Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qiyaamah (Kiamat) – surah 75 ayat 1 [QS. 75:1]

لَاۤ اُقۡسِمُ بِیَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ ۙ
Laa uqsimu biyaumil qiyaamat(i);
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
―QS. Al Qiyaamah [75]: 1

I swear by the Day of Resurrection
― Chapter 75. Surah Al Qiyaamah [verse 1]

لَآ benar-benar

Nay!
أُقْسِمُ aku bersumpah

I swear
بِيَوْمِ dengan hari

by (the) Day
ٱلْقِيَٰمَةِ kiamat

(of) the Resurrection.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qiyaamah
75:1

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan hari Kiamat.
Maksudnya ialah Allah menyatakan dengan tegas bahwa hari Kiamat itu pasti datang.

Oleh karena itu, manusia hendaknya bersiap-siap menghadapinya dengan beriman dan mengerjakan amal saleh, karena hari Kiamat merupakan hari pembalasan amal.

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi kebenaran hari kiamat.
Aku bersumpah dan Kutegaskan sumpah-Ku ini demi jiwa yang mencela pemiliknya akibat melakukan dosa dan kesalahan, bahwa kalian akan dibangkitkan setelah tulang belulang kalian dikumpulkan.


Apakah manusia mengira–setelah ia Kami ciptakan dari ketiadaan–bahwa Kami tidak dapat mengumpulkan kembali tulang belulangnya yang hancur berserakan?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi hari perhitungan dan pembalasan, dan bersumpah demi jiwa yang beriman dan bertakwa yang mencela teman karibnyakarena telah meninggalkan ketaatan dan melakukan hal-hal yang membinasakan.
Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan.


Apakah manusia yang kafir itu menyangka bahwa Kami tidak akan kuasa untuk mengumpulkan kembali tulang belulangnya setelah bercerai berai?
Tentu, Kami akan mengumpulkannya.
Kami Mahakuasa untuk menjadikan kembali ruas jarinya atau ujung jarinya dengan sempurna sebagaimana sebelum kematian."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Aku bersumpah dengan hari kiamat) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan berkali-kali bahwa objek sumpah itu apabila merupakan hal yang dinafikan (lawan bicara), maka diperbolehkan mendatangkan la sebelum lafaz qasam dengan maksud untuk menguatkan penafian.
Sedangkan yang menjadi objek qasam-nya ialah mengukuhkan adanya hari berbangkit, dan menyanggah apa yang diduga oleh hamba-hamba Allah yang tidak bodoh yang meniadakan hari berbangkit.
Oleh karena itulah maka disebutkan:

Aku bersumpah dengan hari kiamat, dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 1-2)

Al-Hasan mengatakan bahwa Allah bersumpah dengan menyebut hari kiamat, dan tidak bersumpah dengan jiwa yang menyesali (dirinya sendiri).
Qatadah mengatakan bahwa tidak demikian, bahkan Allah bersumpah dengan menyebut keduanya.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Al-Hasan dan Al-A’raj, bahwa keduanya membacanya dengan bacaan lauqsimu biyaumil qiyamah, tanpa memakai alif sesudah lam.
Hal ini memperkuat pendapat Al-Hasan, karena sumpah dengan menyebut hari kiamat diperkuat dengan lam, sedangkan terhadap jiwa yang amat menyesali tidak memakai lam melainkan la, yang artinya dinafikan.
Tetapi menurut pendapat yang benar, Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan menyebut keduanya, sebagaimana yang dikatakan oleh Qatadah —yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas— dan Sa’id ibnu Jubair, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir.

Mengenai hari kiamat, telah dikenal;
tetapi jiwa yang amat menyesali, maka menurut Qurrah ibnu Khalid dari Al-Hasan Al-Basri sehubungan dengan makna ayat ini,
"Sesungguhnya orang mukmin itu, demi Allah, menurut penilaian kami tiada lain amat menyesali dirinya sendiri dan mencelanya, ‘Aku tidak bermaksud dengan kalimatku, aku tidak bermaksud dengan makananku, dan aku tidak bermaksud dengan bisikan jiwaku,’ yakni hal-hal yang berdosa.
Tetapi sesungguhnya orang yang pendurhaka melaju terus dalam kedurhakaannya setapak demi setapak tanpa menyesali dirinya sendiri."

Juwaibir mengatakan bahwa telah sampai kepada kami dari Al-Hasan, bahwa ia mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 2)
Bahwa tiada seorang pun dari penduduk langit maupun penduduk bumi, melainkan menyesali dirinya sendiri di hari kiamat nanti.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Saleh ibnu Muslim, dari Israil, dari Sammak, bahwa ia bertanya kepada Ikrimah tentang makna firman-Nya:
dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 2)

Bahwa setiap orang menyesali perbuatan baik atau buruknya, dan ia mengatakan seandainya aku melakukan anu dan anu.
Ibnu Jarir meriwayatkan ini dari Abu Kuraib, dari Waki’, dari Israil dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Mu-ammal, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnu Juraij, dari Al-Hasan ibnu Muslim, dari Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 2)

Bahwa ia mencela perbuatan baik dan perbuatan buruknya sendiri.
Kemudian ia meriwayatkannya melalui jalur lain dari Sa’id, bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang hal ini, lain Ibnu Abbas menjawab, bahwa makna yang dimaksud adalah jiwa yang banyak mencela (dirinya sendiri).
Ali ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa makna yang dimaksud ialah jiwa yang menyesali apa yang telah silam kemudian mencelanya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna al-lawwamah, bahwa makna yang dimaksud ialah jiwa yang tercela.
Qatadah mengatakan jiwa yang pendurhaka.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa semua pendapat di atas saling berdekatan pengertiannya.
Tetapi yang lebih mirip dengan makna lahiriah ayat ialah jiwa yang amat menyesali dirinya atas perbuatan baik dan buruknya, dan menyesali yang telah silam.

Unsur Pokok Surah Al Qiyaamah (القيامة)

Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qari‘ah.

Dinamai "Al Qiyaamah" (hari kiamat) diambil dari perkataan "Al Qiyaamah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya.
▪ Jaminan Allah terhadap ayat-ayat Alquran dalam dada Nabi sehingga Nabi tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya.
▪ Celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat.
▪ Keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

Ayat-ayat dalam Surah Al Qiyaamah (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qiyaamah ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Qiyaamah ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 75:1
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qiyaamah.

Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , “Hari Kiamat”) adalah surah ke-75 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari’ah.
Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah75
Nama SurahAl Qiyaamah
Arabالقيامة
ArtiKiamat
Nama lainLa uqsimu bi yaumil qiyamah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu31
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat40
Jumlah kata144
Jumlah huruf676
Surah sebelumnyaSurah Al-Muddassir
Surah selanjutnyaSurah Al-Insan
Sending
User Review
4.9 (15 votes)
Tags:

75:1, 75 1, 75-1, Surah Al Qiyaamah 1, Tafsir surat AlQiyaamah 1, Quran Al Qiyamah 1, Al-Qiyamah 1, Surah Al Qiyamah ayat 1

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 71 [QS. 26:71]

71. Dan barangsiapa bertobat dengan hati yang ikhlas dan mengerjakan kebajikan, sebagai bukti pertobatannya, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. Dia menyesa … 26:71, 26 71, 26-71, Surah Asy Syu’araa 71, Tafsir surat AsySyuaraa 71, Quran Asy Syuara 71, Asy Syu’ara 71, Asy-Syu’ara 71, Surah Asy Syuara ayat 71

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 89 [QS. 16:89]

Dan ingatlah pada hari ketika Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka, yaitu seorang nabi atau tokoh yang diakui kesalehan dan ketakwaannya, dari golongan mereka sendiri, yang membe … 16:89, 16 89, 16-89, Surah An Nahl 89, Tafsir surat AnNahl 89, Quran An-Nahl 89, Surah An Nahl ayat 89

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ....

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Benar! Kurang tepat!

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kebodohan mendekatkan pada kemiskinan Kekufuran mendekati kemiskinan Kebodohan mendekati

Pendidikan Agama Islam #17

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah … kauniyah madaniyah israiliyyat makkiyah arabiyah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93

Pendidikan Agama Islam #12

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Hassan Umar Qasim Hamzah Ali Benar! Kurang tepat! Masyarakat

Instagram