau ingatan Muhammad, dan memantapkannya dalam kalbunya.
Allah pula yang memberikan bimbingan kepadanya bagaimana cara membaca ayat itu dengan sempurna dan teratur, sehingga Muhammad hafal dan tidak lupa selama-lamanya.
Apabila Jibril telah selesai membacakan ayat-ayat yang harus diturunkan, hendaklah Muhammad ﷺ membacanya kembali.
Nanti ia akan mendapatkan dirinya selalu ingat dan hafal ayat-ayat itu.
Tegasnya pada waktu Jibril membaca, hendaklah Muhammad diam dan mendengarkan bacaannya.
Dari sudut lain, ayat ini juga berarti bahwa bila telah selesai dibacakan kepada Muhammad ayat-ayat Allah, hendaklah ia segera mengamalkan hukum-hukum dan syariat-syariatnya.
Semenjak perintah ini turun, Rasulullah senantiasa mengikuti dan mendengarkan dengan penuh perhatian wahyu yang dibacakan Jibril.
Setelah Jibril pergi, barulah beliau membacanya dan bacaannya itu tetap tinggal dalam ingatan beliau.
Diterangkan dalam hadis riwayat al-Bukhari bahwa Ibnu ‘Abbas berkata:

Setelah perintah itu turun, Rasulullah selalu mendengarkan dan memperhatikan ketika Jibril datang, setelah Jibril pergi beliau membacanya sebagaimana diajarkan Jibril.
(Riwayat al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas).

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Saat wahyu diturunkan, hendaknya kamu, Muhammad, tidak menggerakkan lidahmu untuk membaca Al Quran karena didorong oleh keinginan untuk cepat-cepat membaca dan menghafalnya.
Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya dalam dadamu dan memantapkan bacaannya di lidahmu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya) di dadamu, maksudnya membuat kamu dapat menghafalnya (dan bacaannya) yakni membuatmu pandai membacanya, atau membuat mudah dibaca olehmu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 17)

Yakni menghimpunkannya di dalam dadamu.

dan membacanya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 17)

Maksudnya, membuatmu pandai membacanya.

Apabila Kami telah selesai membacakannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 18)

Yaitu apabila malaikat telah membacakannya kepadamu dari Allah subhanahu wa ta’ala

maka ikutilah bacaannya itu.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 18)

Yakni dengarkanlah terlebih dahulu, kemudian bacalah ia sebagaimana yang telah diajarkannya kepadamu.

Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 19)

Yaitu sesudah engkau hafal dan engkau baca, maka Kami akan menjelaskan dan menerangkannya kepadamu serta memberimu ilham mengenai maknanya sesuai dengan apa yang Kami kehendaki dan Kami tentukan.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Abu Uwwanah, dari Musa ibnu Abu Aisyah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pada asal mulanya merasa berat bila sedang menerima wahyu, dan beliau menggerakkan kedua bibirnya (mengikuti bacaan malaikat).
Sa’id ibnu Jubair melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya, “Dan aku menggerakkan pula kedua bibirku sebagaimana Rasulullah ﷺ menggerakkan kedua bibirnya.” Musa ibnu Abu Aisyah mengatakan bahwa Sa’id berkata kepadanya, “Aku menggerakkan kedua bibirku sebagaimana Ibnu Abbas menggerakkan kedua bibirnya.” Setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 16-17) Yakni menghimpunkannya di dalam dadamu, kemudian kamu dapat membacanya.
Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 18) Maksudnya, dengarkanlah terlebih dahulu dengan penuh perhatian dan diamlah.
Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 19) Sesudah itu apabila Jibril berangkat, maka Nabi ﷺ membacanya seperti apa yang dibacakan oleh Jibril kepadanya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan hal ini melalui berbagai jalur dari Musa ibnu Abu Aisyah dengan sanad yang sama.
Menurut lafaz Imam Bukhari, disebutkan bahwa apabila Jibril datang, beliau menundukkan kepalanya; dan apabila Jibril telah pergi, maka beliau membacanya seperti apa yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya At-Taimi, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Abu Aisyah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ apabila wahyu diturunkan kepadanya, maka beliau mengalami keadaan yang berat karenanya.
Dan apabila wahyu sedang diturunkan kepadanya, hal itu dapat diketahui melalui gerakan kedua bibirnya.
Kedua bibir beliau kelihatan bergerak sejak awal penurunan wahyu karena khawatir bagian permulaan wahyunya terlupakan sebelum bagian yang terakhirnya selesai.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Janganlah kamu gerakkan lidahmu unluk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 16)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Asy-Sya’bi, Al-Hasan Al-Basri, Qatadah, Mujahid, dan Ad-Dahhak serta selain merekayang bukan hanya seorang, bahwa sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan hal tersebut.

Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui jalur Al-Aufi, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
(Q.S. Al-Qiyamah; 16) Bahwa beliau tidak pernah berhenti dari membaca Al-Qur’an karena takut dijadikan melupakannya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 16-17) Yakni Kamilah yang akan menghimpunkannya untukmu.
dan membacanya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 17) Yaitu Kamilah yang akan menjadikan kamu dapat membacanya hingga kamu tidak akan melupakannya.

Ibnu Abbas dan Atiyyah Al-Aufi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 19) Yakni menjelaskan apa-apa yang dihalalkannya dan apa-apa yang diharamkannya.
Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah.


Informasi Surah Al Qiyaamah (القيامة)
Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qaari’ah.

Dinamai “Al Qiyaamah” (hari kiamat) diambil dari perkataan “Al Qiyaamah” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya
jaminan Allah terhadap ayat-ayat Al Qur’an dalam dada Nabi sehingga Nabi tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya
celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat
keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

Ayat-ayat dalam Surah Al Qiyaamah (40 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qiyaamah (75) ayat 17 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qiyaamah (75) ayat 17 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qiyaamah (75) ayat 17 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Qiyamah (75) ayat 1-40 - Barsena Bestandhi (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Qiyamah (75) ayat 1-40 - Barsena Bestandhi (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qiyaamah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 40 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 75:17
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qiyaamah.

Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , "Hari Kiamat") adalah surah ke-75 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari'ah.
Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 75
Nama Surah Al Qiyaamah
Arab القيامة
Arti Kiamat
Nama lain La uqsimu bi yaumil qiyamah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 31
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 40
Jumlah kata 144
Jumlah huruf 676
Surah sebelumnya Surah Al-Muddassir
Surah selanjutnya Surah Al-Insan
4.9
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta